Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'elon musk'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Bill Gates mengkritik pernyataan-pernyataan kontroversial mengenai pandemi COVID-19 yang kerap dilontarkan CEO Tesla, Elon Musk. Menurut Bill Gates, Elon Musk seharusnya tetap fokus pada bidang keahliannya daripada menyebarkan kebohongan tentang virus corona atau COVID-19. Hal itu disampaikan Gates saat menghadiri acara di CNBC "Squawk Box,". Saat itu dirinya menanggapi komentar Musk tentang COVID-19 di jejaring sosial Twitter sudah sangat keterlaluan. "Penentuan posisi Elon adalah untuk mempertahankan tingkat komentar keterlaluan yang tinggi. Dia tidak banyak terlibat dalam vaksin. Dia membuat mobil listrik yang hebat. Dan roketnya bekerja dengan baik. Jadi dia diizinkan untuk mengatakan hal-hal ini. Saya harap dia tidak membingungkan daerah-daerah yang dia tidak terlibat terlalu banyak," ungkap Gates, seperti dikutip dari laman Futurism, Kamis , 30 Juli. Tak hanya itu, Gates juga menyinggung platform media sosial yang selalu cepat untuk menyebarkan informasi yang salah. "Ketika Anda membiarkan orang berkomunikasi, Anda harus berurusan dengan fakta bahwa hal-hal keliru tertentu yang sangat menggairahkan dapat menyebar sangat cepat dibandingkan dengan kebenaran." Komentar Gates muncul setelah miliarder Musk berbicara menyesatkan tentang COVID-19, menyebarkan kepalsuan, dan menyatakan keraguan atas keparahan pandemi di Amerika Serikat (AS) bahkan ketika kasus telah meningkat di seluruh negara. "Ada banyak kesalahan positif C19 (COVID-19) yang mengacaukan angka. Bahkan tes dengan tingkat positif kedapatan palsu 5 persen (dalam bidang, bukan lab) akan muncul sebagai ~ 17 juta kasus C19 palsu bahkan jika sebenarnya tidak ada," tweet Musk pada 30 Juni lalu. Sewaktu tweet itu diterbitkan, 48.000 kasus COVID-19 positif baru diumumkan di AS, memecahkan rekor satu hari pada saat itu. Menurut analisis yang dilaporkan The New York Times, ada lebih dari 4,3 juta orang telah terinfeksi COVID-19 di AS sementara 148.400 telah meninggal pada 28 Juli. Ini bukan satu-satunya komentar bos Tesla dan SpaceX mengenai pandemi COVID-19 yang dialami AS. Pada April lalu, ia menyebut langkah-langkah perlindungan seperti karantina itu tidak masuk akal. "Terus terang, saya akan menyebutnya pemenjaraan paksa orang di rumah mereka terhadap semua, hak konstitusional mereka, menurut pendapat saya. Itu melanggar kebebasan orang dengan cara yang mengerikan dan salah dan bukan mengapa mereka datang ke Amerika atau membangun negara ini," ungkap Musk. Selain itu, Musk juga men-tweet pada 19 Maret lalu dengan pernyataan palsu bahwa "anak-anak pada dasarnya kebal" terhadap virus corona. Tweet tersebut juga mengundang kontroversi. Bapak satu anak itu juga sempat memuji Texas karena mengizinkan pelaku bisnis untuk membuka usahanya pada akhir April. Mskipun negara tersebut kemudian menjadi zona merah pada kasus virus corona. "Bravo Texas!" ia mentweet bersama dengan tautan ke cerita Texas Tribune pada 29 April tentang restoran, toko, dan bisnis lain yang diizinkan untuk dibuka kembali. Tweet itu muncul setelah Tesla harus membatalkan rencananya untuk membawa karyawan kembali bekerja di fasilitas Fremont.
  2. Berkat popularitas Elon Musk dan juga teknologi roket ulang aliknya, SpaceX kini adalah perusahaan mentereng di bidang antariksa. Berikut sekelumit cerita sejarahnya. SpaceX dilahirkan pada 2002 atau 17 tahun silam oleh Elon, pria yang kerap dijuluki Iron Man. Kala itu, ia mengutarakan ide Mars Oasis, gagasan menumbuhkan tanaman di planet Mars dan menjadikannya koloni manusia. Elon berambisi memulai perusahaan di bidang antariksa. Awalnya ia berniat membeli satelit bekas dari Rusia tapi kesulitan menemukannya dengan harga terjangkau. Tak hilang akal, Musk berkeinginan membuat roket sendiri. Ia mengkalkulasi, biaya pembuatan roket sebetulnya cuma 3% dari harga kala itu. Singkat cerita, SpaceX ia dirikan dengan misi membuat biaya peluncuran roket lebih terjangkau. Perjuangan berat harus dilalui untuk membesarkan perusahaan baru itu yang didirikan hampir bersamaan dengan perusahaan mobil listrik Tesla. "Aku kira SpaceX dan Tesla memiliki kemungkinan untuk sukses kurang dari 10%. Pada masa-masa awal di 2002, aku bahkan tak memperbolehkan teman-teman untuk berinvestasi di sini karena aku tidak mau menghilangkan uang mereka," ujarnya. Dana awal untuk SpaceX dan Tesla didapat Musk saat PayPal, sistem pembayaran online yang diciptakannya, dibeli Ebay USD 180 juta pada 2002. Uang tersebut dibaginya secara rata, USD 90 juta untuk masing-masing SpaceX dan Tesla. Musk pernah menceritakan bagaimana SpaceX dan Tesla pada 2008 nyaris gagal total. "2008 merupakan tahun yang benar-benar sulit. Roket Falcon 1 gagal meluncur untuk ketiga kalinya. Tesla pun hampir bangkrut hanya dua hari sebelum Natal," ujarnya. Prestasi itu antara lain jadi perusahaan swasta pertama yang mengirim pesawat ke International Space Station (ISS), hingga yang pertama juga meluncurkan roket Falcon 9 ke orbit dan kembali mendarat ke Bumi dengan selamat. Ribuan satelit siap mereka luncurkan hingga 2024. November 2016, SpaceX mendaftarkan perencanaan peluncuran 4.425 satelit kepada Federal Communications Commission. Tapi ambisi besar Elon bukan sebatas itu. Ia meyakini teknologi SpaceX adalah kunci kolonisasi manusia di planet Mars. Menurutnya, manusia tak boleh tinggal selamanya di Bumi atau terancam kepunahan. SpaceX mengembangkan mesin roket sangat powerful sehingga nantinya bisa mencapai Mars dan mengantar sampai sejuta orang ke sana dalam 50 sampai 100 tahun ke depan. Dia menambahkan kunci untuk membuat roket yang bisa dipakai berulang kali adalah mencari cara memproduksi bahan bakar di Mars. Sehingga pesawat dapat digunakan lagi untuk kembali ke Bumi. Good luck, Elon.
  3. Musk menegaskan demi biaya US$200.000 maka sistem transportasi harus bisa digunakan kembali. Pengusaha Elon Musk sudah menjelaskan rencananya untuk mengirim koloni manusia ke Mars, untuk orang yang mampu membayar tiket US$200.000 atau sekitar Rp2,5 miliar. Pendiri perusahaan ruang angkasa SpaceX ini mengungkapkannya dalam Kongres Astronautika Interansional, IAC, di Meksiko, Selasa 27 September. Sebuah armada kolonisasi terdiri dari seribu pesawat ruang angkasa bertenaga metan dan oksigen dari Bumi, jelasnya, akan melakukan pengisian bahan bakar ulang dengan propelan yang diproduksi oleh Planet Merah tersebut. "Jika kita mendapatkan perjalanan ke Mars kira-kira sama dengan harga rata-rata rumah di Amerika Serikat, yaitu sektiar US$200.000, maka saya pikir kemungkinan untuk mengembangkan peradaban yang menopang dirinya sendiri amat tinggi," jelasnya. Sistem transportasi SpaceX akan mengandalkan bahan bakar propelan yang diproduksi Mars. Miliuner ini menambahkan bahwa SpaceX sedang mengembangkan kembali sistem roketnya untuk membawa jutaan ton kargo antarplanet. Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat, NASA, mendukung misi pertama SpaceX ke Mars, yang rencananya akan diluncurkan tahun 2018 mendatang. Penjelasannya tentang misi ke Mars mendapat perhatian besar karena SpaceX sudah berhasil mewujudkan beberapa pencapaian sebagai perusahaan ruang angkasa swasata, antara lain meluncurkan roket secara tegak. Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak saat uji coba peluncuran awal September. Bagaimanapun pidatonya di kota Guadalajara ini dibayang-bayangi dengan meledaknya Falcon 9 -salah satu roket tanpa awak milik SpaceX- di Cape Canaveral di Florida, awal September. Menurut Musk, untuk mempertahankan biaya yang 'hanya' sebesar US$200.000 per orang, maka seluruh sistem transportasinya harus bisa digunakan kembali. Dengan menggunakan metode tradisional, menurut Musk, biaya untuk perjalanan ke Mars mencapai US$10 miliar per orang. Oleh karena itu dibutuhkan empat kriteria guna mewujudkan visinya dalam mengantarkan manusia ke Mars: Bisa digunakan kembali (pesawat ruang angkasa) Pengisian bahan bakar di orbit Produksi propelan di Mars Memilih bahan bakar yang tepat
  4. Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX ternyata memiliki sifat yang sama dengan Steve Jobs dalam bekerja. Salah satu karyawan SpaceX mengungkapkan bagaimana sisi 'gila' Elon Musk dalam mempekerjakan karyawannya. Keluhan ini diungkapkan karyawan tersebut melalui sebuah forum tanya jawab Quora.com. Ketika seorang pengguna bertanya bagaimana rasanya bekerja untuk Elon Musk, ia bercerita bagaimana kesulitan yang sering ia hadapi dalam pekerjaannya. Ia mengatakan bahwa Elon Musk adalah seorang yang gila. Menurutnya selama lima tahun ia bekerja di SpaceX, keinginan Musk dalam memerintah para karyawannya sungguh tidak masuk akal. "Sebuah pekerjaan yang seharusnya dilakukan dalam waktu satu tahun, ia ingin tugas itu diselesaikan dalam satu minggu," kata karyawan tersebut. Ia melanjutkan bahwa jika kita ingin berkeluarga dan mengerjakan setiap hobi kita dengan waktu yang cukup luang, Elon Musk bukanlah atasan yang akan memberikan hal-hal tersebut. "Ini sisi bagaimana rasanya saya tidak suka bekerja dengan dia. Tidak ada yang suka bekerja dengan dia," lanjutnya. Bahkan menurutnya, ada sebuah perkataan Elon Musk yang sangat membekas di antara para karyawan. Musk mengatakan, bahkan bekerja pada hari sabtu juga tidak akan pernah cukup. Hal itulah yang membuat para pekerja merasa seolah disiksa dan dipenjara di tempat mereka bekerja. Ia juga mengatakan bahwa tampaknya, Musk tidak peduli pada kehidupan para karyawannya. Meskipun begitu, Musk telah membawa Tesla dan SpaceX menjadi perusahaan yang luar biasa. Perusahaan yang dipimpin oleh Musk menjadi salah satu industri teknologi yang ditakuti oleh para pesaingnya. Sikap keras Musk terhadap para karyawannya dinilai mirip dengan kelakuan mendiang Steve Jobs. Bedanya, Musk tidak pandai bicara di depan publik seperti Jobs.
×
×
  • Create New...