Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'fbi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 15 results

  1. Selain berhadapan dengan penyelidikan Departmen Transportasi AS terkait proses sertifikasi kelaikan terbang pesawat Boeing 737 Max, Boeing maupun Badan Penerbangan Federal (FAA) ternyata juga berhadapan dengan penyelidikan kriminal yang dilakukan oleh Biro Penyidik Federal (FBI).
  2. Surat yang ditulis oleh Direktur FBI James Comey kepada Kongres AS hari Minggu (6/11) yang menyatakan tidak ada indikasi pidana pada peninjauan kembali email-email Hillary Clinton. Direktur FBI James Comey mengungkapkan hari Minggu (6/11) bahwa peninjauan kembali terhadap email-email Hillary Clinton saat menjabat sebagai Menlu AS tidak mengungkapkan indikasi tindak pidana. Direktur FBI James Comey memberitahu Kongres peninjauan kembali email yang berhubungan dengan masa jabatan Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri AS tidak mengungkapkan indikasi kegiatan pidana, sementara capres Demokrat Clinton dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump bersiap-siap melakukan usaha terakhir untuk memenangkan suara dalam pemilihan presiden hari Selasa (8/11). “Berdasarkan peninjauan kembali, kami tidak mengubah kesimpulan yang kami utarakan bulan Juli mengenai Menteri Luar Negeri Clinton,” tulis Comey hari Minggu (6/11). Bulan Juli lalu, Comey menyatakan bahwa sekalipun penggunaan email pribadi oleh Clinton ceroboh, “tidak ada jaksa penuntut yang berpikiran wajar” akan melakukan tuntutan pidana terhadapnya. Pekan lalu hal tersebut muncul kembali ketika FBI mengatakan mereka sedang memusatkan perhatian pada email Clinton setelah menemukan sejumlah besar pesan email dalam kasus yang tidak berhubungan, yang melibatkan mantan anggota Kongres Anthony Wiener. Kampanye Clinton menyambut baik pengumuman itu, dan kepala komunikasi Jennifer Palmieri mengatakan tim-nya telah yakin sebelumnya bahwa Comey akan mencapai kesimpulan itu. “Kami gembira masalah ini telah diselesaikan,” katanya kepada para wartawan. Trump mengatakan kepada para pendukungnya di Pennsylvania bahwa Clinton adalah orang yang paling korup yang pernah menjadi calon presiden Amerika Serikat. “Penyelidikan mengenai kejahatannya akan terus berjalan dalam waktu yang lama,” katanya, dan menambahkan rakyat pemilih dapat mendatangkan keadilan dengan suara mereka dalam pemilu. Ia kemudian mengatakan kepada khalayak di kota Leesburg, Virginia, bahwa pemilihan hari Selasa akan menjadi “Brexit kali 50,”yang membandingkannya dengan hasil yang di luar dugaan referendum Inggris sebelumnya tahun ini untuk keluar dari Uni Eropa. Seperti Trump, pihak yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa, ketinggalan dalam poll atau jajak pendapat sampai Hari Pemilihan. Dalam kampanyenya hari Minggu, Clinton berusaha menggambarkan dirinya sebagai calon yang sangat berbeda dari Trump. [www.voaindonesia.com]
  3. Kubu Hillary Clinton menuntut FBI membeberkan informasi terkait keputusan biro penyelidik federal ini membuka kembali kasus penggunaan server email pribadi oleh capres Demokrat ini semasa ia menjabat sebagai menteri luar negeri. Keputusan FBI ini disambut baik lawan Clinton, Donald Trump.
  4. Direktur FBI James Comey (kiri) Biro investigasi Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan uang lebih dari US$1 juta atau Rp13,1 miliar untuk membuka kunci keamanan iPhone milik teroris pria pelaku penembakan di San Bernardino, California. Hal ini merupakan pernyataan Direktur FBI James Comey saat berbicara dalam forum keamanan di London, Inggris. Ketika itu Comey memberi gambaran jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuka kunci keamanan, yang disebutnya itu lebih besar dari sisa gajinya selama tujuh tahun di FBI. Media di Amerika Serikat kemudian menghitung pendapatan Comey yang berjumlah sekitar US$180.000 per tahun. Jika dikalikan tujuh tahun maka jumlahnya US$12,6 juta. “Kami membayar banyak” untuk alat peretasan,” kata Comey. “Tapi itu layak.” Pertarungan hukum antara FBI dan Apple bekalangan ini mencuri perhatian publik setelah FBI meminta Apple membuka keamanan iPhone 5c milik Syed Ridwan Farook dan istrinya. Penembakan yang dilakukan Farook di San Bernadino menewaskan 14 orang dan melukai setidaknya 22 orang pada peristiwa 2 Desember 2015. Pasangan itu meninggal dalam baku tembak dengan polisi. FBI hendak melacak iPhone milik Farook, tetapi tidak bisa membukanya karena fitur keamanan yang diterapkan Apple. Departemen Kehakiman AS meminta Apple untuk membangun peranti lunak baru yang bisa membuka kunci keamanan iPhone, tetapi perusahaan menolak karena jika itu dilakukan maka bisa mengganggu keamanan jutaan iPhone lain. Apple tetap menolak untuk membuka akses hingga kasus ini akhirnya dibawa ke pengadilan. Sejumlah perusahaan teknologi belakangan ini telah meningkatkan fitur keamanan, termasuk aplikasi pesan instan WhatsApp yang memberi fitur enkripsi dari ujung ke ujung. “Ada sejumlah besar penjahat dan teroris yang menggunakan WhatsApp, dan itu masalah,” kata Comey seperti dikutip dari The Wall Street Journal. FBI telah berinisiatif mengajak peretas profesional dari perusahaan keamanan untuk membobol iPhone, dan mungkin ini bisa terjadi di kemudian hari untuk membobol fitur keamanan dari layanan lain.
  5. Jaksa Eileen Decker mengatakan, "pihak ketiga" telah memperagakan kepada FBI metode yang mampu membuka iPhone milik Syed Farook, pelaku serangan teror di San Bernardino bulan Desember lalu. Kurang dari sehari sebelum sidang yang mendapat liputan luas dilaksanakan, di tengah kebuntuan hukum antara perusahaan Apple dan FBI, pengacara Departemen Kehakiman Senin (21/3) malam, berhasil meyakinkan seorang hakim federal untuk membatalkan sidang dan menerbitkan sebuah penundaan sementara untuk kasus itu. Dalam perintah sebelumnya dari Hakim Distrik AS, Sheri Pym, insinyur di perusahaan Apple diperintahkan untuk membuat perangkat lunak khusus untuk membantu analis FBI membuka iPhone yang digunakan oleh Syed Farook, salah satu dari dua penembak dalam serangan teror di San Bernardino bulan Desember lalu. Sejak awal, FBI mengatakan pihaknya tidak bisa mengatasi fitur keamanan telepon itu dan memerlukan bantuan Apple untuk menyelidiki iPhone itu. Tapi, dalam sebuah mosi kepada Hakim Pym, Jaksa Eileen Decker mengatakan, akhir pekan lalu "pihak luar memperagakan kepada FBI metode yang mampu membuka iPhone Farook." Pym untuk sementara menunda perintahnya, dan memberi waktu kepada FBI sampai tanggal 5 April, saat FBI harus menyerahkan laporan status dari kasus tersebut. Langkah mendadak itu menimbulkan pertanyaan bukan hanya tentang kasus ini, tetapi juga tentang kemampuan teknis FBI, serta upaya pemerintah yang lebih besar untuk membatasi enkripsi atas perangkat pribadi. FBI tidak mengatakan siapa pihak ketiga itu atau teknik apa yang mereka usulkan untuk mengatasi fungsi penghapusan otomatis di iPhone itu, yang secara permanen akan menghapus semua data pada ponsel setelah terjadi 10 kali upaya menebak password yang salah. Pihak Apple belum membuat pernyataan publik mengenai permintaan pihak FBI itu. Sebaliknya perusahaan membatasi komentarnya dengan memperkenalkan model iPad dan iPhone baru minggu ini. Sejumlah analis forensik digital telah mengusulkan berbagai metode beberapa minggu terakhir, termasuk duplikas memori flash atau rekayasa balik dari sirkuit internal iPhone. Tak satu pun dari teknik ini terbukti efektif. (www.voaindonesia.com)
  6. Perusahaan penyedia peranti lunak forensik mobile Cellebrite asal Israel, sedang membantu FBI guna membuka enkripsi iPhone 5C yang digunakan oleh Syed Ridwan Farook, pelaku penembakan di San Bernardino, California. Jika langkah ini berhasil, FBI tidak lagi memerlukan bantuan Apple untuk membuka iPhone yang dienkripsi. Ini juga bisa menghentikan perdebatan yang lebih luas tentang data pribadi di Amerika Serikat. Terkait dengan kasus ini, pihak Cellebrite enggan mengomentarinya. Sebelumnya, Apple terlibat masalah legalitas dengan Departemen Kehakiman Amerika karena menolak perintah pengadilan untuk membuat peranti lunak baru untuk membuka enkripsi pada iPhone yang digunakan oleh penembak. Apple dan Departemen Kehakiman Amerika seharusnya bertemu lagi di pengadilan pada Selasa, 22 Maret 2016 lalu. Namun sehari sebelumnya, seorang hakim federal menyetujui permintaan pemerintah untuk menunda sidang setelah jaksa mengatakan bahwa ada pihak ketiga yang mungkin bisa membuka enkripsi iPhone. Cellebrite sendiri adalah anak perusahaan Sun Corporation yang berasal dari Jepang. Mereka menyediakan sistem forensik yang digunakan oleh penegak hukum, militer dan intelijen. Ini bisa dimanfaatkan untuk mengambil data tersembunyi di dalam perangkat mobile.
  7. Perusahaan teknologi Apple dilaporkan telah merekrut mantan petinggi perusahaan e-commerce Amazon untuk berada di divisi pertahanan digital. Apple seperti diketahui, sedang menghadapi perseteruan dengan FBI karena menolak memberi kunci enkripsi dari iPhone 5c milik Syed Ridwan Farook, pelaku penembakan di San Bernardino, California. Kini, perusahaan pimpinan Tim Cook itu ingin memperkuat tingkat keamanan perusahaannya dengan membajak 'jagoan' security. George Stathakopoulos yang dahulu menjabat vice president divisi keamanan informasi Amazon selama 6 tahun, kini bergabung bersama Apple. Ia membantu Apple dalam membuat program proteksi perusahaan dan konsumen serta infrastruktur TI. Sebelumnya, Stathakopoulos pernah bekerja di Microsoft sebagai general manager selama 10 tahun. Dari laporan Reuters, tanggung jawab Stathakopoulos yang berada di area pertahanan digital perusahaan nantinya akan dibawahi oleh CFO Luca Maestri. Tugas Stathakopoulos akan melingkupi perlindungan aset perusahaan seperti peranti lunak rahasia, produk, dan informasi desain. Ia juga akan membantu dalam proteksi data pengguna. Meski Apple belum memberi tanggapan seputar kabar ini, Reuters mewartakan Stathakopoulos telah berada di Apple selama satu pekan. Perekrutannya itu lalu dinilai sebagai 'investasi' bagi perusahaan, terlebih saat ini masih hangat dibicarakan seputar kasus yang membelit Apple dengan FBI. Dengan merekrut Stathakopoulos, Apple dianggap telah meningkatkan fokusnya terhadap aspek sekuritas. Diketahui Apple menolak permintaan pengadilan AS untuk membuka pintu sistem keamanan iPhone 5c milik pelaku penembakan di San Bernardino pada Desember lalu, karena fungsi penghapusan secara otomatis ponsel itu aktif secara otomatis setelah FBI memasukan tebakan passcode sebanyak 10 kali. Apple bersikeras tidak mau mengabulkan permintaan FBI untuk membuka kunci enkripsi ponsel tersebut. Sikap Apple ini tak hanya mendapat dukungan dari banyak perusahaan teknologi, namun juga menuai kehebohan beberapa waktu lalu saat puluhan orang demonstrasi di depan Apple Store di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Aksi demo itu merupakan bentuk dukungan masyarakay terhadap Apple agar tidak kalah melawan FBI dan penegak hukum. Apple dan FBI dijadwalkan akan 'bertarung' di pengadilan pada 22 Maret mendatang.
  8. Penolakan Apple meng-unlock iPhone pelaku teroris belakangan ini mendapat dukungan dari teman-temannya seperti Facebook, Microsoft, Twitter, dan Google. Apple juga ditentang oleh beberapa pihak termasuk pemerintah. Salah satu pemerintah yang tak mendukung kebijakan Apple itu adalah Maricopa Country di Arizona. Negara itu telah mengumumkan, mereka akan meninggalkan iPhone menyusul penolakan Apple terhadap perintah untuk unlock iPhone teroris. “Berlaku secara efektif, Maricopa Country Attorney Office akan menghentikan penyediaan iPhone sebagai pilihan untuk penggantian atau upgrade karyawan yang ada,” ungkap melalui keterangan resmi. Ini artinya, mereka akan membiarkan perangkat yang ada tetap dipakai, namun karyawan tak akan mendapatkan iPhone baru sebagai upgrade dari negara. “Penolakan Apple untuk bekerjasama dengan penyelidikan penegakkan hukum yang sah untuk membuka ponsel yang digunakan teroris menempatkan Apple di sisi teroris bukan di sisi keselamatan publik. Penolakan mereka untuk bekerjasama seperti memiliki hubungan dengan kepentingan privasi adalah aksi korporasi dan mengabaikan perlindungan Amandemen keempat, yang diberikan oleh konstitusi kami," ujar kuasa hukum Maricopa Country, Bill Montgomery.
  9. Seperti yang tercantum dalam deklarasi Lisa Olle, manajer privasi global Apple dan Tim Kepatuhan Penegakan Hukum, aparat penegak hukum melakukan panggilan darurat ke pusat Apple pada 5 Desember sore atau tiga hari setelah Syed Rizwan Farook dan istrinya Tashfeen Malik menembak 14 orang dalam aksi terorisme di San Bernardino. iPhone 5c milik Farook sekarang menjadi bahan perdebatan kontroversial antara pendukung privasi dan FBI. Informasi baru menyoroti upaya Apple untuk bekerja sama dengan operasi penyelidikan FBI sebelum disajikan ke pengadilan federal mengenai bantuan membobol iPhone Farook. Rupanya pada awal Januari, Apple dan para pejabat pemerintah telah berdiskusi bagaimana cara terbaik untuk mengambil data telefon, meskipun informasi yang tersimpan di Apple rupanya disediakan minggu sebelumnya. Pada 5 Desember, Apple menyerahkan dua paket informasi setelah menerima pemberitahuan hukum untuk mencari informasi pelanggan, mungkin data pelanggan iCloud, meskipun itu tidak ditentukan dalam deklarasi Olle ini, yaitu tiga nama dan sembilan akun tertentu. Sehari kemudian, Apple menerima surat perintah pencarian untuk e-mail, pesan, dan informasi lain yang terkait dengan tiga rekening terpisah. Permintaan lain pada 16 Desember mencari informasi terkait dengan salah satu nama dan tujuh akun yang berbeda. Apple memberikan informasi masing-masing untuk tiga permintaan tersebut. Adapun akun iCloud yang melekat di iPhone Farook ini, Olle menyatakan bahwa surat perintah pencarian resmi disajikan pada 22 Januari untuk mencari data komunikasi dari pelanggan yang diminta pada Desember. Apple memenuhinya dan pada 26 Januari memberikan pemerintah data apa pun yang dimilikinya. Ia kemudian mengungkapkan bahwa FBI memerintahkan County Departemen Kesehatan San Bernardino, untuk me-reset Apple ID iPhone Farook pada 6 Desember tanpa konsultasi dengan Apple terlebih dahulu. Perwakilan perusahaan, termasuk CEO Apple Tim Cook, mengatakan itu adalah langkah yang salah karena langkah tersebut membatalkan kemungkinan menggunakan fitur sinkronisasi otomatis iCloud untuk mendapatkan backup tanpa membuka perangkat. Tampaknya Olle adalah bagian dari tim yang bertanggung jawab untuk menangani pengambilan data alternatif dari iPhone 5c milik Farook. "Sepanjang penyelidikan, saya dan perwakilan Apple lainnya, termasuk seorang insinyur senior, terus membuat diri kami sendiri tersedia untuk pemerintah, atas dasar 24/7, berpartisipasi dalam teleonference, memberikan bantuan teknis, menjawab pertanyaan dari FBI, dan menyarankan alternatif potensial untuk pemerintah untuk mencoba untuk mendapatkan data dari perangkat Subjek," demikian isi deklarasi Olle. Penyidik telah gagal dalam upaya mereka masuk ke iPhone 5c Farook yang dilindungi melalui metode enkripsi kuat dan dirancang untuk menggagalkan serangan brute-force. Untuk menghindari lapisan keamanan khusus ini Apple perlu menulis iOS baru versi dikompromikan, menandatangani kode dan menginstalnya pada perangkat. Namun, Apple menolak untuk mematuhinya dan mengutip langkah ini melampaui batas wewenang federal dan implikasi hak Amandemen Pertama potensial. Pada bagiannya, Apple menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi ribuan surat perintah penggeledahan yang valid mencari data pelanggan yang dianggap penting untuk investigasi kriminal. Sampai kasus San Bernardino, bagaimanapun perusahaan belum diminta untuk membangun solusi perangkat lunak yang seolah-olah mengalahkan enkripsi iOS. Apple dan pengacaranya berpendapat bahwa pemerintah, jika dibiarkan preseden dalam kasus ini, akan mendapat kekuatan "tak terbatas" yang suatu hari mungkin melanggar hak-hak sipil dasar. Di sisi lain, FBI, Departemen Kehakiman dan konten White House Apple mengungkap bahwa software itu hanya akan digunakan untuk satu perangkat Farook itu saja. Sidang perkara ini akan digelar pada 22 Maret. Sidang tentang masalah ini dijadwalkan untuk 22 Maret.
  10. Penolakan Apple terhadap permintaan membantu penyidik mengakses ponsel tersangka teroris memicu kontroversi. Di satu sisi banyak pihak menyadari, teroris bergantung pada teknologi dalam aksinya. Di sisi lain, pencabutan enkripsi smartphone diyakini bisa disalahgunakan aparat maupun peretas.
  11. Seratus remaja Amerika Serikat menjadi pekerja seks komersial. FBI berusaha merusak jaringan perdagangan Seks di AS. Agen FBI menangkap sebanyak 150 orang, atas tuduhan perdagangan seks di puluhan kota termasuk Atlanta, Denver, dan Seattle. Dalam penangkapan ini terdapat pekerja seks berusia 12 tahun. FBI menargetkan hotel, truk, dan pusat hiburan untuk menemukan korban dibawah umur. Sebagian besar remaja yang ditemukan adalah perempuan. Agen juga menemukan tiga anak laki-laki dan tiga remaja transgender. FBI bekerja sama dengan departemen polisi setempat dan National Center for Missing and Exploited Children. Dengan tujuan agar para remaja dapat direlokasi, mendapatkan perhatian medis, dan tidak kembali ke dunia prostiusi. “ Ketika anak-anak berada di dalam dunia prostitusi seperti di dalam hotel dan jalanan gelap, kita harus segera menyelamatkannya. Menyelamatkan mereka dari dunia kelam dan menghukum pelaku perdagangan seks,” tambah Direktur FBI James Comey. Penggerebekan ini melibatkan sebanyak 500 polisi. Dalam kasus serupa pada tahun lalu ditemukan sebanyak 160 remaja AS bekerja sebagai pekerja seks komersial.
  12. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI, menambahkan persyaratan baru dalam perekrutan calon agen. Salah satu tes yang harus dijalani para pelamar adalah tes kebugaran. Direktur FBI James Comey mengatakan tes tersebut dibutuhkan karena nyawa agen dan rakyat Amerika bergantung pada bugar tidaknya seorang agen. Tentu saja selain tuntutan kemampuan berlari, bertarung, dan menembak. "Saya ingin rakyat Amerika memandang sekilas pada seorang agen dan langsung berpikir memang ada yang spesial dari para agen FBI ini," kata Comey seperti dikutip Fortune, Minggu, 31 Mei 2015. Tes kebugaran sebenarnya sudah menjadi syarat FB pada masa 1980-an. Tes itu dihilangkan pada 1999 untuk evaluasi efisiensi. Tes kebugaran kembali mengemuka karena banyak agen FBI yang stres dan tak bisa menjaga kebugaran tubuh seusai tragedi serangan teroris 9/11 (11 September 2001). Sebanyak 13.500 agen FBI harus menjalani kembali tes kebugaran yang berlangsung hingga Oktober mendatang. Pencetus ide tes ini adalah Direktur FBI pertama, J. Edgar Hoover, yang terobsesi akan berat badan. Untuk mengetes kebugaran para agen, ada sejumlah gerakan yang harus dilakukan. Syarat tersebut bervariasi antara perempuan dan laki-laki juga tergantung jenis kelamin dan usia. Tertarik mencobanya? Berikut rangkaian tes kebugaran untuk Anda yang ingin melamar jadi agen spesial FBI. Laki-laki, usia 20-29 tahun, harus bisa melakukan: - 38 sit-up per menit - 29 push-up tanpa jeda - Lari jarak 300 meter dalam 59 detik - Lari jarak 1,5 mil atau 2,4 kilometer dalam waktu 12 menit 29 detik Perempuan, usia 20-29 tahun, harus bisa melakukan: 32 sit-up per menit 15 push-up tanpa jeda Lari jarak 300 meter dalam waktu 71 detik Lari jarak 1,5 mil atau 2,4 kilometer dalam waktu 15 menit dan 5 detik Laki-laki, usia 50-59 tahun, harus bisa melakukan: 24 sit-up per menit 13 push-up tanpa jeda Lari jarak 300 meter dalam waktu 83,2 detik Lari jarak 1,5 mil atau 2,4 kilometer dalam waktu 15 menit dan 14 detik erempuan, usia 50-59 tahun, harus bisa melakukan: - 14 sit-up per menit - 5 push-up tanpa jeda - Lari jarak 300 meter dalam waktu 113,2 detik - Lari jarak 1,5 mil atau 2,4 kilometer dalam waktu 19 menit dan 10 detik
  13. Skandal korupsi dan konspirasi badan organisasi sepakbola dunia Fifa yang selama ini sudah tercium lama namun baru kemarin mulai akan dibongkar. Menjelang konggresnya di Zurich, Swiss, FBI Amerika bekerjasama dengan pihak berwenang Swiss melakukan penangkapan pada sejumlah petingginya. Turut campurnya FBI membuat Rusia mengkritik tajam Amerika. Moskow menuduh AS telah melampaui batas kewenangan hukum internasional dan dianggap offside. "Sekali lagi kami meminta Washington menghentikan upaya untuk memperluas hukum yang jauh melampaui batas-batasnya, dengan menerapkan standar hukum sendiri dan bukannya praktek internasional yang diterima secara umum", dikatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Moskow . Ditegaskan juga bahwa apa yang dilakukan Amerika adalah bentuk ekstrateritorial hukum ilegal. Bisa dimengerti kenapa Rusia kebakaran jenggot, karena penyelidikan skandal FIFA ini juga akan dikembangkan menyangkut penyelenggaraan Piala Dunia 2018 dan Qatar 2022. Rusia yang sudah ditunjuk sebagai tuan rumah PD 2018 dan telah mempersiapkan pembangunan menyangkut event terbesar sepakbola dunia ini merasa khawatir. Tidak menutup kemungkinan apabila penunjukkan tersebut ditemukan adanya konspirasi maupun korupsi, akan berbuntut panjang. Mengapa lembaga penegak hukum AS harus bertanggung jawab untuk korupsi dalam sebuah organisasi yang memiliki kantor pusat di Swiss dan kejahatan yang dilakukan kemungkinan besar dilakukan kebanyakan di luar Amerika Serikat ? Pertanyaan ini terjawab setelah melihat aturan hukum yang diberlakukan di negara tersebut menyangkut kasus kriminal yang dituangkan dalam "Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act" (RICO). Kasus FIFA ini akan dibongkar dengan menggunakan undang-undang anti-mafia, asumsi dasarnya adalah bahwa karena para anggotanya korup dan FIFA berubah menjadi sebuah organisasi kriminal. Mengenai RICO permasalahan timbul ketika Mahkamah Agung AS menyatakan baru-baru ini, hukum AS tidak berlaku di luar wilayah nasional, jika Kongres tidak mengatur secara tegas dalam teks hukum, seperti dalam undang-undang anti-terorisme. Berdasarkan hukum internasional, yang menurut prinsip teritorial berlaku hanya negara bersangkutan bertanggung jawab untuk penegakan hukum diwilayahnya bila terjadi kejahatan. Namun ada pengecualiannya dalam kasus luar biasa, yaitu ketika legislatif AS telah secara eksplisit merumuskan validitas yang komprehensif, hakim akan menyetujui prinsip teritorial ini yang bisa diterapkan pada negara lain. Pertanyaan kembali timbul apakah Amerika benar-benar dapat mengasumsikan yurisdiksi untuk menghukum semua jalinan korupsi di FIFA dengan RICO. Pengadilan banding pada 2014 memutuskan bahwa RICO juga dapat diterapkan untuk kejahatan diluar Amerika Serikat. Walaupun begitu Mahkamah Agung masih terus berupaya untuk menerapkan aturan yang ketat mengenai masalah hukum global Amerika ini.
  14. FXCM, perusahaan pialan valuta asing, melaporkan sistem mereka telah diserang peretas dan tercatat ada transaksi tidak sah di rekening nasabah, Kamis (1/10). Perusahaan asal New York, Amerika Serikat, itu mengatakan menerima email dari seorang peretas yang mengklaim punya akses ilegal ke informasi nasabah. Dengan segera, FXCM melaporkan hal ini ke FBI dan mengamankan dana perusahaan. Seorang juru bicara FBI mengatakan pihaknya telah “memahami insiden ini dan sedang melakukan penyelidikan.” Menurut laporan Reuters, FXCM sendiri telah bekerjasama dengan perusahaan keamanan siber untuk menentukan skala kerugian dan mengindentifikasi nasabah yang terkena dampak. Kasus yang menimpa FXCM menambah daftar kasus serangan siber, yang sebelumnya sempat melanda Apple, peritel Target, dan perusahaan finansial JP Morgan Chase. Pemerintah Amerika Serikat telah meningkatkan keprihatinan terhadap kasus serangan siber yang belakangan ini makin sering melanda perusahaan dan lembaga pemerintah setempat. Para pejabat negara menuding peretas dari China berada di balik serangan dan pemerintah China telah mendanai serangan siber itu. Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping, bertemu di Gedung Putih dan menandatangani pakta untuk melawan kejahatan siber.
  15. FBI dan departemen luar negeri Amerika Serikat akan memberikan Rp 38,6 miliar bagi siapa saja yang berhasil menangkap hacker asal Rusia, Evgeniy Bogachev. Bogachev, yang saat ini dipercaya berada di Rusia, sebenarnya bukan sosok baru dalam kejahatan komputer. Tahun lalu dan di 2012 itu pernah dihukum atas kejahatan meretas sistem. (Baca: AS: Hadiah Rp 38,6 M Bagi Penangkap Hacker Rusia) Pria tersebut juga masuk dalam daftar buronan paling dicari FBI untuk urusan keamanan internet, dan kini hacker 31 tahun itu kembali dicari atas kejahatan serupa. Bogachev dituding bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah bank di Amerika Serikat dengan kerugian mencapai US$ 100 juta. Serangan ini ia lakukan dengan bantuan sebuah malware. Bogachev yang dikenal di internet sebagai "lucky 12345", atau "slavik", membuat malware bernama GameOver Zeus yang dirancang untuk mencuri password dan nomer rekening akun korbannya. Komputer yang terinfeksi malware tersebut kemudian bisa dikendalikan oleh Bogachev dan timnya yang juga berada di Rusia. Dari sini mereke kemudian bisa melakukan transaksi perbankan seperti mengirim uang ke rekening yang sudah disiapkan. Selain itu Bogachev juga diketahui sebagai pembuat Cryptolocker, program jahat yang mampu menyandera komputer korbannya. Malware ini bekerja dengan mengenkripsi data lalu kemudian meminta uang tebusan agar data tersebut bisa digunakan kembali. Cryptolocker juga sempat terdeteksi di Indonesia, dan kabarnya malware ini sudah ‘menyandera’ lebih dari satu juta komputer di seluruh dunia. Sebagai penjahat siber spesialis pembobol rekening bank, Bogachev juga diketahui punya sejumlah rumah mewah yang salah satunya terletak di Anapa, Russia. Karena kejahatannya itu dan sulitnya menangkap Bogachev, FBI mengumumkan hadiah US$ bagi siapa saja yang bisa membekuknya. Hal ini sekaligus membuat hacker Rusia itu sebagai buronan paling mahal yang dicari FBI.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy