Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'hukuman mati'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad Al Hussein dalam pertemuan Dewan HAM PBB di Jenewa, Februari 2016. Komisioner Tinggi PBB untuk HAM mendesak pemerintah Indonesia untuk memberlakukan moratorium hukuman mati. Kepala urusan hak asasi manusia PBB telah mendesak pemerintah Indonesia untuk membatalkan rencana mengeksekusi belasan orang atas kejahatan narkoba. Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan hari Rabu (27/7) Kantor HAM PBB "sangat prihatin" dengan kurangnya transparansi dan ketaatan akan jaminan peradilan yang adil. Ia mendesak pemerintah untuk memberlakukan moratorium hukuman mati. Keamanan telah diperketat di pulau Nusa Kambangan dalam persiapan eksekusi, yang diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari ini.
  2. Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menjatuhkan hukuman mati dalam kasus peredaran narkoba. Komnas HAM sebagai lembaga pelindung hak asasi warga negara memandang, status darurat narkoba yang kini terjadi di Indonesia merupakan realita yang ditanggapi secara serius oleh penegak hukum. Namun, pertimbangan vonis hukuman mati harus dilakukan dengan cermat, sebab vonis hukuman mati yang sudah dieksekusi tak dapat dikoreksi. “Komnas HAM menyerankan untuk sangat ketat, jangan sampai salah menerapkan hukum mati. Kalau salah kan tidak ada mekanisme lagi untuk merehabilitasi,” kata Maneger saat dihubungi Okezone, Sabtu (14/11/2015). Di tubuh Komnas HAM sendiri, lanjut Maneger, telah dilakukan voting mengenai penghapusan hukuman mati. Hasilnya, sebanyak tujuh komisioner setuju hukuman mati dihapuskan, sementara tiga sisanya tak sepakat. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa secara kelembagaan, Komnas HAM mendukung moratorium atau penghentian hukuman mati di Indonesia. “Secara kelembagaan, Komnas HAM merekomendasikan untuk moratorium hukuman mati. Saya masih mengakui hukuman mati, tetapi dalam praktik peradilan yang adil,” lanjut dia. Sampai saat ini memang belum ada instrument hukum internasional yang memutus hukuman mati bagi tersangka kasus narkoba melanggar HAM atau tidak. Beberapa negara termasuk Amerika pun masih menerapkan hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba. Tetapi, menurut Maneger, ada kecenderungan semangat moratorium hukuman mati dari dunia internasional. Paradigma hukuman pun berubah dari yang tujuannya menghukum kepada orientasi koreksi dan pemasyarakatan. “Semangatnya ada kecenderungan untuk moratorium karena terjadi perubahan paradigma. Selama ini menghadapi pelaku kejahatan paradigmanya kan menghukum, sekarang ini berubah dari penghukuman ke koreksi, ada memang kecenderungan ke sana. Sekali lagi bahwa dunia internasional belum (meyepakati),” ujar Maneger.
  3. JANTUNGNYA TELAH TERTEMBUS PELURU, NAMUN IMAN-NYA MENYATAKAN BAHWA IA TELAH LOLOS DARI PERBUDAKAN MAUT!!! Inilah transkrip Andrew Chan yang berisikan kesaksiannya di Penjara Kerobokan, Bali - transkrip ini diberikan kepada saya, Sharon McBride melalui pendeta kawan saya. Andrew juga mengizinkan hal ini saya ceritakan kembali bagi anda semua. “Saya bertumbuh dalam keluarga yang menganut kepercayaan yang lama dan tidak banyak mengenal ke Kristenan. Hingga suatu hari saya ditangkap di bandara Bali pada tanggal 17 April 2005, saya ditangkap di pesawat yang membawa saya, diinterogasi di bandara dan dibawa ke kantor polisi. Mereka kemudian melemparkan saya kedalam sel penjara dan membentak-bentak saya. Saya berpikir mereka akan membunuh saya. Karena saya tidak ingin disiksa kemudian saya ingin melakukan pencobaan bunuh diri. Rasa takutlah yang membuat saya ingin mengakhiri hidup saya, karena apabila hal itu terjadi pada diri saya pastinya saya tidak akan mampu menghadapinya. Akibatnya saya mengambil baju yang saya kenakan dan melilitkan-nya pada leher saya. Saya memanjat dan menggantungkan lilitan baju tersebut pada palang kayu di atas kepala saya dan bersiap-siap untuk menjatuhkan diri. Pada saat itulah saya teringat tentang kisah adanya surga dan neraka, dari kelas pengajaran di sebuah gereja yang beberapa kali saya pernah hadiri oleh karena diajak Lukas, kawan dekat keluarga kami.” Ketika saya hendak menjatuhkan diri saya mulai berpikir bahwa tindakan tersebut justru akan menyebabkan saya masuk ke dalam neraka dan bukannya surga, akibatnya saya mengurungkan niat saya untuk bunuh diri, kemudian melepaskan ikatan yang melekat dileher saya dan turun kembali. Hari berikutnya saya meminta Alkitab pada penjaga yang menjagai saya. Saya sungguh menginginkan Alkitab. Tetapi penjaga tersebut malah marah-marah dan menjawab permintaan saya dalam bahasa Indonesia yang tidak saya mengerti. Hari berikutnya saya dipanggil keluar dari sel tempat penahanan saya, dan kepada saya diberikan sebuah Alkitab versi King James. Ketika saya mulai membuka Alkitab, saya mendapati tertera nama Lukas si pengirim, dan tanda tangannya. Saya mulai berpikir: “Bagaimana mungkin hal ini terjadi?”, “Bagaimana mungkin Lukas mengetahui tentang keberadaan saya dan mengirimkan Alkitab ini dengan begitu cepat?” Yang saya ketahui tentang Lukas pad saat itu, ia adalah seorang Kristen yang taat. Setelah itu saya mulai membaca kitab Kejadian pasal 1 dan 2, tapi karena saya tidak dapat mengertinya kemudian Alkitab saya tutup kembali. Hari berikutnya ternyata Lukas datang mengunjungi saya di Kantor Polisi. Ia sengaja terbang dari Austarlia untuk datang mengunjungi saya, dan kemudian ia bertanya: “Sudahkah kamu membaca Alkitab yang telah saya kirimkan kepadamu?”. Saya menjawab bahwa saya sudah membacanya tapi saya tidak mengerti isinya. Ia memberikan dorongan agar saya membaca mulai dari Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Akhirnya saya membaca isi dari ke empat Injil tersebut. Hari berikutnya Lukas datang berkunjung dan bertanya kembali: “ Sudahkah engkau membaca ke empat Injil tersebut?” Saya katakan bahwa saya sudah membacanya, kemudian ia bertanya: “Apa yang dapat engkau dapatkan dari bacaan tadi”. Saya menjawab: “Saya gak dapat apa-apa dari padanya”. Kemudian sebelum Lukas meninggalkan saya, ia berkata: “Sebaiknya engkau baca kembali isi dari ke empat Injil tersebut”. Jadi kemudian saya membacanya kembali. Kali ini pembacaan saya memakan waktu selama empat hari dengan pertanyaan yang sama dan jawaban yang sama. Pada akhir hari yang ke empat, Lukas datang kembali dengan sebuah pertanyaan yang berbeda:”Apakah engkau meminta pertolongan dari Tuhan agar Ia memberikan pengertian pada saat engkau membaca kitab Injil tersebut?”. Saya menjawabnya: “Tidak”. Akhirnya ia menantang saya dengan berkata: “Sebaiknya engkau berdoa dan meminta pertolongan agar engkau dapat mengerti isinya. Jikalau Ia tidak menolongmu, maka besok pagi saya akan datang kembali kepadamu dan mengambil kembali Alkitab itu dari tanganmu dan kita akan membuangnya bersama-sama.” Tetapi saya berkata bahwa saya tidak tahu bagaimana caranya berdoa kepada Tuhan, karena memang saya belum pernah berdoa sebelumnya. Kemudian Lukas menerangkan kepada saya bahwa berdoa itu seperti halnya kita bercakap-cakap dengan Tuhan dan memohon pertolongan kepadaNya. Pada kali ini, saya membaca kembali Injil Matius hingga Injil Markus pasalnya yang ke sebelas dan kemudian Tuhan berbicara kepada saya dan menolong saya untuk mengerti. Di dalam Markus pasalnya yang ke sebelas, saya menemukan dua hal yang menantang hidup saya. Pertama dalam kitab Markus 11:12-14, dikatakan: “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania. Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun, ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapatkan apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, ia tidak mendapatkan apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya kepada pohon itu: ”Jangan seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-muridNya-pun mendengarnya.” Hidupku seperti halnya pohon ara itu yang tidak berbuah dan sedang sekarat. Hidupku sungguh tidak berarti dan tidak berguna. Namun saya merasakan bahwa Allah mengatakan bahwa Ia ingin mengubah hidup saya, berbalik kepadaNya dan menjadikan hidup saya berbuah. Hal yang kedua Allah berbicara kepada saya bahwa milikilah iman yang tidak goyah di dalam Dia. Ia berbicara kepada saya melalui Markus 11:20-24: ”Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-muridNya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kau kutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka: ”Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apapun yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Allah telah menyatakan kepada saya bahwa segala sesuatu adalah mungkin dan yang saya lakukan adalah percaya kepadanya tanpa ragu dan, itulah keputusan saya untuk saya lakoni. Sebelum datangnya keputusan akhir dari Sidang Pengadilan dilakukan, saya telah memohon kepada Tuhan: “Tuhan kalau Engkau bebaskan saya dari tuntutan ini, maka saya akan melayaniMu seumur hidup saya. Jadi ketika sang hakim mengetuk palunya dan memutuskan saya untuk menjalani hukuman mati, sungguh hal itu membuat saya menjadi sangat terkejut dan hal ini kemudian hal tersebut saya ceritakan kepada Lukas. Dengan lembut Lukas menepuk dada saya, seraya berkata: “Ia telah membebaskanmu! Di sini di dalam hatimu. Ia telah melepaskan engkau,” Di saat itulah saya mengerti. Saya memang berada dalam penjara, namun hatiku telah terbebas. Saya telah menemukan keselamatan sejati melalui Yesus di dalam penjara, dan berita tentang keselamatan dalam hidupku aku beritakan dan dinding penjara ini tidak dapat menghalangi pemberitaanku. Andrew Chan terpidana hukuman mati, Penjara Kerobokan, Bali. Andrew Chan telah pergi ke rumah Bapa, pada hari Rabu dini hari, 29 April 2015. Sekalipun ia telah mati namun imannya tetap hidup, sekalipun ia telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dunia dan dihukum mati. Namun dalam pemandangan Allah ia telah dibenarkan oleh karena karya Kristus di atas kayu salib yang telah mati bagi orang-orang berdosa, seperti dikatakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada yang memegahkan diri”.(Ef. 2:8)
  4. Cina telah menangkap empat warga sipil yang bekerja di dinas pertahanan setelah tertangkap tangan menjual rahasia militer ke badan-badan intelijen asing, media pemerintah melaporkan dikutip dari laman Trust.Org Rabu, 15 Juli 2015. Radio Internasional Cina mengatakan dalam sebuah laporan online, mengutip badan keamanan negara di provinsi barat daya Sichuan bahwa para pekerja dinas pertahanan tersebut diduga membocorkan rahasia tentang pengujian, produksi dan penggunaan senjata baru berteknologi tinggi. "Mereka juga mencari tahu teknisi pertahanan untuk diperkenalakan kepada mata-mata di luar negeri," kata laporan tersebut. Laporan tersebut juga mengatakan jika keempat tersangka tidak saling mengenal satu sama lain meskipun mereka bekerja di perusahaan yang sama. Laporan itu juga tidak merinci agen mata-mata asing mana yang telah menerima informasi dari keempat pelaku tersebut. Tetapi mengutip laporan media lokal dikatakan jika agen-agen intelijen Cina sedang mendekati mereka secara online melalui media sosial. Pada November, seorang pria ditangkap di kota pesisir Qingdao karena mengambil foto dari basis kapal induk dan menjualnya kepada orang asing. Undang-Undang Cina tentang rahasia negara diketahui sangat luas jangkauannya. Meliputi segala sesuatu mulai dari data industri sampai dengan tanggal lahir dari pemimpin negara. Pada kasus yang berat di negara, pencurian rahasia negara dapat dihukum dengan penjara seumur hidup atau hukuman mati.
  5. Angelina Jolie. Eksekusi yang dilakukan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mewujudkan hukuman mati yang dilakukan selalu membuat dunia terperangah. Kali ini ISIS memamerkan ajang eksekusi terhadap sejumlah orang dengan menggunakan bongkahan beton. Cara terbaru disebarkan melalui dunia maya. Sejumlah orang yang dihukum mati dibaringkan di lapangan pasir, satu per satu menunggu giliran ajal tiba saat bongkahan beton dihujamkan algojo, sekali dihantam, orang yang dihukum mati akan langsung mati. Sejumlah gambar mempertontonkan aksi pembantaian itu, yang dilakukan di depan umum. Eksekutor dengan dingin melemparkan bongkahan beton yang diperkirakan seberat 20-30 kilogram (kg) yang dihujamkan ke kepala para pelaku kejahatan seperti pembunuhan, pencuri, mata-mata, dan sebagainya. Eksekusi itu seolah memamerkan berbagai cara untuk menerapkan hukuman mati bisa dilakukan dengan sejumlah metode. Setelah memperlihatkan eksekusi dengan cara dipenggal, ISIS juga melakukan eksekusi dengan cara dibakar hidup-hidup seperti dialami oleh pilot Jordania. Hukuman mati lainnya dilakukan dengan ditembak, hukuman gantung, dan dirajam. Eksekutor adalah tokoh dengan wajah tertutup, seperti biasa sejumlah eksekusi yang telah dipertontonkan ISIS, kali ini eksekusidilaksanakan untuk menerapkan qisash atau untuk sebagian kalangan disebut, satu mata untuk satu mata (an eye for an eye). Tentu saja efek dari sejumlah cara eksekusi yang dilakukan ISIS akan menimbulkan kengerian dan trauma karena tindakan-tindakan yang dilakukan ISIS mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dunia seperti tidak berdaya menanggapi situasi berdarah yang sudah berlangsung selama empat tahun di Syria. Megabintang, Angelina Jolie mempunyai pesan khusus terkait perang yang melanda kawasan itu. "Perang mengakibatkan banyak korban berjatuhan, dunia seperti membiarkan," katanya menunjuk banyaknya pengungsi, yang jumlahnya diperkirakan mencapai empat juta jiwa. Jolie menangis karena sedih dengan pemandangan yang dilihatnya di tempat pengungsian. "Sangat menyakitkan untuk melihat para pengungsi, mereka yang menjadi korban adalah kaum wanita dan anak-anak tak berdosa," katanya di depan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), beberapa waktu lalu.‎
  6. Hukuman Mati. sudah mendengarnya saja, kita bisa berasumsi pasti yang dilakukan oleh si narapidana sangat berat, akan tetapi mereka juga seorang manusia biasa, yang hanya punya orientasi berbeda dan mempunyai sedikit perbedaan dari rata-rata masyarakat. Dalam artikel kali ini, saya akan membahas sedikit makanan terakhir yang disantap beberapa tahanan sebelum akhirnya mereka dieksekusi mati. Seorang fotografer bernama Heny Hargreaves “menciptakan ulang” apa-apa saja yang diminta para tahanan sebagai hidangan terakhirnya. Foto-foto ini kami lansir ulang dari situs pribadi sang fotografer di Henryhargreaves.com 1. Teresa Lewis, Minta Dihidangi Ayam dan Kacang Polong "Teresa Lewis adalah seorang kriminil berumur 41 tahun. Dia dihukum karena terlibat kasus pembunuhan dan perampokan. Akhirnya, Teresa dijatuhi hukuman mati dengan cara disuntik cairan beracun. Sebelum menjemput ajal, Terese meminta hidangan terakhir berpa ayam goreng, kacang polong dengan mentega di atasnya, pie apel dan minuman soda. 2. Angel Nieves Diaz, Tidak Makan Apapun "Ketika hukuman matinya mendekat, Angel ditawari pihak penjara agar memesan makanan apa saja yang dia inginkan. Namun, Angel menolak makan apapun. Dia diberi makanan penjara yang seperti biasa dihidangkan. Namun makanan itu juga tidak disentuhnya.Angel, berumur 55 tahun dan berasal dari Florida. Dia dihukum mati karena terlibat kasus pembunuhan, penculikan dan perampokan bersenjata. Dia akhirnya mati dengan suntikan lethal. 3. Ronnie Lee Gardner, Makan Sambil Menonton Lord of The Ring "Pria berumur 49 tahun yang berasal dari Utah ini dihukum akibat tindak perampokan dan dua pembunuhan yang dia lakukan. Sebelum dia meniggal, Ronnie meminta menu spesial di menjelang hari kematiannya. Dia meminta ekor lobster,steak, pie apel, es krim vanila dan memakan semua hidangan itu sambil menonton trilogi Lord of The Ring. Ronnie Lee Gardner mati ditangan angkatan khusus yang melakukan tembakan mati. 4. Victor Feguer, Hanya Minta Sebutir Buah Zaitun "Pria ini dihukum mati di usia yang sangat muda, 28 tahun. Pria asal Iowa ini dihukum mati atas tindakan penculikan dan pembunuhan. Dia meninggal dengan suntikan mati ke dalam tubuhnya. Hidangan terakhir yang diminta Victor sangatlah sederhana. Dia meminta sebutir buah zaitun. Victor mengatakan bahwa dia ingin buah zaitun tersebut akan mengakar dan tumbuh dari dalah tubuhnya dan menjadi pohon zaitun. Dia berharap pohon tersebut akan menjadi simbol perdamaian. 5. Rikcy Ray Rector, Menyisakan Pie untuk dimakan “nanti” "Pria berumur 42 tahun ini dihukum karena tindakannya membunuh dua orang. Pria asal Arkansas ini akhirnya mati dengan suntikan lethal. Sebelum dia meninggal dia meminta hidangan yang cukup istimewa. Dia meminta steak, ayam goreng, minuman rasa cherry dan pie. Pie itu tidak disentuhnya. Ketika penjaga menanyakan soal pie itu, Ricky mengatakan bahwa dia akan memakan pie-nya nanti. Dia tidak menyentuh pie itu hingga hari kematiannya. Dari foto-foto dan keterangan di atas kita bisa melihat bahwa sesungguhnya para tahanan juga masih manusia dan mereka masih punya keinginan-keinginan dalam hidup. Namun, waktu mereka hidup sudah habis dan mereka harus menjalani hukuman mati. Itu tadi lima hidangan yang diminta oleh para tahanan sebelum hari kematian mereka. Memang hukuman mati di masih menimbulkan kontroversi yang tidak kunjung berakhir di beberapa negara. Bagaimana dengan anda? Apakah anda setuju dengan hukuman mati?
  7. Anak Jackie Chan dijatuhi hukuman penjara enam bulan di Cina dalam kasus narkoba. Duta besar antinarkoba Singapura yang baru, aktor kung fu kenamaan Jackie Chan, mengatakan dirinya mendukung hukuman mati bagi para penyelundup dan pedagang narkoba. "Untuk beberapa kasus, saya jelas mendukung hukuman mati," kata Jackie Chan. "(Anak-anak muda mengatakan) tak masalah dengan narkoba, ini seperti rokok. Saya tak sependapat dengan pandangan tersebut ... (narkoba) tak boleh masuk ke keluarga saya," katanya. Anak Jackie Chan, Jaycee (32 tahun), dijatuhi hukuman penjara enam bulan di Cina karena memiliki obat-obatan terlarang dan menampung beberapa pengguna narkoba yang lain. Jackie Chan mengatakan sangat marah dan malu begitu mengetahui anaknya sendiri terlibat narkoba. Ia mengatakan dirinya tak pernah membayangkan anggota keluarganya akan terlibat kasus narkoba. Jackie Chan adalah selebriti pertama yang diangkat menjadi duta antinarkoba pemerintah Singapura, setelah kepolisian Cina mengangkatnya untuk jabatan yang sama pada 2009. Baik Singapura maupun Cina menerapkan hukuman mati untuk penyelundup dan pengedar obat-obatan terlarang. Negara Asia Tenggara lain yang menerapkan hukuman mati termasuk Indonesia dan Malaysia. Eksekusi delapan orang yang dilakukan akhir April lalu di Nusakambangan menuai kritikan internasional.
  8. Enam lembar pengakuan bersalah dituliskan oleh terpidana mati asal Australia, Andrew Chan. Dalam surat untuk dirinya itu, Chan meratapi nasibnya sendiri dan mengajak orang untuk tidak mengikuti jejak hidupnya. Pada akhirnya sepucuk surat setebal enam halaman adalah apa yang akan tersisa dari Andrew Chan. "Dear Me. Ketika menginjak dewasa kamu akan mendekam di penjara Bali dan dieksekusi mati. Hal ini terjadi karena kamu berpikir mengkonsumsi narkoba adalah sesuatu yang keren. Keluarga dan teman-teman mu patah hati dan hidupmu akan berakhir di tangan regu tembak," tulisnya. "Nama saya adalah Andrew Chan." Terpidana mati yang baru ditolak pengampunannya oleh Presiden Jokowi itu menuliskan surat untuk dirinya sendiri. Surat itu akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan film dokumenter, "Dear Me: The Dangers of Drugs," yang mengisahkan kiprah Bali Nine hingga mendarat di penjara Kerobokan, Bali. Dalam suratnya Chan meminta agar anak-anak dan remaja tidak mengikuti jejak hidupnya. "Saya berusia 29 tahun dan sejujurnya, saya mungkin tidak akan bisa merayakan ulang tahun ke-30," tulisnya. "Hidup saya adalah semata-mata penghamburan. Ini tidak harus terjadi pada kalian." [tweet]https://twitter.com/randi_x/status/558080994574872578[/tweet] [tweet]https://twitter.com/Chris_Reeder/status/558147580224217088[/tweet] Chan dibekuk aparat tahun 2005 silam ketika hendak menyeludupkan delapan kilogram Heroin ke Bali. Bersama Myuran Sukuraman, ia divonis mati oleh pengadilan negeri setahun kemudian. Chan menempuh berbagai jalur hukum hingga ke instansi tertinggi untuk membebaskan diri dari vonis mati. Namun permohonan pengampunannya ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Dengan begitu Chan dan seorang komplotan lain, Myuran Sukuraman akan menghadap regu tembak. Cuma hingga kini tidak jelas kapan kejaksaan akan menggulirkan eksekusi mati terhadap kedua terpidana. "Saya merindukan pernikahan, pemakaman atau kehadiran keluarga. Rasa sakit yang saya buat untuk diri sendiri dan keluarga sangat menyiksa. Saya tidak memiliki apapun kecuali jeruji besi untuk dipeluk, bukan sambutan hangat mereka yang saya cintai dan saya rindukan." "Kemungkinan besar saya tidak akan punya kesempatan untuk melihat kelahiran anak pertama saya, terlebih memiliki anak." Pengakuan Chan dituliskan untuk organisasi HAM, Dear Me. Direktur lembaga asal Australia itu, Malina Rutter mengatakan Chan adalah sosok yang berbeda dibandingkan remaja berusia 19 tahun yang ditangkap sepuluh tahun silam. "Ia menyadari kesalahannya dan berupaya keras untuk mengubah hidupnya."
  9. Apa yang terjadi jika pengadilan yang tidak fair memiliki kuasa mencabut nyawa? Ironi besar karena hukuman mati justru sebagian besar dipertahankan oleh negeri yang tidak memiliki sistem peradilan yang baik. Indonesia dan Arab Saudi, dua dari negara-negara yang mewakili wajah dunia yang masih mempertahankan hukuman mati. Sebuah praktek yang mulai ditinggalkan karena dianggap merenggut hak paling asasi yakni hak hidup manusia. Januari 2011, pengadilan Taiwan mengaku bersalah menjatuhkan hukuman mati. Chiang Kuo-ching, prajurit angkatan udara dituduh memperkosa dan membunuh seorang anak. Di tahanan, dia disetrum dan dipukuli: dipaksa mengaku bersalah. Hampir lima belas tahun setelah dieksekusi di hadapan regu tembak, terungkap bahwa Kuo-ching tidak bersalah. Penyiksaan di tahanan dan pengadilan yang tidak fair, adalah gejala yang banyak kita temukan di sejumlah negara, yang ironisnya, justru masih mempertahankan hukuman mati. Akhir 70an, pengadilan Indonesia menjatuhkan vonis bersalah atas Sengkon dan Karta. Sama seperti kisah di Taiwan, Sengkon dan Karta yang tak tahan disiksa polisi, akhirnya mengaku sebagai pelaku pembunuhan. Mereka memang tidak dihukum mati seperti Kuo-ching, tapi mereka sama-sama adalah korban peradilan sesat. Lantas bagaimana bisa, sebuah sistem peradilan yang korup dan tidak adil, diberi kewenangan mencabut nyawa manusia? Para pendukung hukuman mati menganggap kejahatan berat memang pantas dihukum mati, dengan alasan keadilan dan juga menciptakan efek jera. Tapi argumen itu lemah. Rasa keadilan bisa terpenuhi dengan menjatuhkan hukuman kumulatif penjara hingga ratusan tahun. Di lain pihak, bukti menunjukkan bahwa hukuman mati tidak menimbulkan efek jera. Di Eropa yang tidak menerapkan hukuman mati, terbukti tingkat kejahatannya rendah. Sebaliknya negara yang masih menerapkan hukuman mati, tingkat kejahatannya sangat tinggi, termasuk Indonesia. Negara dengan Hukuman Mati Terbanyak Cina Negeri tirai bambu, Cina, termasuk yang paling getol menjalankan eksekusi mati. Tahun 2013 saja tercatat sebanyak 2400 tahanan menemui ajal di tangan algojo. Kendati mayoritas penduduk mendukung hukuman mati, suara-suara yang menentang mulai bermunculan. Kekhawatiran terbesar adalah lembaga yudikatif yang tidak jarang menghukum individu yang tak bersalah. Iran Lebih dari 370 tahanan tewas lewat eksekusi mati tahun 2013 silam. Iran memiliki tiga metode eksekusi, yakni tembak mati, hukuman gantung atau rajam. Sama seperti di Cina, hukum di Iran mewajibkan pelaksanaan hukuman mati di depan publik. Negeri para Mullah ini berulangkali memicu kontroversi lantaran menghukum mati jurnalis, aktivis HAM atau individu dengan dakwaan yang tipis. Irak Hukuman mati di Irak terutama marak digunakan sebagai instrumen kekuasaan pada masa diktatur Sadam Husein. Tahun 2013 Irak mengeksekusi 177 tahanan yang sebagian besar tersangka teroris. Sementara 1.724 lainnya masih mendekam di penjara dan menunggu regu penembak beraksi. Tahun lalu PBB mendesak Irak menangguhkan hukuman mati lantaran dinilai berpotensi memicu konflik horizontal. Arab Saudi Lebih dari 80 tahanan tewas di tangan algojo di Arab Saudi 2013 lalu, termasuk di antaranya tiga remaja yang berusia di bawah 18 tahun. Metode hukuman mati yang paling sering digunakan di jantung teluk ini adalah pemenggalan kepala. Kasus yang berujung vonis mati berkisar antara pembunuhan, penyeludupan hingga praktik dukun. Amerika Serikat Sedikitnya 80 vonis hukuman mati dijatuhkan tahun 2013 di Amerika Serikat. Saat yang bersamaan 39 tahanan dieksekusi dengan menggunakan suntikan racun. Metode pilihan AS mendulang banyak kontroversi karena dinilai tidak efisien melumat nyawa terhukum. Terakhir seorang tahanan sekarat selama 39 menit setelah mendapat suntikan racun. Indonesia Kehadiran pemerintahan baru di bawah Joko Widodo tidak mengubah banyak dalam praktik hukuman mati di Indonesia. Sebaliknya orang nomer satu di Istana Negara itu berjanji akan segera melaksanakan sejumlah eksekusi yang tertunda. 2013 lalu Indonesia menghukum mati lima tahanan, kebanyakan tersangkut kasus penyeludupan obat-obatan terlarang.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy