Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'gajah'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Seekor gajah liar di pinggiran Gauhati, India (foto: ilustrasi). Sekelompok gajah menyerang kawasan permukiman di distrik Burdwan, negara bagian Bengala, India timur. Sekelompok gajah menewaskan lima orang dalam dua serangan terpisah di India bagian timur. Seekor di antaranya mati setelah ditembak dengan peluru-bius. Pejabat senior jawatan kehutanan Ajay Das mengatakan seorang laki-laki tewas Senin pagi (21/3) ketika berjalan keluar di sebuah desa di distrik Burdwan – negara bagian Bengala. Laki-laki itu terperogok lima gajah dan ia dilempar ke udara dan kemudian diinjak-injak oleh kelompok gajah itu. Dalam sebuah insiden terpisah hari Minggu (20/3) di bagian lain distrik itu, empat orang tewas ketika diserang tiga gajah. Das mengatakan seekor gajah ditembak dengan peluru-bius dan kemudian mati. Sementara seekor gajah betina dan anaknya lari ke hutan.
  2. Anda pasti pernah mendengar ataupun membaca cerita anak-anak berjudul ‘Bona Si Belalai Panjang’ yang bercerita tentang seekor gajah yang tak hanya baik melainkan memiliki kepintaran. Ternyata, gajah di dalam cerita tersebut terjadi di kehidupan nyata melalui unggahan sebuah video yang berisikan seekor gajah yang pandai melukis dengan menggunakan belalainya. Meski berasal dari kisah beberapa tahun yang lalu, tayangan tersebut seakan membenarkan anggapan tentang kecerdasan gajah. Video yang diunggah dengan nama akun Fschleyhahn ini mengisahkan tentang seekor gajah bernama Suda yang sedang melukis setelah mendapat pelatihan di suatu tempat suaka gajah Maetaeng di kota Chiangmai, Thailand. Dalam tayangan itu terlihat Suda mahir menggunakan kuas untuk melukis pada sehelai kertas yang dijepitkan pada papan. Lucunya, gajah itu sedang melukis seekor gajah. Setelah ditelusuri, kecerdasan Suda sebenarnya tidak terlalu mengejutkan lagi. Seperti dikutip dari Elephant Forever, gajah bahkan disebut sebagai salah satu mahluk paling cerdas di muka bumi. Kecerdasannya bahkan dipandang menyaingi kecerdasan manusia. Salah satu alasan mengapa gajah memiliki tingkat kecerdasan itu terkait dengan struktur otaknya. Bagian neokorteks di otaknya sangat berkembang seperti halnya pada manusia, kera, dan sejumlah jenis lumba-lumba. Hal ini secara umum dipandang sebagai indikasi kecerdasan kompleks. Berikut video detik-detik gajah Suda melukis seekor gajah:
  3. Saat bermain suit jari, gajah yang disimbolkan dengan jempol selalu kalah dari kelingking yang menggambarkan semut. Lalu, kenapa gajah bisa kalah dari semut? Menurut penelitian, gajah memang takut pada makhluk kecil tersebut. Awalnya, penelitian yang dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Mpala, Kenya, dan Universitas Florida Dr Todd Palmer bersama rekan-rekannya dimulai ketika mereka melihat gajah yang berlarian dari pohon akasia yang dipenuhi semut. Seperti di kisah utama serial ‘Dumbo’, kartun klasik Disney tersebut juga menunjukkan ketakutan gajah pada semut. Hal ini menjadi menarik ketika ukuran semut yang hanya 5 milimeter ditakuti hewan yang beratnya 1 miliar kali lebih berat. Alasan di balik ketakutan tersebut adalah karena gajah tidak menyukai semut masuk ke belalainya. Seperti diketahui, belalai gajah merupakan organ yang sangat sensitif sehingga keberadaan semut di dalamnya akan sangat menganggu hewan bergading tersebut. Dr Palmer kemudian menyimpulkan bahwa koloni semut telah membantu penggundulan hutan dan melindungi tanaman langka di Afrika, hanya dengan keberadaan mereka di pohon-pohon itu.
  4. Usianya baru 14 tahun, namun gadis ini begitu dielu-elukan bak pahlawan di daerahnya di India. Hal itu karena ia mampu mengusir kawanan gajah yang masuk perkampungan. Lebih istimewanya lagi, gadis itu mengaku mengusir gajah dengan cara mengajaknya berbicara. Nirmala Tappo menjadi pahlawan saat sekumpulan gajah liar memasuki kota industri Rourkela di negara bagian timur Odisha. Saat itu petugas hutan kesulitan menggiring kawanan gajah itu kembali masuk hutan. Kemudian ia teringat ada seorang gadis yang tinggal di Jharkhand bisa berbicara dengan gajah sehingga memintanya untuk membantu. Ditemani ayah dan beberapa pemuda desa, Nirmala akhirnya datang membantu menggiring kawanan gajah itu kembali ke hutan. Ia joke menemani kawanan gajah itu berjalan berkilo-kilo masuk ke dalam hutan hingga kakinya lecet. “Infeksi sudah hilang dan kini luka-lukaku hampir kering,” ucapnya saat berada di rumah sakit untuk perawatan lukanya. Nirmala sendiri mengaku kemampuannya berbicara dengan gajah diperolehnya setelah sang ibu tewas akibat gajah liar. “Sejak itu aku belajar caranya untuk mengusir mereka (gajah),” lanjut gadis beragama Katolik ini. “Kami mengelilingi kawanan gajah dan aku berada di dekat hewan-hewan itu, bicara dengan mereka,” tutur Nirmala. “Pertama, aku berdoa kemudian bicara dengan para gajah. Mereka mengerti apa yang kusampaikan. Aku berkata pada mereka, ‘Ini bukan rumahmu, kalian harus kembali’.” Meski mengaku bisa berbicara bahasa yang dipahami gajah dengan dialek lokal Mundaari, namun aktivis alam tidak percaya dengan kemampuan Nirmala ini. Rabi Pradhan mengatakan belum ada bukti ilmiah bahwa gajah memahami bahasa manusia.
  5. WWF mengapresiasi keberhasilan Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalam menangkap pemburu Gajah pada 10 Februari lalu. Seperti diberitakan, Polda Riau berhasil menangkap delapan pemburu gajah yang tertangkap tangan dengan barang bukti satu pasang gading gajah utuh dengan berat total sekitar 40 kilogram beserta sejumlah peralatan yang digunakan pelaku untuk berburu, antara lain senjata api rakitan laras panjang jenis mauser, lengkap dengan enam peluru kaliber 7,62 milimeter. Keterangan yang didapat dari pemburu, lokasi tempat pengambilan gading ini berasal dari Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis,Riau. Selain itu, dikabarkan, pelaku dan jaringannya juga mengaku telah melakukan pembunuhan gajah di beberapa lokasi lain termasuk di sekitar kawasan Tesso Nilo, Riau, dan sekitar Bukit Tigapuluh, Jambi. Sunarto, Ahli Spesies WWF Indonesia mengatakan “Dari ukuran gadingnya, kami meyakini ini merupakan salah satu individu terbesar dari sangat sedikit gajah jantan dewasa yang tersisa di kantong populasi Balai Raja atau Giam Siak Kecil”. Kedua kantong populasi gajah itu merupakan harapan terakhir bagi konservasi satwa tersebut di Riau Utara, mengingat kantong-kantong populasi lain kondisinya sudah lebih kritis. “Pembunuhan terhadap gajah jantan dewasa yang jumlahnya sudah sangat sedikit itu akan secara signifikan menekan populasi dan mempercepat kepunahan satwa yang memiliki kecerdasan tinggi dan sifat sosial yang sangat maju ini”, tambah Sunarto. Catatan WWF Indonesia menunjukkan sedikitnya 145 individu gajah mati di Sumatera sejak tahun 2004, baik karena konflik atau perburuan. Dari beberapa kasus dalam tiga tahun terakhir, terindikasi kuat adanya pelaku perburuan profesional yang telah beroperasi di Lampung hingga Aceh dengan modus yang sangat mirip. Dari sekian banyak kasus, hanya segelintir kasus kematian gajah yang berhasil diajukan ke persidangan, yakni satu kasus di Aceh pada tahun lalu, dan kasus di Riau pada Agustus 2005. Kasus di Riau pada tahun 2005 diajukan berkat penangkapan pelaku oleh Kepolisian Resort Rokan Hulu yang melibatkan perburuan gading oleh pelaku yang berasal dari Bengkulu satu pelaku dijatuhi hukuman 12,5 tahun penjara. “Hasil yang dicapai POLDA Riau ini merupakan momentum yang harus dipergunakan untuk mengungkap kasus-kasus pembunuhan gajah lainnya baik di Riau maupun daerah lainnya di Sumatera dan jaringan perdagangan gading yang lebih luas,” ungkap Arnold Sitompul, Direktur Konservasi WWF Indonesia. Lanjut Arnold, ”Penting untuk memastikan penangkapan pelaku perburuan gading ini dapat dibawa ke proses persidangan dan dijatuhi hukuman maksimal. Lemahnya penegakan hukum terhadap kematian gajah selama ini menjadi penyebab terus berulangnya kasus pembunuhan gajah.” Krismanko Padang, Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia menyatakan, ”Melihat beberapa kasus kematian gajah karena perburuan dilakukan dengan menggunakan senjata api, kami berharap Kepolisian dapat meningkatkan pengawasan dalam kepemilikan senjata api”. Selain itu, selain dengan undang-undang konservasi sumber daya alam, Krismanko juga berharap agar polisi dapat menjerat pelaku dengan undang-undang terkait kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman seumur hidup. Beberapa kasus perburuan selama ini terjadi di areal hutan tanaman industri, dan sebagian besar gajah yang mati ditemukan di dalam kawasan tersebut juga. Arnold kembali menambahkan, “Ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan pemegang konsesi masih belum cukup dan partisipasi aktif mereka perlu ditingkatkan. Pemerintah hendaknya dapat mengawasi dan memastikan penjagaan yang memadai oleh pemegang konsesi terhadap berbagai kegiatan illegal seperti perburuan di dalam kawasan yang menjadi tanggung jawab mereka”.
  6. Mukjizat, kata itu pantas diberikan kepada seekor bayi gajah yang selamat dari serbuan 14 ekor singa. Adalah seekor gajah berumur satu tahun yang terlepas dari kawanannya di Norman Carr Safaris Chinzombo Camp di Zambia. Melihat gajah yang kehilangan induknya itu, sekawanan singa berjumlah 14 ekor langsung menyerbu anak gajah itu untuk memangsanya. Tapi secara ajaib singa-singa itu tak mampu merobohkan anak gajah itu. Dalam rekaman video yang diunggah NY Post di YouTube terlihat seekor singa sempat menaiki gajah itu, tapi sang anak gajah mampu bertahan dari serangan-serangan kawanan singa itu. Dalam dua kesempatan, si anak gajah melarikan diri ke arah air dan menyerang balik kawanan singa. Saat kembali keluar dari air, kawanan itu mendapatkan peluang emas untuk memangsa si anak gajah, yang sayangnya tak berhasil dilakukan singa-singa itu. Akhirnya si anak gajah berhasil lepas dari ancaman maut setelah melarikan diri ke seberang sungai dan menyelamatkan dirinya. Menurut pemandu wisata yang sudah 30 tahun bekerja di tempat tersebut dia belum pernah menyaksikan kejadian seperti ini. "Kami semua merasa amat khawatir kalau anak gajah itu bakal terbunuh di hadapan kami," kata pemandu wisata itu. Anak gajah itu akhirnya berhasil kembali berkumpul bersama kawanannya. Berkat kehebatannya lolos dari maut, si gajah kecil yang berani itu dinamakan Hercules oleh pengurus Taman Safari tersebut.
  7. Sambo sudah bekerja menjadi hiburan bagi wisatawan sejak tahun 1980. Satu-satunya gajah 'pekerja' di ibukota Kamboja, Phnom Penh, sudah mendapat berkat dari para biksu menjelang memasuki masa 'pensiun resmi'. Gajah betina berusia 54 tahun itu sudah bekerja sebagai gajah tunggangan bagi para wisatawan sejak tahun 1980 di candi Wat Phnom. Selain mendapat berka dari biksu, sejumlah warga juga memberi pisang kepada Sambo si gajah. Namun secara praktis Sambo sebenarnya sudah tidak bekerja lagi sejak tahun 2012 karena menderita infeksi kaki dan keluhan dari pihak berwenang karena menyebabkan lalu lintas macet. Setelah resmi pensiun, awal Desember, dia akan dibawa ke kawasan hutan lindung yang menjadi tujuan wisata ekoturmisme di Provinsi Mondulkiri, di timur laut Kamboja. Sejumlah warga ikut memberi hadiah pisang kepada Sambo dalam acara perpisahannya. Para pegiat lingkungan mengatakan Kamboja memiliki 78 gajah peliharaan dan sekitar 400 gajah di alam liar. Pemiliknya, Sin Sorn, mengatakan Sambo akan menikmati masa pensiunnya dengan hidup bebas di hutan lindung bersama sembilan gajah lainnya setelah mendapat bantuan dari lembaga internasional. Sambo ditangkap dari hutan ketika masih berusia sekitar delapan tahun. "Saya kira Sambo akan menikmati hidupnya hingga mati." "Dia sudah seperti adik perempuan saya," kata Sorn kepada kantor berita AFP dan menambahkan Sambo sudah hidup bersama keluarganya sejak ditangkap dari hutan ketika masih berusia sekitar delapan tahun. Gajah Asia dinyatakan sebagai spesies yang terancam punah oleh International Union for Conversation of Nature.
  8. Subhanallah, Maha Suci Allah yang menciptakan makhluk dengan berbagai kelebihanya. Berikut adalah Video Proses melahirkan "Seekor Gajah", Sebuah proses yang sangat mengharukan dan mungkin jarang orang tahu. (Offline) 35a80a793214cf801e265eead631e99a
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy