Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'hongkong'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Ternyata di Hongkong sekarang ini ada kepercayaan pedagang pelihara kucing itu bikin hoki atau keberuntungan. Buktinya sekarang di Hongkong, para pedagang percaya berbondong bondong pada beli kucing. Liat ini ndral: Gimana menurut lu ndral?
  2. Setahun lalu, majikan Erwiana Sulistyaningsih Hong Kong dipenjara karena menganiaya pembantu rumah tangganya. Sampai sekarang, situasi PRT migran belum banyak berubah. Setelah kasusnya menjadi perhatian luas tahun 2014, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) Erwiana Sulistyaningsih menjadi aktivis yang mendesak perubahan kondisi kerja bagi lebih 300.000 pekerja rumah tangga migran di Hong Kong. Majikan Erwiana, Law Wan-tung kemudian dijatuhi hukuman penjara enam tahun. Sejak itu, Erwiana menjadi simbol pembelaan hak-hak buruh migran perempuan. Banyak yang berharap, kasus Erwiana bisa membantu kondisi pekerja rumah tangga migran. Hari Minggu (27/03) film dokumenter "Erwiana: Justice for All" (Erwiana: Keadilan Bagi Semua) diluncurkan di Hongkong. Film itu bercerita tentang situasi para pekerja rumah tangga migran di Hongkong. Erwiana dan banyak TKI lain juga hadir dalam pemutaran perdana film itu, yang mengisahkan tentang berbagai kesulitan yang mereka hadapi. "Ada cerita tentang pelecehan, kecurangan dan eksploitasi oleh agen perekrutan, banyak sekali kasus, dan tidak hanya menyangkut perempuan," kata Erwiana dalam perbincangan dengan kantor berita AFP. "Kami belum melihat banyak perubahan. Masih banyak kasus migran, yang tidak pernah mendapatkan keadilan." Sebagian besar PRT migran di Hong Kong berasal dari Indonesia dan Filipina. Erwiana dan kawan-kawan aktivisnya mengatakan, baik negara asal pekerja maupun negara penerima harus menekan agen perekrutan swasta, yang sering memasang biaya sangat tinggi bagi para migran, sehingga mereka terjerumus dalam lilitan utang, bahkan sebelum mulai bekerja. Sampai sekarang, paspor para pekerja migran masih sering disimpan oleh agen atau majikan, untuk mencegah para pekerja melapor atau melarikan diri. Salah satu tuntutan utama para aktivis adalah penghapusan aturan kewajiban "hidup dalam" bagi PRT di Hong Kong. Aturan itu memaksa mereka untuk tinggal bersama majikan mereka. Sehingga hampir mustahil mereka bisa melapor atau pindah kerja, jika mendapat perlakuan kasar dari majikannya. Erwiana Sulistyaningsih disambut para simpatisannya ketika tiba di pengadilan Hongkong, 27 Februari 2015 Para aktivis dan organisasi solidaritas sudah berulang kali menuntut perubahan aturan itu, bahkan sebelum kasus Erwiana. Tapi tuntutan mereka tidak didengar otoritas Hongkong. Awal bulan ini, kelompok Justice Centre merilis laporan tentang situasi pekerja migran Hongkong. Menurut laporan itu, satu dari enam pekerja rumah tangga migran, atau sekitar 50.000 orang, berada dalam kondisi "kerja paksa". Sebuah laporan Komite Komite Anti Penyiksaan PBB dari Desember 2015 mendesak pemerintah Hong Kong untuk mereformasi undang-undangnya, untuk melindungi korban kerja paksa dan perdagangan manusia. Law Wan-tung, majikan Erwiana dijatuhi hukuman penjara 6 tahun oleh pengadilan Hongkong, Februari 2015 "Saya sedih. Teringat pengalaman saya. Dan berbagai aksus serupa terus terjadi dan terjadi lagi," kata Erwiana. Film dokumenter "Erwiana: Keadilan Bagi Semua" yang dirilis di Hongkong itu menceritakan kisah-kisah perempuan, yang meninggalkan negara asal mereka, karena terdorong kemiskinan dan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga dan anak-anak mereka. Film dokumenter itu dibuat sebagian besar di Hongkong oleh pembuat film asal Amerika Serikat, Gabriel Ordaz. Tadinya film itu hanya akan ditunjukkan di lingkungan universitas-universitas Hongkong. Tapi sekarang Gabriel Ordaz mengatakan, dia akan membawa film itu ikut dalam festival internasional, agar pesan yang dibawa film itu bisa dikenal luas.
  3. Pariwisata Indonesia terus dilirik mancanegara untuk mempercantik keindahan di Tanah Air. Kali ini datang dari Hong Kong yang akan memperindah Raja Ampat. Melalui Hong Kong Le Meridien Capital, maka pihaknya telah mengucurkan dana sekira USD200 juta untuk membangun resor dan marina di enam titik di Raja Ampat. "Benar, bila Hong Kong Le Meridien Capital akan membangun Raja Ampat dengan cara memperkaya resor dan menambah jumlah marina yang nantinya bisa dinikmati oleh turis asing maupun domestik," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, meskipun mereka akan membangun pariwisata di Raja Ampat tentu tetap ada batasan dalam mempercantik wisata bahari ternama di Papua tersebut. "Raja Ampat itu masuk dalam kategori destinasi khusus, artinya siapapun yang membangun disana harus memperhatikan lingkungannya. Dalam arti bangunannya harus ramah lingkungan," paparnya lagi. Arief Yahya menambahkan bila Hong Kong Le Meridien Capital akan membangun 60 marina. Bahkan pembangunannya akan dilakukan melalui dua tahap dimana tahapan pertama selesai hingga 2018 kemudian tahapan kedua akan selesai 2020. "Mereka sudah bertemu dengan saya untuk membahas hal ini, tetapi semua harus dilakukan sesuai prosedur. Jika persoalan perijinan selesai di BKPN, maka April 2016 akan dilakukan groundbreaking," paparnya lagi. Ketika ditanya soal gempuran mancanegara yang terus memperkaya destinasi Indonesia, Arief Yahya menuturkan jangan mengambil pemikiran yang negatif karena ini sifatnya memperkaya Indonesia. "Investor asing membangun di Indonesia khususnya wisata itu tidak masalah karena setiap investor asing harus sepakat dimana mereka (investor asing) bukan saja membawa uang ke Indonesia melaikan mereka juga harus membawa turis asing ke Indonesia," tutupnya.
×
×
  • Create New...