Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'firaun'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Para ahli pertama kali memindai patung ini pada tahun 1992, namun kini hasil yang lebih terperinci dapat diperoleh berkat kemajuan teknologi, ujar Alexander Huppertz, direktur Imaging Science Institute di Berlin. Gambaran baru ini menunjukkan bahwa wajah “tersembunyi” Nefertiti hasilnya jauh lebih realistis dengan ditemui sejumlah lekukan di sudut bibir (atas, bawah dan kiri) serta pipi dan tonjolan di hidungnya. “Alat pemindai CT mampu menampilkan sisi dalam wajah yang tidak hanya bentuk yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata akan tetapi ia diperkaya dengan seni berkualitas tinggi,” jelas Huppertz. Di lapisan plester semen terakhir (atas, kiri bagian atas) dari patung itu, Thutmose ternyata ingin melicinkan kedutan dan benjolan hidung sang ratu, mungkin untuk memantulkan “ciri khas era saat itu,” tambah Huppertz, yang penelitiannya dituangkan di Jurnal Radiologi edisi April Nefertiti adalah Permaisuri Agung (atau istri utama) dari Firaun Amenhotep IV (kemudian bergelar Akhenaten) dan merupakan ibu mertua dan mungkin ibu tiri dari Firaun Tutankhamun. Ia juga kemungkinan memerintah kerajaan dalam waktu singkat dengan nama Neferneferuaten-Nefertiti setelah suaminya meninggal dan sebelum bertahtanya Tutankhamun.
  2. Tadi sudah diutarakan mengenai para bangsawan tuan tanah yang mengorganisir kelompok-kelompok pertanian. Dengan kedudukannya itu, mereka memiliki kekuasaan yang besar. Kekuasaannya bukan lagi dalam hal pertanian saja, melainkan juga dalam segi-segi kehidupan masyarakat yang lain. Kelompok-kelompok pertanian ini lama-kelamaan menjadi semacam kerajaan-kerajaan kecil. Kemudian, terjalin persatuan antara masing-masing kerajaan kecil menjadi dua kerajaan besar, yakni di wilayah hulu Sungai Nil dan di hilir Sungai Nil. Akhirriya, kedua kerajaan itu bersatu di bawah satu pemimpin yang bergelar Firaun atau Pharaoh. Kenyataan itulah yang melatari julukan terhadap Mesir kuno sebagai The Land of Pharaoh. Sejarah Kerajaan Mesir kuno terbagi dalam tiga masa. Masa pertama merupakan periode Kerajaan Mesir Tua, yang berlangsung antara tahun 3400 - 2160 SM. Pada tahun 3400 SM, Firaun Menes dapat menguasai dan menyatukan wilayah dari kawasan Mesir Hulu sampai Mesir Hilir. Kekuasaan dipusatkan di Memphis. Indikasi persatuan ini dibuktikan dengan seringnya sang firaun mengenakan mahkota bersusun dua yang melambangkan keberhasilannya dalam mempersatukan dua wilayah utama Mesir. Kedudukan firaun sangat dijunjung. Selain sebagai tuan tanah, ia dianggap pula sebagai turunan Dewa Osiris, yang harus dipuja. Segala perintahnya harus dipatuhi. Itulah tanda pengabdian kepada raja. Menjelang tahun 2160 SM, Kerajaan Mesir Tua mengalami kemerosotan. Penyebabnya adalah terpecah-belahnya kerajaan dan upaya kudeta oleh para bangsawan. Keadaan itu melemahkan Mesir sehingga gampang digerogoti musuh dari luar. Selama beberapa tahun Mesir terpecah-belah. Masa kedua dinamakan periode Kerajaan Mesir Tengah, yang berlangsung antara tahun 1800 - 1788 SM. Perintisnya adalah Sesostris III. la berhasil menyatukan Mesir kembali, bahkan meluaskan daerah sampai ke Palestina dan Sudan. Kerajaan Mesir Tengah ini akhirriya runtuh akibat serbuan bangsa Hyksos. Dari segi budaya, bangsa ini masih kalah dengan Mesir, namun kekuatan militernya ternyata amat tangguh. Selama bangsa Hyksos berkuasa, pusat pemerintahan beralih ke Awaris. Dan selama masa ini pula bangsa Mesir belajar banyak bagaimana membangun kekuatan militer dari penjajahnya. Dengan kepandaian yang diperoleh dari bangsa Hyksos, raja Thebe Ahmosis I memberontak dan mengusir bangsa itu dari bumi Mesir. Mesir pun memasuki masa ketiga yang disebut Kerajaan Mesir Baru. Masa ini berlangsung antara tahun 1500-1100 SM. Pusat pemerintahan beralih lagi ke Thebe. Di bawah komando Firaun Thutmosis I, Mesir berhasil menguasai wilayah Mesopotamia. Kemudian, Amenhotep IV memindahkan ibu kota ke Amarna. Dari masa inilah, muncul dua firaun ternama, yakni Tutankhamon dan Ramses. Tutankhamon terkenal ke seluruh dunia berkat mumminya yang serba lengkap dan bertaburan intan permata. Mummi itu ditemukan pada abad ini, sekaligus melengkapi pengetahuan kita akan peradaban Mesir. Sedangkan Ramses II terkenal, karena semasa firaun inilah, bangsa Israel ditindas, lalu keluar dari Mesir.
×
×
  • Create New...