Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'eropa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Pandemi virus corona atau Covid-19 yang muncul pada awal 2020 ini diharapkan bisa mengubah sepak bola Eropa dan dunia ke arah yang lebih baik lagi. Sebelum virus corona muncul, sepak bola di Eropa tampak baik-baik saja. Namun pada kenyataannya masih menyimpan sejumlah persoalan, terutama terkait ketimpangan antara klub besar dan kecil. Klub-klub besar akan makin kuat dan kaya dengan kekuatan uang yang mereka miliki. Sedangkan tim-tim medioker atau kecil sekalipun tidak akan berdaya menandingi klub-klub besar tersebut. Pemain-pemain potensial dari klub medioker atau kecil bisa saja pindah dengan mudah dari klub tersebut dengan rayuan gelimangan uang klub besar. Imbasnya, klub kecil kembali harus memutar otak mencari pemain yang bisa membuat mereka bisa bersaing dan bertahan di kompetisi itu. Sementara itu, klub-klub besar dengan latar belakang sejarah serta prestasi yang mereka punya seperti duduk manis menanti pundi-pundi uang kembali terisi oleh 'setoran' dari sponsor dan juga penggemar. Akan tetapi, kondisi tersebut bisa mengalami sedikit perubahan atau bahkan signifikan setelah pandemi Covid-19 ini berakhir. Virus corona membuktikan diri bisa memberikan dampak besar bagi keuangan klub, baik kecil maupun besar. Akan tetapi, klub-klub kecil yang tentu merasakan imbas paling besar dari krisis ini. Tidak ada pemasukan dari tiket penonton, tidak juga mendapat dana hak siar. Ditambah lagi, kunjungan fan ke stadion, museum, maupun fasilitas klub lainnya, nihil karena larangan dari pemerintah selama masa karantina. Di lain sisi, operasional klub terus mengalir untuk membayar gaji pegawai dan aspek lainnya. Barcelona sudah merasakan itu. Bahkan Blaugrana melakukan pemotongan gaji pada pemain-pemainnya sebesar 70 persen, termasuk Lionel Messi selama pandemi berlangsung. Tidak hanya itu, Luis Suarez dan kawan-kawan juga akan membantu Barcelona agar para pegawainya di luar pemain bisa 100 persen menerima gaji. Juventus juga disebut-sebut akan melakukan langkah serupa, mengurangi gaji para pemainnya. Potongan 20 sampai 30 persen bakal didapat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan agar Si Nyonya Tua memiliki napas panjang di tengah wabah Covid-19. Ini jadi bukti, kehidupan klub elite di ujung tanduk. Masa krisis ini membuka peluang klub-klub melakukan penyesuaian gaji pegawainya di masa mendatang. Hal tersebut sudah diprediksi pelatih Everton, Carlo Ancelotti.
  2. Usai KTT NATO di London, pemerintah Inggris semakin mendukung sikap pemerintah AS terhadap teknologi seluler produsen ponsel China Huawei. Meski demikian banyak negara Eropa kini tetap gunakan produk Huawei yang dicurigai AS digunakan memata-matai warga. Salah satunya adalah Serbia.
  3. Beberapa waktu lalu, Microsoft terpaksa mengganti nama layanan cloud mereka SkyDrive menjadi OneDrive gara-gara penggunaan kata 'Sky'. Kini, raksasa teknologi asal AS itu pun kembali menghadapi persoalan yang sama terkait layanan VoIP mereka, Skype. Lagi-lagi karena kata 'Sky'. Layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) milik Microsoft, Skype, terjegal di Eropa gara-gara nama merek dagang Skype yang sedikit mirip dengan nama salah satu perusahaan penyiaran Inggris, yakni Sky (British Sky Broadcasting Group). Pengadilan Uni Eropa pun memutuskan Microsoft harus melakukan rebranding merek Skype dengan merek lain. Menurut informasi yang dilansir dari BBC, hakim pengadilan Uni Eropa melihat kemiripan bukan hanya pada penulisan 'Sky' pada Skype saja, tetapi juga dari referensi kata. Seperti diketahui, logo awan pada merek Skype merujuk pada 'langit' yang dalam bahasa Inggris adalah Sky. Hakim juga menilai Microsoft hanya membedakan fiturnya saja. Bukan kali ini saja Microsoft terjegal gara-gara 'langit'. Sebelumnya Microsoft juga harus mengganti nama layanan penyimpanan awan (cloud) miliknya, SkyDrive menjadi OneDrive pada tahun 2014. Lagi-lagi karena kata 'Sky' yang juga dipermasalahkan oleh British Sky Broadcasting Group. Hal ini membuat pengadilan tinggi London memutuskan Microsoft harus mengganti merek SkyDrive. Terkait dengan Skype, Microsoft merasa tidak harus mengganti nama layanan VoIP mereka itu. Microsoft yakin bahwa nama Skype tidak akan bermasalah. "Kami yakin, tidak akan ada kebingungan antara merek dan layanan ini dengan Sky. Kami akan akan mengajukan banding. Keputusan ini tidak mengharuskan kami mengganti nama Skype," ujar juru bicara Microsoft. Sumber : teknologi.inilah.com
  4. Pebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi (tengah), berpose bersama tim setelah berhasil finis pertama pada GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (19/4/2015). Valentino Rossi akan datang ke Sirkuit Jerez, Spanyol, sebagai pemimpin klasemen sementara dengan selisih keunggulan enam poin. Namun, dia sadar bahwa persaingan menjadi juara dunia masih sangat panjang. "Saya sangat senang kembali ke Eropa!" kata pebalap Movistar Yamaha tersebut. "Tiga seri pertama sangat positif, padahal beberapa sirkuitnya bukanlah favorit saya atau Yamaha! YZR-M1 bekerja dengan sangat baik dan saya membalap dengan bagus!" Rossi selalu naik podium di tiga balapan sebelumnya dan dua di antaranya sebagai juara. Rossi finis pertama pada GP Qatar dan GP Argentina setelah memulai balapan dari posisi kedelapan. "Datang ke Jerez setelah menang di Argentina dan memimpin klasemen tentu saja sangat positif. Namun, yang paling penting adalah kami sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan tim. Kami harus terus bekerja bersama. Kejuaraan masih sangat panjang," kata pebalap 36 tahun tersebut. Rossi saat ini memimpin klasemen dengan 66 poin, enam angka lebih banyak dari Andrea Dovizioso (Ducati) yang berada di peringkat kedua. Sementara itu, juara dunia Marc Marquez masih tertahan di peringkat keenam dengan 36 poin. "Saya merasa siap dan kembali ke Eropa memang menyenangkan. Saya sangat suka balapan di Jerez. Lintasannya indah dan atmosfernya fantastis. Di sana juga ada tikungan-tikungan sangat cepat dan saya sangat menyukainya. Saya membalap dengan baik di sirkuit tersebut pada masa lalu dan akan berusaha membalap dengan baik tahun ini," ujar Rossi. Musim lalu, Rossi yang merupakan pebalap tertua di grid saat ini finis kedua di Jerez, tertinggal 1,4 detik dari Marquez.
  5. Gunung Tambora di NTB kini. Sudah 200 tahun sejak Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat meletus dengan dahsyat. Dampak letusan itu begitu dahsyat, selain korban nyawa lebih dari 60 ribu orang, belahan bumi utara juga mengalami tahun tanpa musim panas. “Orang-orang terpaksa makan kucing dan tikus,” kata Stephen Self, ahli vulkanologi di Universitas California, Berkeley, seperti dikutip Livescience, Jumat (10/4). Self juga merupakan pakar dalam studi soal letusan Tambora pada 1815. Temperatur bumi saat itu juga turun sebanyak rata-rata satu derajat Celcius. Aerosol dari Tambora memenuhi atmosfir, sehingga selain menurunkan temperatur, pertanian juga mengalami gagal panen sehingga menyebabkan kelaparan dan bibit penyakit di Amerika bagian Utara, Eropa, dan Asia. “Letusan Tambora membuka mata para ilmuwan bahwa efek letusan gunung api dapat bersifat global,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono, kepada CNN Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/4). “Tidak ada gunung yang jauh dari jangkauan manakala letusannya mencapai VEI (Volcano Explosivity Index) 7 seperti Tambora.” Indonesia, Negeri Paling Berisiko Sebuah tim internasional Global Volcano Model Network pernah melakukan studi dan membuat ranking negara-negara yang paling berisiko menghadapi bencana alam seperti letusan Tambora. Laporan bertajuk “Global Volcanic Hazards and Risk” itu rencananya diterbitkan pada Mei mendatang oleh Cambridge University Press. Nah, Indonesia ternyata termasuk ke dalam negara paling berisiko menghadapi letusan gunung api dahsyat lainnya. Untuk membuat ranking, tim itu menghitung seberapa sering gunung api meletus di sebuah negara dalam 10.000 tahun terakhir dan bahaya yang ditimbulkannya. Mereka juga menghitung berapa jumlah orang yang tinggal di daerah rawan letusan. Mereka mendapati ada 800 juta orang yang tinggal dalam radius 100 kilometer dari gunung api. Di Indonesia, menurut catatan Surono, ada 4 juta orang yang tinggal di dekat gunung api. Daerah gunung api, kata dia, memang jadi magnet bagi manusia sebab lahannya subur dan mengandung banyak air. Di jajaran negara paling berisiko, selain Indonesia, adalah: Filipina, Jepang, Meksiko, Etiopia, Guatemala, Ekuador, El Salvador, dan Kenya. Tambora, Meletus Tanpa Peringatan Berdasarkan catatan Stephen Self, erupsi Tambora terjadi tanpa peringatan terlebih dahulu. Gunung itu sebetulnya mulai terlihat amat aktif pada 1812. Tapi lantaran lebih dari 1.000 tahun tak ‘marah’, kawasan sekitar gunung dihuni banyak orang. Setidaknya ada 10 ribu orang yang tewas akibat awan panas, material gunung api, dan tsunami di sekitar Tambora saat meletus pada 1815. Berdasarkan laporan "Global Volcanic Hazards and Risk", sejak 1600 setidaknya sudah ada 278 ribu orang yang tewas akibat letusan gunung api. Ada lima letusan gunung api di dunia yang menyebabkan 58 persen kerusakan, termasuk Tambora. Dari semua korban tewas, 33 persen terbunuh oleh awan panas dan 20 persen oleh ombak tsunami; sebanyak 14 persen tewas akibat lahar. Hanya 887 orang yang tewas akibat lava. Lalu, sebanyak 24 persen kematian lainnya terjadi tak langsung. Mereka tewas akibat kelaparan dan bibir penyakit. Abu vulkanik, tanah longsor, dan petir, juga menyebabkan kematian.
  6. Selama 100 tahun terakhir, benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’ bertebaran di pantai-pantai Inggris dan Eropa bagian utara. Seorang warga Inggris mengaku baru memecahkan misteri dari mana benda itu berasal. Misteri blok Tjipetir diungkap Tracey Williams. Pada musim panas 2012 lalu, Tracey Williams sedang berjalan di pantai dekat rumahnya di Cornwall, Inggris, ketika dia melihat benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’. Ketika disentuh, benda tersebut terasa kenyal seperti karet. Williams kembali menemukan benda serupa di bagian pantai lain beberapa pekan kemudian. Didorong rasa penasaran, dia pun membuat sebuah riset. Tulisan ‘Tjipetir’ ternyata berasal dari sebuah daerah dekat Sukabumi, Indonesia. Di sana, saat Belanda masih menjajah Indonesia, terdapat sebuah perkebunan karet yang menghasilkan blok-blok persegi. Pada abad ke-19 dan pertengahan abad ke-20, blok-blok itu digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut. Temuan itu kemudian diunggah Williams di laman Facebook. Lambat laun banyak orang datang berkunjung ke laman itu dan melaporkan bahwa mereka menemukan blok Tjipetir. Orang-orang itu tidak hanya tinggal di Inggris, tapi juga Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark. Jose de Cora menemukan blok Tjipetir di San Cibrao, bagian barat laut Spanyol pada Agustus 2013. Titanic Asal blok ‘Tjipetir’ dan mengapa benda itu tersebar di Tropa memunculkan misteri. “Sebuah surat kabar Prancis meliput kisah ini dan melaporkan bahwa Titanic membawa benda ini. Saya memeriksa manifes kapal Titanic dan menemukan bahwa memang kapal itu membawa benda karet. Spekulasi pun berkembang setelah berita ini tersiar,” kata Williams. Blok Tjipetir berasal dari sebuah perkebunan karet di Sukabumi, Jawa Barat. Namun, pada musim panas 2013, Williams menemukan sebuah terobosan. Dia dihubungi secara terpisah oleh dua orang, yang tidak ingin diungkap identitasnya. Keduanya merujuk sebuah kapal sebagai sumber blok Tjipetir, yaitu Miyazaki Maru. Kapal asal Jepang itu ditenggelamkan kapal selam Jerman, U-88, yang dikomandani Kapten Walther Schwieger, pada 31 Mei 1917. Kapal asal Jepang bernama Miyazaki Maru mengangkut blok Tjipetir. Akibatnya, Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis. Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris. Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru. Williams, yang kini menulis buku mengenai blok Tjipetir, mengatakan sebagian besar blok dalam kondisi baik. Bahkan, ada nelayan yang memakainya untuk talenan.
  7. Paus Fransiskus meminta warga setempat dan pendatang untuk membahas situasi yang ada. Paus Fransiskus memperingatkan akan adanya keadaan darurat sosial di kota-kota Eropa jika warga setempat dan kaum pendatang tidak bekerja sama untuk meredakan ketegangan. Hal itu disampaikan Paus dalam khotbah mingguannya di Alun-alun Santo Peter, Vatikan, Minggu 16 November, yang merujuk pada serangan sekelompok orang atas pusat penampungan pengungsi di Torre Sapienza, di dekat Roma pekan lalu. Paus juga mendesak agar warga setempat dan para pendatang bertemu untuk membahas situasi. "Para warga dan pendatang datang bersama-sama dengan dengan perwakilan dari masing-masing lembaga dan bertemu di ruang paroki, untuk membicarakan tentang situasi," tutur Paus. "Adalah mungkin untuk berbicara, mendengarkan, merencanakan bersama dan cara itu akan mengatasi kecurigaan maupun prasangka serta bekerja sama menuju keberadaan bersama yang damai dan melibatkan semua orang." Pekan lalu sebuah gedung yang menampung sekitar 50 pendatang dilempari batu dan dibakar selama tiga malam berturut-turut. Polisi mengawal para pendatang kembali ke tempat penampungan di Torre Sapienza. Bentrokan sempat juga terjadi antara polisi dan para penyerangnya sebelum kerusuhan berhasil dihentikan. Seruan Paus ini juga muncul bersamaan dengan persiapan pihak berwenang di Italia Selatan untuk memproses lebih dari 2.200 para pendatang yang diselamatkan dari beberapa perahu yang memasuki perairan mereka mulai dari Jumat malam hingga Minggu siang. Italia melancarkan upaya penyelamatan para 'manusia perahu' lewat yang disebut Operasi Mare Nostrum mulai tanggal 1 November, yang diperkirakan telah menyelamatkan 150.000 pendatang yang terdampar di laut lepas. Operasi itu dipuji oleh kelompok-kelompok kemanusiaan namun beberapa pemerintah Uni Eropa mengkritiknya karena dikhawatirkan akan mendorong arus pendatang dari kawasan Afrika ke Eropa.
  8. Pada 27 September 1935, pesawat buatan Asia menjejak roda di daratan Eropa, untuk yang pertama kalinya di dunia. Pesawat itu berhasil terbang jarak jauh melewati beberapa benua, lalu mendarat mulus di Schipol, Amsterdam. Achmad bin Talim sendiri baru menginjakkan kakinya di Amsterdam pada tahun 1974. Tapi karyanya sudah lebih dulu mendarat di sana September 1935. Pesawat mesin ganda itu dibuat 100 persen di Jawa, di suatu gudang di Jalan Pasir Kaliki, Bandung atas pesanan jutawan Khouw Khe Hien yang menginginkan pesawat udara untuk meningkatkan efisiensi kegiatan bisnisnya. Bulan Maret 1934, Khouw memesan kepada Laurents Walraven, bagian desain teknik Militaire Luchtvaart-KNIL. Berdasarkan syarat kebutuhan Khouw, Walraven kemudian merancang pesawat cabin monoplane dengan sayap rendah yang aerodinamis, ramping, dilengkapi dua mesin—yang masing-masing berkekuatan 90 tenaga kuda. Sementara, pesawat merupakan buah craftsmanship Achmad bin Talim dan rekan-rekannya. Menakjubkan! Sepuluh bulan kemudian, pada awal Januari 1935, Letnan Terluin melakukan penerbangan perdana pesawat Walraven-2 pesanan Khouw. Evaluasinya: menunjukkan kinerja baik, tanpa satu kesulitan apapun. Sekitar dua minggu kemudian, 28 Januari, pesawat menerima registrasi penerbangan PK-KKH, yang diambil dari singkatan nama Khouw Khe Hien. Pesawat W-2 tergolong model paling modern pada saat itu. Entah kenapa, Khouw memilih terbang dulu ke daratan Eropa. Padahal jaraknya lebih jauh dari daratan Tiongkok, yang lebih dekat dari Hindia Belanda (Indonesia, tatkala itu). Walraven-2 pun, menurut almarhum Achmad bin Talim, belum pernah diuji coba terbang jarak jauh di Pulau Jawa. “Tahu-tahu ia berangkat ke Bandung lewat Batavia ke Eropa,” kenang Achmad, tahun 1981. Sejarah tidak mencatat lagi bagaimana nasib pesawat Walraven-2 PK-KKH. Achmad bin Talim pun tidak ingat lagi. Meski ia masih sempat melihat si pesawat di salah satu hanggar Andir (sekarang Bandara Hussein Sastranegara), Bandung, sebelum ditinggalkan pemiliknya untuk selamanya.
×
×
  • Create New...