Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'fifa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Seorang mantan bankir swasta Swiss, Julius Baer mengaku bersalah, Kamis (15/6/2017). “Dia menerima tuduhan konspirasi suap, korupsi dan pencucian uang A.S. sehubungan penyelidikan korupsi luas di badan sepak bola dunia FIFA,” ujar media internasional. Jorge Arzuaga, 56, dari Argentina, mengajukan permohonannya di hadapan Hakim Distrik A.S. Pamela Chen di pengadilan federal Brooklyn. Jaksa menuduhnya membantu menyalurkan suap dan uang suap kepada pejabat sepak bola di Amerika. “Arzuaga adalah satu dari lebih 40 orang dan entitas dalam penyelidikan A.S.” jelas reuters. Jaksa mengatakan pejabat sepak bola mengambil lebih dari $ 200 juta uang sogokan dan uang suap dengan imbalan hak pemasaran dan penyiaran.
  2. Pihak berwenang Swiss mengukuhkan mereka telah melakukan serangkaian penangkapan baru atas permintaan pihak berwenang Amerika terkait skandal korupsi FIFA. Sebagian dari mereka ditangkap di hotel yang sama di Zurich, di mana penangkapan pertama terjadi pada Mei lalu. New York Times pertama kali melaporkan hari Kamis bahwa lebih dari 12 orang diperkirakan akan menghadapi dakwaan setelah penangkapan terbaru di hotel Baur au Lac itu. The Times melaporkan beberapa pejabat yang ditangkap itu berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, dan dicurigai terlibat dalam pemerasan, pencucian uang, dan penipuan. Menurut laporan itu, mereka yang ditangkap antara lain Alfredo Hawit dari Honduras, Presiden CONCACAF, badan sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia, serta Juan Angel Napout dari Paraguay, presiden badan sepak bola Amerika Selatan CONMEBOL. Para pejabat Swiss menyatakan Amerika Serikat mencurigai keduanya menerima suap jutaan dolar. FIFA hanya menyatakan mengetahui tindakan yang diambil Departemen Kehakiman Amerika itu. Badan pemerintah Amerika tersebut juga bertanggungjawab atas rangkaian penangkapan sebelumnya. Departemen Kehakiman menyatakan dapat melakukan penangkapan itu karena para pejabat FIFA tersebut menggunakan bank-bank Amerika dalam transaksi mereka. Para pejabat FIFA berkumpul di hotel tersebut hari Kamis guna membahas proposal yang dimaksudkan untuk mereformasi badan sepak bola dunia tersebut, setelah munculnya tuduhan sejak lama mengenai korupsi yang berpuncak pada penyelidikan kejahatan oleh Amerika Serikat dan Swiss. Pada 18 November lalu, Presiden FIFA yang diskors, Sepp Blatter dan ketua badan sepakbola Eropa Michel Platini kalah dalam upaya banding mereka menolak skors sementara 90 hari yang dijatuhkan komisi etika FIFA. Skors sementara itu melarang Platini bertugas sebagai presiden UEFA dan menghentikan pencalonanannya dalam pemilihan ketua FIFA pada 26 Februari. Blatter juga diskors dari jabatannya sebagai presiden FIFA setelah menjabat selama 17 tahun. Para pengacara Platini segera mengecam investigasi “sepihak, tidak adil dan bias” terhadapnya. Blatter dan Platini diskors pada bulan Oktober. Keduanya terilit skandal korupsi FIFA yang kian dalam.
  3. Federasi sepakbola Jerman dituduh membayar 7,4 juta dolar kepada FIFA untuk mendapatkan cukup banyak suara guna meloloskan upaya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Para awak media menunggu di luar kantor federasi sepakbola Jerman di kota Frankfurt Polisi Jerman hari Selasa (3/11) menggerebek markas besar federasi sepak bola negara itu dan rumah tiga pejabat dan mantan pejabat tinggi organisasi tersebut, terkait kemungkinan pelanggaran yang dilakukan sewaktu Jerman menjadi tuan rumah kejuaraan Piala Dunia 2006. Sekitar 50 polisi terlibat dalam penggerebekan di kantor-kantor federasi itu di Frankfurt serta di rumah presiden federasi, Wolfgang Niersback, pendahulunya, Theo Zwanziger, dan mantan sekjen Horst Schmidt. Artikel yang dimuat di majalah Der Spiegel bulan lalu menuduh federasi menggunakan pembayaran 7,4 juta dolar untuk FIFA, badan pengurus sepakbola dunia, untuk mendapatkan cukup banyak suara guna meloloskan upayanya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Para jaksa menyatakan federasi secara tidak benar memasukkan pembayaran tersebut dalam laporan pajaknya, untuk menghindari pembayaran pajak yang lebih tinggi. Zwanziger menuduh federasi menyisihkan dana cadangan untuk membeli suara. Niersback mengatakan uang itu digunakan untuk memastikan dikucurkannya hibah dalam jumlah besar dari FIFA. Federasi sepak bola Jerman telah melakukan penyelidikan internal mengenai pembayaran tersebut. Pada proses seleksi tahun 2000, Jerman terpilih sebagai penyelenggara kejuaraan Piala Dunia 2006, mengalahkan Afrika Selatan dengan selisih satu suara.
  4. Skandal korupsi dan konspirasi badan organisasi sepakbola dunia Fifa yang selama ini sudah tercium lama namun baru kemarin mulai akan dibongkar. Menjelang konggresnya di Zurich, Swiss, FBI Amerika bekerjasama dengan pihak berwenang Swiss melakukan penangkapan pada sejumlah petingginya. Turut campurnya FBI membuat Rusia mengkritik tajam Amerika. Moskow menuduh AS telah melampaui batas kewenangan hukum internasional dan dianggap offside. "Sekali lagi kami meminta Washington menghentikan upaya untuk memperluas hukum yang jauh melampaui batas-batasnya, dengan menerapkan standar hukum sendiri dan bukannya praktek internasional yang diterima secara umum", dikatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Moskow . Ditegaskan juga bahwa apa yang dilakukan Amerika adalah bentuk ekstrateritorial hukum ilegal. Bisa dimengerti kenapa Rusia kebakaran jenggot, karena penyelidikan skandal FIFA ini juga akan dikembangkan menyangkut penyelenggaraan Piala Dunia 2018 dan Qatar 2022. Rusia yang sudah ditunjuk sebagai tuan rumah PD 2018 dan telah mempersiapkan pembangunan menyangkut event terbesar sepakbola dunia ini merasa khawatir. Tidak menutup kemungkinan apabila penunjukkan tersebut ditemukan adanya konspirasi maupun korupsi, akan berbuntut panjang. Mengapa lembaga penegak hukum AS harus bertanggung jawab untuk korupsi dalam sebuah organisasi yang memiliki kantor pusat di Swiss dan kejahatan yang dilakukan kemungkinan besar dilakukan kebanyakan di luar Amerika Serikat ? Pertanyaan ini terjawab setelah melihat aturan hukum yang diberlakukan di negara tersebut menyangkut kasus kriminal yang dituangkan dalam "Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act" (RICO). Kasus FIFA ini akan dibongkar dengan menggunakan undang-undang anti-mafia, asumsi dasarnya adalah bahwa karena para anggotanya korup dan FIFA berubah menjadi sebuah organisasi kriminal. Mengenai RICO permasalahan timbul ketika Mahkamah Agung AS menyatakan baru-baru ini, hukum AS tidak berlaku di luar wilayah nasional, jika Kongres tidak mengatur secara tegas dalam teks hukum, seperti dalam undang-undang anti-terorisme. Berdasarkan hukum internasional, yang menurut prinsip teritorial berlaku hanya negara bersangkutan bertanggung jawab untuk penegakan hukum diwilayahnya bila terjadi kejahatan. Namun ada pengecualiannya dalam kasus luar biasa, yaitu ketika legislatif AS telah secara eksplisit merumuskan validitas yang komprehensif, hakim akan menyetujui prinsip teritorial ini yang bisa diterapkan pada negara lain. Pertanyaan kembali timbul apakah Amerika benar-benar dapat mengasumsikan yurisdiksi untuk menghukum semua jalinan korupsi di FIFA dengan RICO. Pengadilan banding pada 2014 memutuskan bahwa RICO juga dapat diterapkan untuk kejahatan diluar Amerika Serikat. Walaupun begitu Mahkamah Agung masih terus berupaya untuk menerapkan aturan yang ketat mengenai masalah hukum global Amerika ini.
  5. FIFA mengatakan tidak akan ada misi kunjungan FIFA atau AFC sampai pemerintah Indonesia menghormati prinsip otonomi organisasi-organisasi sepakbola FIFA telah menyangkal klaim dari Indonesia bahwa mereka akan datang ke Jakarta bulan Oktober untuk mencabut sanksi akibat campur tangan pemerintah dalam urusan sepak bola. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan hari Jumat (21/8) bahwa FIFA akan mengirimkan tim investigasi dan melihat bahwa situasi sudah aman dalam tata kelola sepak bola di negara ini. Namun badan pengelola sepak bola dunia itu mengatakan kepada kantor berita Reuters hari Selasa bahwa mereka baru tahu tentang berita kunjungan tersebut. "FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) mengukuhkan bahwa tidak ada rencana untuk kunjungan tersebut," menurut salah seorang juru bicara. "Tidak akan ada misi kunjungan FIFA atau AFC sampai pihak berwenang menghormati prinsip otonomi organisasi-organisasi sepakbola." FIFA memberlakukan sanksi untuk Indonesia bulan Juni setelah pemerintah menolak mencabut tuntutan mereka agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memblokir dua klub untuk ambil bagian dalam liga domestik papan atas karena kekhawatiran akan kepemilikan mereka. PSSI bertahan namun liga itu dihentikan setelah dua putaran dan akhirnya dibatalkan setelah pemerintah turun tangan. Upaya-upaya untuk memulai kembali Liga Super telah gagal. Skors FIFA telah membuat Indonesia, salah satu pasar sepak bola terbesar di Asia, ditendang dari kampanye kualifikasi gabungan Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019.
  6. Barcelona dikabarkan masih berjuang untuk mendapatkan tanda tangan bek Chelsea David Luiz. Walaupun saat ini mereka masih dibayang-bayangi sanksi embargo transfer oleh federasi sepakbola dunia (FIFA). Dilaporkan Mirror, wakil presiden Barca, Manel Arroyo tengah bekerja keras untuk mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan FIFA menyusul pelanggaran aturan transfer pemain di bawah usia 18 tahun tersebut. Nampaknya para petinggi di Camp Nou amat yakin upaya tersebut bakal berhasil, sehingga mereka mulai membuka negosiasi dengan beberapa pemain incaran mereka. David Luiz adalah salah satunya. Dana sejumlah 25 juta poundsterling diharapkan bakal lebih dari cukup untuk membujuk pemain Brasil itu hijrah ke Camp Nou, mengingat The Blues nampaknya juga tak bakal menahan kepergian punggawanya itu. Barca sendiri disebut bakal melakukan perubahan yang radikal musim ini. Selain transfer pemain, manajer Gerardo Martino dikabarkan juga akan hengkang untuk menggantikan posisi Alejandro Sabella sebagai pelatih kepala Timnas Argentina usai Piala Dunia.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy