Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'google maps'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Bagi seorang turis yang kerap tidak tahu rute jalan kadang suka dikerjai oleh supir taksi yang nakal tujuannya agar argo yang dibayar semakin mahal. Nah, fitur Google Maps akan memberikan peringatan kepada pengguna jika taksi yang dinaikkin menyimpang alias keluar jalur yang seharusnya. Meski alasan tersebut tidak melulu supir nakal karena memang mungkin saja ada penutupan jalan atau mencari jalan yang lebih cepat yang belum diketahui dari Google Maps. Pun demikian alasannya, Google Maps akan tetap memberikan peringatan kepada pengguna jika Taksi yang dinaikkin keluar jalur lebih dari 500 meter, hal ini memberikan agar pengguna tetap waspada dan aman ketika berpergian di kota yang asing. Saat aplikasi ini telah diperbaharui fitur Stay Safe ini akan muncul ketikan pengguna memilih 'Get Direction'. Dilansir detikINET dari Techradar, fitur ini dinamai Stay Safe yang dilaporkan oleh XDA Developers fitur ini pertama kali muncul di India pada awal tahun ini. Kini Fitur tersebut tampaknya sudah digulirkan oleh Google secara global, namun saat ini negara yang sudah mendapatkan baru Amerika Serikat dan Belanda dan semoga negara-negara lainnya akan segera mendapatkan versi terbaru ini. Saat aplikasi ini telah diperbaharui fitur Stay Safe ini akan muncul ketikan pengguna memilih 'Get Direction'.
  2. Rumah milik seorang wanita bernama Lindsay Diaz di daerah Rowlett, Texas, Amerika Serikat, hancur karena kesalahan sebuah perusahaan pembongkaran rumah. Bukannya bertanggung jawab, perusahaan pembongkaran rumah itu justru menunjukkan screenshot aplikasi Google Maps yang keliru menunjukkan koordinat rumah yang harus dibongkar sesuai jadwal. Sebagai korban, Diaz melayangkan tuntutan untuk memperbaiki rumahnya. Bersamaan dengan kejadian ini, ia juga meminta perbaikan atas beberapa rumah lain di sekitarnya yang mengalami kerusakan akibat tornado yang terjadi pada akhir Desember tahun lalu. Terkait dengan kasus ini, Google mengakui bahwa aplikasi peta digital miliknya, Google Maps, memang salah menunjukkan alamat. "Google Maps memang menunjukkan informasi yang salah untuk rumah yang bersangkutan," kata juru bicara Google kepada CNN Money. Sesaat setelah kasus ini mencuat, Google segera membenahi aplikasi Maps agar tak lagi menyebabkan kejadian serupa. "Masalah ini menjadi perhatian kami dan kini sudah diperbaiki." lanjut juru bicara Google. Di sisi lain, Billy L. Nabors Demolition, perusahaan yang bertanggung jawab atas kerusakan rumah itu, nampaknya enggan mengurus kasus tersebut. "Dia mengatakan perusahaannya meminta maaf atas kejadian ini dan akan lebih baik lagi ke depannya. Namun ia menyerahkan semuanya kepada asuransi dan ini mungkin akan menjadi hal yang tak menyenangkan," kata Diaz setelah ia menghubungi presiden direktur Billy L. Nabors Demolition.
  3. Aplikasi Google Maps telah dilengkapi dengan fitur Google Indoor Maps yang dapat digunakan untuk bernavigasi di dalam ruangan. Fitur ini tersedia di 24 negara termasuk Indonesia.
  4. Dipamerkan untuk pertama kali pada ajang Google I/O Mei lalu, kemampuan mengakses Google Maps tanpa koneksi internet (offline) akhirnya sudah bisa digunakan di Indonesia mulai Senin 23 November 2015. "Dengan peluncuran fitur offline di Google Maps, kami ingin menghilangkan ketidakpastian ini (internet putus mendadak) agar orang Indonesia bisa menemukan tujuan mereka tanpa berbelok di jalan yang salah," kata Nikhil Vaishnavi, Product Manager Google Maps. Fitur offline ini mengizinkan pengguna untuk mengunduh sebuah area ke ponsel. Jadi, saat perangkat mulai offline, Google Maps tetap bisa bekerja seperti biasa. Saat masuk ke mode offline, pengguna tetap bisa mencari destinasi, mendapat navigasi belokan demi belokan, dan menemukan informasi tentang destinasi tersebut, seperti jam operasional, nomor telepon, danrating. Tentu saja, area yang ingin dicari pengguna sebelumnya sudah harus diunduh terlebih dahulu sebelum masuk ke mode offline. Apabila area belum diunduh, Google Maps tidak akan menampilkan destinasi yang dicari. Kemampuan akses offline ini diharapkan dapat membantu pengguna memangkas pemakaian data (dan sedikit banyak penggunaan baterai) saat mengakses Maps di tengah jalan. Kemampuan offline tersebut bakal hadir di Google Maps versi terbaru. Google mengungkapkan, versi terbaru ini akan dirilis secara bertahap kepada pengguna Android mulai hari ini. Sementara itu, versi iOS bakal segera menyusul. Bagi pengguna yang sudah mendapat pembaruan, berikut langkah-langkah memanfaatkan fitur akses offline pada Google Maps. Untuk perangkat berbasis Android: Untuk perangkat berbasis iOS: Untuk melihat peta offline, masuk ke Google Maps, kemudian sentuhthree vertival dots dan pilih area offline. Untuk versi iOS, ukuran terbesar untuk peta offline adalah 50 km x 50 km. Jika mencoba untuk menyimpan area yang lebih besar dari ukuran maksimum, pengguna akan diminta memperkecil area unduhan. Sementara itu, untuk versi Android, area yang bisa diunduh adalah 120.000 kilometer persegi.
  5. Baru-baru ini Google telah mematenkan sistem deteksi lubang terbaru untuk menghindarkan mobil dari gangguan jalan berlubang. Pengajuan paten Google ini dirancang dengan detektor lubang yang menggunakan kombinasi GPS dan sensor gerak untuk mengetahui di mana letak jalan yang berlubang. Google ingin mempertahankan database up-to-date dari jalan rusak sehingga pengendara dapat menggunakan Google Maps untuk mengakses sistem baru ini demi menghindari jalan berlubang. Ini bukan kali pertama perusahaan mengembangkan sesuatu untuk membantu menghindarkan bahaya di jalan. Baru-baru ini jaguar Land Rover memperkenalkan sistem yang menggunakan kamera dan sensor untuk mengidentifikasi bahaya seperti saluran air rusak dan lubang jalan. Dengan adanya deteksi bahaya sejak awal, pengemudi bisa lebih berhati-hati. Sehingga hal-hal buruk di jalan bisa diminimalisir.
  6. Tidak hanya Chrome dan Youtube, melalui konferensi I/O, Google juga mengumumkan bahwa mereka sedang berusaha untuk menyempurnakan dukungan offline kepada aplikasi Google Maps untuk Android. Jika proyek ini selesai maka anda bisa melakukan navigasi dengan Google Maps, meskipun tanpa adanya dukungan sinyal internet. Konsep ini mirip dengan HERE Maps milik Nokia. Bedanya, pengguna harus online terlebih dahulu saat memulainya. Google Maps juga akan memberikan pencarian offline bagi tempat-tempat yang kamu cari, demikian seperti yang dilansir dari Theverge. Google Maps juga akan memberikan review serta informasi-informasi penting, namun anda diwajibkan untuk terlebih dahulu menyimpan peta yang diinginkan ke dalam memori smartphone. Sementara itu, panduan navigasi dengan bantuan suara juga akan diberikan secara offline. Google sendiri belum memberikan keterangan lebih detail saat menjelaskan topik ini pada konferensi I/O. Belum dijelaskan berapa besar space yang diperlukan untuk menyimpan peta secara offline. Juga belum diketahui negara-negara mana saja yang akan mendapatkan fitur ini saat peluncurannya.
  7. Google telah meminta maaf setelah persimpangan Berlin tanpa sengaja kembali pada nama era Nazi-nya, Adolf-Hitler-Platz, pada layanan Google Maps. Juru bicara Google Lena Wagner mengatakan Jumat perusahaan dengan cepat mengganti nama tersebut setelah kesalahan itu ditemukan. Persimpangan itu dilabel ulang dengan nama yang tepat, Theodor-Heuss-Platz, setelah presiden pertama Jerman Barat pasca-Perang Dunia II. Google mengatakan tidak jelas bagaimana kesalahan terjadi, tapi menyatakan "kami mohon maaf atas kesalahan ini." Kesalahan nama itu hanya terlihat selama beberapa jam pada Kamis malam. Skor dari jalan-jalan dan alun-alun dinamai Hitler selama kediktatorannya di tahun 1933-1945. Persimpangan tersebut, di Berlin Barat, terdaftar dalam apa yang Nazi tuliskan sebagai jalan utama timur-barat ibukota untuk mendesain ulang kota yang tidak pernah selesai.
  8. Teknologi memang memiliki nilai positif untuk masa depan, namun tidak dipungkiri juga memiliki nilai yang negatif. Nilai negatif pastilah ada pada setiap teknologi, yang memungkinkan adanya penolakan dan larangan. Nilai negatif itu meliputi keamanan, kenyamanan, perlindungan dan privasi. Hal itulah yang menimbulkan penolakan atau larangan, bila salah satu poin memiliki kekurangan dan membahayakan setiap individu atau kelompok. Berikut uniknya merangkum 5 larangan teknologi yang pernah ada di dunia: 1. Apple’s Sexy Apps Sejak tahun 2010 Apple mulai menerapkan teknologi perlindungan konsumen, dengan gagasan AppleCare terbaru. Pada 2010 secara resmi Apple memperlakukan larangan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak pantas seperti pornografi dan sejenisnya, di itunes store. Diantara aplikasi yang dianggap di luar batas adalah iBoobs, aplikasi ini memang tergolong untuk kalangan dewasa, yang memungkin pengguna untuk mengoyang-goyangkan buah dada pada layar. Itulah mengapa Apple melakukan kebijakan perlindungan konsumen untuk mengatur pasar itunes agar lebih sehat untuk segala kalangan. 2. Google Street View Google street view merupakan teknologi yang memang memungkinkan pengguna untuk melihat secara jelas jalan suatu wilayah dengan menggunakan sistem GPRS yang canggih, dengan memberikan pandangan jalan hingga 360°. Tidak hanya itu saja, pengguna juga diperbolehkan melihat bagian dari kota pilihan mereka, yang dapat digerakan dengan mouse dan keybord. Namun, karena masalah terkait privasi wilayah, akhirnya pada Mei 2009 teknologi ini mengalami banyak larangan, baik itu karena memunculkan gambar yang tidak pantas untuk diperlihatkan, dan masalah privasi suatu negara, yang dianggap dapat mengancam keamanan suatu negara. Oleh karena itulah kini Google Street View banyak mengalami perubahan baik itu pembatasan wilayah yang memiliki hak privasi dan penghapusan gambar-gambar yang tidak pantas. 3. Larangan Memiliki Ponsel di Kuba Fidel Castro pernah secara terang-terangan melarang 11 juta warganya untuk memiliki ponsel. Ya, selama rentan kekuasaannya yang hampir setengah abad Fidel secara agresif melakukan pembatasan pengaruh luar, termasuk dalam kepemilikian ponsel. Dia mengatakan bahwa ini adalah sebuah “pertempuran gagasan” untuk melawan musuh besar Amerika Serikat. 4. Larangan Penggunaan Laser pointer di Australia dan Sebagian Negara Eropa Laser pointer sering kali digunakan untuk menerangkan materi yang diberikan dosen, melakukan presentasi pekerjaan,menangkal beruang saat berkemah, mainan anak-anak bahkan sering kali digunakan untuk menembak para pemain sepak bola. Namun, tahu gak? Pada tahun 2008, Australia dan sebagian besar Eropa melarang penggunaan laser pointer ini, alasannya adalah keamanan. 5. Larangan iPad di Israel Israel merupakan rumah bagi beberapa teknologi yang paling maju di dunia. Namun, bulan April 2010, Tel Aviv melarang penggunaan iPad di tanah Israel, dan setiap pendaratan penumpang di negaranya yang kedapatan membawa Ipad harus di sita, dan harus membayar $12 untuk biaya penyimpanan. Hal ini dilakukan karena pihak otoritas negara mengklaim teknologi Ipad pada fungsi wifi hanya memenuhi standar Amerika dan bukan untuk Eropa termasuk Israel. Hal itulah dapat menimbulkan potensi yang membahayakan bagi keamanan Israel. Namun larangan ini pun akhirnya di cabut pada 25 April 2010.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy