Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gigi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 14 results

  1. Memang tidaklah mudah menjaga kesehatan gigianak,apalagi kalau si anak suka jajanan yang manis-manis,dan kebanyakan seorang anak itu sangat susah jika disuruh untuk menyikat gigi nya. Tapi sebagai seorang ibu, kita tetap harus menjaga kesehatan gigi anak dan hal itu tidak boleh dianggap remeh, kenapa? Karena kesehatan gigi anak sewaktu kecil mempengaruhi kesehatan giginya setelah dewasa nanti.selain itu rusak nya gigi anak bisa mengakibatkan gangguan pada kesehatan nya, mengalami sakit gigi dan karena sakit pada gigi itu maka akan membuat si anak tidak nafsu makan. Menurut penelitian ahli gigi, buruk nya kesehatan gigi anak bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lantas, apa yang harus kita lakukan sebagai seorang ibu? kita harus mengenalkan sejak dini kepada anak betapa penting nya merawat gigi. Jika si anak belum mempunyai gigi yang banyak,maka kita bisa membersihkan gigi nya tersebut menggunakan kain kasa yg lembab. Dan hal itu akan membuat si anak merekam dalam otak nya, bahwa menjaga kebersihan gigi itu sangat penting.dan jika gigi anak sudah banyak, kita bisa mengajari nya menggosok gigi. Ada beberapa kiat dalam mengajarkan anak agar mau menyikat gigi nya. Sediakan si anak sikat gigi yang bentuk nya lucu, dan sediakan odol anak yang beraroma buah buahan dan tidak pedas. Ajak mereka sikat gigi bersama-sama dengan kita, sambil mengajari si anak cara menggosok gigi yang benar. Setelah si anak menggosok gigi nya,berikan pujian kepada si anak agar mereka merasa dihargai. Sekali-kali berceritalah,, berikan cerita-cerita anak tentang penting nya menjaga kesehatan gigi dan apa akibat nya jika tidak mau menggosok gigi atau tontonkan si anak dgn video tentang pentingnya menjaga gigi, hal itu benar-benar sangat berkesan di hati anak. Bawalah anak-anak anda ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi anak selalu terjaga dan terkontrol.
  2. Gigi merupakan aspek terpenting saat melakukan kegiatan makan ataupun minum. Dengan memiliki gigi yang putih, cantik dan bersih pasti menjadi impian banyak orang. Dengan demikian akan membuat penampilan anda makin menarik dan membuat senyum anda semakin manis. Namun, bagaimana dengan gigi pada bayianda saat ini? Apa saja gejala yang di timbulkan? Pada prosesnya memilikm bayi di atas 10 bulan sudah mulai menandakan untuk tumbuh gigipertama hingga gigi si kecil tumbuh dengan rapi. Pada tahapan inilah ada baiknya sebagai orangtua anda harus memperhatikan banyak hal untuk membuat si kecil tetap nyaman saat proses tumbuh gigi. Untuk itulah banyak hal yang harus anda lakukan untuk membuat pertumbuhan gigi bayianda tetap teratur dan membuat bayi anda nyaman saat melakukan kegiatan makan. Seiring dengan perkembangan si kecil yang makin hari makain sehat dan baik, membuat pertumbuhan anggota dalam tubuh lainnya berkembang termasuk gigi. Sebagai aspek terpenting anda harus memperhatiakan pertumbuhan gigi bayi anda. Adapun beberapa tanda saat bayi mengalami gigi yang sedang tumbuh agar dapat di siasati dengan baik oleh para keluarga serta anda sebagai orangtua, berikut ini diantaranya: Rewel, menangis dan lekas marah ini di karenakan adanya reaksi dari gusi yang membuka gigi untuk keluar yang nyut- nyut hingga terasa sakit. Demam rendah (tidak lebih dari 1010F. ini karena di akibatkan dari tubuh yang bereaksi saat gigi mulai tumbuh. Banyak mengeluarkan ludah atau ngences. Suka mengigit dan selalu ingin makan atau mengunyah benda yang di pegangnya. Ini karena membuat si kecil ingin mengurangi sakit pada gusi yang akan membuat gigi tumbuh. Bengkak dan nyeri gusi. Dari beberapa tanda pertumbuhan gigi bayi dapat anda siasati dengan baik agar pertumbuhan gigi pada bayi lebih rapi, baik dan membuat pertumbuhan anak lebih baik. Jika terjadi sesuatu yang kurang baik, sebaiknya anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.
  3. Dari Anda kecil hingga saat ini, Anda sudah diajarkan untuk selalu memakai pasta gigi untuk menggosok gigi. Menyikat gigi dengan pasta gigi telah menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Kini, coba sesekali Anda menyikat gigi tanpa memakai pasta gigi, apa yang Anda rasakan? Tentu aneh bukan? Tapi tak sedikit pula orang lebih suka memakai pasta gigi yang memiliki kandungan bahan alami daripada membeli pasta gigi dengan kandungan bahan kimia yang membahayakan gigi. Tapi sayangnya, mau tak mau pasta gigi buatan pabrik akan tetap memakai bahan kimia agar tetap awet selama diperjual belikan. Nah, jika Anda adalah salah satu orang yang lebih suka memakai bahan alami untuk menggantikan fungsi pasta gigi, Anda bisa mencoba memakai minyak kelapa untuk menyikat gigi. Dilansir dari Lifehack, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Athlone Institute of Technology di Irlandia menemukan jika minyak kelapa memiliki manfaat lebih baik ketimbang pasta gigi dalam hal merawat kesehatan gigi. Dijelaskan juga ternyata minyak kelapa mampu membersihkan gigi lebih efektif dan juga mencegah munculnya karang gigi. Tak hanya itu kandungan dalam minyak kelapa dapat membunuh bakteri dalam mulut. Bakteri semacam jamur muncul di mulut karena makanan dan juga gula. Diketahui jika bakteri jenis ini tak ddapat disingkirkan dengan pasta gigi, melainkan dengan minyak kelapa. Jika Anda ingin beralih dari pasta gigi dan memakai minyak kelapa sebagai penggantinya. Ambil satu sendok makan minyak kelapa, diamkan dalam mulut lalu kumur-kumur seperti menggunakan mouthwash. Buang minyak kelapa dalam mulut dan berkumurlah seperti biasa menggunakan air bersih.
  4. Ketika Anda memutuskan untuk melakukan perawatan ke dokter gigi tentu juga harus mempersiapkan biaya yang sedikit. Anda harus edikit kreatif untuk menghindari biaya membengkak karena ke dokter gigi dengan membersihkan gigi di rumah. Selain alami, cara ini aman dan mudak dilakukan. Karang gigi merupakan masalah yang paling umum yang dihadapi kebanyakan orang jika menyinggung masalah kesehatan mulut. Tentu saja, karang gigi akan menganggu senyuman Anda dan membuat orang lain jijik jika melihatnya. Jika dibiarkan karang gigi dan tidak dibersihkan karang gigi dapat menyebakan infeksi yang dalan dunia medis disebut dengan periodontitis. Tapi kini telah ditemukan cara mudah untuk menyingkirkan krang gigi. Seketika karang gigi rontok, praktis, dan cepat. Tidak menimbulkan efek samping dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Malas menyikat gigi dan tidak melakukan cara menyikat gigi yang benar dapat menimbulkan plak dan juga terbentuknya karang gigi. Masalah berikutnya yang akan datang adalah bau nafas yang tak sedap, bahkan gigi akan mengalami perubahan warna menjadi kuning. Atasi semua masalah ini dengan memakai butiran biji wijen dan garam seperti dikutip dari Healthy Life Vision. Pertama kunyah beberapa biji wijen rasakan dalam mulut sampai agak halus tapi jangan ditelan. Setelah itu sikat gigi perlahan-lahan dengan sikat gigi kering. Proses ini akan membuat pecahan biji wijen dan karang gigi bergesekan dan perlahan-lahan akan mengikis karang gigi. Berikutnya adalah dengan memakai garam dapur. Caranya gunakan garam sebagai pengganti pasta gigi Anda. Kemudian kumur dengan memakai air, untuk mendapatkan hasil yang maksimal lakukan cara ini 2-3 kali dalam seminggu.
  5. Maudy Ayunda mengaku begitu bangga dengan dua gigi depannya yang serupa gigi kelinci. Ia bahkan melabelinya sebagai anggota tubuh favorit. "Itu ciri khasku, kalau senyum orang bisa nebak kalau itu aku," kata Maudy di Jakarta, Kamis (31/3). Selain gigi kelinci, gadis 21 tahun ini paling suka dengan bibir yang biasa dihiasi dengan lipstik warna-warni sesuai nuansa hatinya. Beranjak dewasa, mahasiswi Universitas Oxford ini mulai mencoba bereksperimen dalam mempercantik diri, mulai dari gaya natural yang cocok untuk seusianya hingga dandanan edgy. Aktivitas di dunia hiburan juga membuat Maudy mau tak mau bersentuhan dengan make up. "Aku suka eksplorasi, sekarang lagi suka lipstik matte dan warna pink," tutur brand ambassador L'Oreal Indonesia terbaru itu.
  6. Orang AS sudah lama mengejek orang Inggris karena giginya jelek, tapi sebuah penelitian baru menunjukkan orang Amerika punya lebih banyak masalah gigi. Coba lihat senyum mata-mata fiktif Inggris, Austin Powers dengan gigi besar dan kuning. "Berlawanan dengan anggapan umum, penelitian kami menunjukkan bahwa kesehatan gigi warga AS tidak lebih baik dari orang Inggris," kata penulis laporan penelitian tersebut, dan menyebut laporan itu sebagai "serangan balasan Austin Powers." Dalam sebuah artikel untuk British Medical Journal, para peneliti dari University College London, National University of Colombia dan Harvard School of Public Health menemukan di antara orang berusia di atas 25 tahun, gigi orang Amerika yang tanggal lebih banyak dari orang Inggris. Para peneliti mengatakan stereotip gigi orang Inggris yang berantakan "berawal dari setidaknya 100 tahun lalu, saat iklan-iklan pasta gigi menggambarkan senyum orang Amerika dengan gigi bagus." Penelitian itu juga menunjukkan perbedaan sosioekonomi antara dua negara; orang miskin di AS giginya lebih jelek daripada orang Inggris. Kesehatan gigi di Inggris ditanggung oleh Layanan Kesehatan Nasional tidak seperti di AS di mana orang-orang membiayai kesehatan gigi dengan asuransi gigi. "Orang Inggris yang berada di strata sosioekonomi terendah mempunyai gigi lebih bagus daripada orang Amerika dari strata sosioekonomi yang sama," menurut penelitian tersebut. Media pers gembira dengan penemuan itu. "Senyum! Orang Amerika giginya lebih jelek dari kita," tulis kepala berita The Times. Hasil penelitian ini sebenarnya tidak begitu mengejutkan. Pada tahun 2004, studi tentang kesehatan gigi oleh OECD mendapati bahwa angka orang-orang dengan gigi busuk, tanggal atau ditambal paling sedikit di Inggris dibandingkan dengan negara-negara lain. AS berada di peringkat tengah.
  7. Gigi yang membusuk dapat mengakibatkan sejumlah masalah seperti infeksi, sakit parah, absen bekerja dan terganggunya pertumbuhan anak-anak Penelitian dalam Journal of Dental Research menunjukkan lebih dari 2,4 miliar orang di seluruh dunia tidak mengobati kerusakan gigi yang dideritanya. Para ahli mengatakan masalah kerusakan gigi yang terabaikan sangat mengkhawatirkan - meskipun mereka sebenarnya mengetahui cara merawat dan mencegahnya. Mereka memperingatkan bahwa pembusukan gigi dapat mengakibatkan rasa sakit yang parah, infeksi, tak bisa bekerja, dan menggangu pertumbuhan anak-anak. Para ilmuwan mengatakan, analisis menunjukkan kerusakan gigi bukan masalah anak-anak saja, dan harus dilihat sebagai masalah orang dewasa pula. Menghabiskan anggaran Kerusakan atau pembusukan gigi terjadi ketika asam di mulut melarutkan lapisan luar gigi. Hal ini dikenal juga sebagai kerusakan gigi atau karies gigi. Jika tidak diobati dapat menyebabkan masalah seperti gigi berlubang, penyakit gusi atau abses. Prof Wagner Marcenes dari Queen Mary University of London memimpin tim ilmuwan internasional menganalisis 378 penelitian yang melibatkan 4,7 juta orang antara tahun 1990 dan 2010. Survei global mereka menunjukkan 2,4 miliar orang tidak mengobati gigi mereka yang rusak dan 621 juta anak tidak mengobati pembusukan pada gigi susu mereka. Menurut data di Inggris, sepertiga penduduk yang menderita kerusakan gigi pada tahun 2010, tidak mengobatinya. Di Lithuania, proporsinya lebih dari dua kali lipat yaitu 68%. Mereka memperkirakan ada lebih dari 190 juta kasus baru pembusukan gigi setiap tahun. Prof Wagner mengatakan penyebab utama dari semua ini adalah kebiasaan makan yang buruk - mengkonsumsi makanan dan minuman manis dalam jumlah tinggi dan sering ngemil. Dia mengatakan: "Diabaikannya pencegahan dan pengobatan kerusakan gigi pada tingkat ini sangat mengkhawatirkan." "Kerusakan gigi merupakan beban ekonomi yang besar. Dan jika tidak ditangani, hal itu akan mengarah pada produktivitas yang buruk dan absennya sejumlah pegawai untuk orang dewasa, sementara di tingkat anak-anak, membuat prestasi siswa menurun selain juga banyak tak masuk sekolah" Dari bocah ke orang dewasa Kajian ini menunjukkan adanya pergeseran masalah karies dari anak-anak kepada orang dewasa. Prof Marcenes mengatakan: "Persepsi saat ini, bahwa rendahnya tingkat kerusakan gigi di masa anak-anak akan berlanjut seumur hidup, sepertinya tidak benar. "Namun perhatian selalu berfokus pada anak-anak - sementara orang dewasa diabaikan." Ia menyarankan agar pesan-pesan kesehatan gigi dipampang di lingkungan kerja orang-orang dewasa juga.
  8. Gigi ngilu biasanya akan timbul pada saat kita memakan atau meminum yang terlalu pansa atau pun terlalu dingin,ada juga pemicu gigi ngilu yang lain,yaitu kalau kita memakan makanan yang terlalu asam, dan akhirnya pun rasa nyilu pada gigi akan menyebar ke seluruh tubuh.Satu bagian yang sakit seluruh tubuh merasakan 1) Gunakan Pasta Gigi untuk Gigi Sensitif Dengan kandungan formula yang ada di dalam pasta gigi sensitif ini bisa menenangkan saraf gigi penyebab gigi ngilu, anda bisa mendapatkan pasta gigi ini di toko terdekat. 2) Gunakan Sikat Gigi yang Lembut Usahakan menggunkan sikat gigi yang lembut,karena kalau sikat gigi anda kasar dan kaku malah kan merusak email pada gigi, agar sikat gigi bisa lembut, anda bisa merendamnya di air panas, dan cara ini juga akan mengeluarkan kotoran yang ada di dalam sikat gigi tersebut. 3) Hindari Menggosok dengan Terlalu keras Usahakan menggosok gigi di lakukan secara lembut dan perlahan- lahan, karena kalu kita menggosok dengan keras maka dapat memperparah gigi sensitif dan rasa sakit pun akan menjadi jadi 4) Sikat Gigi dengan Teratur Telitilah jadwal dalam menyikat gigi anda, terlalu sering kita menggosok gigi, maka akan meningkatkan kadar asam di dalam mulut, serta dapat sedikit demi sedikit merapuhkan gigi anda, akibatnya plak pun akan terbentuk dan menjadikan gigi sensitif 5) Pergunakan Moutwash (Pembersih Mulut) Moutwash mengandung zat aktif yang dapat membunuh kuman,dan dapat menghancurkan karang gigi penyebab nyilu. 6) Jangan Memakan Permen Karet Meskipun permen karet dapat memutihkan gigi,tapi ketahuilah bahwasanya permen karet juga dapat mengikis kekuatatn gigi anda, jadi usahakan apabila gigi anda sensitif jauhi makanan ini untuk menghindari rasa nyilu datang 7) Hindari Memakan Makan yang terlalu panas atau dingin Sudah menjadi pengetahuan umum bahwasanya kalau kita memakan makan yang terlalu panas atau terlalu dingin akan menimbulkan nyilu pada gigi. 8) Berkumurlah setelah makan makanan asam Makanan yang di dalamnya mengandung asam cuka kan mempercepat kerusakan pada enamel gigi,jadi usahakan berkumurlah setelah mengonsumsi makanan asam tersebut. 9) Jaga Selalu Kebersihan Gigi anda Denga kita selalu menjaga kebersihan gigi kita makan penaykit nyilu pun akan menghindar,dan cara ini terkenal efektif untuk menghindari nyilu pada gigi.
  9. Kesehatan oral atau rongga mulut dan gigi rupanya masih menjadi ‘anak tiri’ di masyarakat Indonesia. Hanya segelintir masyarakat Indonesia yang sadar memeriksa kesehatan rongga mulut dan gigi secara rutin. Prof Melanie Sadono Djamil selaku Ketua Divisi Pendidikan dan Litbang PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyatakan orang Indonesia biasanya datang ke dokter untuk kesehatan umum tetapi tidak begitu peduli dengan kesehatan rongga mulut. "Padahal kesehatan rongga mulut merupakan cerminan kesehatan secara umum, karena rongga mulut adalah gerbang pertama masuknya segala jenis makanan sampai bakteri maupun virus ke dalam tubuh," kata Melanie saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Kebersihan rongga mulut (oral hygiene) dapat dilakukan dengan kebiasaan rutin menyikat gigi dan berkumur-kumur minimal dua kali sehari, serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Selain itu, ada sejumlah menu makanan dan kebiasaan yang harus diperhatikan karena memengaruhi kondisi rongga mulut secara baik ataupun buruk. Beberapa jenis makanan dan kebiasaan dapat menjadi ‘musuh’ bagi kesehatan oral jika tidak diimbangi dengan perawatan yang paripurna. 1. Gula Gula berkaitan erat dengan gigi berlubang. Pada tingkat yang lebih rendah, makanan berkarbohidrat yang telah dimasak, seperti kerupuk atau keripik kentang, juga mungkin merusak gigi karena makanan tersebut harus dicerna menjadi gula oleh enzim amilase di dalam mulut. Gula yang lebih pekat seperti permen lebih berbahaya dalam merusak gigi daripada gula dengan indeks kepekatan rendah, seperti pada beberapa jenis cokelat dan sebagian besar buah-buahan. 2. Sukrosa Sukrosa atau gula meja adalah zat makanan yang paling berkaitan dengan lubang gigi. Semakin sering sukrosa dikonsumsi, semakin lama gigi memiliki pH yang rendah yakni kondisi terjadinya demineralisasi sehingga gigi dapat menjadi rentan kerusakan. Sangat penting untuk mengurangi frekuensi konsumsi sukrosa agar gigi mendapatkan kesempatan untuk diperbaiki dengan remineralisasi dan fluorida. Oleh karena itu, Anda harus membatasi makanan dan minuman yang mengandung gula. Gula dari buah-buahan dan jus buah seperti glukosa, fruktosa, dan maltosa juga dapat menyebabkan lubang pada gigi. 3. Makanan mengandung asam Asam yang terkandung dalam jus buah, cuka, dan minuman ringan (soft drink) juga mengurangi tingkat pH rongga mulut sehingga menyebabkan enamel atau pelindung gigi terdemineralisasi. Meminum jus buah atau soda sehari-hari dapat meningkatkan risiko gigi berlubang berkali-kali lipat. 4. Permen karet Permen karet menyebabkan sekitar rongga mulut teraliri air liur dan dapat membersihkan atau menghilangkan partikel-partikel yang berada di celah-celah gigi. Akan tetapi, untuk gigi yang berada dalam kondisi buruk, permen karet dapat menghancurkan atau menghilangkan sebagian kecil gigi yang rentan. Mengunyah permen karet yang bebas gula dan mengandung xylitol dapat memberikan manfaat pada gigi namun tidak boleh berlebihan. 5. Rokok dan kafein Merokok dan meminum kopi adalah dua kebiasaan yang kerap dikerjakan secara bersama-sama oleh sebagian orang, khususnya kaum pria. Baik merokok atau mengunyah tembakau sangat berkaitan erat dengan beberapa penyakit gigi. Sementara itu, produk kafein dapat menodai gigi atau menjadikan gigi kuning, meskipun hal ini dapat diatasi dengan meminum air putih setelah menyesap minuman berkafein dan juga dapat dibersihkan di dokter gigi.
  10. Jika makanan manis menjadi musuh paling jahat untuk kesehatan gigi dan mulut, ternyata ada juga beberapa makanan yang justru bermanfaat dan bisa jadi ‘sahabat’ gigi. Dijelaskan Prof Melanie Sadono Djamil selaku Ketua Divisi Pendidikan dan Litbang PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), berikut beberapa makanan yang bisa bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut: 1. Teh hijau Teh hijau mengandung senyawa polifenol antioksidan yang dapat mengurangi plak dan lubang gigi serta penyakit gusi. Teh hijau juga dapat mengurangi napas tidak segar dan memperkuat enamel gigi karena mengandung fluorida yang tinggi. 2. Susu Susu dan makanan yang mengandung susu (dairy foods) bermanfaat bagi kesehatan rongga mulut karena memiliki tingkat keasaman yang rendah sehingga mengurangi kerusakan gigi. Selain itu, produk susu juga mengandung kalsium tinggi, yang merupakan komponen utama gigi. Produk lain, misalnya keju mengandung kalsium dan fosfat yang membantu menyeimbangkan pH di dalam mulut. Keju juga dapat menjaga dan membangun kembali enamel gigi, memproduksi saliva, dan membunuh bakteri yang menyebabkan lubang gigi dan penyakit gigi lainnya. 3. Buah dan sayuran Buah-buahan seperti apel, stroberi, dan kiwi mengandung vitamin C yang berfungsi mengikat sel. Jika asupan vitamin ini tidak terpenuhi, sel-sel gusi dapat rusak dan menyebabkan gusi lemah dan rentan penyakit. Sedangkan, sayur-sayuran yang mengandung vitamin A seperti labu, wortel, kentang, dan brokoli dibutuhkan untuk formasi enamel gigi. Sayur seledri dapat memproduksi saliva yang menetralisasi asam penyebab demineralisasi dan lubang gigi. Selain sayur, biji wijen juga dapat mengurangi plak pada gigi dan membantu membangun enamel gigi. Wijen juga memiliki kandungan kalsium yang tinggi. 4. Makanan hewani Makanan yang berasal dari hewan seperti daging sapi, daging ayam, daging kalkun, dan telur mengandung fosforus yang bersama-sama dengan kalsium merupakan dua jenis mineral paling penting untuk kekuatan gigi dan tulang. 5. Air putih Air putih dapat membersihkan mulut dan memproduksi saliva yang menyimpan mineral penting bagi gigi. Air dapat menjaga gusi agar tidak kering, pun membersihkan partikel-partikel yang menempel di sela-sela gigi.
  11. Banyak cara bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan. Simak berikut: 1. Sikat gigi Penelitian menunjukkan rata-rata orang menghabiskan waktu satu menit untuk menyikat gigi. Selama proses tersebut, hanya 60 persen plak saja yang dibersihkan. Dengan menambah sedikit waktu menyikat gigi, hasilnya akan lebih banyak lagi. Caranya, sisihkan waktu dua menit untuk membersihkan gigi. Sikat seluruh permukaan gigi, diawali dengan bagian yang paling dekat dengan lidah karena risikonya untuk berlubang lebih besar. Pilih sikat yang halus dan pasta gigi mengandungfluoride. 2. Berkumur Gunakan obat kumur mengandung antimikroba. Perlu diketahui bahwa gigi kita hanya menempati 20 persen dari seluruh permukaan di dalam mulut. Bakteri patogen bisa hidup di-80 persen sisanya, seperti lidah, gusi, air liur, dan jaringan lain. Obat kumur (mouthwash) akan membunuh bakteri yang berada di area selain gigi sekaligus mencegah dan mengurangi plak di permukaan gigi yang sulit dicapai oleh sikat gigi. 3. Hindari makanan bergula yang lengket Makanan seperti permen, snack yang bersalut gula, dan sebagainya akan menempel pada gigi. Kalau pun Anda mengonsumsinya, usahakan menyikat gigi dalam waktu 20 menit setelah makan. Hal itu dilakukan untuk mencegah pembentukan asam oleh bakteri. Jika tetap ingin mengunyah permen, pilihlah yang tanpa gula. 4. Perbanyak buah dan sayuran Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran kaya serat. Bukan hanya bermanfaat untuk tubuh, tapi juga akan merangsang aliran liur di mulut dan membantu remineralisasi gigi. 5. Jauhi rokok dan alkohol Perokok berisiko empat kali lebih tinggi menderita penyakit gusi dibandingkan bukan perokok. Sementara itu, konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi akan meningkatkan kerusakan gigi. 6. Dalam waktu 20 menit Makanan seperti gula-gula, kacang bersalut gula, roti, atau cokelat, dapat menempel pada gigi. Jika Anda mengonsumsinya, usahakan untuk segera menyikat gigi dalam waktu 20 menit setelah makan, atau minimal berkumur-kumur dengan air. Pembentukan asam oleh bakteri penyebab gigi berlubang sangat aktif pada waktu 20 menit setelah makan.
  12. Meskipun sedang menjalani ibadah puasa, kita tetap dapat dan harus menjaga kesehatan gigi kita. Gigi yang merupakan bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah makanan begitu sangat penting untuk kita rawat kesehatannya. Tidak mau kan anda memiliki bau mulut saat berpuasa? Atau bahkan gigi Anda menjadi berlubang hingga ompong? Berikut tujuh tips menjaga agar gigi tetap sehat dari PROKAMI (Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia) saat menjalani ibadah puasa : 1. Menyikat gigi minimal 2x sehari yaitu setelah makan sahur dan sebelum tidur Hal ini harus dilakukan jika anda ingin gigi Anda tetap sehat. Tentu saja tujuannya agar sisa-sisa makanan yang ada di mulut bisa dibersihkan dan tidak dirubah oleh bakteri di dalam mulut menjadi asam yang dapat mengakibatkan karies/lubang gigi. 2. Berkumur saat berwudhu Berkumur saat wudhu dapat membantu mengurangi gejala mulut kering saat kita berpuasa. Nah ini juga cukup penting, karena dengan berkumur akan menjaga agar mulut tidak kering saat berpuasa. Dalam kasus ini asalkan tidak kita minum, puasa kita tidak batal. Lain halnya kalau berkumur saat berwudhu dengan niat ingin melepas dahaga, yang ini baru membatalkan puasa kita. 3. Tilawah Al Qur’an Selain akan dibalas dengan pahala berlipat ganda, ternyata tilawah Al Qur'an juga berperan sebagai suatu substituen dari proses pengunyahan yang akan mengaktifkan otot-otot lidah, bibir, dan pipi. Aktifnya otot-otot tersebut akan membuat kelenjar liur yang terdapat di bawah lidah, dekat telinga, dan di ujung rahang bawah, menjadi lebih aktif untuk mengalirkan air liur ke dalam rongga mulut.Air liur sendiri memiliki fungsi membantu membersihkan gigi dan dapat melawan kuman-kuman di mulut. Selain itu air liur juga mengandung protein dan mineral yang dapat melindungi gigi. 4. Perbanyak minum air putih pada saat sahur dan berbuka puasa. Air menjadi komponen utama dari air liur yang berfungsi untuk menyimpan mineral-mineral yang diperlukan gigi, dan juga membersihkan partikel makanan yang menempel di sela-sela gigi. Selain itu, air juga ada yang mengandung fluoride yang dapat membuat gusi anda tetap lembab dan memperkuat enamel gigi. Namun untuk minuman yg mengandung soda dan kafein harus dihindari. Hal tersebut dikarenakan dapat merusak dan mewarnai gigi. 5. Perbanyak makan-makanan yang berserat tinggi seperti buah dan sayuran saat sahur dan berbuka puasa Vitamin dan mineral yang ada dalam buah dan sayuran dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut terlebih saat puasa. Oleh karena itu bagi Anda yang tersbiasa buka puasa dengan memakan kurma termasuk baik untuk kesehatan gigi kita. 6. Stop kebiasaan buruk Merokok adalah salah satu kebiasaan buruk yang harus dihentikan jika anda ingin menjaga kesehatan gigi anda. Merokok dapat meningkatkan resiko kerusakan gigi dan bahkan gangguan mulut lainnya. 7. Periksa gigi secara rutin Periksalah gigi dan mulut secara rutin dan berkala minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut anda.
  13. Penyebab utama gigi berlubang adalah sisa makanan. Sisa makanan yang manis akan terus menempel di gigi dan ini merupakan makanan bagi kuman-kuman. Karena itu, lebih baik hindari terlalu banyak makan makanan manis.
  14. Jangan salahkan pasta gigi kalau gigi ente masih saja kuning walaupun ente gak pernah absen menggosok gigi secara rutin. Adalah 10 hal berikut yang menyebabkan gigi ente kuning: 1. Teh Herbal Menjaga kelangsingan tubuh serta kesehatan dengan teh herbal jadi kebiasaan yang umum akhir-akhir ini. Tubuh terasa lebih bugar, dan lebih langsing. Namun, ternyata teh herbal ini membawa efek samping yang buruk bagi gigi. Mereka yang rutin mengonsumsi teh herbal cenderung memiliki gigi kuning. Menanggapi hal ini, para peneliti Jepang, seperti dilansir Dailymail, menyarankan agar para konsumen teh herbal lebih memilih teh hijau. Kandungan katekin di dalam teh hijau dipercaya dapat menekan bakteri pemroduksi asam di gigi, sehingga gigi kuning lebih mudah dicegah. 2. Obat Mata Mungkin ente bingung, apa hubungan obat tetes mata dengan kuningnya gigi. Namun, obat tetes mata ini memang jadi salah satu penyebab gigi jadi kuning. Kandungan kimia dalam obat tetes mata menekan produksi saliva. Di mana saliva akan menetralisir asam di dalam mulut. Karena jumlah saliva ini berkurang, secara otomatis asam di dalam mulut akan meningkat. Di sini bakteri akan berkembang biak lebih pesat, sehingga gigi jadi kuning. 3. Berenang Hasil studi yang dilakukan terhadap 500 orang perenang menyebutkan bahwa 66% dari perenang mengalami kerusakan pada gigi serta gigi kuning. Hal ini disebabkan karena kandungan klorin yang tinggi di dalam air kolam. Klorin tersebut mempengaruhi pH air yang menyebabkan kandungan asamnya lebih tinggi. Untuk itu, jangan lupa menyikat gigi setelah berenang. 4. Pemutih gigi Bagaimana bisa pemutih gigi malah membuat gigi jadi kuning? Well, ternyata cara kerja pemutih gigi ini gak sesederhana yang kita pikirkan. Kebanyakan, pemutih gigi bekerja dengan mengerosi gigi. Dan seringkali, pemutih gigi yang dikenakan di rumah, gak bekerja secara maksimal. Bukannya memutihkan, mereka malah mengikis gigi, membuatnya rapuh dan kuning. 5. White Wine ente mungkin berpikir bahwa anggur merah justru buruk untuk gigi, karena warna merahnya. Namun ternyata anggur putih justru memberikan efek lebih buruk bagi gigi. “Anggur putih lebih cepat mengikis gigi,” ungkap Dr Paul Ashley, direktur institusi kesehatan gigi, di University College Hospitals. 6. Menyikat gigi setelah makan yang manis Saking takutnya ada bakteri yang tinggal di gigi, jadi ente akan buru-buru menyikat gigi setelah makan yang manis-manis. Benarkah hal ini? Ternyata justru hal ini salah. Setelah proses pengunyahan, jadi mulut cenderung bersifat asam. Saat ini akhirnya gigi menetralisir keadaan mulut dengan mengeluarkan enamel untuk melindungi gigi. Jika ente terburu-buru menyikat gigi, jadi enamel ini akan terbuang sia-sia dan bakteri justru bebas berkembang. Untuk itu sangat disarankan menyikat gigi setidaknya 1 jam setelah makan yang manis-manis. 7. Diabetes Gak bisa dipungkiri bahwa penyakit yang satu ini memang menyumbangkan efek gigi kuning, rapuh bahkan keropos. Sayangnya, banyak penderita diabetes gak menyadari bahwa penyakitnya ini juga mempengaruhi keadaan giginya. 8. Rokok Selain penyakit diabetes, rokok juga membuat gigi jadi kuning. Kandungan nikotin di dalam rokok menyebabkan ruang mulut jadi asam, nikotin-nikotin terikat pada elemen gigi dan tinggal pada dinding-dinding gigi. Gak heran kalau mereka yang merokok hampir sulit untuk punya gigi putih bersih. 9. Minuman berenergi Karena dibuat untuk menggantikan energi dan garam yang hilang saat berolahraga, jadi minuman berenergi dilengkapi dengan gula dan asam. Berdasarkan studi yang dilakukan University of Birmingham, ditemukan bahwa minuman berenergi bersifat korosif ketimbang air mineral. Zat kimia yang terkandung dalam minuman berenergi cenderung merusak dan mengikis gigi. 10. Membuka kemasan dengan gigi Saking kuatnya gigi dan gak ada gunting di sekitar ente, jadi ente memutuskan membuka kemasan dengan gigi ente. STOP kebiasaan ini! Tanpa ente sadari, kebiasaan ini akan membuat gigi lebih mudah rapuh dan lemah. Ketika gigi rapuh, secara otomatis warnanya gak akan sehat dan cenderung menguning.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy