Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'geng'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Geng motor kerap menjadi mimpi buruk banyak pengendara dan pengguna jalan, lantaran kerap menebar aksi teror serta ugal-ugalan. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk geng motor asal Amerika Serikat yang satu ini. Pasalnya, seluruh anggota geng motor ini beranggotakan wanita cantik nan seksi yang berkomitmen tak membuat onar di jalan raya. Geng motor ini bernama The-Miss Fire. Geng motor itu terbilang baru terbentuk, karena berdiri pada Oktober 2013. Tak hanya sekadar kongko-kongko, geng ini mengaku selalu melakukan aksi sosial serta siap melakukan pertolongan bagi siapapun pengendara yang tengah mengalami kesulitan. Menurut pendiri geng motor The-Miss Fire, Corrina Mantlo, walaupun akrab dengan dunia sepeda motor, namun para anggotanya jauh dari kesan kumal dan dekil. Sebab, mereka tetap tampil cantik karena selalu menggunakan make up. "Banyak klub perempuan lain di seluruh negeri yang hadir dengan nama geng keren, namun kita memilih nama ini agar tetap dapat saling membantu dan tetap gemar menggunakan sepeda motor,” ujar Corrina. Kebebasan menentukan sepeda motor diberikan bagi setiap anggotanya. Tak ada syarat khusus pula mengenai kapasitas mesin, merek, dan segmen dari motor yang digunakan. Karena bagi mereka, sebagai geng motor hal yang terpenting adalah mencintai sepeda motor. "Saya menggunakan jaket dan baju yang sesuai saat berkendara. Saya dapat tetap tampil modis dan bergaya walaupun tengah menggunakan motor," kata salah seorang anggota, Heidi Hackemer. Tak disebutkan secara detail berapa jumlah geng motor wanita tersebut. Namun, geng motor ini merupakan salah satu geng motor wanita yang paling diminati di Brooklyn, Amerika Serikat.
  2. Keberadaan gangster Yakuza di Indonesia bukanlah isapan jempol belaka. Yakuza yang juga dikenal dengan nama Gokudoo adalah organisasi atau sindikat kejahatan dari Jepang yang mulai muncul sekitar abad ke-17. Kelompok hitam ini memiliki sebuah semangat khusus yang dimiliki para anggota Yakuza. Tiap anggota Yakuza memiliki jiwa 'Bushido'. Karena itu, dulu banyak warga Jepang yang berbondong-bondong masuk menjadi anggota Yakuza. Bushido memiliki pengertian 'tata cara kesatria'. Para anggota Yakuza dikenal tak kenal kompromi. Mereka tak segan untuk melakukan kekerasan kepada siapa saja. Karenanya, pemerintah Jepang belakangan memperketat dan membatasi ruang lingkup Yakuza. Seorang wartawan asal Indonesia yang lama tinggal di Jepang, Richard Susilo, membuat situs tersebut khusus untuk mengulas berita tentang Yakuza dalam bahasa Indonesia. Situs yang beralamatkan di http://yakuza.in ini diharapkan menjadi bahan belajar atau sumber informasi bagi siapapun yang ingin mencari referensi data seputar Yakuza. Informasi tentang Yakuza pun semakin lengkap ketika putri bos besar Yakuza, Shoko Tendo mengunjungi Indonesia dua tahun lalu. Namun demikian, sepak terjang Yakuza diyakini sudah berkecambah di Indonesia. Ini dia cerita tentang keberadaan Yakuza di Indonesia: 1. 6 WNA yang dibekuk di Ancol dan Lebak bulus jaringan Yakuza Kepolisian Polda Metro Jaya mengamankan 96 Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan bagian dari jaringan mafia Internasional Yakuza. Mereka menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk melakukan penipuan secara online. "Mereka merupakan organisasi yang dilindungi oleh organisasi besar Jepang, Yakuza. 96 WNA ini menjadikan Indonesia sebagai tempat operasionalnya, jaringan ini terorganisir secara baik. Sebab, jaringan ini memakai berbagai cara untuk menghindari terendus dari incaran kepolisian," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Krishna Murti, di Mainhall Polda Metro Jaya, Jumat 21 Agustus 2015. Dari 96 orang WNA tersebut, kata Krishna, 82 orang merupakan warga negara Taiwan yang memang paham dialek China daratan, sedangkan 14 orang merupakan warga negara China. "Mereka rekrut orang dari Taiwan kemudian mereka mengincar para pejabat China daratan sebagai korban penipuannya," ujar. Selain menipu dengan mengaku sebagai orang tertentu, mereka juga mengaku sebagai pihak bank yang akan menambahkan limit kartu kredit. Tiga rumah di Jakarta dijadikan mereka sebagai markas. "Tempat pertama, di Pademangan, Jakarta Utara. Kedua, dua rumah di Jl Adyaksa Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mereka semua diringkus pada Kamis kemarin. Satu orang yang bertugas untuk mencari kontrakan dan melengkapi kebutuhan hidup 96 orang yakni berinisial W, warga Taiwan. Sedangkan satu WN Indonesia berinisial FSB merupakan orang yang bertugas mengurusi visa on arrival para 96 orang ini," jelasnya. 2. Geng motor, kecambah Yakuza di Indonesia Di Indonesia, geng motor menjadi momok menakutkan sebab mereka tak segan menyakiti siapapun yang menghalangi perbuatannya. Menurut Richard Susilo, penulis buku Yakuza Indonesia, geng motor itu bisa menjadi akar tumbuhnya Yakuza di Tanah Air. "Geng sepeda motor itu kecambah dari Yakuza di Indonesia. Gejala-gejala munculnya Yakuza sudah terlihat dengan menjamurnya geng motor. Seharusnya mereka dibabat habis, jangan disepelekan," kata Richard. Menurut pria berkacamata ini, perekrutan Yakuza itu diambil dari geng sepeda motor. Di Jepang, Yakuza akan merekrut anggota geng motor tersebut untuk dididik menjadi Yakuza. "Masyarakat Jepang dan Indonesia itu tak jauh beda. Perekrutan Yakuza itu diambil dari geng sepeda motor, itu harus dibabat habis. Tidak boleh disepelekan itu geng motor," jelas Richard. Pria yang tinggal di Jepang ini mengatakan setelah merekrut geng motor tersebut, mereka digodok dan dididik menjadi Yakuza. Yakuza akan memanfaatkan anggota geng motor itu untuk mencari uang untuk organisasi. Para anggota geng motor inilah yang dikerahkan Yakuza untuk melakukan aksi kotor tingkat rendah mereka. Mulai dari memeras hingga menjadi kurir narkoba. Keuntungan Yakuza merekrut geng motor ini karena Yakuza bisa cuci tangan dan mengaku tak terlibat kejahatan jika 'pesuruh' mereka tertangkap polisi. 3. Yakuza diduga kendalikan sindikat penipu asal China Kepala Polda Metro Jaya Jenderal Polisi Tito Karnavian menduga kelompok Yakuza Jepang mengendalikan sindikat penipu asal Taiwan dan China yang beroperasi di Indonesia. "Kejahatan ini dilakukan kelompok mafia dengan sasaran operasi berasal dari China Daratan," kata Tito seperti dikutip Antara, Jumat (21/8). Pernyataan Tito terkait dengan pengungkapan jaringan penipuan asal Taiwan dan China sebanyak 96 orang yang beroperasi di wilayah Ancol, Jakarta Utara dan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis 20 Agustus 2015. Tito mengatakan dugaan keterlibatan kelompok Yakuza berdasarkan hasil kerja sama penyelidikan yang dilakukan kepolisian Taiwan dan China. Menurutnya, kelompok Yakuza beroperasi di wilayah China, Taiwan, Jepang dan Indonesia. Kepolisian Taiwan sempat meringkus delapan anggota kelompok kejahatan tersebut dan menyita sepucuk pistol, sejumlah uang bernilai miliaran dalam mata uang Yen, Bath dan USD. Selain itu juga terdapat perhiasan berupa emas dan berlian. Para tersangka direkrut pelaku kejahatan asal Taiwan yang sudah beroperasi di Indonesia. Tito menuturkan kelompok internasional itu terindikasi menipu secara online dan terlibat perdagangan manusia, pencucian uang dan kejahatan antarnegara. 4. Cara Yakuza cuci uang di Indonesia Eksistensi Yakuza, kelompok mafia di Jepang makin terjepit seiring diterbitkannya Undang-undang Anti-Yakuza oleh pemerintah setempat. Gerak-gerik dan berbagai aksi kriminal yang semula leluasa mereka lakukan mulai dibatasi ketat. Tak cuma keberadaannya yang dikekang, uang hasil kejahatan yang didapat tak bisa lagi dihambur-hamburkan sesuka hari di negara matahari terbit itu. Alhasil mereka harus putar otak untuk menyamarkan uang dari berbagai bisnis haram yang dijalankan. Salah satu cara yang dipilih kelompok Yakuza dengan mencuci uang ke negara-negara yang dianggap kondisi ekonominya cukup baik. Salah satunya Indonesia. "Karena digencet, dia (Yakuza) mental ke luar Jepang termasuk Indonesia dan mereka melakukan pencucian uang," tambah pria kelahiran 1961 ini. Dalam penelitian panjang yang dilakukannya, kelompok Yakuza ini cukup licik mencuci uang hasil kejahatan itu agar tak mudah terdeteksi pisah kepolisian. Di Indonesia, biasanya trik yang dilakukan dengan menikahi wanita Indonesia. "Kalau dipakai namanya (istrinya) untuk menyamarkan uang dari aksi kejahatan itu dan mereka bisa tetap kaya raya di Indonesia. Kalau sudah begitu susah ditelusurinya," ungkap pria berkacamata ini. Kemudian, agar kemudian tak mendatangkan kecurigaan, uang di rekening istrinya itu ikut dimainkan di pasar modal. Dengan begitu, uang terus berputar. Biasanya, uang yang mereka setorkan ke negara lain berasal dari aksi kejahatan yang dilakukan seperti bisnis narkotika, perjudian, pelacuran dan beberapa lainnya. "Uang-uang itulah yang kemudian dibawa lalu dicuci di Indonesia," pungkas Richard.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy