Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'harley davidson'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Korps Lalu Lintas Polri diketahui akan menerapkan sistem tilang elektronik atau e-Tilang. Terkait hal ini, komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) pun mendukungnya dan memberikan tanggapan positif. "Kami mendukung rencana tilang elektronik yang akan diberlakukan Korlantas Polri. Tapi harus ada peraturan yang jelas agar tidak ada celah antara petugas dan pelanggar," ungkap Kepala Humas dan Media HDCI Ferdo Raturandang. Ia menambahkan, polisi juga harus bisa bersikap profesional. Tujuannya agar tidak ada celah timbulnya negosiasi dari sanksi tilang yang diberikan kepada pelanggar. Mengingat pemberlakukan sistem tilang online akan menggunakan aplikasi mobile, dan banyak masyarakat yang tidak mengetahui denda untuk setiap jenis pelanggaran. Terlebih lagi denda yang diberikan merupakan denda maksimum. Sangat diperlukan sosialisasi secara aktif agar sistem tilang online tersebut bisa berjalan. Salah satunya dengan memberikan informasi jenis denda, dan mekanisme teknis proses penilangan hingga proses pembayaran denda kepada masyarakat. Meski sistem ini dibuat untuk mengurangi sentuhan petugas dengan pelanggar. Ferdo mengatakan, masih ada celah yang bisa dilakukan baik oleh petugas maupun pelanggar. Dengan denda maksimal, diperkirakan bisa menimbulkan proses negosiasi. Karena pengendara akan memilih negosiasi dengan jumlah bayar yang lebih kecil kepada petugas dibanding membayar denda maksimum ke bank. Diperlukan kesadaran tinggi baik oleh masyarakat maupun petugas di lapangan untuk benar bisa menerapkan peraturan sistem tilang online ini. "Setidaknya dibutuhkan kesadaran antara pelanggar dan petugas agar tidak terjadi celah. Saya yakin Korlantas ketika membuat sesuatu pasti sudah dipikirkan matang, dan sebagai warga kita harus tetap dukung peraturan tersebut saat diberlakukan," tutupnya.
  2. Masih lekat di benak masyarakat bahwa Moge alias motor gede, sering mendapat perlakuan khusu dari kepolisian lalu lintas. Namun nampaknya pemandangan tersebut tidak tercermin dalam kasus berikut ini. Anto Taro Silvy, salah seorang warga Yogyakarta, menceritakan lewat akun Facebooknya bahwa segerombolan Moge terjaring tilang karena kesalahan mereka melewati jalur cepat untuk mobil. Moge yang seharusnya melewati jalur kendaraan roda dua, malah nyelonong ke jalur mobil. Akibatnya tilang polisi pun tidak bisa mereka elakkan saat polisi sedang melakukan Razia kendaraan bermotor. Kejadian tersebut, kata Anto terjadi pada Sabtu, (7/11) di Jalan Ring Road, Yogyakarta. Meski banyak yang meragukkan cerita Anto hanya settingan belaka, ia menjelaskan bahwa dirinya bukan anggota Moge dan tidak ada maksud pencitraan. "Saya cuma anggota masyarakat biasa," kata Anto "Fotonya settingan apa beneran ya? Karena moge biasanya punya backing jendral jendral.. Apa enggak takut dimutasi polisi yang menilang? Semoga aja beneran tidak dibuat-buat," kata akun Iendra Putu Harja, mengkritisi kejadian tersebut. "Acung jempol buat pak polisi yang berani menilang," kata akun Rahmad Wijanarko mengapresiasi kinerja polisi.
