Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'emoji'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Guest

    Emoji Reaksi Baru Di Facebook

    Facebook akhirnya mengubah salah satu bentuk interaksi utamanya, yakni tombol "like". Pengguna sekarang bisa merespon dengan enam pilihan emoji sesuai postingan teman. Mengapa Facebook mengubah fitur yang sudah lama identik dengan jejaring sosial ini?
  2. Windows 10 menjadi sistem operasi pertama yang memasukkan jari tengah dalam koleksi emoji untuk mendukung percakapan pengguna. Mengapa sejauh ini hanya Windows 10 yang memakainya? Sistem operasi Apple iOS, Mac OS X, maupun Android dari Google, sejauh ini tidak mengadopsi emoji ini. Padahal, sebenarnya, emoji jari tengah telah disetujui sebagai bagian dari Unicode versi 7 pada pertengahan 2014. Unicode merupakan standar komputasi terbuka yang menentukan sistem penayangan teks atau simbol dalam berbagai bahasa pemrograman komputer di dunia. Ada banyak bahasa pemrograman. Dua kode pemrograman dapat menggunakan nomor yang sama untuk dua karakter yang berbeda atau menggunakan nomor yang berbeda untuk sebuah karakter yang sama. Agar tidak terjadi kebingungan untuk menampilkan teks dan simbol, standar Unicode hadir sebagai solusi dengan memberikan nomor unik untuk setiap karakter tanpa memandang platform, program, dan bahasanya. Standar yang dibuat Unicode juga mengatur soal metodologi, pengkodean, dan kumpulan standar penyandian teks dan simbol. Bahkan mereka mengatur soal sifat karakter seperti huruf besar dan kecil, atau warna karakter. "The Unicode Standard telah diadopsi oleh para pemimpin industri seperti Apple, HP, IBM, JustSystems, Microsoft, Oracle, SAP, Sun, Sybase, Unisys dan banyak lainnya," demikian tertulis di situs web resmi Unicode.org. Sejatinya, simbol mengangkat jari tengah merupakan isyarat kasar atau menghina di budaya Barat. Hingga kini tidak diketahui mengapa Apple dan Google tidak mengadopsi emoji jari tengah ini, padahal sudah tersedia lama dan sudah distandarisasi. Emoji jari tengah di Windows 10 tersedia dalam enam pilihan warna. Terdapat lima warna yang didasarkan pada ras, mulai dari warna putih hingga hitam. Ada tambahan warna abu-abu sebagai standar untuk tidak menggambarkan warna kulit apapun. Hal ini sejalan dengan rekomendasi Unicode yang mengimbau warna emoji bawaan (default) tidak menggambarkan warna kulit manusia. Sementara Google dan Apple, membut emoji default mereka dengan warna kuning cerah yang kemudian menuai kritik dari banyak pihak.
  3. Saat ini emoji begitu terkenal. Banyak pengguna internet menampilkan emosi mereka dengan memberikan emoji, entah itu di tweet, update status maupun di email. Namun mungkin hal ini, beberapa tahun ke depan akan usang dan digantikan oleh sensor yang ada di smartphone dan jam tangan. Setidaknya hal ini dipercaya oleh Jeff Bonforte, pimpinan Yahoo Mail. Saat ini kita mungkin puas dengan menambahkan emoji di pesan untuk mengekspresikan perasaan. Namun hal ini bisa akan tampak usang dalam beberapa tahun. Oleh karena itu Yahoo ingin menggunakan sensor di smartphone untuk menambahkan emosi dan sensasi di email. Yahoo percaya bahwa wearable devices seperti jam tangan dapat dipakai untuk menunjukkan stres seseorang atau suhu dengan mengambil konten yang ada dalam sebuah email. Jeff Bonforte percaya email dan komunikasi teks akan berubah dalam tahun-tahun mendatang dengan sensor menampilkan lebih banyak emosi dalam pesan. Ia mengatakan bahwa jam tangan pintar yang dipakai di pergelangan tangan bisa menunjukkan stres dan smartphone menjadi dingin jika email seseorang berasal dari tempat yang dingin. Menurutnya pesan harus lebih intim dan itulah yang sedang ia perjuangkan. Namun demikian, sentimen terutama sarkasme sangat sulit untuk diambil dari dalam teks. Contoh seorang pengirim berniat untuk menulis email ramah atau bercanda, tetapi malah diartikan kasar. Sebuah studi tahun 2005 oleh ilmuwan perilaku di New York University menemukan bahwa asumsi yang tidak akurat sering dibuat oleh penerima email. Untuk mengatasi masalah ini Yahoo meyakini berbagai sensor yang sudah ada di smartphone seperti termometer, accelerometer dan giroskop serta monitor denyut jantung dan pedometer di smartwatches dapat digunakan. Dengan memanfaatkan sensor, teknologi pesan emosional bisa menjadi keseharian. Yahoo akan menggunakan Yahoo Mail sebagai ajang pengujian untuk teknologi tersebut karena mengingat bahwa layanan tersebut memiliki sekitar 225 juta orang yang menggunakannya setiap bulan.
  4. Jejaring sosial Facebook menghapus salah satu konten dalam pilihan gambar ekspresi di pesan instan atau populer disebut emoji. Konten yang dihapus itu adalah emoji “feeling fat” atau “merasa gendut” setelah diprotes oleh ribuan orang di dunia melalui petisi online di Change.org. Keputusan tersebut diambil oleh Facebook pada Selasa 10 Maret 2015 menyusul kampanye di delapan negara yang dimotori oleh aktivis pemerhati bentuk badan Endangered Bodies, yang sebagian besar anggotanya mengalami masalah kelainan kebiasaan makan (eating disorder) dan bentuk badan. Emoji tersebut diyakini dapat merusak kepercayaan diri seseorang akan bentuk badannya. “Gendut itu bukan sebuah perasaan, melainkan bentuk alami badan, tak peduli berapa pun berat badan seseorang, semua bentuk tubuh harus dihormati,” demikian isi petisi tersebut. Facebook mengaku telah menerima banyak kritik terkait emoji tersebut. “Kami telah mendengar dari komunitas kami bahwa mencantumkan “feeling fat” sebagai opsi untuk update status dapat menimbulkan adanya perasaan negatif terhadap bentuk badan, khususnya bagi mereka yang mengalami masalah kelainan kebiasaan makan. Oleh karena itu kami akan menghapus “feeling fat” dari list opsi update status kami," tulis Facebook dalam sebuah pengumuman. Petisi dengan judul ‘Fat is Not a Feeling” dimulai oleh Catherine Weingarten, seorang mahasiswa di Bennington College Ohio, Amerika Serikat, dan telah didukung oleh lebih dari 16 ribu orang serta menjadi perhatian media massa dalam dua pekan terakhir. Menurut Catherine, kemenangan petisi ini merupakan bentuk dukungan bagi perempuan di seluruh dunia yang berjuang mengatasi masalah berat badan dan ukuran tubuh. "Sebagai orang yang berjuang mengatasi masalah bentuk badan, saya senang bahwa saya bisa mengurangi salah satu bentuk olok-olokan mengenai bentuk badan di internet," kata Catherine.
  5. Sebagai generasi muda yang mengikuti setiap perkembangan teknologi yang ada, Anda pasti tidak asing lagi dengan emoji atau emoticon. Gambar-gambar kecil ini bisa menunjukkan ekspresi Anda saat sedang berkomunikasi dengan gadget bersama orang-orang terdekat. Tapi tahukah Anda, dikutip dari news.health.com, penggunaan emoji ternyata ada hubungannya dengan nafsu seks seseorang lho. Seberapa sering seseorang melakukan hubungan seksual dalam hidup mereka bisa diketahui dari seberapa sering mereka menggunakan emoji saat berkomunikasi lewat gadget yang mereka miliki. Sebuah survey yang dilakukan oleh Match.com membuktikan bahwa orang yang sering menggunakan emoji ternyata memiliki kehidupan seks yang aktif daripada mereka yang jarang menggunakannya. Penelitian dilakukan pada pria dan wanita dengan kisaran umur 20an, 30an, dan 40an. Kebanyakan pria dan wanita single lebih jarang menggunakan emoji dan orang dengan kisaran umur menjelang, masih dan setelah 40 tahun lebih jarang menggunakan emoji. Meski memang sulit membaca nada atau intonasi bicara seseorang dari teks yang dikirimkan, namun emoji bisa mewakili perasaan seseorang saat sedang berinteraksi lewat gadget dan kebanyakan orang biasanya menggunakan beragam emoji hanya pada orang-orang yang memang sudah dekat dan memiliki hubungan yang sudah lama. Bukan hanya aktivitas seksual saja, Anda juga bisa menilai bagaimana karakter seseorang melalui emoji yang sering mereka gunakan atau kirimkan lho. Nah, Anda sendiri orang yang seperti apa? Suka pakai emoji juga?
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy