Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'helm'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Banyak mitos mengenai penyebab kebotakan rambut. Salah satunya adalah menggunakan helm dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kebotakan rambut. Apakah ini benar adanya? Sebagaimana dilansir TheHealthSite, seorang spesialis transplantasi rambut dan dermatolist dari India, Dr Sah Gaung Krishna, MD, menyatakan dengan tegas menggunakan helm, topi atau pelindung kepala lainnya dalam jangka waktu yang lama tidak terasosiasi dengan masalah kerontokan rambut. Yang tepat adalah rambut yang terlalu lama ditutup bisa membuat kulit kepala tidak bisa bernafas atau kurang suplai oksigen. Batang rambut tumbuh juga tak bergantung pada udara untuk tumbuh, karena mereka tumbuh karena suplai darah yang sampai pada akar rambut. Lalu bisa juga helm yang kotor bisa membuat kulit kepala infeksi dan akhirnya membuat ketombe dan kerontokan rambut. Oleh sebab itu, penggunaan helm yang tepat adalah selalu mencucinya dengan rutin. Lalu buka secara berkala, sekiranya satu jam sekali lepas helm Anda agar rambut mendapatkan oksigen. Bila perlu, gunakan beanie hats atau kain lain sebagai pelapis antara kepala dan juga helm Anda.
  2. Teknologi smartphone telah lama digunakan membuat perjalanan mobil lebih aman dan nyaman bagi pengguna. Sekarang teknologi serupa sedang dikembangkan untuk mengamankan perjalanan dengan kendaraan roda dua.
  3. Teknologi smartphone telah lama digunakan membuat perjalanan mobil lebih aman dan nyaman bagi pengguna. Sekarang teknologi serupa sedang dikembangkan untuk mengamankan perjalanan dengan kendaraan roda dua.
  4. Kepala adalah organ vital manusia. Penting bagi kita melindungi kepala. Sayangnya di negeri ini, pembuatan helm dilakukan lebih serius daripada merawat isi kepala anak-anak kita. Sebuah Perbandingan Standar Nasional Indonesia untuk helm ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang berada dibawah presiden langsung. Salah satu prinsip penetapannya adalah konsensus, standar disepakati oleh parapihak. Posisi BSN di bawah presiden membuat standar tidak bisa diubah oleh menteri terkait. Lebih menarik lagi, proses penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Badan Standar Nasional Profesi tidak menyusun SKKNI, lebih berperan sebagai pembuat sistem dan fasilitator bagi asosiasi profesi dalam menyusun dan melaksanakan SKKNI. Posisi BSNP di bawah presiden sehingga kebijakan yang dibuatnya tidak bisa diubah oleh menteri terkait. Berbeda dengan penetapan standar di bidang pendidikan, yang mengatur isi kepala anak-anak kita. Badan Standar Nasional Pendidikan diatur dan diangkat oleh menteri. Standar yang dirumuskan pun hanya menjadi peraturan menteri. Peraturan menteri yang menjadi landasan yuridis lahirnya kurikulum 2013. Bayangkan apa jadinya ketika menteri baru melakukan perubahan peraturan menteri tersebut? Penetapan kriteria pun dilakukan sepihak oleh BSNP tanpa konsensus dengan pihak yang berkepentingan dengan pendidikan. Lebih ironis lagi, lembaga yang menyusun standar adalah lembaga yang melakukan penilaian kesesuaian lembaga pendidikan dengan standar tersebut. Jadi ketika sebagian aktivis pendidikan mengkritik sekolah seperti industri, perbandingan diatas menunjukkan pelembagaan kebijakan pendidikan bahkan lebih parah daripada industri. Pendidikan adalah Urusan Strategis Keluaran dan dampak pendidikan tidak bisa langsung terasa. Untuk pendidikan dasar & menengah saja, anak membutuhkan waktu 12 tahun untuk menyelesaikannya. Waktu yang setara dengan masa jabatan 3 menteri. Artinya, anak masuk SD tahun ini akan mengalami kemungkinan beberapa kali pergantian menteri. Bayangkan apa jadinya ketika kebijakan pendidikan bisa diubah secara mudah oleh menteri pendidikan? Anak bisa mengalami proses pendidikan yang tidak sejalan atau bahkan saling bertentangan. Pemerintah SBY telah gagal menjadikan pendidikan sebagai isu strategis, bukan pada tahap implementasi tapi sudah gagal sejak menata kelembagaan pendidikan. Menteri Pendidikan & Kebudayaan dibiarkan melakukan kooptasi terhadap lembaga yang berwenang mengatur standar pendidikan. Kegagalan memandang pendidikan sebagai urusan strategis membuat pendidikan seakan berada diatas gelombang yang arahnya tergantung arah angin. Perubahan kurikulum 2013 yang sangat strategis hanya diatur dengan peraturan menteri. Cetak Biru Pendidikan Pemerintah baru Joko Widodo mempunyai agenda pendidikan, karena bukan hanya meningkatkan kemajuan yang sudah ada, tapi mengatur ulang pelembagaan pendidikan, kembali pada UU Sistem Pendidikan Nasional. Badan Standar Nasional Pendidikan, Badan Akreditasi Pendidikan dan Dewan Pendidikan Nasional harus direformasi dan ditempatkan langsung dibawah presiden agar bisa berperan sebagai mitra sejajar dengan kementrian pendidikan. Penataan kelembagaan pendidikan akan menjamin kebijakan pendidikan yang berkelanjutan, konsisten dan tidak tergantung pada menteri pendidikan. Selain itu, penataan kelembagaan pendidikan akan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dalam pendidikan. Pendidikan bukan lagi “kiriman dari pusat”, tapi menjadi urusan semua orang. Lebih jauh lagi, pemerintahan Joko Widodo harus membentuk tim untuk menyusun cetak biru pendidikan. Cetak biru pendidikan adalah acuan strategis bagi setiap menteri pendidikan yang berlaku 25 tahun. Malaysia semisal telah mempunyai cetak biru pendidikan yang berlaku antara 2013 hingga 2025. Siapapun menteri pendidikan nantinya akan mengacu pada cetak biru tersebut. Tak ada lagi, ganti menteri ganti kurikulum.
  5. Helm memang fungsi utamanya melindungi kepala, Bro. Tapi kalau helm keren, yang pakai juga kelihatan keren lho. Helm sangat mempengaruhi penampilan loe di atas motor. Jadi ganteng mendadak meskipun wajah loe gak kelihatan. Apalagi kalo loe punya motor custom, cocoknya sih pakai helm bergaya klasik. Elders Helmet Indonesia menyediakan dua tipe helm buat loe pencinta motor custom. Tipe yang pertama adalah jenis motocross atau biasa disebut helm cakil. Sementara tipe yang kedua, berjenis full face seperti yang dipakai di ajang balap dulu. Untuk helm cakil, Elders Company menamainya dengan X-Bone. Sementara tipe full face, diberi nama Lego. Harganya sendiri dibandrol Rp 1,7 juta untuk X-Bone dan Rp 1,8 juta untuk Lego. Warnanya bervariatif, ada yang polos dan yang bermotif, bro. Elders Company menggunakan material fiberglass handmade. Standar produk jadi prioritas dan kualitas jaminan mutu. Enggak seperti helm-helm yang dijual di pinggir jalan yang sekali jatuh langsung retak. Baik yang X-Bone atau Lego, cocok-cocok aja kalo motor loe bergaya streettracker, cafe racer, chopper, scrambler, bobber, atau bahkan Vespa sekalipun.
  6. Siapa yang sering memakai helm kalau sedang berkendara pakai motor? Pasti kebanyakan meremehkan ini, tapi liat dulu yang satu ini: Giman coba kalau pengendara di video itu nggak pakai helm?
  7. Para teknisi di Rusia menciptakan helm yang dilengkapi teknologi suara agar bisa memberi tahu para pengendara motor soal informasi GPS. Helm GPS yang diberi nama LiveMap mampu memberikan layanan berupa suara untuk menavigasikan arah dan menampilkannya di kaca helm yang transparan. Helm pintar yang berbasis sistem Android dengan bobot ringan ini dilengkapi dengan fitur suara dan kompas digital untuk mengarahkan para pengendara motor, karena kecil kemungkinan mereka mampu memanfaatkan fitur peta di dalam ponsel selagi mengemudi. Di bagian tengah helm ditanamkan layar berukuran mungil dan bagian belakang terdapat papan elektronik yang dilengkapi chip dan Pico Projector yang berfungsi mengirimkan gambar navigasi ke kaca helm pengguna. "Saya belajar tentang helm penerbangan dan memutuskan membuat helm motor yang lebih merakyat dengan fungsi navigasi seperti arahan belok kiri atau kanan," ujar sang CEO LiveMap, Andrew Artshchev, seperti dikutip laporan Reuters. Pengembangan helm LiveMap didukung oleh Kementerian Sains Rusia dengan menghibahkan US$ 250 ribu atau sekitar Rp 3,2 miliar. Perangkat pintar ini kabarnya akan dirilis di Amerika Serikat pada bulan Mei mendatang dan mulai dijual sekitar bulan Agustus seharga US$ 2 ribu atau berkisar Rp 26 juta.
  8. Sam

    Untung Pakai Helm

    Fungsi dan pentingnya peranan helm sebagai salah satu sarana penunjang keselamatan bagi pengendara motor tak perlu dipertanyakan. Di lapangan sendiri sosialisasi perkara pemakaian helm sudah bukan hal yang baru lagi. Memang, seharusnya tiap bagian tubuh mendapatkan perlindungan yang sama dengan mengenakan perlengkapan safety yang memadai. Namun, area kepala yang merupakan salah satu bagian paling vital di tubuh manusia dinilai paling rentan 'celaka' kalau terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tak diinginkan saat berkendara di jalan raya. Contoh saja kasus dalam video berikut. Coba bayangkan nasib si pemotor andai saja ia tak pakai helm saat peristiwa ini terjadi.
  9. Helm militer yang digunakan saat ini masih memberikan akses bagi daya ledakan untuk melakukan penetrasi melalui wajah. Menambahkan kaca helm pada helm standar militer, bisa membantu melindungi tentara dari cedera otak. Penelitian baru yang memodelkan bagaimana gelombang kejut (shock wave) melewati kepala menemukan bahwa penambahan pelindung wajah bisa membelokkan porsi substansial ledakan yang jika tanpa pelindung tersebut akan dengan mulus menjangkau otak. Studi ini merupakan bagian dari sejumlah besar penelitian baru untuk menghentikan cedera otak traumatis. Diperkirakan 1,5 juta orang Amerika menderita cedera otak traumatis ringan setiap tahun, dan hampir 200.000 anggota tentara terdiagnosa menderita cedera tersebut sejak tahun 2000, menurut Armed Forces Health Surveillance Center di Silver Spring, Maryland. Walaupun tubrukan langsung seperti membenturkan kepala jelas-jelas dapat mencederai otak, daya yang berlangsung ketika bahan peledak mengirimkan gelombang kejut melalui kepala lebih sulit untuk dikarakterisasikan. Dalam studi tersebut, para peneliti yang dipimpin oleh Raúl Radovitzky dari MIT’s Institute for Soldier Nanotechnologies menciptakan model komputer terperinci kepala manusia termasuk lapisan lemak dan kulit, tengkorak, serta berbagai jenis jaringan otak. Tim tersebut memodelkan gelombang kejut dari sebuah ledakan yang diledakkan tepat di depan wajah dalam tiga kondisi: dengan kepala telanjang, dilindungi oleh helm yang sekarang digunakan dalam pertempuran, dan dilindungi oleh helm tersebut dengan tambahan pelindung wajah polikarbonat. Hasilnya menunjukkan bahwa helm yang digunakan saat ini oleh pihak militer tidak memperburuk kerusakan seperti yang ditunjukkan oleh beberapa penelitian sebelumnya. Akan tetapi setidaknya dalam hal perlindungan dari ledakan, helm tersebut juga tidak banyak membantu. Penambahan pelindung wajah akan memperbaiki beberapa masalah, menurut laporan tim tersebut. "Pelindung wajah banyak perperan dalam membelokkan daya dari gelombang ledakan dan tidak membiarkannya secara langsung menyentuh jaringan lunak," kata Radovitzky. "Kami tidak mengatakan bahwa ini merupakan desain terbaik bagi pelindung wajah, tapi kami mengatakan kita perlu melindungi wajah." Untuk memvalidasi model tersebut, para peneliti di MIT dan di mana pun juga harus melakukan eksperimen di dunia nyata. Akan tetapi karya tersebut menunjukkan kelemahan utama pada helm yang digunakan saat ini. "Helm ini tidak didesain untuk menghentikan tekanan gelombang dan tidak didesain untuk menghentikan peluru," tutur Albert King yang merupakan direktur Bioengineering Center di Wayne State University Detroit. "Seperti halnya helm American football tidak didesain untuk menghentikan geger otak tapi untuk menghentikan fraktur atau keretakan tengkorak." Mendesain helm yang tahan ledakan membutuhkan pengetahuan lebih baik tentang apa yang terjadi dalam otak ketika disapu oleh ledakan. Para tentara yang mengalami ledakan acapkali menggambarkan angin atau gelombang yang membuat mereka melihat bintang-bintang. "Saya pusing," merupakan laporan yang biasa didengar. Cedera otak traumatis "ringan" yang diakibatkan, tidak menyebabkan kehilangan kesadaran jangka panjang, dan pemindaian otak memperlihatkan hasil normal. Akan tetapi melabelkan cedera ini sebagai cedera ringan merupakan istilah yang tidak cocok, kata Douglas Smith yang merupakan direktur Center for Brain Injury and Repair di Universitas Pennsylvania di Philadelphia. "Bukan ringan; terminologi itu membuat orang tersesat," tutur Smith. "Hal tersebut merupakan sesuatu yang serius yang bisa menyebabkan disfungsi berat." Smith beserta para koleganya mengerjakan sensor yang bisa ditempatkan dalam helm atau kendaraan dan seperti alat pendeteksi radiasi yang dipakai oleh para pekerja di pabrik nuklir akan mengindikasikan eksposur terhadap daya ledakan yang dapat menyebabkan cedera otak. Sensor tersebut digambarkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan di NeuroImage. Walaupun sebuah sensor mengindikasikan eksposur terhadap daya ledakan, masih belum jelas bagaimana tepatnya daya tersebut menyebabkan trauma otak. Dalam kondisi sehari-hari, otak secara gampang dapat menahan sedikit tubrukan. "Jatuhkan diri anda ke kursi maka otak anda akan bergoyang seperti gel agar-agar," ujar Smith. Namun dalam kecepatan yang sangat tinggi, sel-sel otak bukannya melonggar tapi bisa retak dan pecah seperti kaca. Efek jangka panjang dari sel-sel otak yang rusak ini sebagian besar tidak diketahui. Di samping sakit kepala kronis, pusing dan kesulitan mengingat kata-kata, penelitian menunjukkan bahwa ketika otak lumpuh walau hanya beberapa menit, cenderung menimbulkan depresi. Scott Matthews yang merupakan seorang psikiater di Universitas California, San Diego, yang mempelajari cedera otak traumatis ringan pada para veteran, memperhatikan bahwa kausalitas tidak dapat dipastikan. Akan tetapi pada para tentara yang pernah terlibat dalam pertempuran, dia melihat depresi dua kali sesering pada orang-orang dengan cedera otak traumatis. "Ada bukti yang kian banyak bahwa kehilangan kesadaran bisa mengubah otak," kata Matthews. Membongkar penyebab serta efek dan mendesain eksperimen untuk menjelaskan cedera otak traumatis serta akibat buruknya tetap sangat menantang. Lagi pula menerjemahkan temuan-temuan signifikan tersebut ke dalam kebijakan yang berarti bisa sama sulitnya. Bahkan mengimplementasikan sesuatu yang sesederhana helm dengan pelindung wajah memiliki permasalahan, kata Smith. "Bagaimana anda menyebarkan sesuatu yang seperti itu?" katanya. "Ada hal-hal praktis seperti masalah temperatur dan kemudian ada keinginan para tentara bisa bertemu dan bersalam-salaman di pedesaan tanpa terlihat seperti orang luar angkasa." Penelitian tersebut dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy