Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'harvard'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Mark Zuckerberg mengawali facebook dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi. 16 tahun lamanya Facebook berkembang sebagai jaringan media sosial dan kini penggunanya sudah mencapai lebih dari 2 miliar. Sang pendiri Mark Zuckerberg justru mengawalinya dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi. Bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg adalah orang yang mendirikan situs jejaring sosial Facebook, pada 2004 bersama teman sekelasnya. Website pertama yang dibuat oleh Mark adalah Facemash, kemudian pada Februari 2004, ia kembali membuat terobosan baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com). Website tersebut luncurkan Mark dari kamar asrama bersama teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin dan Chris Hughes. Facebook merupakan penyempurnaan dari Facemash dan berfungsi sebagai situs sosial yang memudahkan penggunanya untuk berhubungan dengan teman dan pengguna facebook lainya. Awal mula ia membuat Facebook adalah dengan membuat buku direktori mahasiswa online karena Universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka. Dengan modal yang ditanamkan berjumlah USD12,7 juta. Ini adalah investasi kedua yang masuk ke Facebook setelah sebelumnya (Juni 2004). dengan tambahan modal itu jelas memudahkan Mark dan kawan-kawannya mengembangkan Facebook dan mengganti domain-nya dari www.thefacebook.com menjadi www.facebook.com. Setelah itu jangkauan keanggotaan facebook diperluas menjadi internasional. Melesatnya bisnis Facebook membuat Zuckerberg pada tahun mendapatkan harta kekayaan yang luar biasa. Majalah Forbes menyebutkan kekayaan Zuckerberg sendiri mencapai USD1,5 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun. Jumlah yang luar biasa besar saat itu, maka wajar jika majalah Forbes menobatkan Mark Zuckerberg sebagai The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet. Setelah sekian tahun muncul, Facebook pun berinovasi dengan mengumumkan Libra sebagai mata uang digital miliknya dan membuat mata uang kripto kian populer di dunia. Namun, hal itu ditentang sejumlah negara termasuk Indonesia. Facebook pun sangat ambisius untuk meluncurkan mata uang ini. Pekan lalu, Facebook juga telah mengenalkan Libra ke publik. Pada semester pertama 2020 dan ditargetkan seluruh sistem mata uang digital ini bisa berjalan secara global. Dijelaskan Zuckerberg, Libra adalah mata uang global dan infrastruktur keuangan. Dengan kata lain, itu adalah aset digital yang dibangun oleh Facebook dan didukung oleh versi baru dari blockchain Facebook, teknologi terenkripsi yang digunakan oleh bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Uang Libra ini juga disinyalir bakal banyak digunakan oleh orang-orang yang berada di negara maju. Dan nantinya mata uang Libra Coin ini bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bayar tagihan. Libra akan diluncurkan secara penuh selambat-lambatnya pada 2020.
  2. Memulai perusahaan rintisan tidak mudah. Mulai dari mencari investor, mengembangkan tim hingga memulai produksi. Namun lulusan Harvard Business School mendapat kemudahan dalam bentuk sebuah studio kerja bersama, khusus perusahaan rintisan di kota New York.
  3. Reynold Wijaya akan lulus dari program MBA di Harvard Business School pada bulan Mei ini. Menyandang gelar dari universitas bergengsi di Amerika tidak lantas membuatnya tergiur untuk terus tinggal dan bekerja di negara tersebut. Tekadnya sudah bulat. Ia akan langsung kembali ke Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya yang bernama Modalku, sebuah startup peer-to-peer lending atau sistem pinjam meminjam langsung berbasis online. Sistem peer-to-peer (P2P) lending adalah sebuah sistem peminjaman online yang memasangkan para kreditor dengan peminjam. Bagi alumni Kolese Kanisius ini, kehadiran startup-nya di Indonesia bertujuan untuk mendukung pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Modalku memungkinkan para pengusaha UKM mendapatkan pinjaman uang untuk mendanai bisnis mereka, disaat sulit menerima pinjaman dari bank karena dinilai tidak memenuhi syarat. Modalku bukan bisnis Reynold yang pertama. Setahun sebelum membuka perusahaan ini di Indonesia pada bulan January 2016, ia mendirikan perusahan dengan sistem yang sama bernama Funding Societies di Singapura. Saat itu padahal ia baru menginjak tahun pertama sebagai mahasiswa Harvard. Sang wirausaha penggemar olahraga futsal ini bercerita bahwa di kelasnya hanya ada dua orang murid dari Asia Tenggara. Ia sendiri dan Kelvin Teo, asal Malaysia. Merasa cocok dan mempunyai kesamaan visi dalam berbisnis, akhirnya mereka sepakat untuk bekerja sama membangun startup dengan sistem peminjaman P2P di Asia Tenggara. Mereka percaya bahwa praktik ini dapat berdampak positif bagi perkembangan UKM di negara-negara wilayah tersebut. “Setelah meneliti berbagai kriteria seperti market yang besar dan terbukti serta mempunyai impact yang besar, kami akhirnya memilih P2P lending. Sistem ini telah terbukti berhasil di negara-negara di dunia tetapi belum berkembang di Asia Tenggara. Kami memulai langsung bukan (karena) merasa jagoan tetapi berpacu dengan waktu untuk menjadi pioneer bisnis ini di Singapura,” cerita Reynold kepada VOA baru-baru ini. Reynold tumbuh di lingkungan keluarga pengusaha. Terlibat sejak kecil dalam bisnis keluarganya, PT. United Family Food, pria bergelar master di bidang teknik industri dari University of Michigan ini mengaku tahu seluk beluk dan tantangan UKM. Menurutnya, salah satu kunci untuk berkembang adalah suntikan pendanaan. "Kebanyakan dari UKM kami cukup profitable namun tidak memiliki akses pinjaman ke Bank karena tidak memiliki agunan atau sejarah kredit yang cukup. Di lain pihak, meminjam dari tengkulak terlalu mahal, sehingga banyak sekali dari mereka yang terjebak dan tidak bisa tumbuh padahal potensi mereka cukup besar," ungkap pemuda berumur 28 tahun ini. Untuk menjamin bahwa dana yang dikelola oleh Funding Societies dan Modalku aman, ia menggandeng bank-bank lokal. Di Singapura Funding Societies bekerja sama dengan DBS Bank, sedangkandi Indonesia Modalku bekerja sama dengan Sinarmas Grup. "Saya sangat passionate terhadap UKM. Saya tumbuh dari keluarga UKM yang sekarang bisa menjadi perusahaan yang cukup besar. Saya berharap bisa memberikan bantuan kepada UKM sehingga suatu hari mereka bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia secara nyata," kata Reynold yang di akhir semesternya di Harvard harus bolak balik ke Indonesia selama lima kali demi mengurus perusahannya. Syarat bagi peminjam di Modalku di antaranya adalah UKM yang telah beroperasi selama lebih dari satu tahun, sering melakukan transaksi di Bank dan memiliki omzet minimal 20 juta per bulan. Para calon peminjam bisa mendaftarkan diri secara online di www.modalku.co.id. Saat ini Modalku baru bisa melayani UKM yang berdomisili di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy