Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gojek'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 22 results

  1. Eggy Muhamad Juniardi (29) belum bisa melupakan peristiwa yang terjadi saat mobil Toyota Avanza yang dikendarainya dihentikan sekelompok orang lalu dirusak. Aksi itu terjadi saat massa menggelar sweeping terhadap taksi online di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 9 Maret 2017. Sambil meneteskan air mata, Eggy menceritakan, saat itu ia sedang membawa keluarganya ke Purwakarta untuk menjemput adiknya yang sudah selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana. Di dalam mobil juga ada anaknya yang masih berusia 16 bulan. Tiba-tiba mobilnya diberhentikan sejumlah orang diduga sopir angkot. Karena diduga taksi online, Avanza milik Eggy pun jadi sasaran amukan warga. Peristiwa itu hampir berbarengan dengan demo para sopir angkot di Gedung Sate, Bandung, menolak kehadiran taksi online. Mereka dalam mobil hanya bisa pasrah dengan aksi brutal massa. Video kejadian itu pun akhirnya beredar di dunia maya dan menjadi viral di media sosial. Yang ikut jadi sorotan adalah anak Eggy yang masih bayi. ''Anak saya yang masih berumur 16 bulan masih trauma sampai saat ini,'' tutur Eggy saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/3/2017). Eggy menuturkan, sebelum kejadian, mobil Avanza yang dikemudikannya bergerak dari daerah Kopo menuju kantor kakaknya dulu sebelum ke Purwakarta. Konferensi pers soal perusakan mobil oleh massa di Bandung (CDB/Okezone) ''Saya mau ke kantor kakak dulu, di Jalan Gatot Subroto dengan melintas ke Jalan Sriwijaya,'' kata pria bertubuh gempal tersebut. Setibanya di lampu merah Jalan Sriwijaya, Eggy pun menghentikan kendaraannya saat rombongan angkutan kota sedang melintas untuk ikut berdemo ke Gedung Sate. Namun tiba-tiba dari rombongan tersebut terdengar teriakan ke arah mobil yang kendarain Eggy. ''Sopir online-sopir online,'' tutur Eggy menirukan para pelaku yang merusak mobilnya.
  2. Seperti diwartakan sebelumnya, salah satu penyuntik dana Go-Jek adalah Sequoia Capital, yang merupakan perusahaan modal ventura (venture capital firm) bermarkas di Menlo Park, California, Amerika Serikat. Menurut pantauan Tekno Liputan6.com di website resminya, Sequoia Capital bermitra dengan Go-Jek pada 2015. Lebih lanjut, berdasarkan data yang kami himpun dari CrunchBase, kemitraan tersebut terjalin tepatnya pada bulan Oktober 2015. Sayangnya, nilai dana yang disuntikkan Sequoia Capital kepada Gojek, tidak terungkap. Padahal di bulan yang sama, masih menurut data CrunchBase, Sequoia Capital juga menyuntikkan dana ke 12 perusahaan lainnya, dengan kisaran US$ 7 juta (sekitar Rp 92,45 miliar) hingga US$ 65 juta (sekitar Rp 858,48 miliar). Untuk diketahui, Sequoia Capital merupakan venture capital firm yang telah malang-melintang di dunia bisnis selama 40 tahun lebih. Tercatat, sejumlah perusahaan teknologi dunia pun pernah mengantongi suntikan dana dari Sequoia Capital. Beberapa di antaranya adalah Google, Yahoo, Apple, LinkedIn, Cisco, dan Oracle. Karena itu, tidak mengherankan rasanya, bila Forbes pernah menjuluki Sequoia Capital sebagai 'Pabrik Inovasi Silicon Valley'. Sequoia Capital sendiri menawarkan macam-macam pendanaan, mulai dari seed investment, early stage venture investment,dan later stage venture investment. Sejak didirikan pada tahun 1972 lalu, Sequoia ada di balik banyak startups(perusahaan rintisan) di bidang teknologi. Bila nilai sahamnya digabungkan, mencapai US$ 1,4 triliun (sekitar Rp 18490,5 triliun)--angka yang dirilis Forbes pada 2014. Terang saja, angka tersebut bukan angka main-main. Angka tersebut, pada saat itu, setara dengan 22 persen dari NASDAQ--National Association of Securities Dealers Automated Quotations, bursa saham yang dioperasikan National Association of Securities Dealers. Adapun pendiri Sequoia Capital adalah Don Valentine. Pria lulusan Fordham University tersebut sebelum mendirikan Sequoia Capital pernah bergelut di tiga perusahaan yaitu National Semiconductor, Fairchild Semiconductor, dan Raytheon. Yang menarik adalah, berkat rekam jejaknya selama ini, Valentine dimunculkan dalam film dokumenter berjudul Something Ventured yang diputar perdana pada 2011 lalu.
  3. Go-Jek meluncurkan layanan pemesanan transportasi roda empat bertajuk "Go-Car" pada awal pekan ini. Mekanismenya lebih kurang serupa dengan Uber dan GrabCar yang lebih dahulu dikenal masyarakat Indonesia. Lalu, bagaimana perbandingan tarif ketiga layanan ride-sharing bermoda mobil tersebut? Berikut adalah rangkuman yang dibuat KompasTekno dari keterangan masing-masing layanan. Go-Car Pada Go-Car, tarif minimum atau tarif dasar dikenakan biaya Rp 10.000. Go-Car akan mengenakan biaya tambahan jarak per kilometer sebesar Rp 3.500. Sebagai contoh, jika pengguna menempuh jarak 5 kilometer, biaya yang dikenakan adalah tarif dasar Rp 10.000 + (5 x Rp 3.500) = Rp 27.500. Go-Jek belum menyertakan biaya tambahan lain saat pemesanan Go-Car pada jam sibuk alias "rush hour". Tarif Uber Sementara itu, Uber mematok tarif minimum yang lebih rendah, yakni Rp 3.000. Meski begitu, variabel penambahan biaya tak cuma didasarkan pada jarak, tetapi juga waktu yang ditempuh. Penumpang harus membayar Rp 2.000-an tiap menjangkau satu kilometer bersama mobil Uber. Sementara itu, tiap menit tarif dinaikkan biaya Rp 300. Pada jam sibuk, pengguna bakal diberi tahu terlebih dahulu soal penambahan tarif. Nominalnya beragam sesuai dengan kondisi jalan saat itu. Bisa saja tarif dilipatgandakan hingga tiga kali. Tarif GrabCar Sistem penambahan tarif pada jam sibuk juga diberlakukan pada GrabCar. "Tarif tinggi karena (banyaknya) permintaan", begitu pemberitahuan yang bakal tertera di aplikasi saat pengguna memesan GrabCar pada rush hour. Tak dijelaskan lebih lanjut berapa kali lipat kenaikan tarif yang dipatok. Namun, angka pasti yang harus dibayarkan saat sampai di destinasi sudah tercantum. Untuk keadaan normal, GrabCar mematok tarif minimum yang sama dengan Go-Car, yakni Rp 10.000. Tarif tambahan per kilometernya dipatok Rp 4.000.
  4. Pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim mengecam segala tindak kekerasan dan menegaskan bakal menindak segala bentuk kekerasan. "Saya akan membantu menindak semua pelaku kekerasan, termasuk kalau dilakukan mitra Gojek," kata Nadiem dalam sebuah video bertajuk "Himbauan Nadiem untuk Driver GO-JEK 22 Maret 2016" di YouTube. Video ini dibuat menanggapi kabar yang menyebutkan pengemudi Gojek merencanakan aksi tandingan atas kekerasan yang dilakukan para sopir taksi dan angkutan umum Jakarta terhadao pengemudi ojek online. Nadiem mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan sejumlah daerah rawan. Sebelumnya, sempat terjadi keributan di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, antara pengemudi Gojek dengan sopir taksi dan angkutan umum yang turun ke jalan menentang layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi. Pengemudi Gojek menjadi korban sasaran penyisiran pengunjuk rasa. Di Jakarta Pusat ada pengemudi Gojek yang dianiaya saat mengantar penumpang. Akibat bentrokan, sejumlah kendaraan rusak. Bukan hanya taksi yang pecah kacanya, beberapa kendaraan pribadi juga jadi korban. Sementara Grab yang mengelola layanan GrabCar dan GrabBike, mengimbau agar mitra pengemudi tidak terprovokasi serta mengutamakan keselamatan. Di tengah protes terhadap layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menegaskan, Grab bukanlah perusahaan operator taksi karena ia tak memiliki satu pun armada kendaraan. Sementara menurut Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD), perusahaan macam GrabCar dan Uber melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan. Deri, salah satu koordinator demonstrasi dari PPAD, berkata aksi demonstrasi ini akan terus dilakukan sampai tuntutan menutup GrabCar dan Uber dikabulkan pemerintah.
  5. Kapolsek Kemayoran Setyo Bimo menyatakan penyerbuan yang diduga dilakukan pengemudi Go-Jek ke pool taksi Blue Bird dinilai sebagai aksi spontanitas. Meski demikian, ia mengakui tidak menutup kemungkinan kejadian itu merupakan aksi balasan atas penganiayaan yang diterima pengemudi Go-Jek oleh sopir taksi. Pada Selasa (22/3) pukul 14.45 WIB, ratusan pengemudi Go-Jek menyerbu pool taksi Blue Bird yang berlokasi di Jl. Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sedikitnya, tiga mobil yang sedang parkir di depan pool rusak akibat lemparan batu. Kaca-kaca mobil pecah serta bodi kendaraan penyok di berbagai sisi. "Kejadian ini lebih ke arah spontanitas. Bukan serangan yang direncanakan. Mereka mengambil batu dari pinggir-pinggir jalan. Saat ini, kondisi sudah kondusif dan kita tempatkan petugas untuk berjaga," ujar Setyo Bimo di lokasi kejadian. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyelidiki kejadian ini dan memproses pelakunya secara hukum. "Semua perbuatan melawan hukum, penganiayaan atau pengrusakan akan kita proses secara pidana. Kita sudah tahu kantong-kantong pangkalan Go-Jek sekitar Kemayoran," tandasnya. sumber berita satu
  6. Go-Jek melakukan tindakan mengejutkan. Aplikasi pemesan ojek asal Indonesia itu baru saja mencaplok dua startup asal India, yaitu C42 Engineering dan CodeIgnition. C42 Engineering selama ini bergerak di bidang konsultan teknologi dan telah menangani klien seperti Flipkart dan Quintype. Sedangkan CodeIgnition bergerak di bidang otomatisasi infrastruktur. Akuisisi tersebut diduga berkaitan dengan upaya Go-Jek mengatasi berbagai masalah teknis yang kerap merundung aplikasinya. Selain itu juga untuk memperkuat sistem mereka seiring makin besarnya jumlah pengguna. "Kami sudah bekerja sama dengan mereka selama beberapa bulan. Kedua startup ini membantu kami meningkatkan skala backend agar sesuai dengan tumbuhnya permintaan dan jumlah pengguna," ujar CEO Go-Jek Nadiem Makarim seperti dilansir KompasTekno dari Tech in Asia, Jumat (19/2/2016). Namun akuisisi ini tak berhenti di situ. Nadiem mengatakan, langkah mereka selanjutnya adalah merekrut berbagai sumber daya manusia di bidang IT dari India. "Kami akan merekrut 100 engineer, programmer, dan data scientist terbaik dari tingkat junior atau senior, dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan mendatang," pungkas pria lulusan MBA Harvard itu. Akuisisi ini sebenarnya sudah terjadi sekitar lima bulan yang lalu, namun baru sekarang diumumkan. Mak comblang yang menghubungkan Go-Jek dengan C42 Engineering dan CodeIgnition adalah investornya sendiri, yaitu Sequoia Capital. Go-Jek juga telah membuka sebuah pusat teknologi di Bangalore sebagai buntut dari akuisisi tersebut. Ini adalah kantor pertama Go-Jek yang berada di luar Indonesia.
  7. Gojek akan langsung memecat mitranya yang terbukti melakukan tindakan tidak menyenangkan kepada penggunanya. Belakangan ada kasus tak menyenangkan yang berasal dari mitra pengemudi Gojek terhadap salah satu penumpang wanita. Oknum pengemudi itu telah melakukan pelecehan terhadap penumpang wanita. Pristiwa ini langsung dilaporkan ke pihak Gojek. Dan bukan cuma itu, kasus ini juga kemudian banyak beredar di media sosial. Tak ingin kasus pelecehan itu berlarut-larut, Gojek langsung melakukan investigasi dimulai dengan meminta keterangan dari korban wanita pada Sabtu lalu (13/2) di kantor Gojek, Kemang, Jakarta Selatan. Setelah menelusuri insiden itu, pelaku akhirnya mengaku bahwa ia benar melakukan tindakan asusila tersebut. "Kasus ini dijadikan pelajaran dan peringatan bagi para mitra pengemudi, tindakan serupa tidak dapat ditolerir dan pelaku yang bersangkutan pasti langsung ditindak tegas," tulis pihak manajemen Gojek. Gojek juga mengaku, kasus tersebut sigap ditangani berkat dari pihak pelanggan yang dengan cepat melaporkan kejadian. Baru-baru ini Gojek pun baru tertimpa kasus yang juga melibatkan seorang pengemudinya bernama Rionaldo yang diserang dua terduga pelaku yang menembakan senjata ke bagian belakang kepalanya, Sabtu (13/2). Rionaldo yang berusia 27 tahun menjalani perawatan medis di Rumah Sakit JMC, Jakarta Selatan. Dua pembegal itu melarikan diri dan pihak Gojek berharap kepolisian mengusut tuntas insiden nahas tersebut. Gojek sejatinya merupakan perusahaan yang didirikan pada 2011 silam. Mereka terlahir kembali pada Januari 2015 yang ditandai dengan peluncuran aplikasi untuk perangkat mobile. Saat ini Gojek memiliki mitra pengemudi lebih dari 200 ribu orang di seluruh Indonesia, di mana 100 ribu di antara berada di kawasan Jabodetabek.
  8. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan bahwa angkutan umum di DKI Jakarta seharusnya meniru sistem yang diterapkan oleh Go-Jek selaku jasa penyediaan ojek berbasis online. "Agar masyarakat tahu ada 130 bus umum di DKI Jakarta. Jadi masyarakat bisa mengetahui mereka dapat melayani rute mana saja dan siapa supirnya," katanya dalam Inisiatif #BERANIBERUBAH yang diinisiasi oleh Qlue, di Jakarta, Sabtu. Dengan demikian, kata Andri, jika terjadi permasalahan, penyelesaiannya akan lebih mudah karena dapat segera dipantau melalui sistem. "Orang tua, misalnya, juga bisa lebih tenang saat anaknya menggunakan angkutan umum. Nomornya berapa, rutenya ke mana dan supirnya siapa," kata dia. Selain itu, Kadishub juga menyinggung permasalahan angkutan umum di Ibu Kota yang sebagian besar tidak sesuai standar yang telah ditetapkan. "Peraturannya kan setelah 10 tahun kendaraan harus diremajakan, tetapi kebanyakan umurnya di atas 20 tahun. Namun intinya, kami ingin berubah," ujar dia.
  9. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang seluruh ojek maupun taksi yang berbasis daring (online) beroperasi karena dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis mengatakan pelarangan beroperasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015. Pengemudi Gojek Rahmat (26) mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang diambil pemerintah. Menurutnya, dengan larangan ini, ia tidak tahu harus bekerja apa lagi sebagai mata pencaharian. “Jelas kecewa, dilarang boleh, asal pemerintah mau kasih kami pekerjaan lain yang layak. Kalau begini caranya pengangguran makin banyak,” kata Rahmat. Ia menambahkan, sebaiknya pemerintah berpikir ulang untuk melarang keberadaan ojek daring, karena menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk kebutuhan penumpang. “Jangan langsung dilarang, diperbaiki dulu aturannya, dibikin ulang.” Dengan bekerja sebagai pengemudi Gojek, Rahmat bisa mengantongi uang Rp100 ribu rata-rata untuk dibawa pulang ke rumah. Sebelumnya ia bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu, kehadiran Gojek, kata Rahmat sangat membantu perekonomian keluarganya. Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono mengaku pihaknya tidak masalah dengan bisnis "start-up" (pemula) namun menjadi bermasalah apabila menggunakan angkutan pribadi untuk angkutan umum yang tidak berizin dan tidak memenuhi ketentuan hukum. "Apapun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang," katanya.
  10. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang seluruh ojek maupun taksi yang berbasis daring (online) beroperasi karena dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis mengatakan pelarangan beroperasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015. "Sehubungan dengan maraknya kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang, perlu diambil langkah bahwa pengoperasiannya dilarang," katanya. Djoko mengatakan surat tersebut juga ditujukan untuk Korps Lalu Lintas Polri, para kapolda dan gubernur di seluruh Indonesia. Dia menjelaskan pengoperasian ojek dan uber taksi tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan. "Ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum," katanya. Djoko mengaku pihaknya tidak masalah dengan bisnis "start-up" (pemula) namun menjadi bermasalah apabila menggunakan angkutan pribadi untuk angkutan umum yang tidak berizin dan tidak memenuhi ketentuan hukum. "Apapun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang," katanya.
  11. Salah satu pendiri dan CEO PT Gojek Indonesia Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara soal unjuk rasa yang terjadi di Bandung dan Bali. Ribuan sopir tersebut melakukan demo, karena akun miliknya dibekukan oleh pemilik perusahaan. Di akun resmi PT Gojek Indonesia di Facebook, Nadiem bercerita bahwa selama dua bulan ke belakang, hampir setiap hari dia menerima puluhan komplain dari para sopir jujur mengenai rekannya yang membuat order fiktif. "Selama dua bulan ke belakang, hampir setiap hari saya menerima puluhan komplain dari driver-driver jujur mengenai banyaknya rekan-rekan (sesama sopir) Gojek yang menyalahgunakan subsidi perusahaan dengan membuat order fiktif dengan akun palsu," tulisnya yang dikutip CNN Indonesia. Menurut Nadiem, para sopir Gojek jujur itu merasa kecewa karena mereka bekerja keras namun mengapa sopir yang nakal tersebut tidak ditindak oleh perusahaan. Setelah menerima laporan tersebut, selama satu bulan timnya melakukan penelusuran dengan mengolah data dan ternyata lebih dari 7 ribu sopir di wilayah operasi Gojek terlibat dalam kasus order fiktif. "Dimana dia tidak mengambil order nyata, namun menerima pendapatan jutaan (rupiah) per bulan," katanya menjelaskan aksi nakal order fiktif tersbeut. Dia pun menjamin, para sopir yang telah di-suspend tersebut adalah pengemudi yang telah dibuktikan telah membuat order fiktif. Tim Gojek telah mengamati cukup lama dan memiliki bukyi kuat terhadap setiap sopir tersebut. Nadiem mengaku telah memberikan peringatan beberapa kali bahwa Gojek tidak akan pernah mentolerir kecurangan ini. Kendati ditipu oleh para sopir Gojek, Nadiem tetap membuka pintu bagi siapapun yang ingin kembali menjadi mitra sopir Gojek, namun tentu saja dengan syarat. "Walaupun kami kecewa dengan situasi ini, namun kami masih memberikan kesempatan terakhir bagi para driver tersebut untuk mengembalikan uang penipuan sebagai tanda komitmen mereka masih ingin menjadi bagian keluarga besar Gojek," katanya melalui postingan 19 jam lalu. Aksi demo yang melibatkan sekitar 17 ribu akun yang dibekukan dari sekitar 35 ribu mitra pengemudi Gojek di Bandung. Hal ini membuat sejumlah pengemudi tidak dapat beroperasi dan mencari uang dari mengojek. Hal serupa ternyata juga terjadi di kota lain. Gojek juga melakukan pembekuan akun terhadap 1.400 mitra pengemudi di Bali karena diduga melakukan order fiktif. Agar akun dibuka kembali, mereka diminta mentransfer sejumlah uang ke bank dan membawa bukti transfer ke customer service Gojek.
  12. Seorang penumpang Go-Jek bernama Mita Supardi menuding perusahaan ojek berbasis aplikasi itu ingkar atas janji jaminan asuransi untuk pengemudi dan penumpang. Cerita berawal pada pertengahan September lalu. Kala itu, Jumat malam (25/9/2015), Mita menumpangi Go-Jek di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tak dinyana, Go-Jek yang ditumpangi Mita tertabrak mobil. "Saya dan pengemudi Go-Jek beserta motornya terpental ke arah kanan," ia bercerita lewat blog personalnya, sebagaimana dikutipKompasTekno, Selasa (24/11/2015). Alhasil Mita harus dioperasi karena tiga jari kaki kanannya patah. Berharap menerima asuransi, ia mengirim klaim rumah sakit ke pihak Go-Jek. Namun, kata Mita, hingga dua bulan berselang Go-Jek tak juga merespons sesuai yang diharapkan. Ia pun berkicau lewat akun Twitter @carimichan. "@gojekindonesia responsnya cuma 'Hi dan mohon maaf'. Kasusnya kecelakaan, loh. Dan kaki saya patah. Jadi, ini bukan sekadar keluhan," kata dia. Kasus Mita jadi viral. Netizen Twitter turut prihatin dengan kecelakaan yang dialami Mita. Beberapa ikut protes ke akun @gojekindonesia. "Sudah dua bulan saya stop memakai @gojekindonesia karena manajemen pelayanan pelanggan yang buruk. Kasus @carimichan ini jadi ketok palunya," kata akun @keinesasih. "Dan setelah baca TL @carimichan barusan, sepertinya memang @gojekindonesia tidak hanya parah secara aplikasi. huft," kata akun @dwikaputri. Tanggapan Go-Jek VP Marketing Go-Jek Indonesia Pingkan Irwin membantah tudingan Mita. Menurut dia, tim Go-Jek sudah merespons klaim asuransi Mita segera setelah klaim itu dilaporkan. Sesuai ketentuan yang dijanjikan, Go-Jek bekerja sama dengan jasa asuransi Allianz untuk memberikan asuransi kecelakaan bagi penumpang hingga Rp 5 juta. Hal tersebut, kata Pingkan, sudah dijelaskan ke Mita. "Namun beliau masih belum bisa menerimanya," ujarnya. Pingkan juga berkilah bahwa kecelakaan yang menimpa Mita bukan kesalahan supir Go-Jek, melainkan kendaraan yang menabrak. Mita, menurut Pingkan, sudah mengakui hal itu dan sudah pula menerima asuransi dari pihak yang bersalah. Pun begitu, Pingkan mengatakan Go-Jek tak bakal lepas tangan. "Kami sebisa mungkin menyediakan fasilitas asuransi kecelakaan bersama Allianz. Prosedurnya pun sudah ada," kata dia. Saat ditanya apakah asuransi senilai maksimal Rp 5 juta sudah diterima Mita atau belum, Pingkan tak mengiyakan. "Menurut laporan terakhir yang saya terima, yang bersangkutan belum mau menerima," kata dia. KompasTekno telah menghubungi Mita melalui e-mail untuk penjelasan lebih lanjut. Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada balasan dari pihak yang bersangkutan.
  13. Kepolisian Sumatera Utara merasa perlu ambil langkah untuk mengantisipasi tempat memangkal para pengojek di Medan menyambut kehadiran layanan Gojek di kota tersebut sejak pekan lalu. Menurut Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Helfi Assegaf, tempat berkumpul para pengojek ini perlu ditertibkan sebelum ada kemungkinan membesar dan menurutnya berpotensi membuat macet lalu lintas. "Karena pasti akan mangkal di tempat-tempat ramai seperti pasar, terminal, stasiun, mall, sekolah, dan lain-lain. Polres harus segera mengambil langkah antisipasi," katanya dalam keterangan tertulis. Gojek pada 15 November lalu memperluas layanannya di Medan dan empat kota lain, yaitu Yogyakarta, Semarang, Palembang, dan Balikpapan. Di lima kota tersebut Gojek menyediakan layanan GoRide, GoSend, GoFood, dan GoMart. Sejauh ini belum tersedia layanan yang mendukung gaya hidup seperti GoMassage, GoGlam, dan GoClean. Di lima kota itu, Gojek memberlakukan tarif datar Rp 10.000 untuk menjaring pengguna dan mitra pengemudi sebanyak-banyaknya. Pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim mengatakan, hingga kini mitra pengemudi Gojek sudah ada 200 ribu orang dan 100 ribu di antaranya berada di sekitar Jakarta. Jumlah mitra pengemudi itu akan bertambah setelah Gojek memperluas daerah operasional. Sementara itu jumlah unduhan aplikasi Gojek telah lebih dari 6 juta unduhan, tetapi Nadiem enggan menyebut angka pengguna aktif aplikasi Gojek dan rata-rata transaksi hariannya.
  14. Total investasi modal ventura di jantung teknologi dunia "Silicon Valley" di negara bagian California, AS, meroket ke 7,4 miliar dolar hanya dalam kuartal pertama 2014. Angka ini mewakili 43 persen dari investasi modal ventura di Amerika. Presiden Joko Widodo hari Senin (26/10) memutuskan untuk membatalkan kunjungannya yang dijadwalkan tiba pada hari Rabu (28/10) ke jantung teknologi dunia Silicon Valley, Amerika, karena ingin mengurus krisis kebakaran hutan di tanah air. Meski tidak jadi mampir, Presiden Jokowi tetap mengirim delegasi guna menawarkan kesempatan investasi yang bisa mencapai nilai jutaan dolar kepada para pemain teknologi informasi kelas dunia di sana. Kesempatan semacam ini sangat penting, seperti dibuktikan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang melakukan kunjungan serupa bulan lalu. Ada apa di Silicon Valley? Silicon Valley adalah tempat kelahiran dan markas besar banyak perusahaan teknologi global. Sebut saja di antaranya Google, Facebook, Apple, Intel, Hewlett-Packard, Yahoo, eBay hingga perusahaan start-up yang telah sukses seperti Uber, Airbnb dan Square. Silicon Valley adalah julukan untuk bagian selatan kawasan Teluk San Francisco di negara bagian California. Mencakup luas sekitar 4.800 kilometer persegi, Silicon Valley memiliki populasi penduduk hampir tiga juta orang dan sekitar 30 persennya keturunan Asia. Seperti Roma yang tidak dibangun dalam sehari, sejarah perkembangan kawasan teknologi canggih ini juga cukup panjang. Universitas Stanford berperan besar dalam lahirnya daerah industri ini dengan merintis banyak riset dan bakat baru. Pada tahun 1940an dan 1950an, salah satu profesor teknik Stanford yaitu Frederick Terman mendorong lulusan kampus itu untuk membangun perusahaan sendiri, termasuk Hewlett-Packard, sehingga Silicon Valley mulai tumbuh di sekitar kampus Stanford. Nama Silicon Valley pertama kali digunakan dalam penerbitan pada awal Januari 1971 oleh mingguan Electronic News dalam serangkaian artikel berjudul “Silicon Valley in the USA.” Istilah itu mulai luas digunakan pada awal 1980an, berbarengan masuknya komputer milik IBM dan beragam produk piranti keras dan lunak ke pasar. Nama Silicon mengacu pada menjamurnya produsen semikonduktor, yang dibuat dari bahan silikon. Menurut laporan Silicon Valley Index tahun 2015, pertumbuhan lapangan kerja setahun ini di sana adalah 4,1 persen, yang tertinggi sejak tahun 2000. Pertumbuhan ini merata di seluruh sektor utama, yaitu sektor infrastruktur dan layanan masyarakat, sektor inovasi dan produk informasi, serta sektor infrastruktur dan layanan bisnis. Menurut indeks tahunan itu, yang telah merilis statistik Silicon Valley sejak tahun 1995, jumlah pendaftaran paten terus meningkat. Tahun 2013, angkanya mencapai 16.975 dan mayoritas untuk penemuan di bidang komputer, pemrosesan data dan penyimpanan informasi. Total investasi modal ventura (modal untuk perusahaan start-up) di Silicon Valley meroket ke 7,4 miliar dolar hanya dalam kuartal pertama 2014. Itu merupakan yang terbesar dalam kuartal manapun sejak tahun 2000. Angka ini, menurut indeks tersebut, mewakili 43 persen dari investasi modal ventura di seluruh Amerika dan lebih dari separuhnya adalah modal untuk pengembangan piranti lunak. Peluang investasi di Indonesia Presiden Joko Widodo bersama CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) mengunjungi pasar di Jakarta tanggal 13 Oktober 2014. Silicon Valley adalah magnet bagi bisnis baru di era digital saat ini. Jadi jelas banyak pemimpin dunia ingin merangkul investor disana. Biarpun Indonesia adalah pasar terbesar di Asia Tenggara, tetapi volume perdagangannya tidak sampai seperempat China atau India seperti ditulis suratkabar Wall Street Journal. Banyak perusahaan teknologi Indonesia juga tidak terlalu dikenal di tingkat global, sementara investor sering mengeluhkan birokrasi dan hambatan bagi modal asing. Namun Indonesia tetap menarik perhatian. Data Bank Dunia menyebutkan sekitar 17 persen penduduk Indonesia punya akses Internet. Meskipun masih dibawah China yang angkanya 49 persen dan India 18 persen, angkanya terus meningkat dibantu naiknya penjualan ponsel canggih. Hari Rabu (28/10), delegasi Indonesia akan memperkenalkan empat pengusaha start-up Indonesia ke pihak investor modal ventura. Mereka yang ikut dalam rombongan Jokowi adalah Nadiem Makarim dari Gojek, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Andrew Darwis dari Kaskus dan Ferry Unardi dari Traveloka. Dalam pertemuan dengan Google, delegasi Indonesia akan membahas program pelatihan untuk perusahaan-perusahaan baru. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Indonesia juga ingin perusahaan raksasa teknologi itu ikut memperluas akses Internet ke pedesaan dan kawasan terpencil. Sementara dengan Microsoft dan Facebook, Indonesia berharap kedua perusahaan itu bekerjasama dengan universitas-universitas untuk mengembangkan pusat pendidikan guna menjadikan Indonesia pusat teknologi regional. Delegasi Indonesia juga dijadwalkan bertemu pihak Apple, yang dikabarkan berminat menanam modal di sektor tambang timah. Indonesia adalah eksportir timah terbesar di dunia, sementara Apple menggunakan banyak timah dalam produk-produknya. Apple, kata Rudiantara, juga berminat mengembangkan pusat riset dan pengembangan di Indonesia.
  15. Layanan transportasi berbasis aplikasi nampaknya telah mewabah di Indonesia, khususnya di ibukota Jakarta, Setelah hadirnya Go-Jek, GrabBike, Blu-Jek yang menghangatkan persaingan di industri layanan transportasi berbasis aplikasi, kini lahir pesaing baru yang menawarkan layanan yang sama yakni TopJek. Berbeda dengan pemain sebelumnya saat para driver melakukan pendaftaran, TopJek mengambil langkah dengan pendaftaran online bagi para calon drivernya. Topjek mensyaratkan pendaftaran bagi para calon drivernya yakni dengan mengupload KTP, SIM, STNK, foto, Foto motor dari samping, foto plat nomor motor, dan no hp serta email langsung di situs resmi mereka. Dikatakan jika mekanisme pembagian hasil yang dilakukan TopJek juga tidak berbeda jauh dengan Go-Jek dengan prosentase 80 persen untuk driver, 20 persen bagi manejemen TopJek. "Gak jauh berbeda dengan Go-Jek kok. Makanya, kita banyak yang daftar," tutur salah satu pendaftar. Sejak dibukanya pendaftaran pada 3 Oktober lalu, kantor TopJek kian dibanjiri pendaftar yang ingin melakukan pendaftaran secara manual.
  16. Pengemudi Go-Jek ternyata bisa menyamar jadi pelanggan dan membuat "pesanan" palsu demi meraup untung. Begini penuturan salah seorang pengemudi. Mencari rezeki sebagai pengojek berbasis aplikasi dinilai cukup menarik bagi banyak pihak. Terlebih lagi, perusahaan ojek berbasis aplikasi menawarkan pembagian komisi yang menguntungkan bagi para pengojek untuk setiap order yang dikerjakan. Meski telah mendapat berbagai kemudahan seperti itu, masih ada pengojek berbasis aplikasi yang bertindak curang dengan mengakali pekerjaannya. Salah satu cara curang itu adalah membuat "order" alias pesanan fiktif. Pengojek berbasis aplikasi berinisial NW menuturkan, cukup banyak pengojek berbasis aplikasi membuat order fiktif dengan berpura-pura sebagai penumpang yang memesan order sekaligus berperan sebagai pengojek yang menerima order tersebut. Pengojek itu menggunakan dua ponsel dengan dua aplikasi di dalamnya. Satu ponsel digunakan untuk membuat order, satu lagi untuk menerima order. Dengan begitu, sang pengojek akan tercatat di sistem bahwa ia telah memenuhi order tersebut, sementara ulasan atau pemberian rating juga bisa dimanipulasi oleh pengojek itu sendiri. "Jadi, ordernya itu dia (pengojek) sendiri yang bikin. Diada-adain. Ini lagi ramai sekarang," kata NW kepada Kompas.com, Selasa (8/9/2015) sore. Bisa kena sanksi Menurut NW, pihak perusahaan juga sedang fokus membedakan mana order yang asli dan mana yang fiktif. Jika terbukti membuat order fiktif, maka pengojek dikenakan sanksi untuk membayar dua sampai tiga kali lipat nilai tarif dari order tersebut kepada perusahaan. "Misalnya tarif ordernya Rp 100.000, tetapi ketahuan itu order fiktif, jadi disuruh balikin sampai Rp 300.000," tutur NW. Sanksi untuk order fiktif termasuk berat. Pengojek membuat order fiktif karena memiliki dua ponsel. Satu ponsel didapat saat dia bergabung sebagai pengojek berbasis aplikasi. Selain itu, order fiktif muncul karena persaingan pengojek berbasis aplikasi semakin ketat sehingga pengojek harus berebut untuk mendapatkan order.
  17. Layanan ojek online saat ini sedang berada di atas angin, karena eksistensinya sangat diminati oleh masyarakat. Namun, ternyata privasi dan data pelanggan dalam layanan ini sama sekali tidak terjamin kerahasiaannya, oleh operator penyelenggara atau bahkan pemilik aplikasinya. Hal ini membuat data para pelanggan itu kerap disalahgunakan oleh sejumlah oknum pengendara. Beberapa di antaranya ada yang diteror si pengendara (driver) ojek online, karena si pelanggan memberikan testimoni buruk atas layanannya. Bahkan, beberapa di antaranya juga ada yang nekat merayu bekas pelanggannya, dengan meng-sms bernada menggoda. Terkait kerahasiaan data dan privasi para pelanggan ojek online ini, Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology Institute, Heru Sutadi mengatakan, seharusnya penyedia layanan dan aplikasi online ini bisa mengakomodir kepentingan para pelanggannya, untuk menjaga kerahasiaan data mereka dalam database. Menurutnya, fitur dalam aplikasi layanan mereka ataupun mekanisme pemesanan antara pelanggan dan driver nya, bisa merahasiakan data seperti nomor telepon, alamat rumah, atau bahkan data krusial lainnya. Kemudian, sebaiknya diberikan juga pilihan menu, apakah pelanggan yang hendak memberikan testimoni atas layanan mereka, bisa mempublikasikan identitasnya atau tidak. "Jadi data itu kan tidak semuanya boleh di share. Mungkin kalau nama atau ID nya saja iya boleh, tapi kan harus diberikan pilihan juga, apakah orang boleh memberikan testimoni atas sebuah layanan, tanpa membuka atau memperlihatkan data pribadinya seperti nomor telepon atau alamat," ujar Heru saat dihubungi merdeka.com, Rabu (9/9). Heru juga menegaskan, data pelanggan merupakan hal yang hanya boleh diketahui oleh operator dari penyedia jasa aplikasi tersebut, dan seharusnya tidak mudah diakses oleh siapapun. Sebab, hal ini merupakan sesuatu yang sangat sensitif untuk sebagian orang, agar tak mudah diganggu oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. "Penyedia aplikasinya saja yang boleh tahu, karena mereka memegang database pengguna. Tapi kalau pengendara (driver)nya enggak usah tahu data pelanggannya," . "Penyelenggara (pemilik aplikasi) harus menjaga privasi si pengguna atau pelanggannya. Sebab bisa saja terjadi teror atau sms yang mengganggu atau menggoda pelanggan. Apalagi misalnya ada pihak ketiga yang ingin melacak si pelanggan, kan bisa jadi bahaya. Makanya, data pelanggannya harus dijaga banget oleh pihak penyelenggaranya."
  18. Eugenie Patricia membantah pernyataan CEO dan pendiri Gojek Nadiem Makarim yang menyebut dirinya adalah salah satu pengemudi Gojek, setelah foto Eugenie mengenakan jaket dan membawa helm Gojek beredar di media sosial pekan ini. Eugenie mengaku ia adalah mahasiswi serta pengusaha kuliner yang kebetulan kerja sama dengan layanan kirim makanan dari Gojek. Eugenie bercerita bahwa dia mempunyai usaha kuliner puding bernama Puyo. Usaha makanan penutup itu bekerjasama dengan Go-Food yang merupakan layanan pengiriman makanan dari Gojek. "Saya melakukan foto-foto untuk mengikuti lomba yang diadakan Gojek dan buat branding saya sendiri. Namun tidak ada atribut Gojeknya. Foto yang beredar itu, saya iseng saja (pakai atribut Gojek-red) kemudian difoto oleh teman saya," kata Eugenie. Teman yang memotret dirinya tersebut iseng mengunggah ke Path. Eugenie mengaku, foto tersebut dibuat Rabu pekan lalu dan seketika langsung menyebar secara viral ke media sosial dan membuat heboh. Dia menyebut, "padahal itu hanya dokumentasi pribadi." Sejak namanya jadi perbincangan di jagat maya, sejak itu pula namanya banyak dicari-cari. Awalnya dia merasa biasa saja, namun barulah kemudian dia merasa risih karena banyak media yang membuat pemberitaan yang tak benar tentang dirinya. "Ada yang nulis saya ini driver Gojek mangkalnya di SCBD. Itu menganggu saya. Beberapa ada SMS iseng masuk. Tapi itu bisa saya abaikan," katanya. Soal pernyataan Nadiem yang menyebut dirinya adalah salah satu pengemudi Gojek, dia sudah berkoordinasi dengan pihak Gojek dan Eugenie tak mempermasalahkannya. Sebab, Nadiem katanya tak mendapat informasi dengan benar, mengingat pengemudi Gojek sangat banyak. Untuk hal tersebut, dia memakluminya. "Tidak apa-apa. Lagipula sudah diluruskan oleh pihak Gojek sendiri." Sampai saat ini, usaha puding Puyo sudah berjalan dua tahun dan telah bekerjasama dengan Gojek. Mahasiswi S1 semester lima ini mengaku, cukup terbantu dengan kehadiran Go-Food yang diakuinya saat ini sudah mempunyai 15 outlet dari Jakarta hingga Bekasi. Nadiem menyebut bahwa Eungenie adalah salah satu pengemudi Gojek. "Saya sudah cek, memang dia driver Gojek. Dalam catatan kami, ada ratusan pengemudi ojek wanita yang bergabung dengan Gojek, bahkan tak sedikit yang merupakan single parent," katanya. Pria lulusan Harvard University ini mengatakan bahwa Gojek tak mempunyai orang khusus yang ditunjuk sebagai brand ambassador Gojek, bagi dia para konsumen dan mitra pengojek merupakan duta Gojek. "Justru promosi yang dilakukan Gojek lebih sedikit ketimbang promosi dari customer itu sendiri. Promosi yang macam-macam itu sangat membantu, promosi dari mulut ke mulut," tambahnya.
  19. Popularitas Gojek yang di atas awan tak terlepas dari iming-iming penghasilan yang mengikutinya. Tak hanya tukang ojek biasa, ibu rumah tangga, mahasiswa bahkan pegawai swasta ikut nyemplung jadi driver Gojek. Lantas bagaimana mereka bisa mendapat penghasilan sedemikian fantastis? Mansyur (40) warga Senen menjelaskan soal pembagian hasilnya kepada Metrotvnews.com saat ditemui di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan. "Jadi pembagiannya 20/80. Kalau ada orderan misalnya harganya 100 ribu, 20 buat kantor, 80 buat kita. Jadi kita tetap dapet lebih banyak," kata Mansyur, Senin (29/6/2015). Kemudian, untuk meningkatkan giat driver mengambil pelanggan, perusahaan Gojek memberikan perlakuan khusus bagi drivernya. Salah satu caranya dengan memberikan reward bagi mereka yang sering membawa pelanggan. "Dikasih bonus juga, kalau dalam satu hari bawa pelanggan 10 kali jauh dekat dapat tambahan Rp100 ribu. Jadi buat memacu kita juga," bebernya. Mansyur menyebut, pernah ada driver yang bisa mencapai Rp1 juta dalam sehari. Driver itu mendapat bonus yang besar dari perusahaan. "Pernah ada di rangking, kita tahu rangking setiap hari ada yang dapat Rp1 juta sehari dan dapat bonus. Bahkan katanya jadi modal buka usaha," ucapnya. Sementara itu, bagi pelanggan yang memakai sistem kredit, pencairan dapat dilakukan menggunakan atm yang bekerjasama dengan Gojek. Tak heran dengan sistem seperti ini rata-rata driver Ho-jek mendapatkan penghasilan sebesar Rp200 ribu- Rp500 ribu perhari. Kendati demikian, kini perusahaan Gojek sudah mulai memperketat sistem pengawasan bagi drivernya. Mansyur bilang, banyak Gojek yang kini sudah dipecat karena tak sesuai aturan. "Ada yang mainin argo, enggak pakai jaket, keluar track. Jadi dilapor sama customer. Sekali dua kali enggak apa-apa. Ketiga kali baru dipecat kemarin," tutupnya.
  20. Di media sosial saat ini tengah ramai membicarakan foto seorang pengemudi wanita Gojek yang terlihat wajahnya berdarah. Simpang siur berita pun mulai menjadi viral, lantaran ada dugaan pengemudi wanita Gojek itu dipukuli oleh ojek pangkalan hingga babak belur dan ada juga informasi yang menyatakan bahwa hal itu merupakan kejadian murni kecelakaan. Misalnya saja di Twitter, akun @tyasukamto menanyakan kebenaran peristiwa tersebut kepada pihak Gojek yang disertakan pula foto korban. "Apakah benar Ibu ini dipukuli oleh tukang ojek setempat karna dia bergabung dengan @gojekindonesia," tulisnya, Minggu (26/07). Pertanyaan dari @tyasukamto itu pun direspon oleh pihak Gojek melalui akun Twitternya @gojekindonesia. Menurutnya, hal itu bukanlah tindakan penganiayaan melainkan murni kecelakaan. "@tyasukamto Hi, mohon maaf, driver tersebut bukan karena di pukulin melainkan kecelakaan di fly over Tanah abang, (1)," jawab pihak Gojek. Namun pernyataan pihak Gojek tentang kejadian itu, ada di antaranya yang berkomentar kurang yakin dengan jawaban pihak Gojek. Seperti akun @AboCandra "@gojekindonesia @tyasukamto tp bekas luka nya kaya abs dipukulin, apa sudah ad kabar kronologis kejadiannya?" tulisnya. Tak selang lama kemudian, pihak Gojek merespon dugaan dari @AboCandra. Gojek menjelaskan bahwa sebenarnya ada dua peristiwa yang berbeda berdekatan dengan kejadian tersebut. "kami mempunyai 2 kasus, jumat 24july serta sabtu 25july. semua kasus tsb sudah dalam penanganan kami. 24july trjd prtngkaran pelaku sudah msk bui, 25july trjadi kecelakaan tunggal di daerah tanah abang. terimakasih," jelasnya. Kabarnya juga wanita pengemudi Gojek tersebut sudah dalam perawatan medis.
  21. Perusahaan pengembang peranti lunak Gojek mengumumkan bahwa program promosi Ceban Ramadan yang dijalankan sejak awal Juni diperpanjang hingga 27 Juli mendatang dengan alasan permintaan yang sangat besar dari pasar. "Sekarang bisa menikmati tarif datar Rp 10 ribu untuk semua layanan kami di Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya 24 jam setiap hari yang berarti kami akan mentiadakan biaya rush hour. Promo ini berlaku sampai hari Senin tanggal 27 Juli 2015," tulis tim Gojek dalam pengumuman melaluiemail, Rabu (15/7). Program tarif datar Rp 10.000 ini berlaku untuk seluruh layanan Gojek yaitu Instant Courier, Shopping, Transport dan Go-Food dengan jarak maksimal pemesanan untuk semua layanan adalah 25 kilometer. Awalnya, Program Ceban Ramadan tersebut akan berakhir pada 17 Juli besok, namun kini ditambah 10 hari. Sebelumnya Gojek memberlakukan aturan rush hour, yang berarti program tarif Rp 10 ribu itu tak berlaku ketika lalu lintas kota Jakarta sangat sibuk, yakni pukul 7 sampai 9 pagi dan 4 sampai 7 malam pada hari Senin hingga Jumat. Setiap kali pelanggan Gojek menggunakan layanan ini dan membayar Rp. 10.000, baik di Jakarta, Bandung, atau Bali, pengelola Gojek memberikan subsidi sisa tarif yang seharusnya dibayar. Gojek saat ini memiliki sekitar 10.000 mitra pengemudi ojek motor di empat wilayah operasional. Setiap hari ada sekitar 200 pengemudi ojek motor yang ingin bergabung di Gojek namun tidak semuanya diterima menjadi mitra. Pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim, mengaku tercetus membuat layanan ini pada 2011 karena ia kesulitan mencari transportasi yang cepat dalam menembus kemacetan Jakarta, tetapi kala itu Nadiem hanya bekerja paruh waktu di Gojek dan pekerjaan penuh waktunya didedikasikan untuk perusahaan toko online fesyen Zalora sebagai CEO. Nadiem memutuskan hengkang dari Zalora pada 2014 setelah Gojek mendapat pendanaan besar, salah satunya dari Northstar Group.
  22. Sebagai pusat pemerintahan dan juga pusat bisnis tidak heran jika Jakarta menjadi kota untuk mencari nafkah. Tingginya daya tarik Jakarta membuat daerah ini mengalami lonjakan penduduk tiap tahunnya. Konsekuensi dari hal tersebut, kota semakin penuh dan menimbulkan banyak masalah. Salah satunya kemacetan yang seolah sudah menjadi ciri khas Jakarta. Tapi, di balik kemacetan yang menjadi momok penduduk kota, ternyata membawa berkah tersendiri bagi segelintir orang untuk menjadikannya peluang usaha. Nadiem Makrim merasakan berkah dari kemacetan karena jeli melihat peluang dari kondisi tersebut. GO-Jek adalah jasa ojek professional terbesar di Jakarta. Perusahaan ini merupakan bentuk kerja sama Nadiem Makarim dan teman-temannya. Kemacetan Jakarta yang semakin memburuk membuat Nadiem Makarim berpikir orang-orang dan perusahaan berhak mendapatkan alternatif transportasi yang lebih cepat untuk kebutuhan transport dan logistik mereka. GO-Jek lahir dari ide sang Managing Director yaitu Nadiem, seorang pengguna ojek, secara acak menanyakan para driver selama perjalanannya menggunakan ojek. Dia menemukan bahwa setiap ojek ada pangkalannya, bahkan berlaku sistem antre di masing-masing pangkalan mereka. Setelah menanyakan apakah mereka ingin agar dirinya menciptakan suatu sistem pengiriman yang terpusat dengan menggunakan Google Maps untuk menghitung ongkos mereka dan memberikan mereka banyak pelanggan, maka lahirlah GO-Jek. Media and Marketing Manager PT GO-Jek, Sam Diah, mengatakan tingginya permintaan masyarakat atas jasa transportasi yang mampu menembus kemacetan membuat perusahaan yang awal berdiri memiliki 200 armada, dalam dua tahun telah mampu merekrut tukang ojek baru sehingga menjadi 520 armada saat ini. Seluruh armada ini tersebar di sekitar 150 pangkalan ojek di seluruh wilayah Jakarta. "Pelanggan terbanyak berada di kawasan Jakarta Selatan dan Pusat. Kami sering kewalahan memenuhi permintaan dengan armada yang ada saat ini," katanya. Besarnya potensi pasar untuk bisnis ini membuat banyak perusahaan serupa lahir setelah GO-Jek berdiri. Menurut Sam, kompetitor usaha membuat pihaknya terus mengembangkan inovasi dan perbaikan kinerja. "Kami terus menyesuaikan pengantaran dengan permintaan pelanggan. Proses komunikasi juga akan semakin diperbaiki untuk memberikan kenyamanan kepada calon pelanggan," tuturnya. Setiap usaha tentunya juga diikuti hambatan yang merintangi. Rencana ekspansi perusahaan terganjal oleh faktor non teknis seperti praktik mafia ojek yang terjadi di daerah BSD dan Tangerang. Sementara kesulitan di daerah Jakarta Timur dan Barat dikarenakan karakteristik masyarakatnya yang tidak terlalu akrab dengan moda transportasi ojek. "Saat ini pelanggan sudah mencapai 150 orderan tiap harinya itu di luar korporate yang sudah bekerja sama dengan kita sekitar 40 an perusahaan," jelasnya. Dari bisnis ini, terselip potensi dan peluang meraup keuntungan besar di masa mendatang. Selama Jakarta masih terjebak dalam permasalahan kemacetan, bisnis ini masih sangat potensial. Namun sayangnya, Sam enggan mengungkapkan berapa omzet yang diterima perusahaan hingga saat ini. "Untuk angka kami belum dapat memberitahukannya saat ini," imbuhnya.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy