Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'guru'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Sudah kewajiban seorang guru untuk selalu memberikan pelajaran kepada anak didiknya, meskipun sedang sakit parah. Seperti seorang guru asal China ini yang di saat-saat terakhirnya masih sempat memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa-siswi kesayangannya. Liu Shengping, guru mata pelajaran Seni dan Ilmu Sosial di Sichuan Normal University di Chengdu, China, memiliki permintaan terakhir untuk mengajar para siswanya untuk terakhir kali di sebuah rumah sakit di mana ia di rawat karena sakit parah. Sejak bulan April lalu, guru berusia 34 tahun itu memang sudah sakit parah karena gagal hati akut dan sirosis hati yang dideritanya. Tubuhnya terus melemah meski sudah menjalani perawatan di rumah sakit selama dua bulan terakhir. Liu tidak memiliki biaya untuk mendapatkan donor hati, jadi ia hanya bisa bersabar dan berpasrah diri. Mengingat kondisinya yang semakin memburuk, Liu sadar hidupnya tak akan lama lagi. Dia meminta para siswanya untuk datang ke rumah sakit agar dia bisa memberikan materi pelajaran kepada mereka untuk terakhir kalinya. Selama 13 menit Liu memberikan materi pelajaran mengenai pentingnya bersyukur dan menjalani kehidupan yang baik. Meski tubuhnya terbaring di atas ranjang rumah sakit, Liu bahkan memberikan beberapa nasehat untuk para siswanya agar tetap tegar menjalani ujian hidup, hidup damai, hidup berdampingan, serta saling memberikan kenyamanan satu sama lain. Dua puluh siswa yang hadir di sana tampak meneteskan air mata ketika itu. Untuk memberikan semangat kepada gurunya, 20 siswa itu menyanyikan sebuah lagu berjudul A Greatful Heart. A Greatful Heart, di mana lagu itu merupakan lagu sedih untuk menghargai orang terpenting dan paling berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Dengan lagu itu, para siswa mengharapkan Guru Liu memiliki dorongan kuat untuk melawan penyakitnya agar bisa sehat kembali. Dengan begitu, Guru Liu bisa mengajar kembali di sekolah bersama para siswanya.
  2. Masa lalu memang tak bisa dihapuskan, kamu akan tetap membawa masa lalu yang baik maupun buruk seumur hidup kamu. Itulah mengapa banyak orang menjaga apa yang dilakukannya agar tidak mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Banyak orang akan menjaga citranya tetap baik agar bisa diterima di masyarakat. Sepertinya hal ini juga yang diinginkan guru cantik bernama Kaitlin Pearson. Wanita berusia 23 tahun ini menjadi guru salah satu sekolah dasar anak berkebutuhan khusus di Fitchburg, Amerika Serikat. Ia melakukan pekerjaannya dengan baik, hingga kemudian sebuah masalah menimpanya. Seseorang tak dikenal telah mengirimkan email ke pihak kepala sekolah dan media lokal berisi foto-foto Kaitlin saat menjadi model seksi, bahkan sebagian foto menunjukkan ia setengah telanjang. Dalam email tersebut dikatakan, "Can you believe that this girl was hired to work with special education children in the Fitchburg schools?!!" (Percayakah kamu bahwa gadis ini jadi guru sekolah anak berkebutuhan khusus?) Pihak sekolah pun akhirnya melakukan penyelidikan dan investigasi mengenai pekerjaan kedua Kaitlin sebagai model telanjang dan model pakaian seksi, dan apakah hal ini mempengaruhi kemampuannya dalam mengajar. Tentu saja reputasinya sebagai guru ikut rusak dengan munculnya hal ini. Kaitlin sendiri secara pribadi tidak mau berkomentar tentang email, foto dan lain sebagainya yang menyebar di luar sana, meskipun banyak orangtua yang mulai meragukan reputasinya. Kaitlin mungkin tidak kaget hal ini akan muncul dan diketahui banyak orang karena profesinya saat ini begitu berbeda dengan sebelumnya, apalagi beberapa foto memang ada di akun Facebook-nya. Tapi karena ulah orang yang tak suka, hal ini menjadi masalah yang begitu besar. Setelah dilakukan diskusi dan penyelidikan masalah, pihak sekolah pun mulai mengizinkan Kaitlin masuk kerja lagi sebagai guru. Lagipula, Kaitlin sendiri pasti juga sudah memikirkan benar apa yang kini ia lakukan. Masa lalu mungkin mempengaruhi kehidupan masa depanmu, tapi yang lebih penting adalah sikap dan tindakanmu saat ini, apalah bisa diterima masyarakat atau tidak. Selagi seseorang bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, akan selalu ada dukungan dari berbagai pihak, seperti yang dialami Kaitlin. Ini foto fotonya ndral:
  3. Odijo, begitu ia kerap dipanggil. Panggilan sayang anak-anak jalanan di Nairobi, Kenya, kepada seorang guru baik hati yang kerap memberi mereka makan. Kisah Seorang Guru Merawat Anak Jalanan di NairobiClifford Oluoch, sang "odijo" atau guru sekolah dasar di Nairobi yang menghabiskan waktunya tiga bulan belakangan ini untuk memberi makan anak-anak jalanan. Air limbah membanjiri gang. Sisi kanan dan kiri lorong sempit itu disesaki gedung-gedung yang sudah tua. Bau urin memenuhi udara. Sembari kita berjalan sore hari itu, saya mulai melihat bayangan orang-orang di pinggir jalanan tersebut. "Odijo, odijo," seru mereka. Odijo artinya guru dalam bahasa pergaulan di Kenya. Nama itu mereka sematkan pada Clifford Oluoch, seorang guru sekolah dasar di Nairobi yang menghabiskan setiap sore hingga malam selama tiga bulan belakangan untuk memberi makan anak-anak jalanan. “Saya sedang berjalan pulang suatu malam dan melihat anak-anak jalanan menawar harga sebuah bonggol jagung. Saya menawarkan untuk membelikan mereka masing-masing satu jagung, dan lebih banyak lagi anak-anak muncul. Pada akhirnya, saya membeli jagung untuk 25 orang,” katanya. “Mereka bertanya apakah saya akan kembali lagi besok dan melakukan hal yang sama dan saya bilang, ‘Ya’. Saya memenuhi janji saya itu.” Data akurat mengenai jumlah anak-anak tunawisma di Kenya sulit didapat. Namun sebuah laporan Unicef dari tahun 2012 memperkirakan sebanyak 250.000 sampai 300.000 anak-anak menjadi tunawisma di Kenya. Sebagian besar dari mereka berada di kota-kota besar. Kemudian, menurut lembaga amal asal Nairobi, Kenya Children of Hope, 63% anak-anak jalanan di sana telah hidup di jalanan selama lima tahun. Sumber: Natgeo Indonesia
  4. Setiap murid akan selalu mengenang jasa gurunya sepanjang hayat. Ungkapan ini pula yang tertanam dalam diri murid SMA, meski telah lulus 30 tahun yang lalu. Alumnus sebuah sekolah menengah di Buraydah, daerah di bagian utara Arab Saudi, belum lama ini menghadiahi sebuah mobil mewah untuk mantan guru mereka. Mengenakan seragam kerja, para mantan siswa SMA King Abdul Aziz 30 tahun ini memberikan hadiah dengan sebuah pesta khusus. Para alumni ini telah bekerja di berbagai sektor swasta maupun pegawai pemerintah. Harian lokal Mekah, seperti dikutip Gulfnews, Rabu, 6 Mei 2015 melaporkan para alumnus ini memberikan sejumlah hadiah kepada mantan gurunya. Ini sebagai penghargaan atas jasanya melatih keahlian dan memberikan pelajaran hidup. Diantara hadiah terbesar yang diberikan adalah sebuah mobil sport SUV Ford Expedition keluaran terbaru. Aksi para alumnus ini kepada guru pekerja dan berdedikasi tinggi ini tak pelak membuat haru netizen.Memberikan hadiah berupa mobil memang jadi hal lumrah di Arab Saudi. Memberikan hadiah berupa mobil memang jadi hal lumrah di Arab Saudi. Pada 2014, seorang wanita memberikan mobil baru sebagai hadiah ulang tahun pernikahan. Mobil bermerek Toyota Prado itu dihias bunga dan terselip sejumlah pesan cinta untuk suaminya. Bahkan pada Agustus 2013, seorang aktor Saudi, Fayez Al Maliki memberikan sebuah mobil Bentley untuk seorang bocah yang ditinggal kedua orang tua dan dua kakak perempuannya akibat kecelakaan. Fayez memutuskan mengunjungi Rumah Sakit dan menemui Yousuf Al Ansari, bocah 15 tahun yang selamat dari kecelakaan tersebut. Fayez kala itu menanyakan bantuan yang bisa diberikan Yousuf untuk mengurangi penderitaannya. Sang anak pun meminta dibelikan mobil Bentley yang pernah diterima sang aktor dari saudagar Saudi, Pangeran Al Waleed Bin Talal. Keinginan anak itupun disanggupi Fayez. Dia kemudian memutuskan menghubungi agennya untuk membawa mobilnya tersebut yang ditaksir bernilai 800 ribu riyal. Namun, yousuf ternyata hanya berkelakar dengan permintaannya tersebut.
  5. Bu guru: “Andi..! coba kamu jawab, siapa itu Thomas Alfa Edison.?” Andi: “Tidak tau bu guru…”. Bu guru: “Kalo James Watt, siapa dia.?” Andi: “Ndak tau juga bu guru..” Bu guru: “Andi! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak pernah belajar ya?” Andi: “Belajar kok bu guru… Lah coba Andi tanya, bu guru tau ndak siapa Arifin Widodo..?” Bu guru: “Tidak tau…” Andi: “Kalau Bambang Setiono Ibu tau?” Bu guru: “Tidak tau… Emang siapa mereka itu..?” Andi: “Yaa itulah Bu, kita khan pasti punya kenalan sendiri-sendiri..”
  6. Tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur. Setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia yang mempunya paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan seperti gadis-gadis lainnya. Karena Xia menolak akan hal ini, ayah nya Xia selalu menghukum dia.Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan. Pas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk di sebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid murid nya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong. Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya. Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut… kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada di pikiran nya adalah berpuluh puluh mata murid murid nya yang akan kecewa kalo tidak ada kelas buat mereka belajar. Setelah itu Xia bergegas balik ke rumah yang gelap dan tidak memberi tahu kepada seorang pun tentang kejadian tersebut. Hari berikutnya, para penduduk membeli kayu dan membetulkan kondisi kelas. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan. Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa walikota akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Dalam kurang lebih 6 bulan, kepala sekolah mengunjungi walikota 10x akan tetapi tetep tidak diberikan dana yang dijanjikan kepada mereka. Hanya walikota lah yang tau apa yang telah terjadi pada Xia akan tetapi tidak bisa berbuat banyak tentang itu. Pada saat semester baru berganti, banyak murid yang tidak bisa melanjutkan sekolah nya karena biaya dan mereka harus membantu orang tua nya untuk bekerja… Jumlah murid nya berkurang dan bekurang. Xia sangat sedih akan kondisi seperti itu. Ketika Xia mengetahui bahwa harapan murid muridnya telah hilang bagaikan asap. Dia lalu kembali ke kamarnya. Xia membuka bajunya, dan melihat tubuh telanjangnya di depan cermin. Xia bersumpah akan memakai tubuhnya yang indah untuk mewujudkan impian dari murid muridnya untuk bisa kembali sekolah… Xia tau semua gadis dari desa bekerja sebagai pelacur di kota untuk mencari uang dan itu cara yang gampang untuk dia untuk mendapatkan uang. Dia membersihkan dirinya dan mengucapakan selamat tingal kepada kepala sekolah, ayah dan sekolah… Dia mengikat rambut nya dengan kuncir dua dan berjalan menuju kota. Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan….Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak pikirannya, hanya ada sebuah kelas yang hancur dan keprihatian dan kesedihan dan kekecewaan expressi dari murid muridnya…. Xia masuk ke buat salon, berbaring di ranjang yang kotor dan menderita kerja kotor yang kedua di dunia percabulan… Malam itu di dalam diary nya Xia menulis “Sang walikota tidak bisa di bandingakan dengan tamu pertama nya lebih parah dan lebih kejam akan tetapi paling tidak tamu nya telah membayar dan memberi uang” Xia mengirimkan semua uang penghasilannya kepada kepala sekolah dengan mengirit irit biaya untuk hidup nya dengan harapan bisa mengirim lebih banyak lagi ke kepala sekolah. Sang kepala sekolah menerima uang tersebut dan mengikuti untuk menggunakan uang utk membangun sekolah… Ketika setiap orang yang menanyakan sumber uang tersebut, sang kepala sekolah hanya menjawab bahwa di dapat dari donasi dari organisasi social. Akan tetapi seiring waktu, penduduk mengetahui bahwa sumber dana dari seorang mantan guru yang bernama Xia. Banyak reporters yang ingin meliputi berita ini akan tetapi di tolak oleh Xia dengan alasan bahwa dia hanya seorang pelacur biasa.Dengan uang tersebut, sekolah telah berubah drastis…Bulan pertama, ada papan tulis baru…Bulan ke dua, ada bangku kayu dan bangku…Bulan ke tiga, setiap murid mempunyai buku masing masing. Bulan ke empat, setiap murid mempunya dasi masing masing. Bulan ke lima, tidak ada seorang murid pun yang datang ke sekolah tanpa alas kaki. Bulan ke enam, Xia kembali mengunjungi sekolah Xia disambut dengan gembira dan para murid menyapa”Guru, kamu telah kembali guru, kamu cantik sekali”Melihat kegembiraan dari para murid muridnya, Xia tidak berkuasa untuk menangis,Tidak peduli berapa banyak air mata yang di teteskan nya dan berapa banyak derita, keluh kesan dan kisah sedih yang dia lalui dalam 6 bulan, Xia merasakan semua kisah sedih dan penderitannya itu sangat seimbang dan pantas untuk harga yang dia bayar untuk melihat apa yang Xia lihat saat itu. Setelah beberapa hari di rumah, Xia kembali ke kota. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru. Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket…pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Pada bulan ke 10, sekolah mempunya bendera nasional sendiri, setiap murid bisa menaikan bendera setiap hari nya. Hingga suatu waktu Xia dikenalkan kepada seorang businessman. Sang pengusaha luar asing bersedia membayar 3000 rmb buat satu malam. Dengan pikiran yang lelah yang telah dia lalui bbrp tahun lalu, Xia dengan lelah menuju hotel sang pengusaha asing. Dia bersumpah bahwa itu adalah pekerjaan kotor yang terakhir bagi dia dan setelah itu dia akan kembali ke desa dan bersama sama murid muridnya di sekolah. Akan tetapi nasib berkata lain sungguh tragis telah terjadi malam itu dimana Xia bersumpah untuk terakhir kali nya, Xia di diperkosa dan di siksa hingga terbunuh oleh 3 pengusaha asing tersebut. Xia baru saja bertambah umur nya menjadi umur 21 tahun. Xia saat itu juga meninggal tanpa mencapai keinginan yang terakhir, yaitu untuk membangun satu kelas bagus dengan 2 komputer yang bisa digunakan oleh murid murid. Seorang pelacur telah meninggal dunia… keheningan yang di penuhi air mata. Saat itu langit kota ShenZen masih berwarna biru seperti lautan. Para murid2, guru2 dan beberapa ratus penduduk menghadiri acara pemakaman Xia di desa kecil bernama “GanShu” Pada saat itu, semua hanya bisa melihat foto hitam putih dari Xia dalam foto itu Xia mengikat rambut nya 2 dengan senyuman bahagia… Kepala sekolah membuka diary Xia dan membacakanya di depan para murid murid nya dan Xia menulis “Sekali melacur, bisa membantu satu anak yang tidak bisa sekolah. Sekali menjadi wanita simpanan, bisa membangun sebuah sekolah yang telah hilang harapan. Bendera setengah tiang dikibarkan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy