Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'gunung'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Setelah statusnya naik ke level II atau Waspada, Kamis (24/5), Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah menunjukkan peningkatan aktivitas lagi.
  2. Mount Roraima merupakan tempat luar biasa yang indah yang ada di negara Venezuela. Gunung batu ini berbentuk unik karena seperti datar seperti permukaan meja yang berada di awan. Tingginya 400 meter. Satu satunya cara untuk mencapai puncak atap meja itu adalah dengan memanjat jalur tangga yang memang sudah disediakan pemerintah Venezuela. Cara lain yang tidak disarankan adalah yang biasa dilakukan para pemanjat tebing. Di sana hujan nyaris turun setiap hari, menghanyutkan tanaman tanaman menjalar yang berada di atas atap. Walhasil, atap gunung itu menjadi unik, karena bersih dari apapun datar seperti permukaan meja. Gunung Roraima mulai terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle-menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World. dia melakuan pendakian ke gunung Roraima-untuk melakukan eksplorasi dalam riset pencarian spesies tanaman prasejarah dan dinosaurus yang diyakini hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun di puncak gunung. Conan-Doyle diilhami oleh ahli botani Inggris Everard Im Thurn yang pada 18 Desember 1884 dengan Harry Perkins, mereka merupakan orang pertama yang mencapai puncak Gunung Roraima. Im Thurn dan Perkins bukan orang Eropa pertama yang melihat Gunung Roraima, orang pertama eropa yang melihatnya adalah seorang penjelajah Jerman Robert Schomburgk seorang ilmuwan penjelajah daerah Britains Royal Society pada 1838. Im Thurn dan Perkins mendaki Gunung Roraima dari tenggara dengan apa yang sekarang disebut Im Thurn rute, satu-satunya cara termudah untuk mencapai puncak. dalam ekspedisiNya Im Thurn harus berjuang menempuh jarak ratusan kilometer juga melewati sungai dan hutan-hutan liar beserta binatang buas yang berbahaya. Setelah Im Thurn dan Perkins, banyak ekspedisi ilmiah Inggris yang datang untuk mengumpulkan dan melakukan penelitian mengenai flora dan fauna aneh yang ada di gunung roraima dan menghasilkan banyak spesies baru yang ada di sana. dan gunung ini sudah ditetapkan dalam daftar situs warisan dunia. Bonus:
  3. Gunung Tambora di NTB kini. Sudah 200 tahun sejak Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat meletus dengan dahsyat. Dampak letusan itu begitu dahsyat, selain korban nyawa lebih dari 60 ribu orang, belahan bumi utara juga mengalami tahun tanpa musim panas. “Orang-orang terpaksa makan kucing dan tikus,” kata Stephen Self, ahli vulkanologi di Universitas California, Berkeley, seperti dikutip Livescience, Jumat (10/4). Self juga merupakan pakar dalam studi soal letusan Tambora pada 1815. Temperatur bumi saat itu juga turun sebanyak rata-rata satu derajat Celcius. Aerosol dari Tambora memenuhi atmosfir, sehingga selain menurunkan temperatur, pertanian juga mengalami gagal panen sehingga menyebabkan kelaparan dan bibit penyakit di Amerika bagian Utara, Eropa, dan Asia. “Letusan Tambora membuka mata para ilmuwan bahwa efek letusan gunung api dapat bersifat global,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono, kepada CNN Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/4). “Tidak ada gunung yang jauh dari jangkauan manakala letusannya mencapai VEI (Volcano Explosivity Index) 7 seperti Tambora.” Indonesia, Negeri Paling Berisiko Sebuah tim internasional Global Volcano Model Network pernah melakukan studi dan membuat ranking negara-negara yang paling berisiko menghadapi bencana alam seperti letusan Tambora. Laporan bertajuk “Global Volcanic Hazards and Risk” itu rencananya diterbitkan pada Mei mendatang oleh Cambridge University Press. Nah, Indonesia ternyata termasuk ke dalam negara paling berisiko menghadapi letusan gunung api dahsyat lainnya. Untuk membuat ranking, tim itu menghitung seberapa sering gunung api meletus di sebuah negara dalam 10.000 tahun terakhir dan bahaya yang ditimbulkannya. Mereka juga menghitung berapa jumlah orang yang tinggal di daerah rawan letusan. Mereka mendapati ada 800 juta orang yang tinggal dalam radius 100 kilometer dari gunung api. Di Indonesia, menurut catatan Surono, ada 4 juta orang yang tinggal di dekat gunung api. Daerah gunung api, kata dia, memang jadi magnet bagi manusia sebab lahannya subur dan mengandung banyak air. Di jajaran negara paling berisiko, selain Indonesia, adalah: Filipina, Jepang, Meksiko, Etiopia, Guatemala, Ekuador, El Salvador, dan Kenya. Tambora, Meletus Tanpa Peringatan Berdasarkan catatan Stephen Self, erupsi Tambora terjadi tanpa peringatan terlebih dahulu. Gunung itu sebetulnya mulai terlihat amat aktif pada 1812. Tapi lantaran lebih dari 1.000 tahun tak ‘marah’, kawasan sekitar gunung dihuni banyak orang. Setidaknya ada 10 ribu orang yang tewas akibat awan panas, material gunung api, dan tsunami di sekitar Tambora saat meletus pada 1815. Berdasarkan laporan "Global Volcanic Hazards and Risk", sejak 1600 setidaknya sudah ada 278 ribu orang yang tewas akibat letusan gunung api. Ada lima letusan gunung api di dunia yang menyebabkan 58 persen kerusakan, termasuk Tambora. Dari semua korban tewas, 33 persen terbunuh oleh awan panas dan 20 persen oleh ombak tsunami; sebanyak 14 persen tewas akibat lahar. Hanya 887 orang yang tewas akibat lava. Lalu, sebanyak 24 persen kematian lainnya terjadi tak langsung. Mereka tewas akibat kelaparan dan bibir penyakit. Abu vulkanik, tanah longsor, dan petir, juga menyebabkan kematian.
  4. Olympus Mons (Latin, "Mount Olympus") adalah gunung berapi terbesar yang pernah diketahui di tata surya. Gunung ini terletak di planet Mars. Sebelum satelit luar angkasa mengidentifikasikannya sebagai gunung, Olympus Mons disebut sebagai fitur albedo, Nix Olympica ("Salju Olympus") oleh astronom; sejak akhir abad ke-19, diduga bahwa objek ini bergunung. Dengan tinggi hingga mencapai 14 mil, atau sekitar 22.530 meter, Olympus Mons yang merupakan gunung berapi di planet Mars saat ini juga menjadi gunung tertinggi yang pernah terdeteksi di seluruh tata surya hingga saat ini. Saking tingginya, jika seorang pendaki gunung berdiri di kaki Olympus Mons, ia tidak akan mampu melihat puncak gunung itu. Menurut David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010. Mengatakan bahwa Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas. Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik. Di Bumi, sebut kedua peneliti itu, lempeng tektonik berfungsi seperti ban berjalan di atas bara yang panas. “Gunung-gunung terbentuk, mati, dan kemudian membentuk gunung baru karena lempeng bergerak di atas titik panas yang menghasilkan rangkaian gunung berapi,” sebutnya. Dengan tidak adanya lempeng yang bergerak di planet Mars, Olympus Mons kemungkinan berada di sebuah saluran pembentuk gunung berapi untuk jangka yang sangat panjang. Sebagai gambaran, Mars merupakan planet kecil yang berukuran hanya sekitar separuh planet Bumi. Bayangkan betapa signifikannya gunung Olympus Mons terhadap planet itu. Apa yang menyebabkannya? Salah satu penyebab mengapa Gunung Olympus bisa demikian besar adalah tingginya laju erupsi dan rendahnya gravitasi di Mars. Faktor penyebab lainnya adalah pergerakan kerak kedua planet berbeda. Di Bumi titik-titik yang “memproduksi” lava tetap, tetapi lempeng-lempeng kerak bumi bergerak di atasnya. Ketika lempeng itu bergerak, gunung berapi yang baru terbentuk, sedangkan yang lama menjadi mati atau tidak aktif lagi. Dengan demikian total volume lava didistribusikan ke banyak gunung berapi. Pulau-pulau di Hawaii merupakan hasil dari pergerakan lempeng Pasifik ke arah barat laut. Di lain pihak, lempeng kerak Mars tidak bergerak dan lava menggunduk menjadi satu gunung berapi yang sangat besar akibat erupsi yang berulang-ulang. Gunung Olympus tampak seperti tameng raksasa karena gunung ini termasuk landai. Saking landai dan besarnya, kalau kalian berdiri di lerengnya tanpa diberitahu berada di gunung, setelah melihat sekeliling mungkin kalian akan merasa berada di dataran yang melandai. Nah, bercita-cita mendaki Gunung Olympus?
  5. Pemerintah Indonesia mempunyai rencana untuk mengembangkan sumber energi baru dari energi panas bumi yang dihasilkan oleh gunung berapi yang mencapai 4.000 Megawatt. Jika rencana tersebut terbukti sukses, energi terbarukan yang dihasilkan akan dapat menurunkan ketergantungan negara pada pembangkit listrik tenaga batu bara, dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, dan dapat membantu setidaknya 35% penduduk Indonesia yang saat ini hidup tanpa listrik. Indonesia merupakan tempat yang benar-benar sempurna untuk mengembangkan proyek panas bumi berskala besar. Dari sekitar 17.000 pulau, menyimpan ratusan gunung berapi yang masih aktif dan dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan. Meskipun demikian Indonesia sudah tertinggal jauh dari negara-negara lain seperti Amerika dan Filipina dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi panas bumi. Beberapa faktor utama karena Indonesia banyak tertinggal yaitu karena biaya yang sangat tinggi untuk membuat teknologi tersebut. Pembangkit tenaga panas bumi memakan biaya sekitar dua kali lipat dari pembangkit listrik tenaga batu bara, tetapi sebenarnya jika diperhitungkan dengan matang, biaya tersebut sebenarnya lebih murah untuk digunakan jangka panjang. Lagi pula, pembangkit tenaga panas bumi lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan energi batu bara. Semoga saja rencana tersebut dapat berjalan, mengingat rencana tersebut juga meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia. Tidak hanya menyejahterakan pemerintahan saja dengan maraknya praktek KKN yang merajalela di Negara Indonesia.
  6. 1. Pegunungan Jaya Wijaya /Punak Cartenzs (4.884m dpl) Puncak gunung tertinggi di pulau ini adalah merupakan juga puncak tertinggi di Indonesia dan juga masuk kedalam salah satu Seven Summit di tujuh benua dunia, yaitu Cartenzs Pyramid dengan ketinggian 4.884 m dari permukaan laut, puncak Carstenzs berada didalam kawasan pegunungan Jaya Wijaya pada posisi 04º03’48″LS 137º11’09″BT, yang merupakan gunung karang (limestone), dan terdapat hamparan salju abadi dibeberapa tempat di pegunungan ini. Gunung yang berada di provinsi Papua ini bisa diakses lewat rute normal dari desa Ilaga. puncak Cartensz Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania. Mengapa tidak di Asia? Karena puncak tertinggi di Asia sudah dipegang oleh Gunung Himalaya yang ada di perbatasan India dan Cina. 2. Gunung Kerinci (3.805 m dpl) Gunung Kerinci (juga dieja “Kerintji”, dan dikenal sebagai Gunung Kerenci, Gadang, Berapi Kurinci, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Ia adalah fitur paling terkenal dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia (3.805 m dpl). Gunung ini memiliki kawah berbentuk kerucut dengan dinding bagian atas berukuran 600 x 580 meter dan 120 x 100 meter untuk dinding bagian bawah. Kawah ini diisi oleh air dengan warna hijau kekuning-kuningan. Pada ketinggian 3.805 m dpl menawarkan pemandangan ke empat penjuru mata angin yang sangat mengagumkan. Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 1970. 3. Gunung Rinjani (3.726m dpl) Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok bagian Utara dengan ketinggian 3,726 m dpl, merupakan gunung berapi tertinggi ke dua di Indonesia. Bagi masyarakat Hindu mereka percaya di puncaknya merupakan tempat suci, tempat tinggal para Dewa. Pendakian ke gunung Rinjani dapat menjadi pengalaman tak terlupakan. Pada ketinggian 2000 m di atas permukaan laut terdapat kaldera yang membentuk danau Segara Anak. Di tengah-tengah terdapat gunung Barujari yang masih aktif, tempat ini juga merupakan sumber mata air panas yang dipergunakan untuk berobat, sedangkan danau Segara Anak dapat dipergunakan sebagai tempat memancing. 4. Gunung Semeru (3.676m dpl) Gunung Semeru (3.676m dpl) merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan merupakan gunung berapi tertinggi ke-tiga di Indonesia. Gunung Semeru terletak di pegunungan Tengger dan bertetangga dengan Gunung Bromo. Gunung ini menyuguhkan pemandangan yang sangat menarik bagi para pendaki, yaitu letusan vulkanis setiap 10 menit yang menyembur dari kawah Jonggring Saloko. Selain itu dipertengahan jalur pendakian terdapat danau Ranu Kumbolo dengan luas sekitar 5 Ha menyiratkan kesan tersendiri bagi pendaki Semeru. 5. Gunung Jatimojong (3.430m dpl) Puncak gunung tertinggi di pulau ini dipegang oleh pegunungan Latimojong dengan puncak tertingginya bernama Rante Mario memiliki ketinggian 3.430 m dari permukaan laut. Pegunungan Latimojong ini berada di kabupaten Enrekang propinsi Sulawesi Selatan, pada koordinat 120°01’30″ BT – 03°23’01″ LS serta bukan merupakan gunung berapi. Akses rute normal pendakiannya berawal dari desa Karangaan 6. Gunung Binaiya (3.027m dpl) Gunung Binaiya yang merupakan puncak tertinggi di kepualan Ambon ini berada tepatnya di pulau Seram. Berdiri dengan ketinggian 3027m dpl dan berada pada posisi geografis 3° 10′ LS dan 129° 28′ BT. Selain itu gunung ini juga mempunyai dua puncak lainnya yang mempunyai ketiggian 3019m dpl dan 3011m dpl. Gunung yang jarang dijamah pendaki gunung ini mempunyai tantangan tersendiri yaitu dikarenakan kita akan dihadapkan pada titik awal pendakian mulai dari 0 m dpl. Gunung ini berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Manusela yang mempunyai luas 189.000 ha. Curah hujan cukup tinggi di taman nasional ini, rata-rata 2000 mm per tahunnya, dan musim penghujan terjadi pada bulan November hingga April dan musim kemarau pada bulan Mei hingga Oktober. 7. Gunung Bukit Raya (2.278m dpl) Seharusnya puncak tertinggi di pulau ini adalah puncak gunung Kinabalu (4.095 m dpl), akan tetapi berhubung puncak tersebut berada di negeri jiran Malaysia, maka tidak termasuk kedalam kelompok tujuh puncak tertinggi di tujuh kepulauan atau pulau Indonesia. Untuk itu puncak tertinggi di pulau Kalimantan dipegang oleh puncak Gunung Bukit Raya dengan ketinggian 2.278 meter dari permukaan laut. Gunung ini berada di perbatasan propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah. puncak bukit raya terletak di Pegunungan Schwaner yang berada pada kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya. Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya merupakan Kawasan konservasi yang terletak di jantung Pulau Kalimantan. Kawasan ini memiliki peranan penting dalam Fungsi hidrologis sebagai catchment area bagi Daerah Aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan Daerah Aliaran Sungai Katingan di kalimantan Tengah. Kawasan hutan Bukit Baka-Bukit Raya Merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan tropika pengunungan yang mendominasi puncak-puncak pegunungan Schwaner
  7. Gunung yang selama ini menjadi dambaan para penggiat alam bebas pendakian gunung. Bagi para pendaki gunung, Semeru memang menjadi salah satu impian. Pendaki gunung pastinya ingin menggapai di salah satu puncak tertinggi di Indonesia, dan salah satunya adalah puncak Mahameru Gunung Semeru. Tetapi, di antara para pengagum Semeru dan pendakinya, apakah ini karena misteri yang terkandung didalamnya ataukah hanya sekedar menikmati keindahan alamnya yang memang luar biasa. Misteri gunung Semeru tak ubahnya juga seperti misteri gunung - gunung lain di Pulau Jawa. Seperti misteri gunung Merapi di Jawa Tengah, misteri gunung Lawu, misteri gunung Bromo, misteri Gunung Slamet. Dan hampir semua Gunung memiki misterinya sendiri - sendiri. Misteri ini melegenda dan menjadi kisah rakyat yang diceritakan secara turun temurun. Gunung Semeru yang memiliki tinggi 3.676 meter di atas permukaan laut merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa. Semeru menyuguhkan keindahan alam dan menyimpan aneka misteri gaib. Meski akhir - akhir ini Gunung Semeru sering mengeluarkan lahar dingin, hujan abu dan lelehan lahar yang turun dari bibir kawah yang bernama Kawah Jonggring Saloka, namun hal tersebut tidak membuat warga takut. Sebab mereka yakin, jika gunung meletus, 'penguasa' yang ada di gunung tersebut akan menyampaikan tanda - tanda yang tidak mampu dinalar oleh manusia biasa. Dan yang bisa menangkap tanda - tanda tersebut hanya satu orang, yakni Mbah Dipo yang dipercaya sebagai 'juru kunci' Mahameru, nama puncak Semeru. Mbah Dipo mirip Mbah Maridjan, 'juru kunci' Gunung Merapi. Mbah Dipo tinggal di Dusun Kamar A, daerah yang sangat rawan apabila Semeru benar - benar meletus dan mengeluarkan lahar panas yang melintas di Sungai Curah Kobokan dan Sungai Lengkong. Namun sayangnya mereka kini tak punya lagi seorang juru kunci seperti Mbah Dipo. Mbah Dipo telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. "Beberapa tahun lalu sebelum Mbah Dipo meninggal, saya sempat bertemu beliau. Beliau mengatakan tidak akan pernah terjadi apa - apa semasih ada saya, tapi sayang sekarang Mbah Dipo sudah meninggal," kata Suwandi ( 55 ), warga Dusun Curah Kobokan, Lumajang. Seandainya Semeru benar - benar meletus hanya satu pesan Mbah Dipo yang diingat Suwandi hingga kini. "Jangan pernah lari ke arah Desa Gunung Sawur tapi larilah menuju ke arah sungai.Tapi kita sebagai manusia semuanya kita kembalikan lagi kepada Yang Di Atas," kata Suwardi. Konon puncak Mahameru diyakini sebagai tempat suci, tepatnya istana para dewa. Warga yang tinggal di lereng Semeru mupun pendaki gunung itu percaya roh para Dewa masih setia menjaga Mahameru. Hantu Cantik Yang juga menarik adalah pengakuan para pendaki gunung yang melihat sesuatu yang aneh di malam hari. Mereka mengaku melihat cahaya berwarna oranye di tengah Danau Ranu Kumbolo yang berubah wujud menjadi sesosok hantu wanita cantik. Selain itu di danau tersebut juga terdapat banyak ikan mas yang tidak diketahui asal muasalnya, tiba - tiba saja ada. Diyakini ikan - ikan tersebut adalah jelmaan dari hantu wanita cantik serta para dayang - dayangnya. Haram hukumnya bagi warga sekitar Mahameru maupun para pendaki untuk memancing ikan mas di sana. Percaya atau tidak, yang jelas cerita mistis itu masih hidup hingga kini di tengah kecantikan Semeru. Semeru adalah gunung tertinggi di tanah Jawa. Letaknya berada di Propinsi Jawa Timur. Bersanding dengan Bromo dan Arjuno, meski tak sedekat hubungan Sindoro - Sumbing atau Merapi - Merbabu di Jawa Tengah. Mahameru adalah sebutan untuk Puncak Semeru. Gunung berketinggian 3676 meter di atas permukaan laut ini memiliki banyak kisah yang mampu menarik perhatian para pendaki. Sosok Soe Hok Gie, tokoh tahun 70 - an pun memiliki hubungan dengan gunung Semeru. Di tempat inilah, Gie harus menghembuskan nafas yang terakhirnya. Untuk naik ke gunung ini, salah satu jalur yang banyak ditempuh adalah melalui kota Malang. Dari kota Apel ini, pendakian ke Gunung Mahameru berawal dari sebuah daerah bernama Ranu Pani. Di Ranu Pani ini, banyak pendaki mulai menentukan waktu untuk mengawali pendakian. Dari Ranu Pani, perjalanan setengah hari menuju daerah bernama Ranu Kumbolo. Di lokasi ini, terdapat danau sehingga di tempat ini para pendaki sering menghabiskan malam untuk beristrirahat dan menikmati keindahan danau di atas ketinggian. Misteri Arcopodo Perjalanan dari Ranu Kumbolo, para pendaki akan dipertemukan dengan daerah yang ditumbuhi hutan lebat. Dari sinilah, banyak kisah yang bernuansa mistik terjadi. Konon banyak yang menyebut kawasan hutan tersebut adalah hutan yang mistis. Sebab, tak jarang pendaki tersesat di hutan tersebut meski sudah berulang kali mendaki Gunung Mahameru. Orang Jawa mengatakan, “oyot kesimpar”. Artinya, seseorang akan dibuat linglung dan hanya berputar - putar di jalan yang itu - itu saja selama waktu yang panjang. Di kawasan ini, para pendaki harus memperbanyak do’a kepada Sang Pencipta dan mengurangi sikap sombong dan bercanda yang kurang perlu. Selepas hutan, akan bertemu sebuah dataran lapang yang menyimpan banyak misteri. Inilah yang dinamakan Arcopodo. Artinya adalah arca kembar. Dalam legenda Mahameru, diceritakan bahwa di tempat tersebut terdapat dua buah arca yang berdiri kembar. Pendirinya adalah prajurit dari jaman kerajaan Majapahit. Hanya, keberadaan arca tersebut tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Hanya orang yang memiliki “kelebihan” saja yang bisa mengetahui keberadaan arca kembar tersebut. Dan yang melihatnya pun, masing - masing memiliki beragam versi terkait wujud arca kembar tersebut. Ada yang berkata bahwa arca tersebut sebesar anak kecil. Namun ada juga yang mengatakan bahwa arca tersebut sangat besar sehingga bisa terlihat dari jauh, seperti dari Ranu Kumbolo. Selain itu, bagi orang biasa yang “terpilih” pun, pada akhirnya bisa menyaksikan keberadaan arca tersebut. Dan Arcopodo adalah akhir pos pendakian sebelum seseorang mencapai puncak Semeru. Puncak Mahameru, tempat tertinggi di tanah Jawa.
  8. Sudah ratusan juta tahun lamanya Gunung Everest berdiri. Dan sejarah tercipta saat Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay menggapai puncak Everest, keinginan para pendaki gunung untuk mendaki Everest semakin berkembang pesat. Para pendaki dari seluruh dunia menjadikan Everest sebagai target pendakian. Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggris - nya dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor - general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari tujuh puncak di dunia. Gunung Everest adalah gunung yang puncaknya mencapai jarak paling jauh dari paras laut. Dua gunung lain yang kadangkala juga disebut sebagai "gunung tertinggi di dunia" adalah Mauna Loa di Hawaii, yang tertinggi jika diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4.170 m dari paras laut dan Gunung Chimborazo di Ekuador, yang puncaknya 2.150 m lebih tinggi dari pusat Bumi dibandingkan Gunung Everest, karena Bumi mengembung di kawasan Khatulistiwa. Bagaimanapun juga, Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6.272 m di atas paras laut, sehingga bahkan bukan merupakan puncak tertinggi di Andes. Banyak fakta mengagetkan yang terjadi di lapangan selama pendakian dan tak terdengar oleh orang awam. Hal itulah yang menjadi hambatan dalam mendaki gunung ini. Bukan hanya itu, ternyata di gunung ini menyimpan banyak misteri yang bahkan tak terpecahkan. Salah satunya adalah berapa tinggi gunung ini yang ternyata selalu berubah - ubah setiap tahun. Apabila Anda mempunyai keinginan untuk mengunjungi Gunung Everest? Sebelum memutuskan untuk mendakinya, ada baiknya pahami hal - hal berikut ini: Ada Sesosok Mahluk Yang Mengincar Pendakian Anda Di Everest Ketika berada di atas ketinggian sekalipun, Anda tak luput dari pantauan hewan beracun ini, yang berada pada tekanan udara cukup rendah hingga bernapas pun sulit. Anda tetap tidak bisa bersembunyi dari serangan makhluk hidup ini. Euophrys omnisuperstes, atau yang lebih dikenal dengan laba - laba Himalaya dapat melompat dan bersembunyi di celah lereng gunung. Laba - Laba Himalaya Persembunyian tersebut dilakukan untuk mengecoh para pendaki yang berada di gunung. Karena itulah, makhluk ini ditetapkan sebagai penghuni abadi gunung yang puncaknya berada di kawasan Tibet tersebut. Para pendaki mengaku telah melihat makhluk ini ketika berada di atas ketinggian 6.700 meter atau sekira 22 ribu kaki. Laba - laba ini adalah spesies yang tergolong ke dalam famili Salticidae. Spesies ini juga merupakan bagian dari genus Euophrys dan ordo Araneae. Laba - laba yang banyak ditemui di kawasan Nepal ini memakan apapun serangga yang ada di sekitarnya. Mereka hampir satu - satunya hewan yang berada secara permanen berbasis di ketinggian seperti burung. Akan tetapi, laba - laba ini termasuk ke dalam golongan hewan mematikan di dunia. Naik Ke Puncak Himalaya Harap Antre Dahulu! Pada 2012 silam, pendaki gunung asal Jerman, Ralf Dujmovits, menangkap gambar mengejutkan yang menunjukkan ratusan pendaki mengantre untuk mencapai puncak. Iapun memutuskan untuk kembali ke camp setelah melihat antrean tersebut, selain itu pula berbarengan dengan cuaca buruk. Kemacetan menuju puncak Himalaya Pada Mei 2012, pendaki dikabarkan berkerumun di salah satu landmark yang berada di kawasan tersebut dan menunggu selama kurang lebih dua jam untuk sampai pada giliran mereka mendaki ke puncak. Dalam perjalanan hanya setengah hari, 234 pendaki berhasil mencapai puncak, namun empat orang lainnya tewas. Hal ini menyebabkan kekhawatiran besar atas proses pendakian. Pengelola gunung akhirnya menambahkan tali yang dapat digunakan sebagai pegangan oleh para pendaki untuk mengurangi kemacetan karena memang kebetulan medan yang mereka lalui cukup curam. Bahkan ada beberapa pendaki menyarankan untuk dibuatkannya tangga permanen demi keamanan dan keselamatan. Meski begitu banyak pendaki berusaha mencapai puncak Everest, pemerintah Nepal selaku penanggung jawab resmi kegiatan pendakian di Himalaya tersebut mengatakan tidak akan menghentikan aktivitas pendakian. Everest Terus Bertumbuh Setiap Tahunnya Ide untuk melakukan penghitungan ulang untuk membuktikan berapa tinggi dari gunung ini dikatakan oleh para ahli adalah perbuatan yang sia - sia. Pasalnya, setelah diteliti lebih lanjut, puncak gunung ini selalu tumbuh tinggi sekitar empat milimeter setiap tahunnya. Para peneliti mengatakan bahwa awalnya benua India yang merupakan daratan independen ini bertabrakan dengan Asia, sehingga membentuk Himalaya hingga saat ini. Akan tetapi hal yang luput dari penelitian saat itu adalah lempeng benua yang bertabrakan tersebut ternyata masih bergerak dan mendorong pertumbuhan gunung yang lebih tinggi.Peneliti dari Ekspedisi Millenium Amerika mengatakan bahwa pada tahun 1999, mereka telah menempatkan perangkat satelit global positioning di bawah puncak untuk mengukur pertumbuhannya. Hasilnya menakjubkan, ketinggian gunung ini dipastikan selalu berubah setiap tahunnya. Dari 8.848 menjadi 8.850 meter, dan bukan hanya ukuran puncak yang terus tumbuh, namun pergerakan keseluruhan aktifitas gunung ini juga semakin berkembang. Pendaki Everest Wajib Bawa Sampah Saat Turun Banyak gambar yang memperlihatkan kekotoran dari gunung tertinggi di dunia ini. Para pendaki mengotori area pegunungan selama perjalanan menuju puncak. Bukan hanya dikotori oleh mayat pendaki yang tidak bisa bertahan di dalam perjalanan, gunung yang puncaknya tertutup oleh salju ini juga dibuat kotor oleh ulah pendaki nya sendiri dengan sampah bekas makanan atau minuman mereka. Sampah Di Everest Diperkirakan sebanyak 50 ton limbah ada di kawasan ini pada musim pendakian. Lereng penuh dengan sampah botol minuman, peralatan pendakian usang, bahkan kotoran manusia. Sejak tahun 2008 , The Eco Everest Expedition telah mencoba mengatasi hal tersebut. Hasilnya, mereka dapat mengangkut 13 ton sampah sejauh ini. Bahkan pemerintah Nepal pun telah mengeluarkan kebijakan baru untuk para pendaki. Pendaki Everest wajib turun bawa 8 kg sampah menyusul peraturan baru demi menjaga puncak tertinggi di dunia tersebut. Ini adalah berat minimal, di luar sampah para pendaki. Aturan ini merupakan salah satu cara baru yang mulai diberlakukan bagi para pendaki gunung agar dapat menjaga kebersihan di atas sana. Minimal 8 kg sampah yang mereka bawa sendiri juga akan mereka bawa kembali saat turun. Pemerintah Nepal juga telah mengambil tindakan hukum terhadap pendaki yang melanggar aturan baru tersebut meski belum diketahui apakah berupa denda atau hukuman lainnya. Berapa Tinggi Sebenarnya Gunung Everest? Tergantung pada dari sisi mana Anda mengukurnya dan berada di kawasan negara mana. Pasalnya, setiap negara yang dilalui oleh pegunungan ini memiliki versi masing - masing ketinggian gunung yang puncaknya berada di kawasan Tibet tersebut. China sendiri mengatakan puncak berada pada ketinggian 8.844 meter, sementara Nepal mengatakan ketinggian gunung ini sekitar 8.848 meter. Karena perbedaan hasil tersebut, China memutuskan untuk mengukur ulang tinggi gunung. Pengukuran berdasarkan oleh bebatuan yang menjadi struktur di sana, tidak termasuk salju yang berada di bagian paling atas gunung tersebut. Nepal pun meminta bantuan kepada komunitas internasional untuk menghentikan sengketa berkepanjangan soal tinggi dari Gunung Everest. China bersikukuh bahwa ketinggian Everest sebenarnya hampir empat meter lebih pendek dari angka yang menjadi pegangan resmi pemerintah Nepal. Namun, Nepal menegaskan ketinggian sebuah gunung harus dihitung hingga puncak saljunya, seperti dilakukan untuk gunung di seluruh dunia. Sengketa ini muncul dalam pertemuan terakhir antara Nepal dan China yang membahas titik perbatasan di Himalaya. Pemerintah Nepal menegaskan meski sengketa soal ketinggian Everest muncul dalam pembicaraan perbatasan, namun Nepal tetap memegang ukuran tinggi yang sudah ditetapkan. Para ahli geologi mengatakan puncak pegunungan Himalaya masih berusia muda dan masih terus tumbuh bersamaan dengan anak benua India yang terus bergerak di bawah patahan Eurasia. Pergerakan lempeng ini membuat ketinggian gunung - gunung di Himalaya masih terus bertambah. Akhirnya pada tahun 2010, kedua negara sepakat bahwa ketinggian gunung berada pada ketinggian 8848 meter dari atas permukaan laut. Berapa Usia Everest? Meskipun banyak peneliti mengatakan bahwa sejarah Pegunungan Himalaya ini sudah ada sejak 60 juta tahun lalu, akan tetapi sejarahnya telah ada sejak ratusan tahun lamanya. Bebatuan kapur dan sedimen yang ada di puncak gunung pernah menjadi bagian dari lapisan sedimen di bawah permukaan laut berusia 450 juta tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, lantai lautan bebatuan tersebut bersama - sama terdorong ke atas dengan kecepatan hingga 11 cm per tahunnya.Hingga pada akhirnya sampailah pada posisi saat ini di puncak gunung tertinggi di dunia tersebut. Formasi gunung ini mengandung fosil dari makhluk laut dan kerang yang sebelumnya berada di lautan luas.Seorang petualang, Noel Odell pertama kali menemukan fosil tertanam dalam bebatuan Everest pada tahun 1924. Hal ini membuktikan bahwa puncak gunung adalah dasar laut yang terbentuk secara alami hingga saat ini. Spesimen bebatuan pertama dari gunung ini dibawa kembali oleh pendaki Swiss pada tahun 1956 dan tim pendaki Amerika pada tahun 1963.
  9. carl

    Sejarah Gunung Bromo

    Sejarah Gunung Bromo Di wilayah pegunungan di Tengger, kita mengenal adanya Gunung Batok, lautan pasir, dan kawah Gunung Bromo yang terkenal. Ternyata mereka punya asal-usul dan sejarah dalam bentuk legenda. Sebelum Rara Anteng dinikahi Joko Seger (lihat posting sebelum ini), banyak pria yang naksir. Maklum, kecantikannya sangat alami sebagaimana Dewi. Di antara pelamarnya, terdapat Kyai Bima, penjahat sakti. Rara Anteng tidak bisa menolak begitu saja lamaran itu. Ia menerimanya dengan syarat, Kyai Bima membuatkan lautan di atas gunung dan selesai dalam waktu semalam. Kyai Bima menyanggupi persyaratan tersebut dan bekerja keras menggali tanah untuk membuat lautan dengan menggunakan tempurung (batok) yang bekasnya sampai sekarang menjadi Gunung Bathok, dan lautan pasir (segara wedhi) terhampar luas di sekitar puncak Gunung Bromo. Untuk mengairi lautan pasir tersebut, dibuatnya sumur raksasa, yang bekasnya sekarang menjadi kawah Gunung Bromo. Rara Anteng cemas melihat kesaktian dan kenekatan Kyai Bima. Ia segera mencari akal untuk menggagalkan minat Kyai Bima atas dirinya. Ia pun menumbuk jagung keras-keras seolah fajar telah menyingsing, padahal masih malam. Mendengar suara orang menumbuk jagung, ayam-ayam bangun dan berkokok. Begitu pula burung. Kyai Bima terkejut. Dikira fajar telah menyingsing. Pekerjaannya belum selesai. Kyai Bima lantas meninggalkan Bukit Penanjakan. Ia meninggalkan tanda-tanda: Segara Wedhi, yakni hamparan pasir di bawah Gunung Bromo Gunung Batok, yakni sebuah bukit yang terletak di selatan Gunung Bromo, berbentuk seperti tempurung yang ditengkurapkan. Gundukan tanah yang tersebar di daerah Tengger, yaitu: Gunung Pundak-lembu, Gunung Ringgit, Gunung Lingga. Gunung Gendera, dan lain-lain. Gambar Gunung Bromo:
  10. Satu lagi gunung berapi super besar ditemukan di bumi. Gunung berapi ini tidak tinggi, namun gunung berapi ini adalah yang terbesar. Dan bukan hanya yang terbesar di bumi saja, namun juga yang terbesar di sistem tata surya kita. Para peneliti dari University of Houston telah menemukan sebuah struktur yang telah lama menghilang di bawah Samudera Pasifik. Gunung ini sangat besar, bahkan begitu besarnya hingga tak begitu tampak sebelumnya. Struktur yang berbentuk gunung berapi bernama Tamu Massif ini rupanya juga memiliki ukuran yang tak main-main. Gunung ini dinamai TAMU singkatan dari Texas A & M University. Sedangkan “Massif” adalah sebutan untuk berbagai jenis struktur pegunungan. Dalam hal ini Tamu Massif termasuk tipe Shield volcano atau gunung yang kubah atau kawahnya masih menutup. Temuan gunung ini sebanding dengan ukuran New Mexico atau Kepulauan Inggris. Begitu besarnya gunung ini hingga terlihat tak terlalu tinggi yang diakibatkan oleh maha luasnya gunung ini. Masih menurut peneliti, lebar dari gunung api ini saja, sekitar 643 km. Namun semuanya masih ada dibawah lautan luas, yaitu dibawah Samudera Pasifik. Posisi gunung super besar ini ada di sebelah Barat Laut dari Samudera Pasifik yang dikenal sebelumnya sebagai daerah Shatsky Rise dan negara yang paling dekat dengan gunung ini adalah Jepang (lihat via satelit). Jadi dari Jepang arahnya ada di sebelah timur dari Jepang atau berada sekitar 1.600 kilometer (990 mil) dari pantai Jepang. Geologi Gunung Tamu Massif Perbandingan gunung tertinggi di planet Bumi, Mauna Loa Hawaii (garis hijau) , gunung tertinggi di tata surya, Olympus yang ada di planet Mars (garis biru) dan gunung terbesar di planet Bumi, Tamu Massif (garis kuning) Puncak gunung Tamu Massif masih berada sekitar 2.000 meter (2 km) dibawah muka lautan Pasifik atau sekitar 6.500 kaki. Dan penampang taau alasnya gunung Tamu Massif ini memanjang sekitar 6,4 kilometer atau 4 mil. Sedangkan luasnya area gunung ini selebar 450 kilometer sampai 650 kilometer (280 mil × 400 mil) atau lebih dari 260.000 kilometer persegi (100.000 sq mil). Kubah bulat memanjang di area seluas 280 sampai 400 mil (450 kilometer dengan 650), dengan total lebih dari 100.000 mil persegi, jauh lebih besar dari gunung Mauna Loa (2.000 mil persegi) Artinya, hanya 20% lebih kecil dari Mars raksasa gunung Olympus Mons di Mars yang merupakan gunung terbesar setata surya. Jika dibandingkan, maka ukuran gunung berapi Tamu Massif ini sama lebarnya dengan kepulauan Inggris Raya dan bisa disejajarkan lebar kawasannya dengan Olympus Mons. Selama ini diketahui bahwa gunung tertinggi di planet Bumi adalah gunung Mauna Loa di Hawaii yang membuat hingga pulau Hawaii dapat muncul ke atas permukaan Samudera Pasifik yang sangat dalam. Sedangkan untuk gunung Everest sebenarnya adalah gunung yang tertinggi yang diukur hanya dari atas permukaan air laut hingga ke puncaknya saja. Artinya jika Everest dibandingkan dengan Mauna Loa dari kaki gunung masing-masing, maka Everest masih kalah dalam hal tingginya dibanding Mauna Loa. Sedangkan gunung tertinggi di tata surya masih disandang oleh gunung Olympus Mons yang ada di planet Mars. Kembali ke gunung “bawah laut” Tamu Massif yang lebarnya ratusan kilometer, maka gunung ini luasnya melebihi gunung-gunung di planet bumi yang dikenal selama ini sebagai “Super Volcano”. Lalu para peneliti mengkategorikan gunung Tamu Massif yang luas kawasannya mencakup wilayah ratusan kilometer ini sebagai “Mega Volcano“. Menurut perhitungan, Tamu Massif diperkirakan terbentuk sekitar 145 juta tahun lalu. Penemuan sebagai gunung berapi tunggal di dalam area Shatsky Rise ini membuat gunung ini sebagai gunung berapi terbesar di Bumi, melebihi Mauna Loa. “Kami tahu ini merupakan sesuatu yang berapi. Masalahnya kami tak mengetahui apa yang sebenarnya ada di sana. Kami tak mengetahui strukturnya dengan jelas,” kata William Sager, pemimpin penelitian. Penemuan gunung berapi terbesar ini sendiri pertama kali dilakukan dengan menggunakan kapal untuk menuju Pasifik. Peneliti kemudian berhenti di Shatsky Rise, sebuah semenanjung yang kemudian diketahui berada dalam struktur Tamu Massif yang seluruh massanya terdiri dari basal. Struktur lerengnya sangat bertahap, mulai dari kurang dari setengah derajat hingga satu derajat didekat puncaknya. Dengan menggunakan lineations magnetik, ada tiga bathymetric (batimetri) tertinggi dan punggung bukit rendah yang menyiratkan ada tiga gunung berapi yang terpisah, tetapi model kepala yang menyembul menunjukkan bahwa gunung ini adalah gunung berapi tunggal yang besar. Artinya, jika meledak maka lelehan magmanya akan meluber ke mana-mana.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy