Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'hipertensi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Jika anda sedang hamil maka sebaiknya untuk selalu memeriksaan tekanan darah secara teratur mengingat kebanyakan wanita mengalami masalah hipertensi (tekanan darah tinggi) selama kehamilan yang bisa membahayakan anda dan janin anda. Memang tidak semua wanita hamil mengalami masalah hipertensi selama menjalani kehamilan mereka. Dan terkadang pula hipertensi ini sering dianggap ringan dan tidak serius. Beberapa wanita dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan mengembangkan pre-eklampsia yang merupakan suatu kondisi yang lebih serius. Apakah tekanan darah tinggi itu? Tekanan darah tinggi (hipertensi) berarti bahwa tekanan darah dalam pembuluh darah arteri Anda terlalu tinggi. Bacaan dari alat pengukur tekanan darah terdiri bacaan angka atas dan bawah. Sebagai contoh, pada bacaan 140/85 mm Hg (milimeter merkuri). Ini artinya bahwa angka 140 mm hg menunjukkan tekanan sistolik ( tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi) sementara angka 85 adalah tekanan darah diastolik (tekanan dalam arteri saat jantung beristirahat diantara detak jantung). Untuk tekanan darah normal bagi ibu hamil seharusnya dibawah 140/90 mm Hg. Namun jika: tekanan darah antara 140/90 dan 149/99 mm Hg dianggap tekanan darah yang agak tinggi tekanan darah antara 150/100 dan 159/109 mm Hg (tekanan darah yang cukup tinggi) tekanan darah mulai dari 160/110 mm Hg atau lebih merupakan tekanan darah yang sangat tinggi. Tekanan darah pada ibu hamil dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya dapat kita lihat dibawah ini: Tekanan darah tinggi yang bukan disebabkan oleh kehamilan Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang bukan disebabkan oleh faktor kehamilan sendiri adalah tekanan darah yang dialami oleh ibu yang sedang hamil sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu. Artinya adalah ibu tersebut sebenarnya sudah mengalami tekanan darah tinggi sebelum hamil. Jadi, tekanan darah tinggi sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu kehamilan bukan disebabkan oleh kehamilan tetapi, tekanan darah tinggi yang sudah ada atau hipertensi kronis. Dan perlu diketahui pula bahwa jika mereka telah mengalami tekanan darah tinggi sebelum hamil juga sangat berpotensi mengalami peningkatan untuk mengembangkan pre-eklampsia selama kehamilan. Tekanan darah tinggi gestasional Beberapa wanita bisa mengalami tekanan darah tinggi nanti setelah mereka hamil, dan ini disebut sebagai tekanan darah tinggi gestational (hipertensi gestasional). Tekanan darah tinggi gestational adalah tekanan darah tinggi yang berkembang untuk pertama kalinya setelah minggu ke 20 kehamilan. Catatan: beberapa wanita dapat ditemukan memiliki tekanan darah tinggi baru setelah 20 minggu kehamilan. Dan dimana pada awalnya, mereka mungkin tidak memiliki protein dalam urin dalam setiap pengujian (non pre eklampsia). Namun, pada mereka yang besar kemungkinannya kemudian ditemukan protein dalam urin mereka ( didiagnosis dengan pre-eklampsia). Jadi mereka baru bisa dikatakan mengalami tekanan darah tinggi gestational jika mereka tidak terus mengembangkan pre-eklampsia selama kehamilan tersebut. Pre-eklampsia dan eklampsia Pre-eklampsia adalah suatu kondisi yang dapat mempengaruhi beberapa wanita yang mengalami tekanan darah tinggi baru setelah minggu ke-20 kehamilan mereka. Pre-eklampsia juga terkadang berkembang pada wanita yang memiliki tekanan darah tinggi sebelum mereka hamil atau pada wanita yang telah memiliki protein dalam urin mereka (misalnya, karena memiliki masalah ginjal) sebelum mereka hamil. Pre-eklampsia tidak hanya menyebabkan tekanan darah tinggi, tetapi juga mempengaruhi bagian lain dari tubuh ibu hamil seperti ginjal, hati, otak dan sistem pembekuan darah. Pre-eklampsia menyebabkan protein bocor dari ginjal ke dalam urin. Jadi, ibu hamil dianggap mengalami pre-eklampsia jika mereka memiliki tekanan darah tinggi dan protein ditemukan dalam urin ketika diuji dilaboratorium. Lalu eklampsia sendiri adalah ketika seorang wanita dengan pre-eklampsia mengalami kejang-kejang). Dan eklampsia sendiri dapat menjadi komplikasi pre-eklampsia.
  2. Sesekali makan di luar rumah boleh saja dilakukan. Namun bila terlalu sering, pikir-pikirlah dahulu. Sebab, selain lebih boros, ada risiko kesehatan yang mesti ditanggung. Sebuah penelitian menunjukan makan di luar rumah dengan menu daging bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Untuk menginvestigasi keterkaitan itu, peneliti melakukan survei pada 501 pria dewasa berusia 18-40 tahun yang pernah atau sedang kuliah di Singapura. Survei itu mengumpulkan informasi tentang tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh, gaya hidup, tingkat aktivitas fisik, dan seberapa sering mereka makan di luar. Informasi yang dikumpulkan menunjukkan 27,4 persen mahasiswa memiliki pra-hipertensi, 4 persen partisipan laki-laki dan 9 persen partisipan perempuan mengidap pra-hipertensi, dan 38 persen mahasiswa makan menu daging di luar rumah lebih dari 12 kali setiap pekan. Peneliti menemukan bahwa mahasiswa dengan hipertensi atau pra-hipertensi lebih sering makan di luar rumah lebih ketimbang partisipan tanpa hipertensi atau pra-hipertensi. Selain hipertensi, kecenderungan pada mahasiswa yang sering makan di luar rumah adalah indeks massa tubuh yang lebih besar, tingkat aktivitas tinggi yang lebih sedikit, dan menjadi perokok saat ini. Peneliti juga menemukan bahwa makan satu kali menu daging di luar rumah berkaitan dengan kenaikan risiko pra-hipertensi sebesar enam persen. “Sementara ada studi yang dilakukan Amerika dan Jepang untuk menemukan perilaku yang dikaitkan dengan hipertensi, sangat sedikit survei yang dilakukan di populasi Asia Tenggara. Studi kami menemukan faktor gaya hidup yang berkaitan dengan pra-hipertensi dan hipertensi yang bisa dimodifikasi serta bisa diaplikasikan untuk orang dewasa secara global, khususnya keturunan Asia,” kata peneliti Tazeen Jafar, dari Program Layanan dan Sistem Kesehatan Duke-NUS Graduate Medical School Singapore, seperti dilansir situs medik News Today, Senin, 13 April 2015. Berdasarkan studi ini, peneliti menyarankan dokter untuk menasihati orang dewasa, khususnya pasien pria, untuk memodifikasi perilaku makan mereka. Dokter juga diminta pasien lebih sadar tentang risiko pra-hipertensi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy