Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'hacking'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. Pengacara, Ahmed Mansoor, menerima pesan teks yang tidak dimintanya terkait penjara UEA. Cacat pada sistem operasi iOS Apple telah ditemukan sehingga memungkinkan peretas untuk menaruh spyware pada iPhone sasaran ketika sang pemilik iPhone tersebut mengeklik tautan yang dikirim. Kecacatan pada sistem operasi iOS pertama kali terungkap setelah seorang pengacara hak asasi manusia memberi tahu dua perusahaan keamanan teknologi informasi (IT) tentang pesan teks yang diterimanya dari orang tak dikenal. Dua perusahaan keamanan IT yang diberitahu, Citizen Lab dan Lookout, tidak bersedia mengungkap secara rinci temuan mengenai kecacatan pada sistem operasi iOS sampai Apple melakukan pembenahan. Namun, secara garis besar, mereka menemukan tiga cacat yang sebelumnya tidak diketahui pada sistem pengodean Apple. Apple disebut telah memutakhirkan peranti lunak iPhone untuk mengatasi masalah pada sistem operasi. Sejak saat itu Apple memutakhirkan peranti lunak iPhone untuk mengatasi masalah ini. Pesan teks Pengacara bernama Ahmed Mansoor menerima pesan teks pada iPhone-nya pada 10 dan 11 Agustus. Isi pesan tersebut berjanji akan mengungkapkan "rahasia" orang-orang yang diduga disiksa di penjara Uni Emirat Arab (UEA) jika Mansoor membuka tautan yang tertera. Akan tetapi, Mansoor tidak membukanya. Dia justru menghubungi dua perusahaan keamanan IT. Jika dia nekad membuka tautan tersebut, menurut Citizen Lab, iPhone-nya akan bisa disusupi peranti lunak oleh sang pengirim tanpa sepengetahuannya. "Begitu terinfeksi, ponsel Mansoor akan menjadi mata-mata digital dalam sakunya. Kamera dan mikrofon pada iPhone-nya akan bisa diakses untuk memata-matai lingkungan di sekitar peranti tersebut," kata Citizen Lab. Tak hanya itu, iPhone milik Mansoor akan bisa merekam percakapan Whatsapp dan mengintip semua pesan teks, dan melacak semua pergerakan tanpa Mansoor pernah sadar. Para peneliti keamanan IT meyakini spyware itu diciptakan NSO Group, sebuah perusahaan Israel di bidang 'perang siber'.
  2. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan lomba yang "Hack the Pentagon". Ini merupakan program berhadiah yang pertama kali diadakan dalam sejarah pemerintah federal. Sesuai namanya, melalui ajang ini peserta ditantang agar membobol sistem keamanan Pentagon untuk keperluan identifikasi dan mengatasi celah keamanan dari sejumlah website Departemen Pertahanan. Untuk mengadakan lomba ini, Departemen Pertahanan bekerjasama dengan HackerOne, salah satu penyedia platform program berhadiah untuk lomba pencarian bug yang berbasis di Silicon Valley. Saat ini, HackerOne sudah membuka pendaftaran melalui situsnya untuk menjaring peserta yang memenuhi syarat. Tak hanya dari Amerika, peserta dari luar pun boleh mengikuti ajang ini. Lomba ini akan dimulai pada 18 April 2016 dan berakhir pada 12 Mei 2016. Pemenang akan diumumkan paling lambat pada 10 Juni 2016. Besaran uang yang akan diterima oleh pemenang akan berbeda untuk setiap individu, tergantung pada sejumlah faktor. Namun, minimal pemenang bisa membawa pulang setidaknya US$150 ribu (sekitar Rp2 miliar). Tak main-main, Departemen Keuangan AS memeriksa sejumlah orang dan organisasi yang terlibat dalam terorisme, perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya ternyata juga mendaftar untuk mengikuti ajang ini. Setelah para peserta berhasil memberikan laporan kerentanan keamanan sesuai kualifikasi yang diharapkan, mereka akan menjalani pemeriksaan latar belakang kriminal yang bersifat dasar guna memastikan bahwa uang yang diperolehnya akan digunakan dengan bijaksana, termasuk untuk membayar pajak. Program ini merupakan inisiatif Departemen Pertahanan Servis Digital setempat yang diluncurkan oleh Sekretaris Carter pada November 2015 lalu. "Inisiatif ini akan menguji sebearapa inovatif keamanan siber milik departemen keamanan namun dengan cara yang bertanggung jawab. Saya mendorong peretas yang ingin meningkatkan pertahanan digital kami untuk mengikuti kompetisi dan menunjukkan performa terbaik mereka," kata Sekretaris Carter. Sebelumnya, sudah ada beberapa perusahaan besar milik negara yang melakukan hal serupa untuk meningkatkan keamanan jaringan dan layanan digital.
  3. Peretas yang mencoba memecahkan permainan PC terbaru, mengaku kesulitan. Bahkan, sejumlah peretas terkenal dikatakan sedang memikirkan pilihan untuk menyerah. Dilansir dari Tech Spot, Kamis (6/1), publik memang harus menunggu cukup lama untuk mendengar rumor-rumor tentang permainan terbaru. Diperkirakan, kondisi itu setidaknya sudah terjadi selama 18 bulan terakhir. Para peretas membutuhkan waktu lebih dari sebulan, untuk memecahkan kabar sejumlah permainan seperti Dragon Age: Inquisition. Jangka waktu itu tentu terlalu lama dari yang biasanya, terlebih permainan baru seperti FIFA 16 dan Just Cause 3 tidak dapat dibajak sama sekali. FIFA 16 dan Just Cause 3, baru diketahui publik lewat peluncuran resmi pada September dan Desember. Salah seorang anggota kelompok peretas Cina 3DM, mengatakan salah satu anggota kelompok hampir saja menyerah, lantaran kesulitan memecah Just Cause 3. Hal itu disebabkan teknologi DRM terlalu kuat. Bahkan, dengan sistem pengamanan yang semakin kuat, para peretas permainan ini khawatir dua tahun yang akan datang tidak ada lagi permainan gratis. Just Cause 3 dan sejumlah permainan lain memang dikenal menggunakan teknologi Denuvo, yang memang dirancang memperkuat DRM yang ada. Tidak seperti DRM lama, Denuvo tidak menonjol dan menjengkelkan pengguna yang membayar dengan resmi, serta sangat berguna bagi penerbit game. Jika pengembang terus menggunakan teknologi seperti Denuvo, kemungkinan publik tidak akan pernah lagi mendapatkan permainan gratis sebelum peluncuran resmi. Tentu ini membuat pihak PC dan pengembang bisa bernafas lega, karena dapat menarik lebih banyak keuntungan.
  4. Banyak film yang memperagakan seorang peretas membajak sistem lampu lalu lintas. Di kehidupan nyata ternyata hal itu memang bisa mudah dilakukan, para pakar komputer pun coba membuktikan. Pada film Die Hard 4, The Italian Job, dan beberapa film lainya menampilkan seorang peretas dengan keahlian unik. Mereka bisa membajak sistem lalu lintas dan kamera pengawas untuk melancarkan aksinya. Adegan kekacauan pun diperagakan kala hacker berhasil mengambil alih jaringan tersebut. Di kehidupan nyata hal itu tidaklah mustahil, apalagi dengan teknologi yang sekarang ini sudah semakin canggih. Sekelompok peneliti dari Universitas Michigan membuktikan bahwa meretas lampu lalu lintas itu mudah. Cuma butuh beberapa langkah saja. “Dengan alat sederhana dan sedikit usaha, peretas bisa menyerang dan melumpuhkan sistem lalu lintas,” ujar J. Alex Halderman, ketua kelompok pakar komputer yang melakukan riset tersebut. Halderman dan timnya menyebutkan ada tiga kelemahan sistem lalu lintas di Amerika Serikat, jaringan nirkabel yang tidak dienkripsi, username dan password yang masih standar, dan mesin yang dipakai untuk mengendalilkan lampu lalu lintas. Proses untuk melumpuhkan sistem lalu lintas pun terbilang mudah. Pertama-tama peretas harus mengambil alih jaringan nirkabel, lalu masuk ke sistem dengan menggunakan identitas yang mudah ditebak. Untuk juga tidak sulit. Para pakar komputer itu menyarankan pemerintah untuk memperketat sistem keamanan dengan tidak memakai nama sandi yang mudah ditebak, dan sistem yang tidak ‘dipagari’ dengan baik. “Tapi masalah yang paling utama adalah, kurangnya kesadaran individu soal keamanan,” kata Halderman
  5. Di mana pun itu, yang namanya hacker (peretas) selalu membuat ulah yang merugikan orang lain, tak terkecuali berita satu ini, dimana para hacker dapat dapat menargetkan mangsanya kepada para pengakses situs porno. Ulah yang dilakukannya adalah menyebarluaskan history (riwayat) penelusuran pengguna ke internet. Peringatan serangan hacker ini pertama kali diperingatkan oleh seorang teknisi software, Brett Thomas yang memposting sebuah artikel tentang peringatan ancaman hacker melalui blog pribadinya. “Jika Anda menonton / melihat video porno secara online di tahun 2015 ini, bahkan dalam modus Incognito, Anda tidak akan menyangka bahwa riwayat penelusuran Anda akan dipublikasikan ke internet dengan atas nama Anda.” ungkap Thomas dalam blog-nya. Thomas juga menambahkan, bahwa seseorang mungkin saja dapat memposting sebuah website yang pernah Anda kunjungi dengan mencari email atau username Facebook Anda dan kemudian mem-posting ke akun Facebook Anda. Tujuan para hacker ini untuk membuat kekacauan dan membuat malu pengguna internet yang telah mengakses situs porno. “Saya pikir krisis besar privasi internet berikutnya bisa mengekspos data pribadi dan berpotensi memalukan pengguna mereka dari orang-orang terdekat atau teman-teman mereka.” tambah Thomas. Para hacker dapat meretas log akses dari browser pengguna dan dapat melihat semua riwayat penelusuran termasuk situs-situs legal, kemudian mereka mencari beberapa situs dewasa yang pernah dikunjungi dan mem-posting ke akun sosial media si korbannya. Cybercrime yang menyerang keamanan data privasi memang sangat merugikan, dengan adanya hal ini kita harus lebih berhati-hati mengunjungi situs-situs yang tidak direkomendasikan.
  6. Amerika Serikat (AS) akan membuat peraturan baru yang intinya melegalkan pemerintah untuk meretas komputer warganya. Hal ini langsung mendapatkan kecaman dari Google. Dalam usulannya, pemerintah Washington ingin dapat melakukan peretasan apabila mendapatkan surat perintah. Hal ini yang dikhawatirkan oleh raksasa internet itu dapat melakukannya ke semua pengguna komputer di seluruh dunia. Google tidak ingin peraturan ini disahkan lalu kemudian menjadi senjata bagi pemerintah Paman Sam untuk mengacak-acak sejumlah komputer warga AS saja, walaupun besar kemungkinan mengular ke warga dunia. Dikutip dari Business Insider, pemerintah ingin bisa meretas komputer yang telah disembunyikan menggunakan perangkat lunak seperti virtual personal network (VPN). Google mengkhawatiran bahwa pemerintah tidak akan bisa mengatakan di mana komputer itu diretas dan komputer dari negara mana saja yang diretas. "Perubahan yang diusulkan kemungkinan akan berakhir digunakan oleh pemerintah AS untuk secara langsung melakukan pencarian perangkat komputer di seluruh dunia," tulis Google dalam blognya. Google menambahkan, jika maksud dari peraturan yang diusulkan melakukan aksinya dengan surat perintah untuk mengakses dan mengambil data hanya dari komputer, namun tidak ada dalam usulan yang akan mencegah akses ke komputer dan perangkat di seluruh dunia. Seperti diketahui bank, toko online, penyedia komunikasi dan bisnis lainnya di seluruh dunia umumnya menggunakan VPN untuk membantu menjaga jaringan mereka dan informasi pengguna aman.
  7. Hasil studi Kaspersky Lab bertajuk 'Financial Cyber-Threats in 2014' menyebutkan bahwa 28,8% dari serangan phishing yang terjadi di tahun 2014 bertujuan untuk mencuri data keuangan dari para pengguna internet. Selain menyasar sektor perbankan online, para pelaku kejahtan cyber pun kini mulai mengarahkan sasarannya ke sistem pembayaran digital dan situs belanja online. Dalam keterangan pers yang dipublikasikan, pihak Kapersky Lab mengungkapkan bahwa mayoritas serangan yang menyasar data keuangan pengguna dilakukan dengan teknis 'phishing'. Phishing sendiri adalah jenis penipuan internet dengan membuat halaman situs palsu yang meniru situs-situs populer. Situs-situs tersebut digunakan oleh para penjahat cyber untuk memikat pengguna agar memberikan data privasi mereka, khususnya username dan password. Lebih lanjut dijelaskan, di kategori sistem pembayaran, penjahat cyber sebagian besar menargetkan data milik para pengguna kartu Visa (31,02% deteksi), PayPal (30,03% deteksi) dan American Express (24,6% deteksi). Sementara di sektor situs belanja online, Amazon menjadi brand yang paling sering diserang. 31,7% dari jenis serangan phishing yang terdeteksi terbukti memalsukan laman situs Amazon. "Selain menyasar situs-situs populer, pada tahun 2014 kemarin kami juga melihat sejumlah besar penipuan phishing berdasarkan situs yang menjual tiket pesawat. Hal ini merupakan target yang sebelumnya cukup jarang terlihat dalam kejahatan phishing," kata Nadezhda Demidova, analis konten web di Kaspersky Lab.
  8. Hacker tak dikenal telah melanggar data resmi pemberontak Suriah data resmi menggunakan "Help honey trap" teknik. Ini adalah teknik lama yang juga digunakan oleh badan-badan keamanan ketika bekerja pada target mereka. Di sini, para hacker membuat profil palsu dari seorang wanita di Skype, maka mereka meminta target (pemberontak Suriah) dan bertanya apa perangkat yang mereka gunakan (mobile atau desktop) sehingga mereka dapat mengirim malware yang tepat untuk mengatakan target. Setelah cukup berbincang bincang, hacker menggunakan profil palsu untuk mengirimkan sebuah foto yang berbahaya untuk target. Ketika korban membuka foto itu, secara otomatis ia menginstal malware pada perangkat nya. Dengan malware ini hacker mendapatkan akses ke perangkat yang digunakan target, dalam hal ini, hacker melakukan pencurian 7.7GB data, 31.107 percakapan Skype dan jutaan Pesan Pribadi. Para Hacker juga mencuri data rencana pertempuran, kebutuhan pasokan dan beberapa informasi pribadi tentang para pemberontak Suriah. Setelah ini, mereka juga membuat profil palsu yang sama pada situs-situs jejaring sosial yang terkait dengan situs oposisi Suriah, meyakinkan pengunjung untuk mengklik link yang akan menginstal malware pada perangkatnya secara otomatis. Saat ini, masih belum jelas apakah para hacker telah berhasil mencuri infromasi dari pemberontak Suriah untuk pemerintah Suriah atau tidak. Jika informasi yang dicuri diteruskan kepada pemerintah Suriah, itu akan membantu mereka dalam mengalahkan pemberontak. Kami belum memiliki informasi tentang hacker di balik operasi ini.
  9. Peristiwa peretasan yang terjadi di perusahaan raksasa hiburan Sony semestinya menjadikan pelajaran bagi banyak pihak. Setidaknya ada lima yang bisa kita jadikan catatan penting baik bagi perusahaan maupun pengguna home user. Simak uraian ESET berikut ini 1. Jangan gunakan email untuk komunikasi yang sensitive. Mengapa? Email, sudah jelas bukanlah jalur aman untuk berkomunikasi. By default, email umumnya terkirim dalam bentuk plain text, dengan demikian bisa dibaca oleh siapapun yang mencoba mengintip. email yang dikirim ke alamat seseorang hanya aman bagi penerima dan komputer mereka. Sedangkan untuk muatan data penting yang tidak dienkripsi tentu sangat beresiko. Komunikasi email perlu dilakukan secara lebih aman dengan : Jangan sertakan dokumen penting atau rahasia didalam komunikasi email. Pada titik ini, karena tidak ada yang bisa menjamin komunikasi digital bebas dari peretasan, bebas dari kebocoran atau dipublikasikan ke public.Hal in iberlaku juga pada text messages, komen di laman situs, message di forum, dan berbagi gambar. Dengan kata lain kenyamanan dunia maya yang mendasar tersebut mestinya sudah diketahui secara umum. Fakta tersebut banyak diabaikan oleh pengguna bahkan oleh perusahaan besar sekelas Sony. 2. Jangan berikan akses tanpa batas ke sembarang orang. Klasifikasikan dokumen Anda, dan buat segmen pada jaringan. Perusahaan Sony Pictures seharusnya bisa menghidar dari insiden peretasan dengan menerapkan sistem klasifikasi secara ketat seperti mengklasifikasi kontrak dengan para actor dan sutradara sebagai dokumen sangat rahasia. Perkembangannya sekarang ini, ada banyak perusahaan yang menjadikan jaringannya senyaman mungkin dengan memberikan akses seluasnya kepada banyak orang. Sayangnya, akses tersebut juga diberikan ke pihak luar, dan minim perlakuan terhadap celah kecil yang berpotensi terhadap pertahanan dan keamanan sistem jaringan perusahaan. Arsitektur sistem jaringan harus tersegmentasi, dilengkapi dengan akses kontrol untuk membatasi siapa yang boleh mengakses, dan apa yang boleh diakses. Bagi user pengguna sistem jaringan, belum terlambat untuk melakukan audit pada jaringan yang Anda gunakan untuk menemukan kemungkinan adanya koneksi yang tidak sesuai dan akses tanpa filter. 3. Jangan simpan password di dalam file bernama password aJangan menulis password komputer di Post-it note lalu menempelkannya di monitora Pesan tersebut kurang jelas apa lagi? Pada titik tertentu password memberi beban baru tetapi pasti ada metode aman untuk mengelola password. Sony gagal menerapkan kebijakan untuk tidak menyimpan password di plain-easy-to-read-text dan itu pasti akan menjadi argumentasi kuat untuk melemahkan Sony, apalagi jika staff yang sistemnya diretas, menuntut pihak Sony. 4. Jangan mengabaikan tanda-tanda peringatan dan resiko Secara umum peringatan tersebut sudah diketahui oleh banyak pengguna komputer: jika terasa ada kejanggalan, jangan abaikan. Buat screenshot, catat masalahnya ada dimana, lalu hubungi technical supportA sementara itu, jalankan scan antivirus. Meski terkadang langkah tersebut tidak banyak membantu, bisa saja ada threat baru yang kita tidak tahu, atau kemungkinan sistem kita sedang diretas. Beberapa bagian dari sistem di Sony memang sering kena hack dalam kurun beberapa tahun belakangan ini yaitu database di sonypictures.com, sonybmg.nl, dan sonybmg. Beberapa upaya peretasan diantaranya berhasil, dan mengakibatkan bocornya data internal termasuk plaintext password. Seharusnya peristiwa peretasan tersebut bisa jadi catatan bagi Sony dan menjadikan keamanan IT sebagai prioritas. Sony sebenarnya secara tidak langsung sudah diperingatkan, jadi jika Sony kembali diretas, bisa dibilang ada masalah lemahnya keamanan, dan kegagalan memperketat kebijakan akses sebelum memulai proyek yang bisa memancng kemarahan pihak lain. 5. Rencana Penanganan Masalah Saat berita peretasan merebak, respon Sony justeru menunjukkan lemahnya perencanaan, dan langkah yang diambil kontadiktif. Pendeknya, perencanaan terkait dengan respon atas insiden. Mengapa hal in imenadi penting? Masalahnya adalah dalam dunia IT bukan lagi mempersiapkan jika kita dihack tetapi kapan waktunya. Tidak ada yang bisa memperkirakan sehingga yang dibutuhkan adalah kesiap siagaan. Summary Beberapa fakta yang bisa menjadi pelajaran sudah sangat jelas tetapi jangan sampai mengaburkan fakta bahwa Sony Pictures telah menjadi korban kejahatan peretasan. Jika kita lupa mengunci pintu mobil, tidak kemudian otomatis Anda bersalah meski mobil itu dicuri, bahwa Anda kemudian mengalami kerugian itu hal lain.
  10. Ada yg bisa? Ngehack websitenya dan setelah itu bagi2 ilmunya. Kontak di ICQ # 697705788 Ayo berbicara ttg bisnis. Secepatnya ya'
  11. Kelompok ini diduga untuk telah mencuri kredensial dari ratusan ribu situs web global. Kelompok Rusia telah membajak 1,2 milyar username dan password milik lebih dari 500 juta alamat email, menurut Pemegang Keamanan (Hold Security) Amerika Serikat, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menemukan pelanggaran. Pemegang Keamanan AS mendeskripsikan sebagai ‘’Pelanggaran data terbesar yang di ketahui sampai hari ini menyatakan informasi yang dicuri berasal lebih dari 420.000 situs web, termasuk banyak nya pemimpin di hampir semua industri di seluruh dunia. Pemegang Keamanan AS tidak memberikan rincian perusahaan yang terkena dampak oleh para hacker. "Mereka tidak hanya menargetkan perusahaan besar, tapi mereka menargetkan setiap situs yang dikunjungi korban para hackers" Jelas Pemegang Keamanan AS dalam laporannya. "Dengan ratusan ribu situs yang terkena, daftar mencakup banyak pemimpin di hampir semua industri di seluruh dunia, serta banyak situs kecil atau bahkan pribadi." The New York Times, yang pertama kali melaporkan penelusuran, mengatakan pada pernyataannya "Ahli keamanan tidak bergabung dengan Pemegang Keamanan AS yang menganalisis data base kredensial yang dicuri dan dikonfirmasi otentik itu". "Pakar kejahatan komputer lain nya yang telah merekap ulang data, tapi tidak diizinkan untuk membahas secara terbuka, berkata bahwa perusahaan besar sadar akan catatan mereka berada di antara informasi yang dicuri para hacker." kata surat kabar itu. Surat kabar itu menambahkan: "Pemegang Keamanan tidak akan menyebutkan nama korban, mengutip perjanjian menjaga rahasia dan keengganan untuk nama perusahaan situs yang tetap rentan." "Database ini digunakan untuk menyerang penyedia e-mail, media sosial, dan situs-situs lain untuk mendistribusikan spam ke korban dan menginstal pengalihan berbahaya pada sistem yang sah" jelas Pemegang Keamanan AS.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy