Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gubernur'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 14 results

  1. Seorang perempuan yang terserang stroke menangis saat melihat calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Perempuan itu bernama Lani (55). Dia tinggal di Jalan Tipar Timur, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, daerah yang disambangi Ahok untuk berkampanye jelang Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017. Lani terserang stroke sejak 2015 lalu. Dia mengaku kerap melihat Ahok di televisi. Lani senang akhirnya bisa melihat mantan Bupati Belitung Timur tersebut secara langsung. "Lihat orangnya biasa di TV," ucap Lani, Senin (2/1/2017). Lani sempat minta didoakan Ahok agar lekas sembuh dari penyakit stroke. Dia juga bersyukur karena mendapat Kartu Jakarta Sehat, sehingga biaya rumah sakit ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Stroke, ngomongnya belok. Sudah setahun. Biasa berobat di Rumah Sakit Islam. Pakai KJS kalau bayar mahal," ucap Lani. Ahok meminta Lani untuk bersabar menghadapi stroke yang dideritanya. Dia mendoakan Lani untuk lekas sembuh. Ahok mengatakan, Lani bisa mengirimkan pesan langsung ke ponsel genggamnya jika ada keluhan. "Sabar aja Bu. Saya doain biar cepat sembuh. Bisa SMS saya kalau perlu apa-apa ya. Enggak apa-apa, kalau ada apa-apa SMS," ucap Ahok kepada Lani.
  2. WNI Diaspora di AS untuk kedua kalinya mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Ini adalah acara kedua mereka mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Alasan mereka mengadakan acara ini karena mereka sangat prihatin sekali dengan keadaan di tanah air akhir-akhir ini. Utomo Lukman salah seorang relawan Teman Ahok Los Angeles yang juga anggota PDI Perjuangan mengatakan bahwa "NKRI hidup dengan berlandaskan Pancasila. Mari kita semua bersatu padu. Jangan sampai terpecah belah." Acara yang didahului dengan nyanyian Indonesia Raya dipimpin oleh relawan Ahok, Yanti Walter, ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat seperti Buce Lie, wakil dispora Los Angeles. Beliau juga mengatakan sangat prihatin sekali dengan keadaan di tanah air dan tidak mengerti apa yang sebenarnya sebenarnya terjadi. “Sangat disayangkan kalau memang itu karena ketidaksukaan pada Ahok karena UU di Indonesia jelas-jelas menyatakan bahwa siapa yang lahir di Indonesia artinya adalah Indonesia,” kata Buce. Pertemuan di Food Court Hongkong Plaza, West Covina ini diselenggarakan Oleh Utomo Lukman, Erwina Hawadi, Jeffrey Sangari, Ina Herkata, Toar Lumingkewas, Eki Gondosaputro, dan Prima Bernardus atas initistif mereka dan permintaan masyarakat Indonesia Los Angeles yangg resah melihat keadaan di tanah air. "Pada prinsipnya kita tidak ingin melihat NKRI terpecah belah" kata Toar. Erwina menambahkan "Kita kan juga jadi gelisah membaca berita dari tanah air yang ujung-ujungnya malah saling berantem, dan adu domba. Hati-hati, ini juga sudah masuk berita dunia lho. Pasti ada yang tepuk tangan melihat kita pada berantem." Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama untuk keutuhan NKRI dan dukungan mereka kembali kepada Ahok-Djarot untuk memimpin Jakarta. Pesan masyarakat Indonesia yang hadir pada pertemuan di Los Angeles, California ini adalah agar Ahok tetap tabah, sabar, dan terus bekerja keras untuk kemakmuran ibu kota Jakarta. [www.voaindonesia.com]
  3. Beberapa warga Jalan Ayub di Rawabelong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menolak kedatangan Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat blusukan untuk kampanye Rabu (2/11). Alasan warga karena calon petahana itu telah melecehkan kitab suci Alquran. Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul mengatakan, yang melakukan penolakan bukanlah warga Jalan Ayub. Melainkan kelompok masyarakat yang menang tidak senang terhadap mantan Bupati Belitung Timur tersebut. "Kan yang nolak-nolak itu gerakan kiri," ujar Ruhut kepada JawaPos.Com, Kamis (3/11). Menurut politikus Partai Demokrat itu, kawasan Jakarta Barat adalah basis massa terbesar yang mendukung Ahok yang berduet dengan Djarot S Hidayat. Karenanya penolakan itu tidak masuk akal sehat. "Daerah Kebon Jeruk itu pendukung Ahok," katanya. Ruhut pun tetap optimistis peristiwa itu tak akan mengegrus dukungan suara untuk Ahok. Bahkan, kata Ruhut, elektabilitas Ahok makin meroket. Dalam pengamatan Ruhut, orang yang dizalimi biasanya akan semakin dicintai. "Itu sudah hukum alam orang dianiaya, terzalimi orang makin cinta. Apalagi orang sudah merasakan hasil kerja Ahok di Jakarta ini," tuturnya.
  4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini masih terbuka jika Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ingin mencari nominasi partai sebagai calon untuk pemilihan gubernur tahun depan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, yang merupakan politikus PDI Perjuangan, mengatakan bahwa masih ada kesempatan bagi Ahok untuk menjalankan dengan dia dalam pemilihan dengan dukungan dari PDI-P sebagai awalnya direncanakan sebelum Ahok menyatakan dirinya sebagai calon independen. Tapi Djarot menekankan bahwa partai untuk membuat keputusan tentang pencalonannya. “Ini akan menjadi keputusan PDI-P untuk memasangkan dia dengan setiap calon. Saya akan menerima tugas partai apakah sebagai [calon] gubernur atau wakil gubernur, “tambahnya. Dia mengatakan, pihaknya akan mendeklarasikan pencalonan gubernur Jakarta pada bulan Agustus. Juru bicara Teman Ahok (Friends of Ahok) Singgih Widyastono mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa Ahok akan membuat keputusan pada hari Rabu apakah akan menjalankan sebagai calon independen atau sebagai calon nominasi dari tiga partai politik – Partai Golkar, Hanura dan Partai NasDem. PDI-P, partai terbesar di dewan kota dengan 28 kursi, adalah satu-satunya partai mampu untuk nama pasangan calon gubernur dalam pemilu tanpa kerja sama dengan partai-partai politik lainnya. ambang batas 22 kursi untuk satu partai atau koalisi partai-partai politik untuk mengajukan calon. Sementara itu, Teman Ahok telah mengumumkan bahwa kelompok bisa menerima keputusan apapun yang dibuat oleh Ahok meskipun relawan telah mengumpulkan 1 juta salinan kartu identitas pemilih, lebih dari cukup untuk memenuhi kriteria untuk menjalankan sebagai calon independen. Pada bulan Maret, Ahok mengumumkan rencananya untuk menjalankan sebagai calon independen dan menjabat Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Jakarta Heru Budi Hartono sebagai pasangannya.
  5. Bakal calon gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut ada yang terus berusaha mengganjal niatnya maju di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2017 melalui jalur independen. Pihak itu tentu saja adalah lawan politiknya yang tak lagi menghendaki Ahok memimpin Jakarta. Setelah gagal memasukkan syarat yang memperberat calon independen, kini muncul isu bahwa dukungan fotokopi kartu tanda penduduk harus bermeterai. Ahok merasa jika semua dukungan harus bermeterai tentu akan memberatkan. Ilustrasinya, satu meterai berharga Rp 6.000 sehingga bila 1 juta dukungan, maka butuh Rp 6 miliar. Ahok mengaku saat ini tak mau ambil pusing dengan persyaratan calon independen di Pilgub DKI. Termasuk jika dia gagal maju Pilgub DKI hanya gara-gara KTP dukungan tak bermeterai. Dia pun mempersilakan calon lain 'mengambil' jabatan gubernur DKI Jakarta. Toh hingga kini Ahok tak melihat program-program yang ditawarkan oleh para calon tersebut selain hanya ingin mengganjal langkahnya maju Pilgub DKI. "Orang pengin banget jadi gubernur. Orang enggak pernah kasih program apa kalau jadi gubernur. Saya sampai hari ini enggak dengar programnya apa. Jadi kalau mau jadi gubernur, ambil aja deh. Kalau cuma gara-gara KTP saya enggak bisa ikut (Pilgub DKI)," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2016). Ahok pun memilih berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI yang akan berakhir pada 2017 nanti. "Saya sampai Oktober 2017 saya berusaha semampu saya, habis itu silakan pesta pora," kata dia. Soal persyaratan bermeterai di fotokopi dukungan ini sebenarnya sudah dijelaskan oleh Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay. Menurut dia meterai disertakan dalam satu bundel dukungan kolektif per desa atau kelurahan bukan satu meterai untuk satu surat pernyataan dukungan per orang. "Jadi setiap bundel dukungan untuk satu desa, mereka perlu mereka meletakkan meterai dan ditandatangani bakal calon di atas meterai tersebut. Jadi bukan satu meterai untuk satu orang yang memberikan pernyataan dukungan," ujar Hadar.
  6. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok bakal maju pada Pilkada DKI lewat jalur independen, tidak menggunakan kendaraan partai politik. Meski telah mengambil jalur independen, suara Ahok masih tetap unggul dibanding bakal calon yang lainnya. Hal ini, berdasarkan hasil survei Sinergi Data Indonesia (SDI), yang melibatkan 500 responden di seluruh wilayah DKI, minus Kepulauan Seribu. Ahok unggul dibanding bakal calon gubernur DKI lainnya, yakni Sandiaga Uno, Yusril Izha Mahendra, Adhyaksa Dault, Roy Suryo, Ahmad Dhani, Biem Benyamin, Anis Matta, Djarot Saeful Hidayat, dan Boy Sadikin. "Suara Ahok masih lebih tinggi dibanding akumulasi total suara penantang. Dimana mendapatkan 39,2%. Sedangkan calon lainnya 35,6%, dan yang masih ragu atau memilih tidak menjawab sebesar 25,2%," ujar Direkur SDI Barkah Patimahu di Jakarta, Minggu 13 Maret 2016. Barkah menjelaskan, mantan Bupati Belitung Timur itu meraih suara tertinggi, karena secara umum, Ahok dinilai baik dalam menjalankan birokrasi dan pelayanan publik, serta disiplin kerja. "Sebanyak 72,20%, responden menyatakan baik. Yang mengatakan tidak baik atau buruk hanya sebesar 14,8%. Sedangkan yang menyatakan sangat buruk hanya 10,40%, dan sisanya sebanyak 2,60% memilih tidak tahu atau tidak menjawab," papar dia. Jika mengacu data dari relawan TemanAhok, jumlah KTP yang sudah dikumpulkan sudah terkumpul 784.977 KTP, yang mendukung mantan politikus Partai Golkar dan Gerindra itu.
  7. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Duri Kembangan, di Rusun Daan Mogot, Jakarta Barat. Ahok sempat disuguhi berbagai makanan dari hasil perkebunan hidroponik yang digarap warga. Setelah membuka RPTRA, Ahok berkeliling ke sekitar rumah susun. Ada sederet tanaman hidroponik yang sudah bisa dipanen. Bersama sang istri Veronica Tan, Ahok memanen beberapa tanaman sayur yang ada. Pria berkaca mata itu lalu bergeser ke meja makanan. Beberapa menu sudah siap disantap seperti sayur lodeh, tahu bacem, dan ayam rica-rica. Mantan Bupati Belitung Timur itu diambilkan mangkuk plastik kecil dan mengambil sendiri sayur lodeh yang ada. Ahok memanggil sang istri yang sedang berbincang dengan para ibu-ibu PKK yang ada. Dibalut pakaian serba coklat, Veronica pun ikut mencicipi. "Enak nih. Bener. Enak, mau coba enggak?" kata Ahok setelah mencicipi sayur. Menoleh ke kiri, perhatian Ahok tertuju pada sebuah makanan. Lalu, Ahok menggunakannya sebagai bahan untuk menggoda para ibu di depan sang istri. Ahok dikenal sebagai pemimpin yang tegas saat bekerja. Di rumah, dia tidak bisa melawan sang istrinya, Veronica Tan. Tapi, bukan berarti dia genit lho. Ahok hanya teringat, biasanya bahan kimia berbahaya ditemukan dalam makanan itu. "Ini tahunya ada formalin enggak nih? Aduh musti dicek dulu nih. Jangan sampai ada yang berformalin ini," goda Ahok. "Tenang aja pak, ini aman," sahut para ibu. Usai mencicipi makanan, Ahok melanjutkan perjalanan mengelilingi RPTRA dan Rusun Daan Mogot.
  8. Ahmad Dhani menyatakan kesiapannya untuk menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Bahkan ia rela menjual sebagian hartanya untuk dapat terpilih menjadi Gubernur. Dhani siap merelakan sebagian harta yang dimilikinya, karena ia menganggap tak sedikit materi yang akan dikeluarkan untuk segala proses terjun ke dunia politik. Seperti halnya survei ataupun sosialisasi kepada masyarakat membutuhkan biaya yang besar. "Siapin uang yang banyak. Bila perlu sampai jual-jual barang. Karena ternyata butuh uang banyak untuk menjadi bakal calon gubernur. Harus ada uangnya untuk bikin survei atau sosialisasi," ujar Ahmad Dhani di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016). Tak tanggung-tanggung, suami Mulan Jameela ini bahkan rela untuk menjual kendaraan roda empatnya yang cukup mewah. "Saya siap jual barang dan mobil," paparnya. Bos RCM ini pun tak permasalahkan jika ia harus merelakan sebagian harta demi tercapainya keinginan Dhani. Pentolan grup Dewa 19 ini juga sudah meminta restu kepada anaknya untuk menjual mobilnya. "Enggak masalah lah kan mobil saya bukan mobil Al kecuali mobil mereka. Iya sudah bilang ke mereka untuk itu," tukasnya.
  9. Ahmad Dhani siap maju menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Kalaupun nantinya gagal terpilih menjadi orang nomor satu di Ibu Kota, Dhani tak mempermasalahkannya. Ia sudah menyiapkan hal lain yang tak kalah berharga. Pria berusia 43 tahun kelahiran Surabaya ini akan menghabiskan waktu dengan Safeea, buah hatinya bersama Mulan Jameela,. Bagi Dhani hal itu sudah cukup untuk membuatnya bahagia dalam mengisi hidupnya. "Saat ini saya sedang benar-benar menikmati hidup bersama Safeea. Jadi kalau misalnya suatu saat enggak jadi maju saya masih tetap bersyukur artinya saya masih bisa menikmati waktu bersama Safeea," ungkap Dhani di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016). Bos Republik Cinta Management ini juga ingin memanfaatkan kesempatan untuk berbagi keceriaan dan kasih sayang dengan Safeea sebelum dirinya disibukkan dengan berbagai kegiatan andaikan terpilih menjadi gubernur. "Karena kalau sudah menjadi calon dan (terpilih sebagai) gubernur itu artinya waktu bersama Safeea juga akan hilang. Padahal waktu bersama Safeea mahal sekali harganya," kata Dhani.
  10. Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, mulai muncul nama-nama yang akan bersaing memerebutkan kursi nomor satu di Ibu Kota. Ahmad Dhani digadang-gadang bakal maju sebagai bakal calon Gubernur yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ternyata Farhat Abbas tak mau kalah. Kepada wartawan, Farhat Abbas penuh percaya diri mengumumkan dirinya juga sebagai calon pemimpin DKI. Farhat Abbas yakin popularitasnya lebih tinggi dibanding Ahmad Dhani, bahkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Yang dia jadikan patokan adalah ajang penghargaan yang digelar salah satu Infotainment beberapa waktu lalu. "Farhat Abbas lebih poluler di antara semuanya. Tahun 2016 Farhat Abbas terpilih sebagai Selebrity Terobsesi dari Global TV. Ahmad Dhani tidak masuk nominasi apa pun. Apalagi Ahok," cetus Farhat Abbas, Kamis 11 Feb 2016. Lebih lanjut, Farhat Abbas sesumbar, dirinya bakal menang jika dilakukan survey lebih lanjut. "Sebaiknya segera dilakukan survey, mana yang terlayak dalam elektabilitas. Farhat Abbas, Ahok, ataukah Ahmad Dhani?" pungkas Farhat Abbas dengan percaya diri.
  11. Gubernur merupakan orang nomor satu di wilayah yang dipimpinnya. Wajar jika setiap gerak-geriknya dikawal ketat dan difasilitasi dengan mewah. Namun apa yang diperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, nampaknya berbeda. Pria yang kerap disapa Ahok ini terlihat makan siang dengan lahap dengan hidangan dari warga Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, usai acara peresmian Masjid Rusun Marunda dan peluncuran bus pengumpan (feeder) TransJakarta gratis bagi penghuni rusunawa pada Minggu 17 Januaari 2016. Caranya makan, caranya duduk, dan di mana Ahok memilih posisi kursi pun jadi pandangan menarik, yang memperlihatkan dirinya tidak alergian dan tak mengambil jarak dengan masyarakat. "Tidak berpura-pura sudah kenyang, atau terpaksa mengambil makan, tetapi cara makannya celamitan, antara mau, ogah, dan setengah jijik," ujar akun Kartika Santi sembari mengunggah foto tersebut. Meski menunya sederhana, Ahok tetap lahap memakan hidangan yang disediakan. Padahal, Santi menuturkan menu makannya hanya berlaukkan sayur asem, ikan teri, dan tempe goreng. Bahkan Ahok sempat menambah lagi menu sayur asem yang disajikan. "Hidangan yang disajikan oleh penghuni Rusunawa sangat nikmat dan tak kalah dengan sajian di restoran mewah sekali pun," kata Ahok memuji masakan warga rusun ketika berada di lokasi. Potret kesederhanaan Ahok ini pun menuai banyak simpati dari netizen. Banyak yang memuji sikapnya yang sederhana dan tak jaim dengan warga yang dipimpinnya. "Semoga dimuliakan dunia akherat Pak Ahok dan keluarganya," kata akun Manto Cahyo mengomentari. "Beda dengan papa minta lobster hehehehehe," kata akun Daniel Hasan sembari membagikan foto tersebut.
  12. Dia memang sudah "gila" sejak dulu......, susah cari orang seperti dia. Bagi saya, dia adalah keajaiban untuk Indonesia. Foto ini diambil saat dia masih jadi bupati, menunggu dan mengawasi kalau sampai pegawai kantornya ada yg berkeliaran di jalan saat jam kerja. Kalau kedapatan, langsung dia kejar...! Itu tangkai pel, lambang "sedang ada pembersihan ". Gilaaaa kaaaan, sampai mau duduk dipinggir jalan gitu. Saluuuut...
  13. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengingatkan 327 pejabat yang baru dilantik agar tidak main dukun. Menurut Ahok, kalau ada yang tidak senang dengan kepemimpinnya agar menghadap langsung. Katanya, ruangan gubernur terbuka untuk siapa saja yang ingin mengadukan keluhannya. Bahkan Ahok mengingatkan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk tidak perlu main dukun segala. Karena Ahok, telah berpengalaman soal dukun-dukunan saat dia telah terjun di dunia politik. "Udah jangan main dukun-dukun segala. Saya udah pengalaman yang begituan. Dulu saya pernah waktu masih jabat Bupati Belitung ada orang yang mau dukunin (nyantet) dengan cara datang ke kantor meludah-ludah dan masuk ke ruangan saya. Bukannya saya yang mati malah dukunnya yang mati," cerita pria berusia 49 tahun itu. Ia juga teringat dengan kata-kata yang pernah diucakan oleh ayahnya. Kata ayahnya, lawan saja orang-orang yang nyantet dan main dukun tak usah takut. "Kata bapak saya, kalau ada orang yang jahat sama kita, itu barang-barang yang buat nyantet ambil, gantung taruh di depan pintunya. Artinya apa? Kita itu lebih hebat dari dukun itu," ucap suami dari Veronica Tan itu. Bahkan dirinya pernah dikirimkan wewangian ke ruangannya. Ia tak gentar sedikit pun dengan hal-hal gaib seperti itu. Menurutnya, selama benar, tidak perlu yang ditakuti. "Saya tahu kalau ada orang yang mau jahat sama saya. Itu ruangan saya di wangi-wangiin, ditaruh macem-macem. Tapi saya masih sehat, kalau kita benar kenapa takut meski diberondong peluru juga jangan takut, kita benar," kata Ahok.
  14. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Senin siang (13/7) menerima kunjungan Walikota Houston Texas,Annise D. Parker, di Gedung Balaikota Jakarta. Reporter VOA, Ahadian Utama, melaporkan dari Jakarta. VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy