Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'fast food'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Makanan cepat saji atau fast food sudah menjadi kesukaan mayoritas orang Indonesia. Bagaimana tidak, lihat saja di berbagai macam restoran fast food, pastilah tidak pernah sepi pengunjung dan mungkin kamu salah satunya. Tapi apakah kamu tahu bagaimana sebenarnya makanan-makanan tersebut diolah? Berikut ada video yang dilansir dari themindunleashed.org yang memperlihatkan bagaimana pabrik pengolahan daging bekerja. Luangkan waktumu 6 menit saja untuk menonton dan jangan berkomentar sebelum video selesai. Setelah itu tanyakan pada dirimu sendiri apa kamu masih nafsu makan itu? Untuk tambahan informasi, klip di atas adalah potongan dari film Samsara yang disutradarai oleh Ron Fricke dengan produser Mark Magidson. Ron Fricke mengharapkan penonton untuk melihat film dokumenter ini secara keseluruhan. Dengan hanya melihat 6 menit dari durasi 102 menit keseluruhan film ini, bisa jadi akan dianggap menyerang pihak tertentu. Film ini mengambil gambar di 25 negara di lima benua selama empat tahun. Film ini juga mengambil gambar di Indonesia. 25 negara itu antara lain, Angola, Brasil, China, Denmark, Mesir, Ethiopia, Prancis, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Israel, Palestina, Italia, Jepang, Jordania, Mali, Myanmar, Namibia, Filipina, Arab Saudi, Korea Selatan, Thailand, Turki, UEA dan Amerika Serikat.
  2. Fast food memang jenis makanan yang selalu mengundang selera karena rasa gurihnya yang aduhai. Burger, kentang goreng, pizza, dan sejenisnya adalah beberapa jenis fast food yang selalu membuat kita tergoda untuk mengonsumsinya. Terutama saat kita sedang lapar atau ketika menjelang berbuka puasa, fast foot menjadi sangat menggiurkan. Namun seperti yang telah kita tahu, Ladies, fast food bisa berdampak buruk pada kesehatan. Maka sebaiknya kita menahan diri untuk tidak mengonsumsinya, apalagi jika sering. Tapi bagaimana cara menghindarinya? Berikut ini bisa jadi motivasi Anda untuk menahan godaan fast food. - Apabila Anda sudah berencana untuk menghabiskan waktu seharian di luar rumah, makanlah dahulu sebelum berangkat. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa lapar ketika beraktivitas sehingga menekan kemungkinan akan tergoda untuk mengonsumsi fast food ketika melewati tempat-tempat penjualan fast food. - Ingatlah efek buruknya. Hubungkan fast food tersebut dengan sesuatu yang negatif. Pikirkan tentang kandungan minyaknya, atau minyak apa yang digunakan untuk menggorengnya. Bisa juga dengan membayangkan cara meletakkan fast food itu ketika masih berada di dapur. Ini dimaksudkan supaya selera Anda hilang. - Teguhkan hati Anda. Yakinkan pada diri sendiri bahwa Anda bisa. Teruslah berjanji pada diri Anda untuk tidak menyantapnya, dan mengingat bahwa perjuangan Anda menahan diri akan berguna di hari yang akan datang. Misalnya, dengan berhenti makan fast food, Anda memiliki berat badan ideal dan lebih sehat. - Perbanyaklah mengonsumsi camilan sehat, misalnya yogurt dan buah-buahan segar. Selalu pastikan ketersediaannya di dapur Anda, supaya Anda ingat bahwa Anda masih memiliki makanan sehat dan enak yang bisa Anda nikmati juga ketimbang memilih fast food. - Berikan hadiah pada diri Anda atas keberhasilan telah menahan diri. Misalnya membawa diri Anda menonton film atau memakan sebatang cokelat. Hadiah-hadiah tersebut sangat pantas Anda dapatkan bila berhasil melawan godaan fast food. - Sibukkan diri Anda, sebab dengan mengisi waktu, pikiran Anda akan teralihkan dan menjadi fokus pada apa yang Anda kerjakan. Dengan begitu, Anda tidak akan lapar psikis dan kemudian memikirkan fast food. - Selalu sediakan camilan sehat Anda, sehingga ketika Anda diajak teman untuk makan di restoran cepat saji, Anda punya sesutau yang lebih sehat untuk dikonsumsi. Anda tinggal hanya memesan minuman sehat seperti susu atau teh hijau. - Tentukan target Anda. Tantang diri Anda untuk tidak mendatangi restoran fast food dalam jangka waktu tertentu. Jika Anda berhasil melewatinya, maka selanjutnya Anda akan kehilangan selera untuk mengonsumsinya kembali. - Bereksperimenlah di dapur Anda. Cobalah untuk memasak resep yang belum Anda tahu. Hal ini akan membuat Anda berhenti menyantap masakan dari luar rumah, sekaligus menambah pengetahuan Anda tentang masakan.
  3. University of London, Inggris melakukan satu penelitian kepada 4 ribu anak-anak Skotlandia berusia 3-5 tahun tentang pengaruhnya jenis daging yang dikonsumsi anak-anak setiap harinya. Peneliti menggunakan jenis daging segar dan daging dari makanan cepat saji. Hasilnya, anak-anak yang sering makan daging cepat saji akan tumbuh dengan nilai IQ yang lebih rendah daripada anak yang mengkonsumsi daging segar. Penelitian ini menemukan bahwa orang tua dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi lebih sering memberikan masakan dengan daging segar kepada anak-anaknya. Sehingga sangat berpengaruh secara positif terhadap IQ anak. Sebaliknya dengan orang tua dengan status sosial ekonomi rendah dimana anak-anaknya lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji sehingga menyebabkan rendahnya intelegensia anak-anak tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa makanan cepat saji (fast food) sangat merugikan kecerdasan anak dan nutrisi semasa kanak-kanak mempunyai pengaruh jangka panjang terhadap IQ. Dr Sophie von Stumm dari departemen psikologi Univesity of London mengatakan jenis makanan yang dimakan akan mempengaruhi perkembangan otak. Penelitian in menjadi bukti nyata bahwa perbedaan daging yang dikonsumsi oleh anak-anak sebagai masalah sosial. Orang tua dari latar belakang sosial ekonomi rendah sering tidak memiliki waktu untuk menyiapkan masakan daging segar untuk anak-anaknya. Sehingga anak-anak mempunyai skor intelegensia rendah dan kerap sekali berkelahi di sekolah. Ia pun menyarankan sekolah harus melakukan diet seimbang bagi murid-muridnya, terlebih lagi dengan sekolah di wilayah status sosial ekonomi rendah. Diharapkan para murid dapat mencapai potensi kognitif mereka. Dr Sophie pun melanjutkan, “Ini menunjukkan bahwa makanan yang segar dan berkualitas itu penting, khususnya saat anak-anak masih muda dan bisa berkembang.” Penelitian ini pun memperkuat penelitian yang pernah dilakukan di Amerika, bahwa anak-anak yang mengkonsumsi junk food misalnya pizza, keripik dan biskuit sebelum berusia 3 tahun dapat membuat anak-anak memiliki IQ lebih rendah ketimbang anak-anak yang mengkonsumsi makanan rumah dengan sayur dan buah-buahan. Pada saat dites kepada anak-anak berusia 5 tahun, skor IQ mereka pun lebih rendah lima poin ketimbang anak-anak yang makan makanan sehat. Parents, kebiasaan sehat di masa anak-anak dapat berefek positif di masa depan mereka. Yuk, hindari junk food dan fast food dan berikan makanan sehat dan bernutrisi yang didapat dari sayur dan buah-buahan kepada si Kecil dari sejak dini. Semoga bermanfaat!
  4. Sebuah studi yang terbit di Journal of Public Health Nutrition mengungkapkan bahwa orang-orang yang kerap menyantap fast food, seperti burger, donat, croissant dan pizza memiliki risiko 51 persen lebih tinggi dari orang-orang yang tidak pernah atau jarang mengkonsumsi makanan tersebut. Diungkapkan pula bahwa apa yang seseorang makan memiliki dampak langsung terhadap apa yang ia rasakan. Berikut 4 dampak buruk fast food seperti dilansir dari situs Readers Digest Indonesia. 1. Makanan cepat saji menggemukkan Banyak orang yang hidup dengan depresi sudah memiliki pandangan ‘miring’ terhadap dirinya sendiri atau merasa rendah diri. Beberapa di antara mereka mungkin akan berpaling pada makanan untuk merasa lebih baik. Dan, ya, meski makanan bisa memperbaiki mood untuk sementara waktu, hot dog itu secara paradoks akan menghancurkan mood orang tersebut dalam jangka panjang dengan cara menambahkan berat badan. 2. Fast food mungkin membuat ketagihan Beberapa peneliti mengatakan bahwa, dengan caranya sendiri, makanan cepat saji merupakan makanan yang bisa menyebabkan ketergantungan. Perhatikan kecenderungan orang ketika memesan makanan cepat saji. Biasanya, ketimbang memesan secukupnya, orang tergoda untuk memesan sesuatu yang lain. Ini belum termasuk memberi tambahan uang untuk meningkatkan ukuran pesanan. 3. Cytokines dan inflamasi Hasil penelitian mengindikasikan bahwa orang-orang yang secara rutin mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula memiliki risiko 60 persen lebih tinggi untuk terkena gejala depresi. Salah satu yang berperan terkait hal itu adalah cytokines, protein kecil yang dilepaskan oleh sel. Orang dengan kadar cytokines tinggi memiliki kemungkinan lebih besar untuk terserang depresi. Tetapi apa yang membuat kadar cytokines meningkat? Makanan tinggi lemak dan gula. 4. Merasa tidak terhubung Beberapa studi mengatakan bahwa orang yang teridentifikasi “bahagia” mulai merasakan gejala yang serupa dengan depresi, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, kesepian, dan isolasi setelah mengkonsumsi makanan cepat saji. Hal itu mungkin dipengaruhi oleh lemak jenuh dalam makanan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy