Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gegar otak'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Akibat gegar otak yang sering dideritanya, seorang pemuda pemain sepak bola harus meregang nyawa karena penyakit degeneratif pada otaknya. Padahal penyakit seperti itu biasanya dialami orang yang telah berumur lanjut, sedangkan ia baru 25 tahun. Penyakit otak yang menyerangnya bernama chronic traumatic encephalopathy (CTE), terjadi pada orang yang mengalami trauma berulang pada otaknya. Para peneliti mengatakan, CTE hanya bisa didiagnosis lewat otopsi. Kasus yang menyerang atlet sepak bola muda tersebut juga merupakan kasus CTE langka karena telah menyerangnya di waktu muda. Walaupun sebenarnya, kata peneliti, tanda-tanda dan perkembangan penyakit ini telah diketahui sejak usia 17 tahun. "Atlet ini hanya salah satu mantan atlet olahraga dengan kontak fisik tinggi, yang juga pernah bermain dalam American Football, yang terbukti mengidap ETC ketika diotopsi," kata salah satu penulis jurnal JAMA Neurologi, James M. Noble. "Beberapa mantan atlet meskipun masih muda tapi telah terindentifikasi dengan temuan patologi tersebut," kata Noble yang merupakan ahli saraf di Colombia University. Para peneliti juga menemukan ada infeksi bakteri pada hati pemain sepak bola muda itu. Selain itu, mereka juga mewawancarai keluarga sang atlet dan melihat hasil tes neuropsikologis yang dilakukan ketika pemuda tersebut berumur 24 tahun. Dari hasil penelitiannya, para peneliti mengatakan pemuda itu mulai main sepak bola ketika ia berumur enam tahun hingga 16 tahun kemudian. Ia pun pernah 10 kali gegar otak ketika bermain bola. Pemuda itu mengalami gegar otak pertamanya pada saat berusia 8 tahun. Kemungkinan besar, ia juga mengalami kerusakan otak saat itu. Kerusakan itu dinilai lebih berbahaya ketika terjadi pada usia muda dibandingkan ketika sudah dewasa. Dalam salah satu kecelakaan yang dialami ketika baru saja duduk di bangku kuliah, ia pun sempat kehilangan kesadaran sesaat dan mengalami sakit kepala berkelanjutan, penglihatannya menurun, insomnia, dan masalah memori lainnya. Kendati tengah berusaha untuk mengobati gejala tersebut, masalah itu tetap ada. Dan akhirnya ia berhenti bermain sepak bola. Sang pemuda mengakhiri sekolahnya dengan IPK 1,9, akibat fungsi otak yang menurun. Tak hanya itu, beberapa gejala lain juga dideritanya, seperti lesu, nafsu makan menurun, dan muncul pemikiran-pemikiran untuk bunuh diri. Ia juga mengalami kesulitan dalam bekerja dan mulai menggunakan obat-obatan terlarang, termasuk ganja, untuk membantunya bertahan dari sakit kepala dan membantunya tidur. Secara verbal, ia juga lebih agresif, bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya. Tapi, bagaimanapun, Noble mengatakan masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab tentang penyakit ini. Ia belum menemukan bukti yang kuat mengapa 10 persen altlet yang menderita gegar otak sembuh lebih lama dari biasanya. Dan masih menjadi pertanyaan besar juga mengapa CTE lebih banyak menimpa para atlet.
  2. Ketika seseorang mendengar kata gegar otak, nampaknya bisa menjadi sesuatu yang menyeramkan karena berhubungan dengan otak. Gegar otak atau concussion merupakan cedera kepala yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi mental atau tingkat kesadaran sampai hilangnya kesadaran. Penyebab seseorang bisa mengalami gegar otak adalah adanya benturan keras pada kepala dan leher atau tubuh bagian atas. Benturan tersebut bisa membuat otak terdorong ke belakang dan kemudian maju dengan kuat dan membentur tulang kepala bagian dalam. Benturan tersebut biasanya terjadi pada sebuah kecelakaan. Dilansir dari Helath.Detik.com, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, dokter spesialis dari RS Medistra mengatakan bahwa gegar otak dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu ringan, sedang, dan berat dan bisa dilihat dari tingkat kesadarannya pada 2 jam pertama. Gegar otak dikatakan ringan jika gejala yang muncul dalam 2 jam pertama hanya berupa mengantuk. Dikatakan gegar otak sedang jika masih sadar tapi merasa pusing. Sedangkan, gegar otak berat seseorang bisa pingsan, sadar, lalu pingsan lagi. Ketahuilah bahwa cedera kepala tersebut bisa menyebabkan terjadinya pendarahan di dalam atau di sekitar otak yang menyebabkan beberapa gejala. Apa gejala-gejala tersebut? Dilansir dari beberapa sumber, berikut ciri-ciri orang yang mengalami gegar otak: Tak sadarkan diriHilang ingatanMual dan muntahTelinga berdengungPingsanSakit kepala hebatSeparuh badan lumpuh, seperti strokeKetahuilah bahwa seseorang dengan gegar otak bisa merasa linglung atau bingung sesaat. Beberapa orang bahkan tak menyadari bahwa dirinya terkena gegar otak.Kesadaran bisa hilang dalam waktu singkat. Ingatan akan kejadian-kejadian yang terjadi sesaat sebelum atau sesudah cedera bisa hilang. Selain itu, si penderita merasa sakit kepala, sensasi seperti berputar, kepala terasa ringan, kelelahan, daya ingat buruk, kesulitan untuk berkonsentrasi, depresi dan kecemasan. Gejala-gejala tersebut dinamakan post-concussion syndrome. Gejala tersebut merupakan gejala umum yang bisa dialami oleh seseorang yang mengalami gegar otak. Akan tetapi, seseorang yang mengalami kecelakaan dan berpotensi mengalami gegar otak biasanya menunjukkan ciri-ciri yang berbeda, yaitu tak sadarkan diri, mual dan muntah, sakit kepala hebat, dan separuh badan lumpuh.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy