Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'games'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. dugelo

    ROBLOX

    Version 2.493.429776 MOD V1

    1 download

    Games are where people’s imagination comes to reality and allows them to build whatever they like to entertain others. However, few people think about creating a game platform that is constantly expanding and involving other players. Those games are widely popular because they are open-sourced, and players can join and develop them on any platform. A game that fits those elements is ROBLOX, the largest and healthiest playground that everyone loves. Moreover, the game always gives people attractive and outstanding content, even many games inside it have references to famous games. MOD V1 Mod Menu God Mode (inmunity to some damage) Jump cheat Slider Jump Height Fly Pass Through Walls (grants inmunity to some environmental hazards) Lock Camera POV Night Mode Troll features
  2. dugelo

    ROBLOX

    View File ROBLOX Games are where people’s imagination comes to reality and allows them to build whatever they like to entertain others. However, few people think about creating a game platform that is constantly expanding and involving other players. Those games are widely popular because they are open-sourced, and players can join and develop them on any platform. A game that fits those elements is ROBLOX, the largest and healthiest playground that everyone loves. Moreover, the game always gives people attractive and outstanding content, even many games inside it have references to famous games. MOD V1 Mod Menu God Mode (inmunity to some damage) Jump cheat Slider Jump Height Fly Pass Through Walls (grants inmunity to some environmental hazards) Lock Camera POV Night Mode Troll features Submitter Sam Submitted 09/06/2021 Category Games  
  3. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah memperkenalkan maskot Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus - 2 September 2018.Namun maskot Asian Games berupa burung cenderawasih dengan kostum pencak silat yang diberi nama Drawa itu mendapat banyak kritikan dari masyarakat, menyangkut desain yang ala kadarnya alias asal jadi.Banyak netizen yang mengkritisi melalui berbagai media sosial, seperti Facebook dan Twitter,Kritikan-kritikan itu beberapa di antaranya datang dari para penggiat industri kreatif seperti komikus dan animator.Komikus Faza Ibnu Ubaydillah Salman (populer dengan julukan Faza Meonk) berpendapat, tidak semua aspek dari maskot tersebut bisa dinilai negatif. Ia bahkan memuji pemilihan karakter yang dianggapnya sudah cukup baik ini."Bisa dilihat ketika di-remake oleh desainer-desainer lain, (maskot ini) jadi terlihat bagus," ujar pencipta karakter populer Si Juki ini.Oleh karena pemilihan karakternya yang sudah tepat itu, Faza justru berpendapat maskot itu memang harus direvisi. Agar eksekusinya bisa lebih ciamik, dengan dasar karakter tetap burung cendrawasih.Sementara animator sekaligus pendiri studio animasi Main Studio Andi Martin mengatakan, maskot Asian Games 2018 buatan Kemenpora tidak memiliki nilai jual. Padahal, nilai jual ini sangat vital terkait dengan licensing danmerchandising."Kalau desainnya tidak bagus,merchandise-nya siapa yang mau beli?"Masih ada waktu untuk revisi Jika dibandingkan dengan logo Asian Games sebelum ini, Faza menilai maskot Drawa ini sebenarnya masih jauh dari kata layak.Oleh karena itu, mengingat waktu penyelenggaraan yang masih cukup lama, Faza menyarankan agar pemerintah melakukan revisi terhadap maskot ini."Menurut saya jelas harus direvisi karena maskot merupakan representatif dari event itu sendiri," katanya pembuat komik dengan karakter "Juki" ini.Kemenpora pun menanggapi positif kritikan-kritikan di tengah masyarakat tersebut. Hanya selang tiga hari, Kemenpora menggelar rapat bersama dengan Badan ekonomi Kreatif pimpinan Triawan Munaf, yang tujuannya untuk merevisi maskot Asian Games 2018.Namun, revisi tersebut akan dilakukan secara tertutup. Menurut siaran pers Kemenpora tanggal 31 Desember 2015, Bekraf akan mengundang sejumlah kalangan profesional tertentu di bidang ekonomi kreatif untuk turut berkontribusi sesuai keampuannya.Kemenpora menegaskan, revisi maskot Asian Games 2018 bukan dalam bentuk sayembara terbuka, tetapi akan ditunjuk pihak tertentu yang dianggap memiliki kredibilitas di bidang maskot.
  4. Reynaldo

    Banished

    Review Banished: Game Simulasi Kota yang Menantang! Berapa banyak dari Anda – para penggemar game simulasi tata kota yang harus kecewa dengan arah yang dibawa Maxis dan EA di seri terbaru SimCity tahun lalu? Terlepas dari kualitas seri terdahulu yang memang cukup memfasilitasi semua inovasi, kreativitas, dan mimpi untuk sebuah kota megapolitan futuristik yang memesona, SimCity terbaru tampil dengan keterbatasan yang memang cukup mencederai antisipasi para penggemarnya. Kebutuhan untuk terus terkoneksi dengan dunia maya, dan terrain bangun yang sangat terbatas menjadi catatan ekstra, di luar dukungan “multiplayer” yang ternyata tidak sesignifikan yang dibayangkan. Jika Anda termasuk salah satu yang merasa kecewa, obat penawar rasa sakit hati tersebut akhirnya hadir dalam bentuk yang berbeda. Sebuah judul game bernama – Banished. Tidak sulit menemukan alasan untuk terpesona dengan Banished, mengingat game ini merupakan hasil kerja keras satu orang developer - Luke Hodorowicz, yang akhirnya mendirikan studio – Shining Rock Software sebagai developer resmi. Walaupun hanya dikembangkan oleh satu orang saja, Banished hadir dengan konsep, kompleksitas, dan kualitas yang secara konsisten berhasil menarik perhatian begitu banyak gamer penggemar game simulasi bangun kota sejak pengenalan pertamanya. Dengan cita rasa medieval yang kentara, Anda memang tidak akan berhadapan dengan gameplay penuh aksi, perang, dan monster raksasa. Namun kompleksitas dan cita rasa unik yang ia tawarkan, akan membuat Anda betah menatap komputer untuk waktu yang sangat lama. Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Banished? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah simulasi tata kota yang menantang? Menjadikan Manusia Sebagai Resource Terpenting Seperti nama yang ia usung, Banished memang menceritakan sekelompok manusia terbuang yang diusir dari komunitasnya untuk alasan tertentu. Untuk memastikan diri dapat bertahan hidup, tugas Anda sebagai pemimpin adalah dengan mulai membangun “peradaban” tersendiri, di tengah antah berantah bersama dengan puluhan penduduk yang lain. Kesempatan untuk memulai hidup yang baru memang bukan perkara yang mudah. Anda harus mulai mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan, membangun begitu banyak fasilitas krusial, dan akhirnya menjamin kehidupan stabil yang terus tumbuh. Namun tidak seperti game-game simulasi kota yang lain, Banished justru menjadikan manusia sebagai sumber daya yang paling krusial. Di sebagian besar game dengan genre seperti ini, Anda biasanya akan disibukkan dengan usaha untuk terus memperluas kota sembari memastikan fasilitas pendukung kehidupan berjalan dengan baik. Anda akan lebih disibukkan untuk mengatur jumlah uang, sumber daya tambang, minyak, kayu, dan sebagianya untuk memastikan kesempatan untuk membangun fasilitas yang lebih modern dan efektif untuk memastikan kehidupan penduduk di wilayah Anda. Namun, Banished tidak sesederhana konsep game simulasi kota mainstream seperti ini. Alih-alih berpusat pada usaha untuk terus mengumpulkan resource (yang memang juga penting), manusia merupakan pondasi Anda untuk terus memastikan kehidupan yang berkesinambungan. http://youtu.be/Ls8FBFFjMxk Jumlah manusia sangat-sangat terbatas di Banished. Memulai permainan dengan hanya 9-11 manusia dewasa, Anda mulai harus memikirkan kebutuhan esensial seperti yang butuh dibangun terlebih dahulu. Membersihkan hutan, mengumpulkan batu, hingga berburu menjadi kegiatan awal yang paling rasional, sembari tentu saja – mulai membangun rumah-rumah permanen untuk ditinggali. Lalu, Anda mulai bergerak menuju kehidupan yang lebih kompleks. Selain dari hutan sekitar, Anda mulai memikirkan cara untuk memastikan hidup yang lebih terjamin, dengan membangun “sumber makanan” Anda sendiri, dengan membangun pertanian, peternakan, memancing, hingga camp berburu. Untuk memastikan supply kayu yang tidak berkesudahan di masa depan, Anda juga harus mulai membangun “Forester” yang akan menanami kembali setiap pohon yang ditebang. Terdengar sederhana? Tunggu dulu, tidak seperti yang Anda bayangkan. Seperti sebagian besar game bergenre serupa, Anda akan diminta untuk mengumpulkan resource untuk membangun lebih banyak fasilitas dan tentu saja – bertahan hidup. Bedanya, management tenaga kerja menjadi hal yang terpenting di sini. Jumlah manusia yang terbatas harus Anda atur untuk memastikan setiap dari mereka berfungsi secara efektif. Jumlah manusia sangat-sangat terbatas di Banished. Memulai permainan dengan hanya 9-11 manusia dewasa, Anda mulai harus memikirkan kebutuhan esensial seperti yang butuh dibangun terlebih dahulu. Membersihkan hutan, mengumpulkan batu, hingga berburu menjadi kegiatan awal yang paling rasional, sembari tentu saja – mulai membangun rumah-rumah permanen untuk ditinggali. Lalu, Anda mulai bergerak menuju kehidupan yang lebih kompleks. Selain dari hutan sekitar, Anda mulai memikirkan cara untuk memastikan hidup yang lebih terjamin, dengan membangun “sumber makanan” Anda sendiri, dengan membangun pertanian, peternakan, memancing, hingga camp berburu. Untuk memastikan supply kayu yang tidak berkesudahan di masa depan, Anda juga harus mulai membangun “Forester” yang akan menanami kembali setiap pohon yang ditebang. Terdengar sederhana? Tunggu dulu, tidak seperti yang Anda bayangkan. Karena pada akhirnya, terlepas dari aktivitas apapun yang hendak Anda lakukan, dari sekedar membangun hingga bertani, Anda harus memperkerjakan penduduk yang cukup untuk memastikan semua fasilitas tersebut bekerja dengan sangat efektif. Bagaimana Anda akan mengatur dan menugaskan 11 orang dewasa, untuk bertani, memancing, berburu, mengambil kayu, membangun fasilitas yang lain, dan membangun peralatan yang cukup untuk mendukung kerja yang lain? Inilah tantangan terbesar Banished. Karena tidak seperti game simulasi kota lain yang mengasosiasikan kemajuan pembangunan dan pertambahan penduduk, Banished merefleksikan kondisi yang lebih nyata. Tenaga kerja yang sangat terbatas untuk menggawangi begitu banyak sektor krusial untuk bertahan hidup akan menjadi masalah terbesar Anda. Karena begitu Anda lalai menyusun prioritas, maka Anda harus berhadapan dengan kematian yang masif. Ingat, di saat yang sama, Anda juga harus memastikan resource di luar makanan terus terpenuhi. Pekerjaan kian berat karena pertumbuhan penduduk Banished tidak akan secepat usaha Anda untuk menyediakan lebih banyak fasilitas dan ruang bagi mereka untuk tumbuh. Seperti di kehidupan nyata, setiap penduduk dewasa akan mulai menua, menikah, dan memiliki anak. Anak-anak yang lahir di desa Anda akan berpotensi menjadi tenaga kerja ekstra di masa depan, yang memungkinkan Anda untuk menempatkannya di sektor-sektor kehidupan baru yang krusial. Namun, anak-anak tak ubahnya investasi jangka panjang, karena di saat yang sama, mereka juga menghasilkan lonjakan kebutuhan resource yang mulai terasa “menuntut”, apalagi dengan jumlah penduduk pekerja yang akan tetap konstan untuk waktu yang lama. Dan seperti anak-anak yang tumbuh dewasa, mereka yang sudah dewasa juga bisa menua dan mati jika sudah saatnya. Pertumbuhan penduduk yang lambat dan dinamis membuat Anda harus secara aktif mengatur dan menyusun prioritas kerja. Inilah yang terjadi dengan gameplay Banished kami. Ketika semangat untuk membangun kota begitu menggebu-gebu, dengan total 20 penduduk pekerja, kami mulai menyusun skala prioritas untuk menjamin stabilitas kota yang lebih baik. Sebagian dari penduduk ini kami tempatkan sebagai builder untuk membangun bangunan, 1 menjadi laborer sebagai pekerja kasar yang akan mendistribusikan resource, dan sisanya ditempatkan di hutan untuk menambang lebih banyak kayu, batu, dan tentu saja – kulit binatang. Dengan optimisme yang tinggi bahwa ini akan menjadi formula yang paling tepat untuk mempercepat pembangunan kota, kami meninggalkan beberapa post yang dianggap tidak penting untuk difokuskan saat ini seperti “blacksmith”. Terlihat bagus di awal, namun jadi mimpi buruk di akhir. Tidak adanya blacksmith berarti tidak adanya supply tools untuk melakukan banyak pekerjaan dengan cepat. Kurangnya resource tools berarti aksi pengumpulan resource yang lebih lambat, sementara tuntutan mulut yang harus diberi makan konstan. Kayu menipis, makanan kurang, dan hasilnya? Kami harus memulai kembali dari save terakhir.
×
×
  • Create New...