Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'gambar'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Mengingat sesuatu bagi sebagian orang menjadi hal yang sulit. Namun sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada cara mudah dalam mengingat ataupun melatih kemampuan mengingat seseorang, yaitu dengan cara menggambar. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Departement of Psychology University of Waterloo, Kanada, dan diterbitkan dalam the Quarterly Journal of Experimental Psychology. "Kami membandingkan menggambar dengan sejumlah angka sebagai strategi dalam mengkode, namun gambar selalu menunjukkan hasil terbaik dalam mengingat," kata Jeffrey Wammes, peneliti doktoral universitas tersebut, seperti yang dilansir dalam laman resmi University of Waterloo. "Kami percaya keuntungan tersebut muncul karena menggambar membantu menciptakan jejak memori kohesif yang lebih baik menghubungkan visual, motorik, dan informasi semantik," lanjutnya. Penelitian tersebut melibatkan sejumlah mahasiswa sebagai responden. Para mahasiswa ini kemudian disajikan sejumlah kata yang mudah diingat, untuk kemudian mahasiswa tersebut harus menulis atau menggambar ulang sejumlah kata tadi hanya dalam waktu 40 detik. Setelahnya, tim peneliti memberikan tugas dengan mengklasifikasi nada musik guna memudahkan proses retensi. Terakhir, para peneliti meminta mahasiswa untuk menyebut sebanyak kata secara bebas dari daftar kata di awal dalam waktu sebanyak 60 detik. Para peneliti menemukan bahwa peserta lebih sering menyebut kata yang digambar lebih dari dua kali, dibandingkan kata yang hanya ditulis. Para peneliti menyebut keuntungan ini sebagai 'efek menggambar'. Pengujian lebih lanjut dilakukan berupa mahasiswa diminta menggambar kata-kata berulang kali dengan penambahan detil visual atau huruf, seperti doodle. Dan hasilnya tetap kata yang digambar lebih mudah diingat. "Yang terpenting, kualitas dari gambar tidak berpengaruh dalam penelitian ini, artinya semua orang dapat mendapatkan keuntungan dari strategi mengingat seperti ini terlepas dari bakat artistik mereka," kata Wammes.
  2. Pernah lihat gambar 3D yang seperti nyata mendekati kamu? Tapi sebelumnya kamu tau 3D? 3 dimensi atau biasa disingkat 3D atau disebut ruang, adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Lalu gimana gambarnya? Unik kok sepertinya
  3. Anak-anak lebih cepat mengerti pelajaran ketika membaca buku yang penuh gambar-gambar menarik. Gambar memang sangat membantu daya imajinasi, karenanya ada ungkapan “Satu gambar seribu kata.”Sejak kapan orang mulai membuat buku untuk anak dengan gambar dan siapa pembuatnya? Beberapa jenis codex memang memuat gambar, tapi tidak ditujukan pada anak-anak tentunya. Dalam sejarah pendidikan modern, buku anak bergambar baru muncul sekitar abad 16 atau 17 Masehi.Tersebutlah John Amos Comenius, seorang guru di sekolah yang memiliki sistem pendidikan kurang baik. Seperti lazimnya di jaman tersebut hanya anak dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang bisa belajar di sekolah bermutu, sementara orang miskin kalaupun bisa sekolah harus terima apa adanya, kondisi pendidikan yang tak memadai dan sebagainya.Akhirnya Comenius mencoba terobosan baru, ia berinisiatif untuk memberikan metode pengajaran yang asyik dan menyenangkan bagi murid. Dan, tercetuslah ide untuk membuat sesuatu yang baru, yaitu buku bergambar. Buku yang tidak hanya menjejali anak-anak dengan kata-kata atau hafalan. Buku yang bisa mengungkapkan sesuatu dengan mudah, tanpa merasakan kesulitan bahasa. Kebetulan, pria kelahiran Moravia, Ceko, pada tanggal 28 Maret 1592 ini mengajar bahasa latin di Gimnasium Leszno. Sebuah sekolah bagi anak-anak yang hendak menjadi mahasiswa, atau bisa dibilang sekolah persiapan. Di sekolah ini, pelajaran bahasa menjadi wajib. Namun, menjadi tidak mudah, jika anak-anak sendiri tidak menikmati pembelajaran yang diadakan. Apalagi bahasa latin memang termasuk kurikulum wajib di masa tersebut.The Orbis Pictus merupakan sebuah karya hasil tulisan anak bungsu dari lima bersaudara ini. Buku tersebut berisi panduan membaca untuk anak-anak yang dilengkapi dengan gambar. Buku ini tentu saja ditujukan untuk mengubahmindset anak-anak tentang belajar bahasa. Kesulitan belajar bahasa pun dapat diatasi. Dalam waktu singkat, nama Comenius semakin dielu-elukan. Ia pun dikenal sebagai seorang guru, ilmuwan pendidik dan sekaligus penulis. Namanya kian melambung saat Ellwood Cubberley, seorang pakar pendidikan pada abad ke-20,mengatakan bahwa The Orbis Pictus merupakan buku yang tidak ada tandingannya di Eropa selama seratus lima belas tahun.Sang Bapak Pelopor buku anak bergambar ini akhirnya menutup mata selama-lamanya di Amsterdam, Belanda, 15 November1670 pada umur 78 tahun.
  4. Pasangan selebritis seperti Taylor Swift dan Calvin Harris sering pamer kemesraan di Instagram. Pasangan bukan selebritis juga. Apa artinya bila pasangan seperti ini banyak memamerkan kemesraan seperti ini?
  5. Orang miskin itu terharu dan menangis, saat seorang lelaki tiba-tiba datang mendekatinya dan langsung melepas sendalnya kemudian ia berikan kepada orang miskin itu.
  6. Pernah nggak pakai fasilitas pencari gambar milik Google? Pasti pernah dong. Nah, ada fakta menarik yang selama ini ternyata tidak banyak disadari oleh pengguna si mbah. Fakta ini terkait teknologi yang dipakai Google untuk bisa menghasilkan gambar yang obyek di dalamnya sesuai dengan kata kunci. Sepintas hal ini terdengar biasa saja. Ya, di teknologi pencarian web milik Google, frasa yang berbentuk kalimat tentu bisa dengan mudah dicocokkan dengan konten yang sudah berhasil dicuplik (crawl) oleh robot milik Google. Pastinya Google menambahkan algoritma rahasia yang makin membuat hasil pencarian lebih dekat dengan kata yang dicari. Contoh gambar hasil pencarian berdasar kalimat tertentu, berikut kesalahan yang masih ada. (foto: dok. Google) Tapi, teknologi pencarian web tentu tidak serta merta bisa diadopsi seluruhnya ke pencarian gambar milik Google. Okelah kalau kamu mencari gambar (misal) dengan kata “bola dunia”, dari judul file atau caption gambar saja Google sudah bisa menampilkan hasil yang cukup akurat. Tapi saat kata kunci berubah menjadi kalimat tanya seperti “dua orang berbaju merah bermain bola di taman” maka masalahnya jadi berbeda. Itu sebabnya, secara khusus, Google menggandeng Universitas Stanford untuk menyempurnakan pencarian gambar miliknya. Bersama Stanford, Google mengembangkan sebuah algoritma baru yang mampu mengenali adegan yang ada di dalam gambar, lalu mencocokkannya dengan hasil pencarian pengguna. Informasi yang dikutip PCplus dari The New York Times menyebut bahwa teknologi ini menggabungkan kemampuan pengenal gambar dan pemroses kata yang diucapkan dalam keseharian. Keduanya kemudian menghasilkan semacam kecerdasan buatan yang bisa mempelajari kata-kata dari informasi judul gambar dalam kaitannya dengan apa yang ditampilkan di gambar. Karena masih dalam tahap pengembangan, jangan harap mendapat hasil yang sempurna darinya. Beberapa bug bahkan masih ditemukan terkait keterkaitan kalimat dengan gambar yang ditampilkan. Ditambah, teknologi yang disebut Google dengan “neural networks” itu saat ini masih hanya mendukung kalimat dalam bahasa Inggris.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy