Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'google play store'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Baru saja beberapa hari masuk ke Play Store, plug-in anti iklan pertama milik Samsung yang bernama Adblock Fast langsung dihapus oleh Google dari toko aplikasinya karena dianggap melanggar beberapa ketentuan yang berlaku. Adblock Fast merupakan plug-in fitur anti iklan yang dikembangkan dari hasil kerja sama Samsung dengan sebuah rintisan perusahaan bernama Rocketship Apps. Adblock Fast diintegrasikan ke dalam browser bawaan smartphone Samsung Galaxy untuk memblokir iklan yang dianggap mengganggu. Kemudian pengembangnya pun membuka application programming interface (API) miliknya agar pengembang pihak ketiga juga dapat ikut membangun fitur pemblokiran konten yang ada di aplikasi Samsung Internet pada ponsel Galaxy. Menurut developer dari Rocketship bernama Brian Kennish, Google menyebut Adblock Fast melanggar bagian 4.4 dari Developer Distribution Agreement, yang melarang aplikasi atau plugin di Play Store untuk ‘mengganggu’ perangkat, jaringan, atau layanan pihak ketiga. Setelah Google menghilangkan plugin ini, software anti iklan serupa justru bermunculan. Salah satunya Crystal yang merupakan aplikasi pemblokir iklan populer pada platform iOS dan yang terkenal Adblock Plus. Tak jelas apakah Google memang belum menyadari kehadiran aplikasi Crystal dan Adblock Plus, atau memang Rocketship sudah melakukan hal lain yang dianggap pelanggaran oleh Google, Sedangkan Crystal dan Ablock Plus tidak melakukan pelanggaran, seperti yang dikutip dari The Verge, Kamis (4/2/2016). Browser lain juga memungkinkan untuk menambahkan plugin semacam ini, seperti Firefox namun hanya bisa melalui browser itu sendiri. Samsung sejatinya juga dapat mendistribusikan aplikasinya melalui Samsung App yang sudah terinstal pada smartphone Galaxy, namun perusahaan menolak memberikan komentar tentang hal ini. Tentu saja, Samsung merupakan vendor smartphone Android terbesar di dunia dengan jutaan smartphone Galaxy yang beredar di seluruh dunia saat ini. Jika raksasa Korea Selatan itu memblokir iklan-iklan yang ada di ponselnya, tentu hal tersebut akan mengancam kelangsungan bisnis iklan yang ada di sistem operasi Android.
  2. Produsen antivirus Avast mengklaim telah menemukan malware penggangu yang selama ini bersembunyi di toko aplikasi Google. Program jahat itu sudah menginfeksi jutaan perangkat Android. Google memang sudah coba melakukan berbagai cara untuk melindungi toko aplikasi mereka dari program jahat, namun tetap saja para penjahat cyber tidak kehilangan akal. Peneliti dari Avast Software menemukan beberapa aplikasi yang ternyata di dalamnya mengandung sederet kode program jahat. Hebatnya, program ini akan aktif setelah beberapa hari terpasang pada ponsel atau tablet Android. Game tersebut bernama Durak dan beberapa game soal pengujian IQ yang sudah diunduh jutaan kali. Durak disebut salah satu program yang paling jahat dan canggih. Saat pengguna memasang Durak, aplikasi tersebut akan meminta izin seperti aplikasi lainnya. Semua proses normal, dan setelah terpasang pun tak ada tanda-tanda aneh. “Hal akan berubah setelah anda melakukan restart dan menunggu beberapa hari. Setelah sepekan, anda mungkin mulai merasa ada yang salah dengan gadget yang dipakai,” Filip Chytry, peneliti dari Avast melalui blog perusahaan tersebut. Dikutip CNN Indonesia, Kamis (5/2). Tanda pertama adalah, saat gadget terkunci maka bakal ada iklan yang mengatakan bahwa data dalam ponsel sedang terancam. Pengguna pun kemudian diarahkan untuk melakukan pencegahan. Tapi bukannya solusi yang didapat, pengguna yang terkecoh justru tanpa sadar akan mengirimkan SMS premium ke nomer yang sudah ditentukan pembuat aplikasi tersebut. Pulsa ponsel pun langsung terpotong. Temuan ini kemudian dilaporkan Avast kepada Google. Dan dalam waktu singkat, semua aplikasi yang terdeksi memiliki program tersebut langsugn dihapus dari Google Play Store.
×
×
  • Create New...