  3. Awal pekan ini, berita soal pesepeda di Sleman yang menghadang pengguna moge Harley-Davidson telah heboh. Hari ini (19/8), Sekretariat Kabinet RI (Setkab) menyimpulkan bahwa pengawalan oleh polisi terhadap rombongan pengendara moge itu melanggar hukum. Setkab menilai konvoi moge tidak termasuk dalam kategori pengguna jalan yang harus mendapat prioritas. Hal ini dijelaskan melalui setkab.go.id. Merunut pada isi dan penjelasan Pasal 134 huruf g Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, konvoi dan atau kendaraan yang digolongkan mendapat hak utama lalu lintas dimaksudkan untuk kepentingan tertentu. Sejalan dengan penjelasan itu, kepentingan tertentu yang dimaksudkan adalah kepentingan yang perlu diatasi segera seperti ancaman bom, kendaraan pengangkut pasukan, kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan kendaraan untuk penanganan bencana alam. Sementara merujuk pada Pasal 135 UU 22/2009, polisi harus mengawal dan melakukan pengamanan jika mengetahui adanya pengguna jalan dengan hak utama sebagaimana disebut pada Pasal 134. Lebih lanjut situs tersebut juga mengutip Pasal 4 ayat (1) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengaturan Lalu Lintas dalam Keadaan Tertentu dan Penggunaan Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu Lintas. "Tindakan pengawalan oleh voorijder petugas Kepolisian dalam peristiwa yang terjadi di Sleman merupakan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal 134 huruf g UU Nomor 22 Tahun 2009 sebab konvoi motor Harley Davidson tidak termasuk sebagai Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan," kutip laman itu. Menurut laporan Kompas, hal ini kontras dengan penjelasan yang ditulis dalam Facebook Humas Polri. Untuk itu, Setkab menghimbau agar
  4. Indro Warkop, komedian pecinta motor gede alias moge ini ternyata sudah mengetahui kabar tak sedap tentang komunitas hobinya itu yang terjadi di Jogjakarta. Peristiwa itu, kata Indro, terjadi dalam acara Indonesia Bikers Week (IBW) kala seluruh rombongan menuju Prambanan dari tempat awal. Sebagai panitia, Indro mengatakan IBW sudah mengantongi izin Polres setempat. Sebab, terdapat empat ribu motor dari ratusan club dari seluruh Indonesia. Mereka menuju Prambanan untuk menghadiri acara perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70. Pengibaran bendera sebanyak tujuh puluh buah, itulah acara utamnya. "Saya, jauh hari sudah bilang kita harus sopan. Saya ini bikers, enggak pernah dikawal (polisi), mau ada acara sekalipun, dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Itu acara sudah dapat izin dari Polres setempat buat kawal bikers memakai ring road agar tertib. Kalau melanggar lampu merah, bisa dilihat sudah ada polisi di situ. Jadi, salahin polisinya kalau soal itu," ungkap Indro. Meski demikian, Indro menjelaskan sebagai anggota Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) tidak berada di tempat kejadian. Tapi, dia terus pantau perjalanan itu. "Saya lagi di Pasuruan, enggak ikut acara itu (IBW). Malah saya datang ke acara Motor Antique Club Indonesia (MACI), karena saya mendapat penghargaan kehormatan tadi malam," kata Indro. Atas kejadian itu, Indro hanya dapat mengambil hikmah atas perilaku bikers yang diberitakan mengeroyok seorang pengendara sepeda. Indro tak memungkiri, bikers sekarang memiliki perbedaan dengan masanya dulu. "Ini sebenarnya hal positif. Karena ke depannya akan terus ada acara seperti itu. Ya, menghilangkan memang enggak bisa ya, tapi setidaknya mengurangi. Karena saya sudah bilang, kita di Jogjakarta untuk senang-senang. Hormatilah orang Jogja. Malah saya bilang, sampai di sana, jalan-jalan naik andong ke Malioboro. Kita ini juga masyarakat biasa, bukan masyarakat kelas VIP," tegas Indro. Sumber: jpnn.com
  5. Harley davidson bisa menorobos lampu merah dengan membayar? What the fuck in Indonesia? Pada detik-detik awal sikitar detik 20an, ada truk box yang berhenti karena iya tau lampu lalu lintas sudah merah. Dan monggo di cek Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang aturan penggunaan rotator dan sirine, dan PP No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi yang menjelaskan Pasal 65 Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan yang menyinarkan : a. cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya; b. cahaya berwarna merah ke arah depan; c. cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur. Pasal 66 Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor : a. Petugas penegak hukum tertentu. b. Dinas pemadam kebakaran. c. Penangulangan bencana. d. Ambulans. e. Unit palang merah. f. Mobil jenazah. Pasal 67 Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor : a. Untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum. b. Untuk menderek kendaraan. c. Untuk pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beraun, peti kemas dan alat berat. d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan. e. Milik instansi pemerintah yang dipergunakan rangka keamanan barang yang diangkut. Lihat Videonya:
  6. 1. SEJARAH SINGKAT MOTOR HARLEY DAVIDSON Sejarah motor Harley Davidson dimulai di Milwaukee pada tahun 1903. Saat itu, Bill Harley dan Arthur Walter Davidson yang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Hasil perdana adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc dan berhasil dengan baik. Karena suksesnya dua saudara Arthur tersebut lalu Walter dan William Davidson, ikut bergabung. Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley Davidson Motorcycles Co. Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ‘’pabrik’’ di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson. Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11 unit motor. Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley- Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah. Pada tahun 1908 produksi meningkat menjadi 154 motor. Akhirnya mereka memiliki sebuah pabrik motor, awalnya hanya terbuat dari papan dan yang membuatnya adalah ayah dari Davidson. Pabrik kecil ini kemudian berkembang, hingga dapat merekrut 20 orang karyawan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Tahun 1910, adalah awal pemasangan logo yang legendaris “Bar and Shield” di motor Harley- Davidson. Pada tahun ini, beberapa lomba balap motor, ketahanan motor dan lomba naik bukit dimenangkan oleh Harley-Davidson. Harley kemudian memproduksi banyak model baru, seperti Sportster pada tahun 1957, Fat Boy di tahun 1990 dan Heritage Springer Softail yang klasik di tahun 1996 dan V-Rod di tahun 2001. Beberapa tipe Harley menjadi legenda dan menjadi idaman pecinta motor besar seperti Super Glide, Low Rider, dan Electra Glide. Di Indonesia ada beberapa komunitas Harley Davidson yang terdaftar resmi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan seperti Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) merupakan gabungan motor besar Harley Davidson dan lain-lainnya, Harley Owner Group (HOG) sebagai komunitas dibawah pembinaan resmi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Harley Davidson di Indonesia (PT. Mabua Harley Davidson). Selain itu ada komunitas atau club-club penggemar motor Harley Davidson seperti Ikatan Sport Harley Davidson (ISHD) yang merupakan komunitas pecinta atraksi dengan memperggunakan motor besar Harley Davidson yang telah cukup lama berdiri. Selain sebagai sebuah hobi, memiliki dan mengendarai motor besar Harley Davidson memberikan pengalaman dan kebanggaan sekaligus juga merupakan “Life Style” (gaya hidup) para penggemar dan pecinta motor besar Harley Davidson. Dalam buku “On Brand” (Oleh: Hermawan Kertajaya) menyebutkan bahwa Harley Davidson sebagai salah satu “Brand Religion” dimana Brand Religion ini merupakan pencapaian tertinggi atas sebuah merek. Tahun 2012 ini berarti Harley Davidson sudah mencapai usia 109 tahun, sebuah keberhasilan dan pencapaian prestasi yang hebat sekaligus membanggakan karena dapat bertahan selama itu. 2. SEJARAH SINGKAT TENTANG ORGANISASI HARLEY DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI) Setelah berakhirnya perang dunia Ke- II dan awal kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat telah mengenal salah satu kendaraan bermotor roda dua dengan merk Harley Davidson, yang merupakan peninggalan tentara sekutu dan Belanda di Indonesia. Kendaraan roda dua Harley Davidson tersebut pada saat itu umumnya digunakan di lingkungan instansi Militer dan Kepolisian sebagai kendaraan dinas untuk tugas- tugas pengawalan dan kurir. Selain itu kendaraan tersebut juga digunakan di perkebunan- perkebunan ex Belanda yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera. Berbekal dari pengalaman mereka yang pernah berdinas menggunakan kendaraan motor besar tersebut dan adanya sekelompok pecinta otomotif kendaraan roda dua serta yang memiliki kesamaan hobi untuk memelihara dan mengendarai motor besar tersebut maka mereka mulai mendirikan wadah perkumpulan dalam bentuk club-club motor dari berbagai jenis kendaraan seperti Harley Davidson, Norton, Triumph, BSA, dan lain-lain. Perkumpulan atau club-club pecinta motor tersebut mulai berdiri, namun sifatnya secara sendiri-sendiri sesuai domisili kelompok yang ada di kota-kota besar baik di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dll maupun kota-kota besar lainnya diluar Pulau Jawa. Di era tahun 1960-an para pecinta motor besar khususnya Harley Davidson yang berada di Jakarta mendirikan club Harley Davidson dengan nama Harley Davidson Club Djakarta (HCD), Harley Davidson Club Bandung (HCB), Harley semua itu merupakan embrio dari terbentuknya organisasi Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang ada pada saat ini. Atas dasar kesamaan hobi dan semangat persaudaraan yang ada dari para pecinta Harley Davidson tersebut maka pada tanggal 13 Agustus tahun 1988 bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Harley Davidson Club Jakarta di Jakarta tercetuslah keinginan bersama dari para pecinta Harley Davidson yang hadir dari berbagai daerah (Jawa, Bali dan Sumatera) untuk membentuk organisasi yang bersifat Nasional sebagai wadah tunggal dari berbagai club Harley Davidson yang ada. Musyawarah Nasional Harley Davidson Club di Bandung pada tanggal 28 Mei 1990 menghasilkan keputusan yaitu membentuk organisasi sebagai wadah tunggal yang dinamakan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Salah satu tokoh penggagas dan pendiri organisasi HDCI adalah Bpk. A. Sentani, SH, beliau yang aktif mempersiapkan dan memfasilitasi pertemuan dan penyelenggaraan pembentukan HDCI yang dilaksanakan di Bandung. Selain beliau ada beberapa tokoh lainnya yang juga berperan aktif dalam proses pembentukan HDCI yaitu Letjend.TNI Dading Kalbuadi, Marsda.TNI. Ibnu Soebroto, Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro (Indro Warkop), Kolonel Polisi (Purn.) Suherman, dan lain-lainnya. Tokoh lainnya yang juga mempunyai andil besar dalam mengembangkan HDCI khususnya di DKI Jakarta adalah Brigjen TNI. Herman Sarens Sudiro, dengan semangat dan kerja keras beliau dalam memotivasi para anggota HDCI telah menjadikan HDCI DKI Jakarta menjadi barometer bagi pengembangan dan kemajuan HDCI yang ada di seluruh Indonesia Sejak berdirinya club Harley Davidson di Indonesia pada tahun 1990 tersebut, HDCI sebagai organisasi motor besar Harley Davidson di Indonesia telah menunjukan aktifitasnya yang sangat positif bagi para anggotanya maupun masyarakat. Hal ini dapat dilihat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat touring dalam memperkenalkan potensi pariwisata, maupun kegiatan-kegiatan bhakti sosial guna membantu masyarakat yang kurang mampu dan membantu kegiatan penanggulangan korban bencana alam. 3. PERIODE KEPENGURUSAN HARLEY DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI) a. Periode tahun 1990-1995 dijabat oleh Marsda. TNI. (Purn) Ibnu Soebroto, Sekretaris Jenderal dijabat oleh Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro, Bendahara Umum dijabat oleh A.Sentani, SH, Wakil Bendahara dijabat oleh Tanjaya Ferry. Organisasi HDCI pada saat itu lebih terfokus kepada penataan organisasi dan menyamakan motivasi guna meningkatkan rasa kebersamaan dalam persaudaraan sesama para anggotanya. b. Periode tahun 1995 – 2000 Musyawarah Nasional HDCI Ke- II tahun 1995 dilaksanakan di Jakarta. Pada periode ini Ketua Umum HDCI dijabat oleh Mayjen Polisi. Drs. Hindarto, Ketua Harian merangkap Sekretaris Jenderal dijabat oleh Kolonel Polisi. Drs. Suherman, dan Bendahara Umum dijabat oleh Ir.Toni Sechan. c. Periode tahun 2000-2005 Musyawarah Nasional HDCI Ke- III tahun 2000 dilaksanakan di Bali. Pada periode ini Ketua Umum HDCI dijabat oleh A. Sentani, SH, Ketua Harian dijabat oleh H. Varuna (Haji Una), Sekretaris Jenderal dijabat oleh Djoko Saturi, SH, dan Bendahara Umum dijabat oleh Tanjaya Ferry. Kepengurusan HDCI periode ini hanya bertahan selama kurang lebih 5 bulan, hal tersebut terjadi karena adanya masalah internal dalam organisasi HDCI, yang antara lain disebabkan karena ketidak aktifan Ketua Umum HDCI terpilih dan juga adanya pengunduran diri dari Bendahara Umum (Dikarenakan pertanggung jawaban keuangan Bendahara periode sebelumnya belum dilaksanakan selama 5 bulan). Dengan adanya Ketua Umum HDCI yang mengundurkan diri maka terjadi kekosongan jabatan Ketua Umum, oleh karena itu dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) guna memilih kepengurusan HDCI yang baru. Munaslub HDCI dilaksanakan di Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 2001 dan pada saat itu Ketua Umum HDCI yang terpilih adalah Letjen TNI (Purn). R. Soeyono, Sekretaris Jenderal dijabat oleh Djoko Saturi, SH, dan Bendahara Umum dijabat oleh H. Wawan. Kepengurusan periode ini berlangsung sampai dengan tahun 2006. d. Periode tahun 2006-2011 Musyawarah Nasional HDCI Ke- IV tahun 2011 ini Ketua Umum HDCI yang terpilih adalah Letjen TNI (Purn). R. Soeyono, Sekjen HDCI dijabat oleh Djoko Saturi, SH. e. Periode tahun 2011-2016 Musyawarah Nasional HDCI Ke- V tahun 2011 dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada periode kepengurusan HDCI tahun 2006-2011 ini Ketua Umum yang terpilih adalah Komjen Pol. Drs. Nanan Soekarna yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Harian HDCI Pusat. Sekretaris Jenderal HDCI dijabat oleh Marsda TNI (Purn) Pieter Wattimena yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua HDCI DKI Jakarta sejak tahun 2005, dan Bendahara Umum dijabat oleh Tanjaya Ferry. Pada periode ini Kepengurusan HDCI dibawah Ketua Umum HDCI telah melakukan beberapa langkah terobosan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas dalam manajemen organisasi HDCI yaitu dengan mempersiapkan fasilitas kantor Sekretariat HDCI, Penataan dalam sistem administrasi dan inventarisasi surat menyurat, membuat Website HDCI, melakukan validasi organisasi dan keanggotaan HDCI, menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat HDCI untuk disalurkan kepada seluruh Pengda HDCI secara gratis, melakukan penyempurnaan AD/ART HDCI karena AD/ART yang sejak disahkan pada tahun 2000 belum pernah dilakukan revisi atau disempurnakan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Semua upaya tersebut adalah dalam rangka peningkatan kinerja organisasi HDCI agar supaya dapat lebih efektif, efisien dan profesional.
  7. Sejarah motor Harley-Davidson dimulai di Milwaukee pada tahun 1903. Saat itu, Bill Harley dan Arthur Walter Davidson yang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Dan …hebatnya, seseorang membelinya ! Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11 unit motor, pada tahun 1908 meningkat menjadi 154 motor. Akhirnya mereka memiliki sebuah pabrik motor, yang awalnya hanya terbuat dari papan, kebetulan yang membuat adalah ayah dari Davidson. Pabrik kecil ini kemudian berkembang, salah satu anggota keluarga Davidson, William, kemudian ikut bergabung. Akhirnya mereka merekrut 20 orang karyawan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Tahun 1909, Bill Harley membuat proyek mesin V twin 1000 cc. Kala itu mesin ini bisa menghasilkan 7 horsepower. Mesin dengan konfigurasi V-twin 45 derajat menjadi ciri khas dari motor Harley-Davidson. Tahun 1910, adalah awal pemasangan logo yang legendaries "Bar and Shield" di motor Harley-Davidson. Pada tahun ini, beberapa lomba balap motor, ketahanan motor dan lomba naik bukit dimenangkan oleh Harley-Davidson. Tahun 1912 dicirikan dengan pertumbuhan yang pesat dari pabrik motor Harley-Davidson. Pada saat itu, mulai dibangun 6 pabrik baru, bahkan pada saat itu sudah mulai dilakukan ekspor ke Jepang. Di Amerika Serikat sendiri sudah berdiri lebih dari 200 dealer penjualan motor Harley Davidson. Tahun 1914 mulai diperkenalkan sidecar. Tahun 1915 mulai diperkenalkan transmisi sliding gear 3 kecepatan. Tahun 1917, satu dari tiga motor dikirim untuk kepentingan Militer Amerika Serikat. Pada tahun berikutnya, jumlah yang dikirim untuk kepentingan militer malah meningkat menjadi 50 % dari total produksi. Pada akhir tahun itu, diperkirkan lebih dari 20.000 unit motor Harley-Davidson yang dipakai oleh pihak militer. Tahun 1918, Harley-Davidson merupakan pabrik motor terbesar di dunia. Tetapi kemudian datanglah masa suram bagi Harley-Davidson, yaitu ketika harga mobil semakin murah (lahirnya mobil tipe T-Ford), dan banyak orang menilai motor sudah ketinggalan jaman. Tahun 1920, diperkenalkan tanki tipe tear drop, menggantikan tanki yang menggantung di backbone. Pada tahun 1926, motor dengan satu silinder kemudian muncul lagi, setelah produksinya berhenti pada tahun 1918. Pada tahun 1928, pertama kali diperkenalkan mesin Twin-cam dan rem roda depan di motor Harley-Davidson. Dengan perubahan ini, motor dapat dipacu hingga 85 mil per jam. 1930 mulai diperkenalkan motor trike (roda tiga) sebagai motor Service-Car, bahkan banyak yang digunakan untuk kepentingan komersil dan kepentingan bagi kepolisian. Pada saat itu, logo sayap elang mulai digambar di tangki, beberapa perubahan juga dilakukan di sector mesin. 1936 Harley-Davidson 45. Tahun 1936 sangat istimewa bagi Harley-Davidson, karena pada saat itu lahirlah mesin 1340 cc. Mesin ini kemudian diaplikasikan ke Harley-Davidson tipe Knucklehead. Pada tahun 1947, tipe Panhead pertama kali diluncurkan dari pabrik, menandai Harley-Davidson sebagai satu-satunya motor bangsa Amerika. Tahun 1940-an, adalah masa-masa patriotic bagi Harley-Davidson, karena semua produksi ditujukan untuk membantu pihak militer berperang. Bahkan pada tahun 1941, produksi Harley-Davidson untuk sipil dihentikan, semua produksi diarahkan pada untuk kebutuhan militer. Pada tahun 1945, produksi motor untuk konsumsi sipil dibuka kembali. Harley-Davidson membeli pabrik tua A.O. Smith Propeller Plant, khusus untuk pembuatan mesin. Mesin ini kemudian dikirim ke pabrik lama di Juneau Avenue untuk dirakit. Pada tahun 1949, system hidrolik rem depan diperkenalkan pada model Hydra-Glide. The 1948 Harley-Davidson FL is among the many classic motorcycles from America’s iconic motorcycle marque. Tahun 1950-an adalah tahun yang buruk bagi Harley-Davidson. Saat itu Inggris menguasasi 40 % pangsa pasar dengan motor model Triumph. Tapi untunglah, pada tahun 1957, Sporster telah lahir, merupakan motor Harley tercepat dari yang sudah ada selama itu. Tahun 1969, adalah saat ketika Harley-Davidson melakukan merger dengan American Machine and Foudry Compaly (AMF). Tetapi kualitas yang dihasilkan sangat menurun, sehingga produk Super Glide dan SLCR Caferacer pada tahun 1970 mendapat nama yang buruk. Kemudian manjemen Harley Davidson berhasil keluar dari merger dan bertekad menghasilkan motor yang modern tetapi tetap bercirikan Harley-Davidson. Awal tahun 1970-an merupakan periode revolusi bagi Harley Davidson. Tahun 1971, tipe cruiser telah lahir yang bercirikan dengan mesin yang sporti tetapi sasis dan penggerak tetap memakai produk tipe Flathead. Tahun 1973, operasi perakitan dipindah ke lokasi baru di Pennsylvania. Tahun 1975, Harley-Davidson memperoleh penghargaan AMA pada ajang Grand National Championships lomba dirt track. Tahun 1977,diperkenalkan FXS Low Rider dan LHS Electra Glide. FXS merupakan tipe posisi tempat duduk yang rendah (sehingga dikenal dengan istilah : Low Rider). Tahun 1980, diperkenalkan FLT dengan 5 kecepatan dan perubahan penggunaan belt dengan memakai merek Kevlar. Pada tahun 1982, Harley-Davidson menerapkan system Materials as Needed (MAN) di line produksinya. Sistem ini mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas. Tahun 1983, pertama kali diperkenalkan H.O.G yang disupport oleh Harley-Davidson. Reflected in Chrome, Harley-Davidson Factory, Kansas City Tahun 1984, diperkenalkan model Softail. Tahun 1987, Harley Davidson melakukan listing di bursa saham New York Stock Exchange. Pada saat itu, diperkenalkan tipe FXSTS Springer Softail, yang merupakan motor klasik 1340 cc pada era modern. Pada tahun 1990-an, diperkenalkan desain Fat Boy. Nama Fat Boy sendiri diambil dari kombinasi nama pesawat pembom yang menjatuhkan bom atom di Hirosima dan Nagasaki, yaitu dari pesawat pembom : "Fat man" dan "Little Boy". Tahun 1991 dipernalkan FXDB Dyna Glide Sturgis. Tahun 1994 adalah masa Harley-Davidson masuk ke era model Superbike dengan meluncurkan tipe : VR1000. Tipe VR1000 dicirikan dengan doble overhead cam dan pendingin mesin cair. Tahun 1996 dibuka pabrik di Franklin, Winconsin untuk Asesories dan Art Part motor Harley-Davidson. Pada tahun yang sama, kemudian menambah fasilitas Pusat Pengembangan Produk di Milwoukee. Tahun 1997, pabrik baru di Kansas City, pertama kali menghasilkan model Sporter baru. Tahun 1998, dibuka pabrik perakitan di Brazil, yang menghasilkan produk tipe Softail dengan fuel injection. Saat ini di Amerika Serikat, Harley Davidson menguasai 62% pangsa pasar motor dengan cc diatas 850 cc.
  8. Kalau diliat dari belakang sih Harley Davidson ya? Tapi bener gak sih? Coba cek deh ndral
  9. Tetep keren, gagah, sangar, dan nggak ngebul! Harley Davidson memang sudah dikenal sebagai motor besar dengan model yang kokoh, suara knalpot yang gahar, dan tentunya rata-rata pengemudinya terlihat sangar ketika mengendarai motor buatan Amerika Serikat tersebut. Tapi apa jadinya kalau semua ikon yang sudah terbentuk lama itu berubah? Apakah Harley Davidson masih akan terlihat keren? Nah, percaya nggak percaya Harley Davidson telah memperkenalkan produk baru berupa motor gede elektrik. Waduh gimana tuh bentuknya? Lo liat sendiri aja nih di video ini : Ini teknologi motor canggih ini:
  10. Harley-Davidson memperkenalkan Road Glide Special, sebuah model touring untuk tahun 2015. Road Glide Special dijejali dengan mesin V-twin berpendingin udara berkapasitas 1.690 cc, dan menandai kembalinya brand Road Glide di jajaran model Harley-Davidson. Di sektor eksterior, Road Glide Special diberi fairing lebih landai, lampu utama LED, dan sistem infotainmen termutakhir. Motor ini juga memiliki mesin High Output Twin Cam 103 dan transmisi Cruise Drive enam percepatan. Road Glide Special menghabiskan waktu berjam-jam dalam terowongan angin untuk menyempurnakan aspek aerodinamikanya. Motor ini diperkenalkan di Sturgis Motorcycle Rally di Dakota Selatan, Amerika Serikat. Matt Levatich, President dan Chief Operating Officer Harley-Davidson mengatakan, “Road Glide selalu punya fans fanatik, itulah mengapa kembalinya model ini membahagiakan konsumen sekaligus perusahaan kami...kami menghadirkan pengendaraan yang lebih baik lagi kepada penggemar sejati Road Glide.” Mike Goche, Product Planning Manager Harley-Davidson menambahkan, “Road Glide selalu menjadi motor bagi rider dengan penampilan berbeda. Seseorang yang ingin menunjukkan jati dirinya saat mereka mengejar kebebasan di jalanan."
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy