Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'halloween'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Warga AS 31 Oktober merayakan Halloween yang sering ditandai kegiatan "trick or treat" anak meminta permen ke tetangga, dan pesta kostum untuk orang dewasa. Pemilihan kostum biasanya berbeda setiap tahunnya meski belakangan tren kostum favorit masih seputar superhero, horor, dan juga tokoh politik.
  2. Asteroid tersebut, diperkirakan berdiameter sekitar 400 meter, akan meluncur dekat Bumi pada kecepatan 35 kilometer per detik sekitar pukul 1 siang GMT. Asteroid besar yang ditemukan para ilmuwan bulan ini akan melintas relatif dekat Bumi hari Sabtu (31/10), menurut para astronom, memberikan salah satu kesempatan terbaik dalam waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan data mengenai batu antariksa yang melintas. Asteroid tersebut, diperkirakan berdiameter sekitar 400 meter, akan meluncur dekat Bumi pada kecepatan 35 kilometer per detik sekitar pukul 1 siang GMT. Dikenal sebagai 2015 TB145, asteroid itu akan melintas dalam jarak sekitar 480.000 kilometer dari Bumi, lebih jauh dari bulan tapi relatif dekat menurut ukuran kosmis. Para astronom berharap bisa menangkap gambar-gambar radar dan ukuran-ukuran asteroid saat ia melintas, sesuatu yang langka bagi para ilmuwan yang biasanya bergantung pada pengamatan robot antariksa yang mahal untuk mengumpulkan informasi mengenai materi berbatu tersebut. Para ilmuwan berharap dapat mempelajari bentuk, dimensi, fitur permukaan dan karakteristik-karakteristik lain dari asteroid. Dekatnya jarak lintasan dan ukuran 2015 TB145 menunjukkan bahwa "ia akan menjadi salah satu asteroid terbaik untuk penggambaran radar yang akan kita lihat dalam beberapa tahun," tulis Lance Benner, astronom di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, dalam artikel yang diunggah dalam laman badan antariksa AS tersebut. Selain nilai ilmiahnya, asteroid ini mungkin membantu para insinyur mengembangkan teknik-teknik pelacakan dan penanggulangan asteroid yang mungkin bertabrakan dengan Bumi. Batu-batu antariksa kecil secara rutin menghujani Bumi, sebagian besar hancur karena terbakar atmosfer. Sekitar 65 juta tahun lalu, sebuah asteroid atau komet berdiameter sekitar 10 kilomter jatuh di daerah yang sekarang merupakan Semenanjung Yucatan di Meksiko, memicu perubahan-perubahan iklim global yang memusnahkan dinosaurus dan sekitar 75 persen kehidupan yang ada saat itu, menurut para ilmuwan. Dalam peristiwa yang lebih terkini, asteroid selebar 20 meter pecah di atas Chelyabinsk, Rusia, pada Februari 2013, menghancurkan jendela-jendela dan merusak bangunan. Lebih dari 1.000 orang terluka karena puing-puing yang beterbangan. NASA sedang berupaya memetakan asteroid-asteroid dan komet-komet yang berpotensi berbahaya yang melewati jarak 48 juta kilometer dari Bumi. Asteroid 2015 TB145 ditemukan kurang dari tiga minggu lalu. "Bahwa benda sebesar itu, yang dapat melakukan kerusakan signifikan jika menabrak planet kita, baru ditemukan 21 hari sebelum melintasi jarak terdekat menunjukkan pentingnya memperhatikan langit malam secara seksama," ujar Detlef Koschny, astronom dari Badan Antariksa Eropa, dalam pernyataan tertulis.
  3. Halloween adalah semacam tradisi yang identik dengan hantu atau sesuatu yang menyeramkan. Meski masih terkesan asing, tradisi ini sudah mulai dirayakan di Indonesia, di beberapa tempat. Seaworld dan Ocean Dream di Ancol, termasuk dari sedikit tempat hiburan yang menyelenggarakan acara bernuansa Halloween. Di Amerika Serikat, negara yang merayakan betul Halloween, Universal Studios Hollywood menyulap taman rekreasinya dengan nuansa horor namun terinspirasi dari film-film horor yang ada di dunia dalam tema Halloween Horror Nights 2015. Nuansa horor diambil dari sejumlah film yang laris di sini, seperti Walking Dead, Alien vs Predator, dan Insidious 2. Lalu ada juga nuansa The Crimson Peak, yang filmnya masih diputar di bioskop-bioskop di tanah air. Halloween, kependekan dari All Hallow’s Even (malam sebelum hari raya All Hallow yang disebut juga Hari Raya Semua Orang Kudus) adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, yang menurut catatan dibawa dari Irlandia ke Amerika Serikat. Di AS, tradisi ini dirayakan dengan anak-anak berkostum seram berkeliling ke rumah tetangga untuk meminta permen atau cokelat. Selain kostum seram, tradisi ini juga ditandai dengan labu yang dipahat dengan wajah seram. Di Irlandia, Halloween adalah kelanjutan dari tradisi bernama festival Samhain yang dirayakan oleh orang Gael kuno. Mereka percaya, pada malam 31 Oktober, pintu pembatas dunia orang mati dan yang hidup, terbuka. Situasi ini mengancam dunia orang hidup karena dapat membawa penyakit dan merusak hasil panen. Orang-orang Gael, selain membakar belulang hewan yang disembelih, juga berkostum atau topeng seperti arwah jahat untuk berusaha berdamai dengan mereka. Di Indonesia, perayaan Halloween masih umum dianggap sebagai tradisi asing dan belum banyak yang merayakannya. Tapi memang belum ada larangan dari otoritas mana pun untuk merayakannya. Jadi, terserah pada kita sendiri, merayakannya atau tidak, karena yang penting adalah memahami apa makna di balik setiap tradisi itu, ketimbang sekadar ikut-ikutan trend.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy