Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'huawei'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Usai KTT NATO di London, pemerintah Inggris semakin mendukung sikap pemerintah AS terhadap teknologi seluler produsen ponsel China Huawei. Meski demikian banyak negara Eropa kini tetap gunakan produk Huawei yang dicurigai AS digunakan memata-matai warga. Salah satunya adalah Serbia.
  2. Jika biasanya Samsung berseteru dengan Apple di meja hijau, kini giliran Huawei yang mengusik Samsung dengan mengajukan tuntutan atas pelanggaran hak paten oleh Samsung. Tentu saja, dengan adanya gugatan ini, kedua raksasa smartphone itu akan bertarung di meja hijau. Brand smartphone nomor satu di China itu melayangkan tuntutan hukum terhadap Samsung di Amerika Serikat dan China. Huawei mengklaim jika Samsung telah menggunakan teknologi tanpa izin terdiri dari komunikasi 4G, sistem operasi, dan software antarmuka di smartphone-nya. “Kami harap Samsung akan berhenti melanggar paten kami dan mendapatkan lisensi yang diperlukan dari Huawei, dan bekerja sama dengan Huawei mendorong industri ke depannya,” ungkap Ding Jianxing selaku Presiden Huawei Intellectual Property Right Department. Dengan telah dilayangkannya gugatan tersebut, pihak Samsung sendiri belum memberikan tanggapannya terhadap tuntutan Huawei. Namun sepertinya Samsung tak akan tinggal diam, dan akan melawan tuntutan tersebut hingga akhir. Tentu saja Samsung sudah tidak asing dengan gugatan hak paten, karena perusahaan ini sudah pernah digugat oleh Apple dan pernah juga menggugat Apple. Seperti berita yang sudah-sudah, Apple diketahui telah melanggar salah satu paten milik Samsung. Putusan yang diambil pengadilan banding untuk Federal Circuit di Washington DC telah bertentangan dengan keputusan juri California pada tahu 2014 silam, di mana Samsung telah melanggar tiga paten Apple.
  3. Dari semua komponen di dalam smartphone, baterai adalah bagian yang bisa dibilang paling tertinggal. Sejak digunakannya baterai lithium-ion ke perangkat konsumen sekitar 15 tahun lalu, praktis tidak banyak perkembangan yang terjadi di teknologi baterai. Bahkan sampai saat ini, belum ada tanda-tanda keberadaan teknologi baterai yang menghindari kita dari keharusan mengisi ulang smartphone tiap hari. Terobosan yang bisa dilakukan saat ini adalah bagaimana membuat pengisian ulang baterai bisa berlangsung cepat (quick-charge). Saat ini beberapa pabrikan seperti Samsung dan Oppo telah menanamkan teknologi quick charge. Teknologi ini pada dasarnya adalah mengalirkan voltase lebih besar (biasanya 9 volt) dari voltase normal USB (5 volt). Namun pengisian ulang seperti ini tidak bisa dilakukan terus-menerus karena merusak kesehatan baterai. Akan tetapi Huawei mengklaim berhasil melakukan terobosan baru dalam hal ini. Dalam acara Battery Symposium yang berlangsung di Jepang, Huawei menunjukkan teknologi terbaru di bidang quick charge yang bisa mengisi ulang baterai 10 kali lebih cepat dibanding baterai standar. Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan charger serta baterai lithium-ion khusus yang memiliki energy density 620 Wh/Liter. Untuk membuktikan teknologi itu, Huawei merilis dua video. Video pertama menunjukkan komparasi pengisian ulang baterai smartphone ukuran 600mAh; satu diisi ulang normal, satunya lagi dengan teknologi fast charge Huawei. Dalam waktu dua menit, baterai yang diisi normal hanya terisi 2%, sementara baterai yang diisi ulang dengan teknologi Huawei mencapai 68%. Sedangkan di video kedua, dilakukan cara yang sama namun dengan baterai yang kapasitasnya lebih besar, 3000mAh. Hanya dalam waktu lima menit, baterai tersebut terisi 48%. Apa rahasianya? Menurut Huawei, mereka mengembangkan baterai khusus dengan cara melapisi molekul grafit di anoda dengan heteroatom. Heteroatom itu berfungsi sebagai katalis yang menangkap dan mentransmisikan lithium ke dalam ikatan karbon. Namun berbeda dengan teknologi fast charge yang sudah ada, Huawei mengklaim keberadaan heteroatom tidak berefek negatif terhadap densitas maupun keawetan baterai. Sayangnya, Huawei belum bisa memberikan kepastian kapan teknologi ini akan dirasakan konsumen. Berikut adalah salah satu video yang ditunjukkan Huawei sebagai bukti kecepatan teknologi fast-charge mereka ndral.
  4. Menghindari pencabutan izin impor berdasarkan ketentuan pemerintah RI, vendor smartphone Huawei memutuskan untuk merakit smartphone mereka di Tanah Air dengan menggandeng PT Panggung Elektronik sebagai mitranya. Langkah ini agak berbeda ketimbang kompetitor mereka, seperti Asiafone, Polytron, Evercoss, Oppo, ZTE, dan Haier, yang telah membangun pabrik sendiri. Huawei siap membangun pabrik guna menghindari izin Importir Terdaftarnya dicabut jika tidak memiliki pusat perakitan di dalam negeri hingga akhir 2015. Pihak Huawei mengumumkan bahwa setelah kemitraan dengan PT Panggung Elektronik ini terjalin, pihaknya bakal merakit 50.000 unit smartphone tiap bulannya. Produksi perakitan bakal dilakukan di fasilitas PT Panggung Elektronik di kota Surabaya, Jawa Timur. “Huawei kerja sama perakitan ponsel dengan menggandeng PT Panggung Elektronik,” papar Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito, dikutip dari sumber yang sama. PT Panggung Elektronik sendiri merupakan perusahaan perakit alat-alat elektronik seperti televisi, mesin cuci, meteran listrik, dan set-up box. Perihal kerja samanya dengan Huawei, PT Panggung Elektronik dikabarkan menggelontorkan dana untuk mengimpor mesin perakitan langsung dari Jepang dengan nominal mencapai Rp 10 miliar. Belum ada pernyataan resmi antara kedua belah pihak, namun Warsito membenarkan hal tersebut. “Ponsel Huawei yang dirakit di sana itu untuk ponsel 3G ke bawah dan feature phone,” ungkapnya. Kemitraan perakitan smartphone ini diharapkan mampu mengurangi ongkos produksi dan impor perangkat, serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Keputusan tidak membuka pabrik sendiri, seperti pabrikan smartphone lainnya, diyakini berkaitan dengan biaya investasi (di awal) yang perlu dikeluarkan. Jika hanya sekedar menyesuaikan diri dengan peraturan, kemitraan perakitan seperti ini dianggap sudah cukup.
×
×
  • Create New...