Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gejala'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. KANKER, jika terdeteksi pada tahap awal dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya, bahkan menyelamatkan kehidupan. Karena itu, sebelum kanker menyebar ke berbagai organ, menyadari gejala-gejala umum merupakan langkah penting. Karena ada berbagai jenis kanker dan gejalanya bervariasi, sulit untuk memberikan daftar rangkaian gejala. Namun, berikut adalah gejala umum dari kanker yang perlu Anda sadari seperti dilansir dari Thehealthsite. Diare Diare dan sembelit untuk jangka waktu yang lama bisa menjadi gejala kanker usus. Batuk terus-menerus dan suara serak Jika batuk tak kunjung sembuh meski sudah terapi antibiotik, maka hal itu bisa mengindikasikan kanker tenggorokan. Darah di tinja Meskipun bisa menunjukkan gejala penyakit lainnya, darah di tinja juga menandakan kanker gastrointestinal. Darah dalam urin Jika kebetulan melihat urin berwarna kemerahan, ditambah demam dan nyeri perut, maka itu bisa menjadi gejala kanker ginjal. Sariawan tak kunjung sembuh Ini bisa mengindikasikan kanker mulut, terutama jika Anda seorang perokok. Peradarahan menstruasi berkepanjangan Jika periode menstruasi Anda melebihi dari 10 hari, maka perlu mewaspadai kanker rahim. Darah dalam dahak Jika Anda batuk terus-menerus dan terdapat darah dalam dahak, maka bisa menjadi pertadan kanker paru-paru Sering terkena penyakit kuning Jika Anda sudah menderita sakit kuning, tetapi kembali terserang penyakit tersebut, maka waspadai kanker hati. Benjolan di payudara Meskipun tidak semua benjola di payudara adalah kanker, akan lebih baik jika memeriksakannya ke dokter. Wanita berusia lebih dari 35 tahun idealnya melakukan pemeriksaan mamografi setiap 1-2 tahun sekali untuk mendeteksi kanker payudara. Perubahan ukuran tahi lalat Perubahan ketinggian, kedalaman, kelengkungan tahi lalat bisa menjadi pertanda kanker kulit. Selain itu, setiap benjolan pada bagian tubuh sebaiknya diperiksakan ke dokter.
  2. Masalah kerontokan rambut dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah pola makan anda sehari hari, kekurangan mineral yang dibutuhkan oleh rambut, obat-obatan, stress, polusi, maupun faktor genetika. Hampir 30% orang di dunia mengalami masalah kerontokan rambut, dan hampir 70% diantaranya adalah perempuan. Penyebab rambut rontok Berikut adalah 6 jenis masalah dan penyebab masalah kerontokan pada rambut (alopecia). Androgenic alopecia Adalah bentuk paling umum dari kerontokan rambut yang disebabkan oleh hormon dan faktor genetika. Statistik menunjukkan bahwa jenis kerontokan rambut ini dialami 30% pria di usia 30 tahun. Gejalanya ditandai dengan volume rambut yang menipis awalnya pada daerah depan kepala dan bergerak menuruni sisi kepala, kerontokan jenis ini juga cenderung dialami oleh kebanyakan wanita setelah masa menopause. Toxic alopecia Jenis kerontokan rambut ini terjadi setelah seseorang mengalami stress fisik atau emosional. Selain faktor stress, infeksi kulit kepala, penurunan berat badan secara tiba-tiba, operasi, obat-obatan, penyakit seperti lupus, diabetes, dan penyakit tiroid, pengobatan kemoterapi, obat penyakit jantung, terapi radiasi, dan kehamilan atau persalinan juga dapat menjadi faktor penyebab toxic alopecia. Alopecia areata Alopecia areata sebenarnya adalah sebuah kelainan kulit yang menyebabkan rambut di daerah kulit yang terkena mengalami kerontokan. Biasanya terjadi pada kulit kepala atau jenggot dan diduga disebabkan oleh autoimun. Jenis kerontokan rambut ini paling umum terjadi pada mereka yang masih berusia muda, dan terjadi hanya sementara, artinya rambut yang rontok akan tumbuh kembali. Alopecia universalis atau totalis Kerontokan jenis ini menyerang seluruh rambut di tubuh, termasuk alis dan bulu mata. Biasanya terjadi karena masalah psikologis dan rambut akan sulit untuk tumbuh kembali. Trikotilomania Ini adalah kasus rambut rontok karena sering tertarik atau rambut patah, kerontokan jenis ini dapat dengan mudah ditanggulangi dengan pengobatan yang tepat. Scarring alopecia Adalah masalah rambut rontok yang terjadi di lokasi bekas luka atau daerah yang rusak seperti luka bakar atau kanker kulit. Mengatasi rambut rontok Setelah anda mengetahui jenis dan penyebab rambut rontok yang anda alami, silahkan anda baca juga, 3 cara mengatasi rambut rontok.
  3. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan mental yang menyebabkan tingkah perilaku hiperaktif yang diatas normal dan mengganggu. Orang dengan ADHD cenderung memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi, duduk diam, memperhatikan, berorganisasi, mengikuti instruksi/petunjuk, mengingat dengan detail, dan/atau mengendalikan impuls. Salah satu komplikasi yang buruk bagi orang-orang dengan ADHD jika tidak diobati adalah, mereka seringkali akan mengalami kesulitan bergaul dengan rekan-rekan mereka, anggota keluarga di rumah, dan rekan kerja. Pelajari lebih lanjut tentang kondisi, mengetahui gejala, dan bagaimana memperlakukan kondisi ADHD Pertama, ADHD adalah gejalayang sering muncul diantara usia anak-anak 3 dan 6 tahun. Namun, gejala awal bisa sulit untuk dikenali, sehingga seringkali diabaikan. Misalnya, perilaku konyol atau perilaku yang tidak menentu biasa dianggap sebagai perilaku yang menggemaskan pada balita yang akan terus hingga menjadi anak-anak. Selain itu, gejala ADHD bervariasi dari setiap orang, sehingga tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua diagnosis. Mengenali Gejala ADHD Seringkali, ADHD pertama kali bisa dirasakan ketika anak mulai masuk sekolah, dimana yang kemudian secara tiba-tiba harus ikut dalam kegiatan yang terorganisir, mengikuti aturan-aturan yang berbeda, dan bermain dengan anak-anak lain di lingkungan yang lebih terstruktur. Guru mungkin menjadi orang yang pertama yang akan mendeteksi gejalanya, seperti seorang anak mengalami kesulitan mengikuti aturan kelas, tak bisa duduk diam, tak mau menunggu giliran, sulit mengikuti instruksi, atau jika anak sering “keluar ruangan”, atau di tempat bermain. Dalam kasus lain, orang tua juga mungkin bisa menjadi orang yang pertama yang merasakan bahwa anaknya tidak berhasil di sekolah atau berinteraksi sosial dengan orang lain. Penyebab lain dari gejala ADHD Jika Anda atau guru dari anak Anda mencurigai anak Anda mungkin mengidap ADHD, sebaiknya Anda harus bertemu dengan dokter anak. Dokter anak akan menilai anak Anda, dan dapat merujuk Anda ke spesialis kesehatan mental yang berpengalaman mengobati ADHD. Sebelum mendiagnosis ADHD, adalah penting untuk menyadari kemungkinan gejala lainnya yang mungkin bisa di alami anak. Sebagai contoh, situasi , peristiwa, atau kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan anak berperilaku yang mirip dengan gejala ADHD . Hal ini termasuk: Sebelumnya tidak terdeteksi adanya masalah pendengaran atau penglihatan Masalah medis lainnya yang mempengaruhi pemikiran dan perilaku Tidak punya kemampuan belajar Diketahui memiliki kejang Anemia (jumlah sel darah merah yang rendah yang dapat menyebabkan energi yang rendah dan konsentrasi yang buruk) Kecemasan, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya yang menimbulkan gejala seperti ADHD Perubahan hidup yang tiba-tiba, seperti kematian anggota keluarga, perceraian, atau pindah ketempat baru. Investigasi oleh Spesialis Jika spesialis merasa perlu untuk mendapatkan kemungkinan penyebab lain, maka ia akan berkonsultasi dengan orang yang tahu tentang anak Anda dengan baik. Hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang gejala anak, dan menentukan apakah perilaku tersebut biasa atau hanya sementara, jika terjadi pada semua atau beberapa situasi, atau ada petunjuk lingkungan lainnya yang bisa menunjukkan penyebab yang menimbulkan perilaku seperti ADHD. Spesialis juga dapat mengamati anak Anda dalam berbagai setting dan situasi tertentu untuk melihat, apakah anak bereaksi dengan cara yang khas sebagai seseorang yang menderita ADHD . Ini juga penting untuk diingat bahwa “anak normal ” bisa saja perilaku tidak biasa, seperti mudah terganggu, bertindak impulsif, dan susah berkonsentrasi, sehingga suatu ketika bisa saja salah untuk diagnosa ADHD. Anak-anak bisa saja memiliki kepribadian, temperamen, dan tingkat energi yang dapat berubah pada tempo tertentu. Hanya seorang profesional medis yang dapat mendiagnosis secara akurat gangguan seperti ADHD. Tes untuk ADHD Sayangnya, tidak ada tes yang dapat mengkonfirmasi dengan akurasi 100 persen diagnosis ADHD. Tes yang akan dilakukan spesialis ketika menilai anak ADHD, pertama akan diarahkan untuk mengesampingkan setiap kemungkinan penyebab lain dari gejala ADHD, seperti dan kemudian mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang pola kemungkinan perilaku. Hal ini mungkin termasuk : Pemeriksaan medis yang lengkap untuk menyingkirkan kondisi seperti kejang dan masalah penglihatan atau pendengaran Pemeriksaan darah untuk menyembuhkan anemia Membahas perilaku anak dalam banyak setting yang berbeda Mengisi kuesioner/daftar periksa tentang perilaku anak. Menanyai orang-orang dalam kehidupan anak tentang pola perilakunya Mengamati anak saat bermain dengan teman-temannya, ketika di dalam kelas, dan berinteraksi di rumah Memberikan anak tugas yang membutuhkan fokus dan konsentrasi Menghadiri sesi konseling keluarga Beberapa gejala ADHD seperti mengganggu, bertindak impulsif, dan kehilangan konsentrasi bisa dialami setiap waktu oleh semua anak. Jadi kuncinya untuk menentukan ADHD adalah, apakah perilaku ini bersifat sementara atau berkelanjutan. Gejala ADHD bisa saja mirip dengan gangguan mental dan medis lainnya, sehingga pengujian secara menyeluruh oleh dokter sangatlah penting. Jadi tidak bisa serta merta menyebut anak hiperaktif dengan ADHD, sebelum benar bisa dipastikan oleh spesialis.
  4. Stroke terjadi ketika aliran darah dari tubuh ke otak mengalami penurunan akibat penggumpalan atau pendarahan. Namun sebelum stroke menyerang, biasanya ada beberapa gejala yang bisa dijadikan panduan agar stroke bisa ditangani lebih cepat. 1.Pandangan kabur Stroke bisa membuat pandangan kabur atau bahkan hilang sama sekali. Sayangnya gejala ini sering diabaikan oleh banyak pasien stroke dan tidak menganggapnya sebagai indikasi stroke. 2.Sulit bicara Stroke bisa mengganggu keterampilan mengekspresikan diri sendiri dan memahami ucapan. Ketika seseorang salah mengeja kata atau sulit berbicara, itu termasuk gejala stroke. 3.Lengan atau kaki lemas Saat terserang stroke, biasanya lengan atau kaki atau keduanya tiba-tiba lemas dan mati rasa. Coba angkat tangan kanan dan kiri secara sejajar dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas selama 10 detik. Jika salah satu lengan terjatuh, artinya otot mengalami pelemahan yang merupakan gejala dari stroke. 4.Hilang keseimbangan Jika Anda pusing, mual, dan sulit berjalan serta kehilangan keseimbangan, orang-orang mungkin berpikir Anda sedang mabuk. Namun pusing tiba-tiba itu sebenarnya adalah gejala stroke. 5.Nyeri Nyeri pada dasarnya bukan gejala yang selalu muncul pada penderita stroke. Tetapi jika nyeri muncul di bagian lengan, kaki, atau setengah bagian dada atau wajah, Anda patut waspada. 6.Sakit kepala tak tertahankan Sakit kepala yang tiba-tiba menyerang dan tak tertahankan memang menyakitkan. Namun kondisi tersebut rupanya juga termasuk salah satu gejala umum dari stroke. 7.Ekspresi wajah Ekspresi wajah yang mengalami pelemahan juga merupakan gejala dari stroke. Sebab biasanya ahli medis meminta pasien tersenyum sambil menunjukkan gigi. Jika tak ada gerakan, artinya Anda terkena stroke. 8.Kelelahan Meski tidak melakukan aktivitas berat, tubuh yang terkena stroke akan menunjukkan gejala lelah berlebihan. Selain itu, perubahan mental juga terjadi pada penderita stroke. 9.Cegukan Cegukan memang menyebalkan. Selain itu, cegukan juga termasuk indikasi bahwa seseorang terkena stroke. Sebab stroke memengaruhi fungsi otak yang mengurus pernapasan, khususnya pada wanita. 10.Kehabisan napas Apakah Anda sangat sulit bernapas meski tidak sedang berlari atau melakukan aktivitas fisik? Jika iya, bisa jadi Anda terkena stroke. Penelitian juga menyebutkan wanita lebih sering mengalami gejala ini.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy