Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gempa'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 8 results

  1. Musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu kini tengah menjadi sorotan. Apalagi jumlah korban jiwa mencapai lebih dari 1.500 orang. Banyaknya korban akibat musibah bencana alam biasanya yang menjadi perhatian. Meski sejumlah orang berhasil menyelamatkan diri. Beberapa orang yang selamat menceritakan bagaimana mereka bisa selamat di tengah kepungan bahaya bencana tersebut. Terdengar seperti mukjizat dan keajaiban, tapi nyata bahwa orang-orang itu lolos maut dari gempa atau tsunami dahsyat. Seperti warga Prancis yang selamat dari gempa dan tsunami Palu, Jean Marc Pareja. Ia menceritakan perjuangan dirinya bersama istri dan seorang teman selamat dari gempa dan tsunami Palu yang terjadi pada 28 September 2018. Jean Marc Pareja bersama istrinya, Pascale dan seorang teman bernama Joelle Girey tengah berada di sebuah hotel di Palu saat gempa melanda. Mereka kemudian berlindung di bawah meja restoran. Lalu saat tsunami terjadi, ketiganya mengaku berpegangan pada sebuah pohon. Kisah keajaiban bisa selamat dari musibah gempa dan tsunami dahsyat tersebut juga pernah terjadi di sejumlah negara. 3.000 Siswa yang Selamat dari Tsunami Jepang Gempa berkekuatan 9 skala Richter yang memicu tsunami melanda kawasan utara Jepang pada 11 Maret 2011. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 15.800 jiwa dan 2.600 orang dinyatakan hilang. Namun, hampir 3.000 siswa sekolah dasar dan menengah di Kota Kamaishi, Prefektur Iwate, berhasil selamat dari bencana dahsyat itu. Keajaiban tersebut membawa harapan bagi banyak orang. Segera setelah gempa berkekuatan 9 skala Richter mengguncang, para siswa di Kamaishi East Junior High School keluar dari gedung sekolah dan berlari menuju tempat yang lebih tinggi. Respons cepat mereka membuat siswa dan guru di sekolah dasar Unosumai mengikutinya dan membuat penduduk setempat mengikuti langkah tersebut. Saat mereka berlari, siswa yang lebih tua membantu mereka yang lebih muda. Secara bersama-sama mereka mencapai lokasi aman, sementara tsunami besar menelan sekolah dan kota. Dilansir dari website Kantor Hubungan Masyarakat Pemerintah Jepang, sekitar 1.000 orang di Kamaishi menjadi korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun hanya lima di antara mereka yang berusia sekolah dan memang tidak berada di sekolah ketika gempa itu terjadi. Kisah evakuasi sukses tersebut dikenal sebagai "the miracle of Kamaishi". Faktanya, respons cepat mereka merupakan hasil dari pendidikan pencegahan bencana yang dilakukan sekolah-sekolah di Kamaishi selama beberapa tahun di bawah bimbingan seorang profesor teknik sipil di Gunma University, Toshitaka Katada. Katada mulai fokus dalam pencegahan bencana tsunami setelah ia menyaksikan bencana gempa dan tsunami dahsyat yang menimpa Aceh pada 2004. Ia merasa khawatir melihat fakta bahwa tingkat siaga masyarakat masih rendah, meski wilayah pesisir Jepang telah memperingatkan akan gempa bumi. Katada ingat betapa terkejutnya ia ketika beberapa anak di wilayah Sanriku yang pernah terdampak dari gempa besar dan tsunami sebelumnya, mengatakan tanpa ragu bahwa mereka tidak akan mengungsi jika orang-orang dewasa di keluarga mereka tidak melakukannya. "Anak-anak melihat contoh orang dewasa dan apa yang mereka lakukan. Aku berpikir apabila anak-anak kehilangan nyawa karena tsunami, kesalahan tak hanya harus ditanggung oleh orang tua, tetapi juga orang dewasa dan masyarakat. Saya tahu saya harus melakukan sesuatu, sehingga anak-anak dapat menyelamtkan nyawanya sendiri," ujar Katada. Antusiasme Katada menggerakkan para guru di Kamaishi untuk bekerja bersama-sama. Mereka pun melakukan berbagai macam kegiatan di ruang kelas dan aktivitas bagi anak-anak untuk belajar mengenai tsunami dan pentingnya evakuasi. Namun Katada tidak hanya memberi informasi mengenai tsunami kepada anak-anak, tapi juga menekankan pada pengembangan sikap yang benar untuk menangani bencana alam. "Ini tentang menghormati alam dengan perasaan kagum, dan menjadi proaktif untuk menyelamatkan nyawa," ujar Katada. Untuk memudahkan anak-anak dalam memahami hal tersebut, Katada menciptakan tiga prinsip evakuasi, yakni jangan menaruh kepercayaan terlalu besar terhadap asumsi usang, berusaha sebaik mungkin dalam menghadapi situasi, dan mendorong anak-anak untuk mengambil inisiatif dalam evakuasi apa pun. Tersangkut Pohon Bakau Saat Tsunami 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 9,1 skala Richter menghentikan dia dan temannya yang sedang bermain sepak bola, ia pun berlari mencari Ayahnya Sarbini yang bekerja di sebuah tambak yang tak jauh dari rumahnya. Setelah bertemu, ayahnya meminta ia untuk pulang ke rumah lebih dahulu. Sesampai di rumah, Martunis bersama ibunya, Salwa kakaknya, adiknya Nurul A'la dan adik bungsunya, Annisa, berupaya menyelamatkan diri. Mereka menumpang mobil pikap tetangganya. Tak seberapa lama kemudian mobil yang ditumpanginya dihantam gelombang raksasa hingga ia terpisah dengan ibu dan 3 saudaranya. Setelah timbul tenggelam dalam pekat gelombang, Martunis kemudian meraih sebuah kasur dan naik ke atasnya. Namun tidak bertahan lama, kasur pun tenggelam, Ia terus berusaha bertahan hingga bergelantungan pada batang pohon yang hanyut. Arus pun membawa Martunis berputar-putar hingga dirinya pingsan. Begitu tersadar, ia telah tersangkut di atas pohon bakau di kawasan Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala. "Semuanya rata, saya tak tahu di mana letak kampung saya, yang tampak hanya mayat-mayat," kenang Martunis. Martunis bertahan selama 21 hari di atas pepohonan dengan ngelimpangan mayat di sana-sini. Untuk bertahan hidup ia memungut makanan dan air mineral yang terseret gelombang. Matanya berkaca-kaca saat mengisahkan dirinya bertahan dari hempasan gelombang raksasa yang mewewaskan puluhan ribu jiwa itu. Pada hari ke-21, 2 pria yang sedang mencari keluarganya di kawasan tersebut menemukan Martunis. Lantas, Martunis diserahkan kepada wartawan Sky News yang saat itu meliput bencana tsunami di kawasan Deah Raya. Pemberitaan penemuan Martunis yang menggunakan kostum Portugal menghebohkan dunia dan mengundang simpati. Hingga Cristiano Ronaldo pemain sepak bola timnas Portugal ini juga turut memberikan perhatiannya pada sang bocah. Diangkat Anak oleh Cristiano Ronaldo Setelah mendapatkan perawatan dan kembali bertemu dengan ayahnya, beberapa bulan kemudian, Martunis diundang khusus ke Portugal bersama ayahandanya, dengan sambutan hangat oleh segelintir bintang sepak bola timnas Portugal. "Di Portugal saya diajak jalan-jalan dan bermain bola," tutur Martunis. Namun Ibu dan ketiga saudaranya lenyap ditelan gelombang, hingga jasadnya pun tidak ditemukan lagi. Ketenaran bocah tsunami ini terus melejit, hingga sederetan orang-orang penting mengundangnya untuk bertemu, seperti halnya Presiden RI saat itu Susilo Bambang Yudhoyono, artis Celine Dion, Presiden FIFA Sepp Blatter dan beberapa bintang sepak bola dunia lainnya. Martunis bahkan diundang sebagai tamu kehormatan pada laga Portugal versus Slovakia di Stadion Da Luz, Lisbon, dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2006. "Itu menjadi kisah yang luar bisa bagi saya, saya sangat ngembira saat itu," ungkap dia. Pada 2013, Cristiano Ronaldo kembali menemui Martinus di Aceh. Ia pun diangkat Ronaldo sebagai anak. Saat itu dirinya sering berkomunikasi dengan Cristiano Ronaldo melalui telepon selular dengan bantuan penerjemah bahasa. Minum Air Urine Pablo Cordova adalah salah satu yang berhasil lolos dari maut. Ia selamat gempa dahsyat berkekuatan 7,8 skala Richter (SR) mengguncang Ekuador, meski hotel tempatnya bekerja rubuh hingga rata dengan tanah. "Mereka sudah mempersiapkan pemakaman saya, lengkap dengan peti matinya. Tetapi saya hidup kembali," kata Pablo saat ditemui awak media di rumah sakit, seperti dikutip dari Belfast Telegraph, 20 April 2016. Pablo terkurung di bawah puing-puing, namun ia cukup beruntung karena tidak sampai terjepit reruntuhan bangunan. Ada cukup ruang baginya untuk bergerak. Selama kurang lebih satu setengah hari itu, dia bertahan hidup dengan meminum urine atau air kencingnya sendiri. Seraya berdoa agar regu penyelamat menemukannya di balik bongkahan bangunan yang ambruk, sebelum baterai ponselnya habis. Alhasil, dia selamat dari bencana alam yang menewaskan lebih dari 480 orang tersebut. Segera setelah ditarik keluar oleh regu penyelamat dari Kolombia, Pablo segera menghubungi istrinya pada Senin 18 April 2016 siang. Betapa riang sang istri mendengar suaminya masih hidup dan bersuara. Setelah sebelumnya sempat pingsan dan sedih akibat mengetahui sang suami tertimbun reruntuhan hotel bertingkat lima di Portoviejo.
  2. Gempa yang terjadi Rabu (13/4) malam itu berpusat di hutan sekitar 220 kilometer dari Mandalay, kota kedua terbesar di Myanmar. Warga Kolkata, India, bergegas keluar rumah setelah gempa yang berpusat di Myanmar terasa hingga India dan Bangladesh, Rabu malam (13/4). Gempa kuat melanda Myanmar utara hari Rabu (13/4) malam dan dirasakan di beberapa bagian China dan India. Belum ada laporan tentang adanya korban. Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter itu berpusat di hutan sekitar 220 kilometer dari Mandalay, kota kedua terbesar di Myanmar. Daerah itu jarang penduduknya dan rawan gempa, dan kebanyakan rumah dibangun rendah. Warga Yangon, kota utama Myanmar bergegas ke jalan-jalan dalam kepanikan, ketika mereka merasakan gempa itu. Seorang wartawan kantor berita Associated Press berada di sebuah rumah sakit Yangon ketika itu dan melaporkan, rumah sakit berlantai enam itu berguncang keras dua kali selama paling tidak satu menit. Orang juga merasakan gempa itu di Dhaka, ibukota Bangladesh, 484 kilometer dari pusat gempa, dan di Lhasa, Tibet, di mana banyak warga dilaporkan telah bergegas panik ke jalan-jalan. Meskipun gempa bumi lazim di Myanmar, negara di Asia tenggara itu belum merasakan gempa sekuat itu sejak gempa berkekuatan 6,8 SR melanda bagian tengah negara itu pada November 2012, menewaskan hampir 40 orang. (www.voaindonesia.com)
  3. vyrous

    Suasana Pasca-Gempa di Padang

    Gempa berkekuatan 8,3 SR terjadi di 682 kilometer Barat Daya Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. BMKG menyatakan gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu berpotensi tsunami.
  4. Gempa berkekuatan 5,7 Skala Ritcher (SR) melanda Yogyakarta dan sekitarnya, Sabtu subuh (25/7). Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya, gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa tersebut berpusat di 111 kilometer tenggara Ciamis, Jawa Barat. Salah satu warga Yogyakarta, Rizal, mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Meski tidak ada kerusakan, magnitude gempa yang cukup besar menyebabkan barang-barang yang ada di rumah bergetar. "Semua orang rumah terbangun. Ada guncangan lemari kacam suaranya terasa cukup kencang," kata warga Condong Catur.
  5. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengonfirmasikan dampak gempa 5,7 SR yang terjadi subuh tadi, Sabtu (25/7), ke beberapa Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Menurut keterangan BPBD, gempa dirasakan sedang hingga kuat di 15 kota di Jawa Tengah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan daerah yang turut terdampak oleh gempa adalah Tasikmalaya, Ciamis, Cilacap, Kebumen, Gunung Kidul, Bantul, Prambanan Klaten, Solo, Magelang, Wonogiri, Pacitan dan Ponorogo. "Gempa terasa kuat sekitar 10 hingga 20 detik terutama di Tasikmalaya, Cilacap, Purbalingga, Kebumen dan Gunung Kidul dengan guncangan yang meliuk-liuk," kata Sutopo kepada CNN Indonesia. Sebagian warga berhamburan keluar rumah dan berteriak ada gempa. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. "BPBD masih melakukan pemantauan di daerah-daerah," ujar Sutopo. Menurut Sutopo, pusat gempa 5,7 SR berada di empat titik, yakni 111 km tenggara Ciamis Jawa Barat, 115 km tenggara Cilacap, 117 km barat daya Kebumen Jawa Tengah, dan 147 km barat daya Yogyakarta. Pusat gempa tersebut tidak berada di jalur subduksi atau pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia, melainkan di sisi dalam lempeng Eurasia. "Wilayah selatan Pulau Jawa adalah daerah rawan gempa dan tsunami. Aktifnya jalur subduksi tersebut bergerak rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah timur laut-Utara," kata Sutopo. Menurutnya, potensi gempa maksimum di Jawa atau di selatan Jawa sekitar 8,1 hingga 8,2 SR. Dari Selat Sunda hingga Bali sepanjang jalur Jawa, megathrust atau gempa maksimum tersebut baru terjadi di selatan Pangandaran pada 2006 (7,8 SR) dan selatan Banyuwangi pada 1994 (7,8 SR). Gempa di kedua daerah tersebut menghasilkan tsunami dan terjadi dalam kurun waktu 165 tahun terakhir. "Daerah lainnya tidak ada catatan sejarah gempa besar dan dinyatakan seismic gap," ujar dia. Meski demikian, kata Sutopo, upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di daerah selatan Jawa harus ditingkatkan terus karena wilayah tersebut memang rawan gempa dan tsunami. Sumber: CNN Indonesia
  6. sulistian_setiawan129

    Bayi Pasangan Gay Israel Selamat dari Gempa Nepal

    Banyak pasangan homoseksual di Israel melancong ke luar negeri untuk mendapatkan anak dari ibu wali. Beberapa pasangan homoseksual asal Israel berhasil membawa pulang anak hasil pembuahan ibu pengganti dari Kathamandu, Nepal, pada Senin 27 April 2015. Menteri Dalam Negeri Israel, Gilad Erdan, menyambut dengan bahagia bayi-bayi yang selamat dari bencana gempa bumi 7,9 skala Richter di Nepal ini. "Sangat menyenangkan menyambut Anda. Saya bangga menjadi warga Israel," ujar Erdan kepada para ayah yang menggendong bayi dan balita mereka saat menuruni tangga pesawat di Bandar Udara Tel Aviv, Israel. Tak hanya satu, tapi ada delapan rombongan pasangan yang mendarat di bandara tersebut dalam dua gelombang terpisah. Sesampainya di Israel, bayi-bayi tersebut akan menjalani tes DNA untuk menentukan siapa orang tua mereka. Makhluk mungil ini pun dipastikan akan mendapatkan kewarganegaraan Israel. Di bawah hukum Israel, hanya pasangan heteroseksual yang dapat memiliki anak dari ibu pengganti. Hal ini yang menyebabkan banyak pasangan homoseksual melancong ke luar negeri untuk mendapatkan anak dari hasil pembuahan buatan. Nepal memang merupakan tujuan utama bagi para pasangan homoseksual untuk mendapatkan ibu pengganti. Banyak ahli mengecam aksi tersebut karena dianggap mengeksploitasi kemiskinan, angka kelahiran dari ibu pengganti di Nepal terus meningkat.Merujuk pada data Kementerian Luar Negeri Israel, ada 25 bayi dari ayah homoseksual Israel yang lahir di Kathmandu. Pemerintah Israel mengatakan mereka akan terus mengupayakan pemulangan 17 bayi lainnya. Mereka rencananya akan dibawa pulang bersama 600-700 warga Israel lain dengan pesawat yang diberangkatkan pada Selasa 28 April 2015. Sementara itu, salah satu penyedia jasa ibu pengganti Israel, Tammuz, mengirimkan tim dari India untuk memastikan proses kehamilan dan kelahiran bayi klien mereka berjalan lancar. Mendukung warganya, Kementerian Hukum Israel mengizinkan para ibu pengganti di Kathmandu untuk hijrah ke Israel selama masa kehamilan.
  7. sulistian_setiawan129

    Spiderman Tampilkan Solidaritas untuk Korban Gempa Nepal

    Alain Robert mengibarkan bendera Nepal ketika memanjat gedung setinggi 210 meter di pusat kota Paris. Ia menunjukkan solidaritasnya terhadap korban gempa saat melakukan aksinya yang terkenal, memanjat bangunan pencakar langit. Spiderman alias manusia laba-laba asal Perancis, Alain Robert, kembali melakukan aksinya untuk memanjat bangunan pencakar langit. Kini yang menjadi sasarannya adalah Gedung Montparnasse yang memiliki tinggi 210 meter dari permukaan tanah di pusat kota Paris (29/4). Pria yang tahun ini akan genap berusia 53 tahun itu memanjat Montparnasse dengan tujuan menunjukkan dukungan terhadap para korban gempa bumi berkekuatan 7,9 SR di Nepal. Ia juga memaparkan secara khusus aksinya tersebut untuk menunjukkan solidaritas terhadap para pendaki di Gunung Everest yang terjebak dan meninggal longsor gunung akibat gempa tersebut. "Saya ingin melakukan sesuatu untuk menghormati mereka yang kehilangan nyawanya karena gempa di Nepal dan juga mereka yang terjebak di pegunungan. Ada beberapa orang yang melakukan perjalanan, pendakian di Gunung Everest dan pegunungan lainnya dan mereka terkena dampak dari gempa tersebut," tutur Robert. Selain membawa bendera Nepal saat mendaki sebuah pencakar langit perkantoran yang dibangun sejak tahun 1969 tersebut, Robert juga bendera doa Buddha dalam aksinya tersebut. Hingga berita ini ditulis jumlah korban gempa di Nepal yang berlangsung pada akhir pekan lalu, 25 April 2015, korban tewas yang ditemukan mencapai 4768 dan lebih dari 9600 orang terluka. Sementara itu ada lebih dari 80 orang yang tewas di India dan Tibet. Perdana Menteri Nepal, Sushil Koirala, memperkirakan jumlah korban tewas dapat mencapai 10 ribu jiwa. Angka tersebut melebihi korban jiwa akibat gempa besar yang terjadi di Nepal pada 1934 silam yang menewaskan 8.500 jiwa.
  8. Lebih dari 4000 orang tewas, bangunan-bangunan bersejarah di lembah Kathmandu luluh lantak oleh gempa bumi berkekuatan 7,9 skala ritcher Menara Dharahara dan Candi Kasthamandap merupakan beberapa di antara situs bersejarah yang berubah menjadi puing-puing akibat gempa dahsyat di Nepal. Lebih dari 4000 orang tewas, bangunan-bangunan bersejarah di lembah Kathmandu luluh lantak oleh gempa bumi berkekuatan 7,9 skala richter pada Sabtu (25/4). Namun, para ahli sejarah mengatakan, masih ada secercah harapan. Dharahara, menara putih setinggi 60 meter tersebut dibangun pada 1932, telah hancur. Sementara, Kasthamandap, kuil kayu bertingkat tiga di Durbar Square, kini berubah menjadi tumpukan kayu dan puing-puing. “Barangkali kuil ini tidak setenar menara, tetapi secara historis mungkin ini adalah bangunan paling signifikan di Kathmandu yang hancur,” kata Michael Hutt, profesor yang juga direktur Institut Asia Selatan di Soas, dan penulis buku tentang seni dan arsitektur lembah Kathmandu. Hutt mengatakan, dia berduka usai mengikuti berita-berita dan informasi di Twitter pada akhir pekan ini. “Foto pertama yang saya lihat adalah Kathmandu Durbar Square, dan kesan pertama saya adalah kehancuran total.” Dua candi pagoda paling mengesankan juga sudah hancur. Namun, karena lebih banyak gambar yang diposting online, beberapa candi dan kuil bersejarah bisa selamat dari bencana. Lembah Kathmandu memiliki tiga kota utama, Kathmandu, Patan, dan Bhaktapur. Masing-masing dibangun di kompleks istana abad pertengahan, masing-masing dengan alun-alun yang memiliki candi dan kuil. Hutt mengatakan, “Anda akan memiliki lapangan dengan 10 atau 12 struktur abad ke-17 ini, dan tiga atau empat dari bangunan tersebut runtuh sepenuhnya. Beberapa rusak parah atau retak penutup atas akan jatuh, tetapi beberapa tampaknya bertahan.” “Melihat gambar dari kompleks istana utama, ada beberapa bagian yang jatuh dan runtuh, tetapi sebagian besar selamat.” Terlalu dini menyebut sejauh apa kerugian, meskipun empat dari tujuh situs warisan dunia Unesco di lembah ini rusak parah. Meski demikian, para ahli berharap ada beberapa bangunan dapat dipulihkan, menunjuk Menara Dharahara yang direkonstruksi setelah gempa bumi pada 1833 dan 1934 yang lampau. Selain bangunan bersejarah, lembah Kathmandu juga kehilangan banyak perumahan abad pertengahan. Ini lebih sulit untuk menggantikannya. Orang-orang tidak ingin hidup di dalamnya, dan tidak ada orang pemerintah yang memerintah dilakukan konservasi. “Adalah hal biasa di lembah Kathmandu untuk melihat seseorang menghancurkan bangunan tua cantik dari kayu dan menggantikannya dengan beton raksasa. Ini akan mempercepat proses tersebut dan agak menyedihkan,” kata Hutt seperti dilansir dari laman Guardian. Bhaktapur mempertahankan banyak bangunan dari abad pertengahan. Kendati gempa menyebabkan kerusakan berat, beberapa bangunan penting tetap berdiri, termasuk salah satu dari dua candi berjenjang lima. Hutt berkata, Patan adalah istana dan lapangan paling spektakuler serta museum indah yang selamat dari bencana tersebut, meskipun beberapa kuil pagoda rubuh. Dia merasa lega, tidak banyak korban tewas di daerah tersebut. Kekhawatiran paling mendesak adalah krisis kemanusiaan. Akan ada penilaian, bangunan bersejarah apa yang hilang dan apa mereka bisa dibangun kembali. “Membangun kembali adalah tugas besar, dan akan dibutuhkan waktu cukup lama. Nepal tidak memiliki uang untuk melakukannya sendiri,” katanya. “Ini adalah tempat yang putus asa dalam politik, sangat rapuh, kurang sumber daya, dan sangat tergantung pada bantuan internasional. Sumber daya yang ada tidak untuk melakukan pekerjaan restorasi ini, dan mereka akan membutuhkan banyak bantuan.” Peter Stone, ketua Komite Nasional Inggris dari Blue Shield, lembaga warisan budaya setara dengan Palang Merah, mengatakan bahwa banyak rekan-rekan internasional berusaha mengkoordinasi rencana aksi menanggapi bencana, tapi terbukti sulit. “Masalah yang kita hadapi di Nepal adalah, kita tidak tahu apakah orang-orang tersebut masih hidup, kita tidak punya cara berhubungan dengan mereka secara cepat, dengan cara mudah.” Prioritas utama adalah pencarian dan penyelamatan.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi