Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gereja'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Gereja Katolik Filipina kemarin menyatakan pembelaanya pada ikon tinju sekaligus politisi Manny Pacquiao untuk sikapnya yang menentang pernikahan sejenis. Namun, gereja juga meminta Pacquiao menghormati kelompok LGBT tersebut. Sekretaris Eksekutif untuk urusan hubungan masyarakat Catholic Bishops Conference of the Philippines (CBCP), Jerome Secillano, mengatakan mendukung penentangan Pacquiao terhadap hubungan sejenis. Hanya, dia menjelaskan, Pacquiao harus tetap menghormati homoseksual dan tak menghakimi serta mengutuk mereka. Sebelumnya Pacquiao dikecam setelah menyatakan LGBT lebih rendah dari binatang. Kontroversi pernyataan Pacquiao membuat Nike, sponsor utamanya, membatalkan kontrak dengan petinju legendaris itu."Tapi ini benar-benar ada di dalam Alkitab. Ada kutipan yang ia gunakan dari Injil dan kita tak bisa mengubahnya," ujar Secillano. CBCP mengatakan tak adil mengutuk Pacquiao atas ucapannya yang memang menggemakan apa yang dibacanya di Injil, terkait hubungan sejenis.Tapi Secillano mengatakan, semestinya pahlawan tinju itu menghindari kalimat dengan bahasa yang kasar. "Gereja mengatakan jika itu gaya hidup anda, jika itu orientasi anda, ya kami hormati itu. Kita tak bisa mengecam mereka," ujar pemuka agama itu. Secillano menegaskan Gereja Katolik masih menentang legalisasi pernikahan sejenis. Selain itu Pengaruh gereja juga membuat perceraian dan aborsi tak dilegalkan di Filipina.
  2. Inilah gereja setan yang dipublikasikan secara umum melalui TV. Keliatan lagi di wawancarai, berarti mereka sedang mengekspos diri mereka untuk bisa dilihat oleh publik, dan tujuannya pastinya supaya semua orang mengikuti ajaran mereka. Semakin mereka terkenal, maka semakin banyak pengikut mereka. Gereja Setan (bahasa Inggris: Church of Satan), seperti yang diungkapkan pada buku The Satanic Bible yang ditulis pada tahun 1969 oleh Anton LaVey, adalah sebuah organisasi yang berdedikasi pada penerimaan jasmaniah manusia (Man's carnal self).LaVeyan Satanisme (juga dikenal sebagai Ateistik Satanisme atau Satanisme modern), yang juga merupakan sebuah filosofi yang didirikan pada tahun 1966 oleh Anton LaVey dan terkodifikasi dalam The Satanic Bible pada tahun 1969, sebuah filosofi yang didasarkan pada Individualisme, Epicureanisme, Sekularisme, Etika Egoisme, dan Memuja diri sendiri (self-deification), dan memiliki pandangan dunia yaitu Naturalisme, Sosial Darwinisme, dan Lex talionis. Berlawanan dengan kepercayaan populer atau pandangan dari pihak lain, LaVeyan Satanisme sebenarnya tidak melibatkan"penyembahan setan" secara literal ataupun penyembahan dalam bentuk tuhan mapun dewa apapun, melainkan menghujat Yesus Kristus. Hal ini tidak lain merupakan sebuah filosofi ateistik yang menggunakan karakter Setan tidak lain hanyalah merupakan simbol yang mewakili kebanggaan, keduniawian, kebebasan, pencerahan, kebijaksanaan, dan kosmos. Selebihnya LaVeyan Satanisme juga tidak memiliki konsep mempercayai adanya supernatural ataupun mantra-mantra dalam bentuk apapun.
  3. Seorang netizen bernama akun Facebook PuputTyy menuliskan kritikannya pada Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dalam Kritikan itu, dia protes pada Pak Ridwan mengunjungi gereja-gereja di Bandung saat Natal 2015. Dia ingin Pak Ridwan mencontoh tokoh yang disukainya, yakni Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Erdogan dikenal sebagai seorang muslim garis keras dan kerap dituding bakal memberlakukan syariat Islam di Turki. Padahal Turki menganut faham sekularisme. Meski natal tak dilarang untuk dirayakan di Turki, namun Erdogan tak menggubris undangan-undangan natal dari warganya. Nah, ceritanya si PuputTyy ini kecewa karena Pak Ridwan malah 'sowan' ke gereja-gereja dan mengucapkan selamat Natal pada umat Kristen. "Semoga Pak Wali bisa kaya Erdogan. Ngajinya pinter, membela Islam. Toleransi boleh, jangan ikut-ikutan masuk gereja lah pak", demikian PuputTty menuliskan. Di luar dugaan, ternyata Ridwan Kamil membalas postingan gadis itu. Jawabannya yang cerdas kayaknya bakal bikin banyak orang yang intoleransi jadi malu abis, termasuk si PuputTty. Seperti apa jawaban Pak Ridwan? Simak nih, ndral! Jawaban Ridwan Kamil saat ada netizen yang mengkritiknya 'sowan' ke gereja-gereja saat Natal 2015 | Via: facebook.com
  4. Enam tokoh sebuah gereja di Singapura telah dijatuhi vonis hukuman penjara atas penipuan senilai S$50 juta atau setara dengan Rp 492 miliar. Hakim pengadilan Singapura menjatuhi pendeta sekaligus pendiri Gereja City Harvest, Kong Hee, dengan hukuman penjara selama delapan tahun. Selain Kong Hee, anggota majelis gereja Chew Eng Han dijatuhi hukuman penjara enam tahun. Sedangkan pendeta senior Tan Ye Peng menerima vonis lima tahun dan enam bulan di penjara. Kemudian mantan anggota majelis jemaat gereja, John Lam, dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun. Adapun dua mantan manajer keuangan gereja, Serina Wee dan Sharon Tan, mendapat hukuman berbeda. Wee divonis lima tahun penjara dan Tan divonis 21 bulan penjara. Hukuman kepada enam individu tersebut merupakan kelanjutan dari hasil sidang bulan lalu. Kala itu, Hakim See Kee Oon menyatakan mereka bersalah menyalahgunakan uang gereja demi mendanai karier musik Sun Ho, istri pendeta Kong Hee. Sebelum hakim membacakan vonis, jaksa penuntut umum mengatakan kasus ini merupakan penyelewengan dana sumbangan terbesar dalam sejarah hukum Singapura. Keenam figur itu membantah tuduhan dan melalui prosedur hukum yang berlaku di Singapura, mereka bisa mengajukan banding. Namu, langkah itu belum mereka tempuh. Tan Ye Peng (kiri), John Lam (tengah), dan Chew Eng Han. Karier musik Dalam dokumen sidang, Kong Hee dinyatakan bersalah menggunakan uang gereja sebesar S$24 juta untuk mendanai karier musik istrinya, Sun Ho. Kong Hee dan lima figur lainnya dinilai mencoba menutupi penggelapan uang dengan membuat investasi palsu. Dana sebesar S$26juta kemudian dihabiskan untuk investasi palsu tersebut. Jaksa penuntut mengatakan penggelapan dana itu terjadi antara 2007 dan 2008, lima tahun setelah Sun Ho memulai karier musiknya. Sun Ho memiliki beberapa album lagu dalam bahasa Mandarin yang beredar di Cina dan Taiwan. Dia juga pernah berkolaborasi dengan musisi asal Amerika Serikat, seperti Diane Warren dan Wyclef Jean, dalam album musik berbahasa Inggris. Kong Hee diapit oleh dua mantan manajer keuangan, yakni Serina Wee (kiri) dan Sharon Tan (kanan). Atas perbuatan mereka, hakim sejatinya bisa menerapkan hukuman maksimal sampai 20 tahun. Sebab, menurut laporan media Singapura, hakim memandang keenam figur itu tidak meraih keuntungan finansial pribadi. Sun Ho sendiri tidak dihukum terkait dengan kasus tersebut. Baru-baru ini dia dilaporkan mengambil alih kepemimpinan dalam gereja City Harvest. City Harvest ialah salah satu gereja terkaya di Singapura dengan jumlah jemaat mencapai 30.000 orang di Singapura. Gereja itu mengaku memiliki 48 afiliasi di sejumlah negara, termasuk Malaysia, Indonesia, India, Taiwan, Brunei, dan Australia.
  5. Guest

    Mesin Yang Menyalurkan Buku Gratis

    Vending machine yang biasanya digunakan untuk membeli makanan atau minuman kemasan, kini berisi buku-buku gratis dan menarik bagi anak-anak. Mesin-mesin otomatis tersebut merupakan upaya meningkatkan minat dan keterampilan caba anak-anak yang tinggal di kantong-kantong kemiskinan di ibukota AS. Mari kita simak liputannya dari tim VOA ...
  6. Gereja di Indonesia terbagi dua, yaitu gereja Katolik dan gereja Kristen. Gereja Kristen di Indonesia, terlepas dari fakta bahwa Kristen sendiri merupakan agama minoritas, diperkirakan dimulai pada abad ke-12, dimana kaum Kristen Mesir mencatat bahwa ada beberapa gereja Kristen yang didirikan di Barus, daerah pantai barat Sumatra Utara yang merupakan sebuah pos perdagangan yang sering didatangi oleh saudagar India dan karena hal itu dikaitkan dengan Saint Thomas Christian yang ada di India. Meski begitu, tak ada bukti bahwa Kristen pernah tiba sebelum datangnya saudagar Portugis di abad ke-16. Untuk gereja Katolik, mulai muncul juga ketika pada awal abad ke-14, lewat misi Katolik Roma untuk mencapai Indonesia yang dipimpin oleh Mattiussi yang mengunjungi Sumatra, Jawa, dan Banjarmasin. Awal Perkembangan Gereja di Indonesia Sejarah munculnya gereja di Indonesia dari sisi Kristen dimulai ketika orang-orang Portugis tiba di Kesultanan Malaka yang kini menjadi Malaysia pada tahun 1509 demi mencari kekayaan yang mereka punya. Awalnya, hubungan mereka berjalan baik hingga terjadi penundukkan Goa dan beberapa konflik antara Muslim dan Kristen yang menyebabkan kaum-kaum Muslim di Malaka berpendapat bahwa kedatangan Kristen Portugis hanya akan membawa masalah bagi mereka. Yang memperparah kejadian ini adalah penundukan Malaka, dimana kejadian tadi dinilai menjadi titik balik yang membuat seluruh umat Muslim Malaka menciptakan suatu sentimen yang melawan Kristen Portugis. Perlawanan juga muncul dari umat Muslim di Aceh, dan juga kekaisaran Ottoman. Meskipun pihak Portugis berhasil membangun beberapa gereja, kedatangan mereka di Malaka lebih dinilai sebagai kesan negatif dibandingkan tujuan awal mereka untuk mempromosikan agama tersebut. Di sisi Katolik, Mattiussi yang merupakan seorang biksu Italia mengaku bahwa ia ditugaskan oleh sang Paus untuk berlayar dari Padua menuju Sumatra sebelum akhirnya tiba di Jawa dan Banjarmasin. Misi ini dimulai pada tahun 1318, dan diakhiri dengan kepulangannya melalui darat melintasi Tiongkok, Vietnam, serta Eropa ditahun 1330. Di catatan yang ia buat, tertulis juga sebuah kerajaan Jawa yang memiliki corak Hindu-Buddha, seperti pada Majapahit. Misi tersebut dinilai sebagai misi pionir, dimana karena misi ini gereja Katolik bisa memiliki Informasi tentang kondisi Asia, dimana pada waktu itu belum ada sama sekali pengaruh agama Katolik di benua tersebut. Ketika terjadi pendudukan Malaka pada tahun 1511 oleh pihak Portugis, misionaris Katolik juga seketika tiba di daerah itu. Salah satu dari yang paling terkenal dan penting dalam perkembangan sejarah gereja di Indonesia adalah Francis Xavier. Ketika orang-orang Portugis diusir keluar Ternate pada tahun 1574, banyak umat Katolik di daerah tersebut yang dibunuh atau secara paksa diubah keyakinannya menjadi Islam. Pada tahun 1605, orang-orang Katolik yang masih tersisa dipaksa lagi untuk menganut ajaran baru, yaitu Protestan. Baru pada tahun 1808 dibawah pimpinan Daendels, umat Katolik diberikan kebebasan untuk menganut agama mereka sendiri. Kembali menelusuri sejarah gereja Kristen adalah ketika pada tahun 1972, seorang asli Bali yang bernama I Wayan Mastra memeluk agama Kristen ketika ia sedang bersekolah di sekolah Kristen di pulau Jawa. Ia kemudian menjadi ketua GKPB dan memulai proses Balinisasi, dimana ia mencoba membuat gereja-gereja Kristen di Bali menjadi lebih terbuka akan budaya-budaya Bali, mengikuti gereja Katolik Bali yang sudah terlebih dahulu melakukan hal seperti itu. Sejarah gereja di Indonesia terutama gereja Katolik kembali mengalami perubahan ketika pada tahun 1896, seorang pendeta dari Belanda yang bernama Frans van Lith datang ke Muntilan, Jawa Tengah. Awalnya, apapun yang ia coba tidak berakhir baik namun akhirnya pada tahun 1904 ada 4 pemuka kota yang berasal dari Kalibawang datang ke rumahnya dan meminta pengajaran tentang agama yang ia bawa. Pada tanggal 15 Desember di tahun yang sama, 178 masyarakat Jawa akhirnya dibaptis di daerah Semagun. Selain itu, Van Lith juga mendirikan sekolah untuk guru di Muntilan dimana sekolah ini diberi nama Normaalschool pada tahun 1900 dan berubah menjadi Kweekschool pada 1904. Pada tahun 1911, Van Lith kembali mendirikan Seminari Menengah yang berhasil mencetak orang-orang penting di sejarah Katolik Indonesia yaitu FX Satiman SJ, Albertus Soegijapranata SJ, dan Adrianus Djajasepoetra SJ. Gereja Kristen sendiri, meskipun agamanya tetap menjadi minoritas di berbagai daerah, tidak berhenti menyebarkan ajarannya. Sehingga pada tahun enampuluhan, banyak penganut komunisme dan masyarakat Tiongkok yang beralih ke Kristen karena adanya jargon anti-komunis dan anti-Confucian. Pada masa-masa ini juga mulai banyak dibuat sekolah-sekolah Kristen yang mengajarkan tentang agama tersebut. Hingga saat ini, Gereja Kristen masih terus berusaha untuk berkembang lebih pesat dari perkembangannya sebelumnya. Uskup pertama di gereja Katolik Indonesia adalah Albertus Soegijapranata SJ yang diangkat pada tahun 1940. Delapan tahun berikutnya pada di 20 Desember, dua penganut bernama Sandjaja serta Hermanus Bouwens dibunuh di sebuah desa yang bernama Kembaran, dimana akhirnya Sandjaja dinilai adalah martir dari gereja Katolik di Indonesia. Beberapa pahlawan Indonesia yang terkenal juga merupakan seorang penganut Katolik seperti Agustinus Adisoetjipto, Ignatius Slamet Riyadi, dan Yos Soedarso. Mungkin fakta-fakta ini juga lah yang membuat sejarah gereja di Indonesia, terutama gereja Katolik berkembang dengan sangat pesat. Meski begitu, pada tahun 1990-an dan awal tahun 2000 terjadi sebuah kerusuhan yang menargetkan para penganut Katolik dan Kristen. Untungnya pada saat itu, Abdurrahman Wahid yang menjadi pemimpin Nahdatul Ulama mampu menekan antipati yang ada diantara pihak dengan agama yang berbeda-beda itu.
  7. Kasus masjid di Tolikara Papua yang dibakar massa kini sudah terkendali. Beberapa warga dilaporkan terkena tembakan oleh massa pelaku penyerangan saat umat Islam setempat menjalankan salat Idulfitri di Tolikara, Papua, Jayapura, Jumat (17/7/2015) pagi tadi. Polda Papua menyebutkan terdapat tiga warga mengalami luka parah dan delapan warga mengalami luka ringan. “Sampai saat ini, kami masih mendalami,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Patrige, di Jayapura, Jumat (17/7/2015). Saat ini, menurut Patrige, situasi di Kabupaten Tolikara aman terkendali. Polisi setempat bersama Pemda Tolikara sedang melakukan koordinasi dengan pihak gereja untuk mencari jalan keluar dari kasus Tolikara. Sementara itu, pascaaksi pembakaran 70 rumah warga dan kios milik warga Tolikara, Jumat, siang Wakapolda Papua Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rojja langsung menuju lokasi kejadian. Kedatangan mereka guna memimpin upaya rekonsiliasi agar kasus tersebut tidak berkembang. Sebanyak 70 rumah dan kios di Tolikara, Papua, dibakar massa. Kejadian bermula saat umat Islam di Tolikara Papua menjalankan salat Idulfitri. Massa datang dan melempari mereka pada takbir ketujuh rakaat pertama. Setelah itu, dimulailah tragedi masjid dibakar massa, tak jauh dari lokasi salat Idulfitri. Tak hanya itu, akibat peristiwa tersebut, 10 orang mengalami luka bakar dan lainnya diungsikan. Selain masjid Tolikara Papua yang dibakar, rumah-rumah dan kios-kios pasar juga mengalami nasib serupa. Barang-barang yang ada di dalamnya dijarah massa. Lebih dari 30 rumah warga dan kios di Karubaga, Tolikara, Papua, dibakar sekitar pukul 07.00 WIT. Informasi yang beredar dari berbagai sumber, salat Idulfitri digelar di lapangan Koramil 1702/Wms. Akibat serangan itu Warga yang mengikuti salat Idulfitri pun langsung berhamburan menyelamatkan diri ke kantor Koramil.
  8. Masjid di Papua dibakar Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan adanya tragedi perselisihan antar umat beragama di Tolikara, Papua. Sebuah musala (masjid kecil) di Papua dibakar massa dan sejumlah kios dijarah. Jusuf Kalla mengimbau kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk segera menyelesaikan persoalan yang sensitif itu dengan baik dan sesuai ketentuan. “Kami menyesalkan kejadian di Tolikara [masjid di Papua dibakar]. Saya yakin kepolisian dan Pemda menyelesaikannya dengan baik. Ada masalah dengan kios atau lainnya,” ujarnya di sela acara Open House di Istana Wakil Presiden, Jumat(17/7/2015). Dia mengaku mendapat laporan bahwa perselisihan terjadi karena terdapat dua acara keagamaan yang berdekatan, yakni salat Idulfitri dan pertemuan para pemuka masyarakat gereja. Menurut JK, kesalahpahaman bermula dari kencangnya suara dari alat pengeras suara (speaker) oleh salah satu pihak yang dianggap mengganggu pihak lain. Untuk itu, JK meminta kedua pihak untuk saling berkomunikasi dan saling memahami kepentingan masing-masing. Dia juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri agar persoalan tak semakin meluas. Sebelumnya dilaporkan, sekelompok massa dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara Papua melakukan pelemparan dan upaya pembakaran saat umat muslim menjalankan salat Idulfitri di salah satu masjid pada Jumat pagi (17/7/2015). Penyebabnya, terdapat dua acara yang berlangsung secara bersamaan di lokasi tersebut. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 10 orang terkena luka bakar.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy