Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ehac'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Indonesia kembali dibayang-bayangi kasus pelanggaran data yang 'menelanjangi' informasi sensitif milik masyarakat, pejabat, dan bahkan negara. Belum tuntas kasus kebocoran data pribadi penduduk Indonesia yang melibatkan BPJS Kesehatan dan dijual di forum online, kini muncul kasus dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna eHAC atau Electronic Health Alert Card yang dikelola Kementerian Kesehatan (Kemenkes)--baru-baru ini diungkap oleh peneliti vpnMentor. eHAC merupakan aplikasi yang berfungsi untuk melakukan verifikasi (test and trace) penumpang selama berpergian. Aplikasi ini wajib untuk setiap wisatawan dari negara atau wilayah tertentu untuk memastikan mereka tidak membawa virus corona ke Indonesia. Karena tak hanya melibatkan pengguna lokal, tetapi juga warga negara asing (WNA) yang masuk ke Tanah Air, kasus ini dinilai mencoreng nama Indonesia di mata dunia dan memberikan rapor merah kepada tim IT Kemenkes. "Kebocoran data eHAC mencoreng nama Indonesia di mata dunia, karena eHAC diwajibkan untuk di-install bagi orang asing yang masuk ke Indonesia," kata Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, Rabu (1/9/2021). Ia menilai kasus ini mencoreng nama Indonesia karena pemerintah ingin minta data orang (WNA), tetapi tidak mampu mengamankan dan mengelolanya dengan baik. Pendiri Vaksincom tersebut bahkan tak ragu memberikan rapor merah kepada tim IT Kemenkes yang mendapat informasi tentang dugaan akses pihak ketiga, tetapi tidak memberikan respons selama berminggu-minggu. "Catatan merah perlu diberikan kepada tim IT Kemenkes yang dikontak, tetapi tidak ada tanggapan hingga berminggu-minggu," tutur Alfons. Sebagai informasi, peneliti vpnMentor mengaku telah menghubungi Kemenkes untuk memberitahu temuan pelanggaran data ini pada 22 dan 27 Juli 2021 waktu Indonesia. Namun mereka mengklaim tidak mendapatkan tanggapan dari Kemenkes mengenai temuan tersebut. "Tim kami membobol data eHAC tanpa rintangan sama sekali karena tidak adanya protokol yang digunakan oleh pengembang aplikasi. Ketika database diteliti dan dipastikan keasliannya, kami langsung menghubungi Kementerian Kesehatan Indonesia dan menyerahkan hasil temuan kami," kata tim peneliti vpnMentor. Karena tak mendapat respons dari Kemenkes, VpnMentor lantas menghubungi pihak lain, yaitu Indonesia's Computer Emergency Response Team (CERT) 23 Juli 2021 dan Google sebagai penyedia hosting eHAC pada 26 Juli 2021 waktu Indonesia. Namun, temuan vpnMentor tersebut juga tidak mendapat tanggapan. Hingga awal Agustus, tidak ada respons dari pihak-pihak tersebut. Lalu vpnMentor kembali mencoba mengontak institusi lain, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 23 Agustus 2021 waktu Indonesia. Menurut vpnMentor, BSSN langsung merespons laporan mereka di hari yang sama. Dua hari kemudian, pada 25 Agustus 2021 waktu Indonesia, server eHAC sudah di-take down. vpnMentor memperkirakan ada lebih dari 1,3 juta pengguna yang bisa menjadi korban kebocoran data ini. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Maruf mengakui pihaknya baru merespons temuan vpnMentor pada 23 Agustus 2021, setelah laporan kerentanan kebocoran data eHAC itu diverifikasi BSSN. Meski begitu, Anas tidak menjelaskan kenapa saat vpnMentor memberitahu temuannya pihak Kemenkes tidak langsung menanggapi. Setelah mendapat pemberitahuan dari BSSN, Kemenkes baru kemudian melakukan penelusuran dan menemukan kerentanan tersebut pada platform mitra eHAC. "Kementerian Kesehatan langsung melakukan tindakan dan kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan pada sistem tersebut," ungkap Anas.
×
×
  • Create New...