Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'flora'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Apa di antara teman-teman ada yang memelihara tanaman di dalam rumah? Memelihara tanaman di dalam ruangan di rumah ternyata punya banyak manfaat, lo! Beberapa di antara manfaat memelihara tanaman di dalam rumah adalah menjaga sistem kekebalan tubuh hingga meningkatkan kemampuan belajar, lo. Apalagi manfaat lainnya, ya? Yuk, cari tahu apa saja manfaat memelihara tanaman dalam rumah! 1. Memperbaiki Kualitas Udara Pasti yang satu ini teman-teman sudah tahu, bukan? Polutan bisa masuk ke dalam rumah dan sulit keluar, begitu juga bakteri, kuman, hingga virus yang dibawa dari luar rumah. Selain rajin membuka jendela ruangan, tanaman di dalam ruangan juga baik untuk meningkatkan kualitas udara. Senyawa yang dikeluarkan tanaman membantu melawan polutan di udara, sehingga udara lebih aman dan sehat untuk kita bernapas. 2. Baik untuk Kesehatan Mental Ternyata, tanaman di dalam rumah bisa membantu menjaga kesehatan mental. Menurut peneliti dari Inggris, orang-orang yang tinggal di sekitar alam merasa lebih bahagia dibandingkan yang tidak. Nah, meskipun teman-teman tinggal di tempat yang tidak banyak tanaman di luar ruangan, melihat tanaman hijau di dalam rumah juga bisa membantu. Kemudian, memelihara tanaman di dalam rumah bisa membuat penghuni rumah merasakan suasana alam di luar rumah. Tanaman yang diam cenderung membuat penghuni rumah tenang dan tidak terburu-buru. Tanaman juga melepaskan oksigen dan mengambil karbon dioksida, sehingga udara dalam rumah jadi lebih baik bagi kita. Adanya lebih banyak oksigen artinya membuat tubuh bekerja lebih baik, termasuk otak. Otak melepaskan jenis-jenis hormon yang tepat sehingga membantu menjaga kesehatan mental. Tumbuhan berbunga yang beraroma wangi juga bisa membantu menjaga kesehatan mental. Karena aroma bunga bisa membuat kita lebih rileks dan merasa senang. 3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh Sistem imun kita juga bisa meningkat dengan memelihara tanaman di dalam rumah. Ini berhubungan dengan kesehatan mental, teman-teman. Jika kita lebih rileks dan memiliki kualitas tidur yang baik, ini akan bermanfaat pada sistem imun. Kemudian, tanaman juga mengeluarkan beberapa senyawa ke udara, termasuk senyawa phytoncide. Senyawa yang keluar dari tanaman itu bisa membantu mengurangi stress. Ketika seseorang berkurang perasaan stresnya, maka inni bisa membantu meningkatkan sistem imun tubuhnya. Di rumah sakit, teman-teman mungkin pernah melihat banyak tumbuhan di luar ruangan dan ada tanaman dalam ruangan pasien di sisi tempat tidurnya. Ini membantu mempercepat proses penyembuhan pasien. 4. Meningkatkan Kemampuan Belajar Tanaman juga membantu meningkatkan kemampuan belajar, karena adanya tanaman di rumah juga bisa meningkatkan fokus dan pikiran yang jernih. Sehingga, kita jadi lebih mudah fokus saat mengerjakan tugas, teman-teman. Manfaat lebih mudah mempelajari sesuatu ini baik untuk anak-anak, juga orang dewasa. Tanaman membuat kita lebih tenang, sehingga tidak merasa khawatir. Ini meningkatkan fokus dan kemampuan untuk mempelajari sesuatu. Menurut beberapa penelitian, perhatian seseorang meningkat 70 persen karena adanya tanaman dalam ruangan. Semakin meningkatnya perhatian seseorang, ia akan semakin mudah mengingat pelajaran.
  2. Pengunjung mengantre untuk melihat dan mencium aroma bunga bangkai di taman botani Mount Lofty, Australia. Bunga setinggi 2 meter, yang terkenal karena aromanya disebut mirip daging busuk, mekar di Australia. Taman botani Mount Lofty di Australia Selatan telah merawat Amorphophallus titanum, lebih dikenal dengan nama Bunga Bangkai, selama 10 tahun. Kurator hortikultura di taman botani, Matt Coulter, mengungkap bahwa benih tanaman tersebut didatangkan dari Sumatra. Sekitar dua pekan lalu, bunga Amorphophallus mulai tumbuh, dan akhirnya mekar pada Senin (28/12). Coulter mengatakan aroma bunga "yang mirip ikan busuk" itu sangat kuat. "Ketika saya membuka pintu pagi ini, baunya hampir membuat saya pingsan, tajam sekali," ujarnya. Umur bunga bangkai hanya 48 jam, setelah itu dia akan layu. Namun Coulter mengaku sangat senang bunga itu mekar untuk pertama kali. Ia telah merawatnya selama delapan tahun. "Ini fantastis. Tak pernah terpikir bunga ini akan mekar," katanya. "Karena bunga ini datang dari Sumatra, kami menjaganya tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas, serta mempertahankan kelembapan agar tetap tinggi. Bunga bangkai tidak dapat melakukan pembuahan sendiri. Aromanya menarik jenis lebah dan kumbang yang hidup di bangkai hewan. Di alam, serangga tersebut akan membawa serbuk sari ke tanaman bunga bangkai yang lain. Pengunjung telah antri untuk melihat - dan mencium - bunga bangkai sejak taman botani Mount Lofty buka pada hari Senin. Mereka mendapatkan kesempatan langka, karena bunga itu akan layu dalam 48 jam.
  3. Di balik gemerlap kota-kota seperti Tokyo, ada sisi berbeda di Jepang: tempat bagi air terjun yang tersembunyi, burung-burung langka, dan monyet salju. Kami meminta Anda untuk mengirimkan foto alam liar di Jepang: untuk melangkah melampaui gedung-gedung pencakar langit, teknologi, dan pertunjukan kabuki, ke dalam alam bebas. Ini adalah 12 foto paling indah yang kami terima sejauh ini.
  4. Ternyata tak cuma hewan yang bisa berkomunikasi satu sama lain. Peneliti menyimpulkan bahwa pohon pun mampu menjalin komunikasi kepada sesamanya. Seperti dilansir oleh situs IO9, Ian Baldwin, Director Max Planck Institute for Chemical Ecology, mempublikasikan sebuah paper yang menyimpulkan bahwa pohon bisa menyebarkan sebuah senyawa kimia untuk ‘berkomunikasi’ dengan pohon lain di dekatnya. Menurut Baldwin, ketika sebuah pohon yang ia teliti diserang oleh insektisida, pohon itu akan memproduksi tanin dan berbagai senyawa kimia lainnya. Senyawa itu biasanya dilepas untuk menghambat pertumbuhan dan tersedianya makanan bagi larva insektisida itu, serta untuk mempertahankan diri dari serangan lebih lanjut dari insektisida tersebut. Temuan Baldwin lainnya, setelah itu ternyata tak cuma pohon yang terserang insektsida saja yang mengeluarkan senyawa kimia itu, melainkan juga pohon-pohon lain yang belum diserang, mengeluarkan senyawa yang sama. Baldwin dan rekan-rekannya berkesimpulan, senyawa kimia itu dikeluarkan sebagai mekanisme untuk memperingatkan potensi bahaya yang dihadapi oleh pohon-pohon lain sehingga juga bisa mempersiapkan pertahanan diri. Penelitian lebih jauh menggunakan analisa molekuler dan genetika menemukan bahwa senyawa kimia dilepaskan melalui daun, mulai dari molekul kecil sederhana sepertiethylene, hingga senyawa yang lebih komplek seperti methyl jasmonate. Senyawa-senyawa tersebut berdifusi dengan udara, dan ketika menyentuh pohon lain, maka pohon itu merespon dengan melakukan perubahan pertumbuhan dan sintesis kimia. “Bentuk komunikasi kimiawi dari tumbuhan yang kita duga adalah semacam teriakan tak langsung “Ada bahaya!” atau “Awas!”, namun bukan seperti dialog.” Sementara akar pohon pun juga akan mengeluarkan sejumlah komunikasi kimiawi yang berbeda. Namun, karena senyawa ini berada di lapisan tanah, ia tidak akan bisa menyebar sejauh senyawa kmia yang menyebar lewat udara dan air. Kini para peneliti tengah berupaya meneliti dan mengurai senyawa-senyawa kimia itu agar senyawa informasi itu dapat dimodifikasi dan digunakan secara genetik untuk keperluan pembasmian hama untuk tanaman yang akan dipanen.
×
×
  • Create New...