Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'dosen'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. London School of Public Relations (LSPR) meminta nama Buni Yani yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penghasutan terkait SARA tidak lagi dikait-kaitkan dengan kampus mereka. Buni Yani sudah mengundurkan diri sebagai dosen di kampus ini. Pembantu Umum Ketua I LSPR-Jakarta DR Andre Ikhsano menyampaikan, LSPR telah menerima pengajuan surat pengunduran diri Buni Yani tanggal 8 Oktober 2016 lalu. Atas dasar itu, LSPR kemudian memberhentikan Buni Yani. "Tanggal 8 Oktober 2016 LSPR telah menyetujui surat yang diajukan. Berdasarkan surat persetujuan tersebut, bapak Buni Yani telah dinyatakan berhenti dari LSPR-Jakarta," tulis Andre dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (23/11/2016). LSPR-Jakarta juga telah menyampaikan pernyataan sikap melalui akun resmi media sosialnya 11 Oktober 2016 lalu. Di situ ditegaskan bahwa LSPR sebagai institusi pendidikan bebas dari aktivitas politik praktis. Pernyataan Buni Yani yang kemudian menyeretnya jadi tersangka itu bersifat pribadi, tidak ada kaitannya dengan LSPR. LSPR Jakarta sendiri berharap Pilkada DKI Jakarta 2017 bisa berjalan dengan baik dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan kebersamaan.
  2. Ndral, masih ingatkah kamu tentang sosok gurumu yang paling berkesan dan inspiratif? Pasti ada ya sosok guru atau dosen yang cara mengajarnya atau mungkin kepribadiannya yang meninggalkan kenangan yang tak akan pernah terlupakan di benakmu. Yu Gongmao, guru berusia 41 tahun ini benar-benar sosok pendidik yang sangat menginspirasi. Bahkan kisahnya sudah menyentuh hati para netizen di Cina. Dilansir dari shanghaiist.com, tahun 2012 lalu Yu didiagnosis menderita aneurisma otak akibat faktor genetik Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease (ADKPD). Sejak saat itu, ia menjalani sejumlah operasi pada otak dan kedua matanya. Sayangnya kondisinya terus memburuk. Hingga kemudian ia didiagnosis menderita nekrosis ginjal. Aneurisma (aneurysm) otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak, pelebaran ini terutama berkembang di persimpangan arteri besar di dasar otak, di area yang disebut lingkaran willis. (sumber: doktersehat.com) Untuk bisa bertahan hidup, Yu harus menjalani hemodialisis tiga kali seminggu selama satu setengah tahun ke depan sembari menunggu donor ginjal. Dosen dengan tinggi tubuh 175 cm ini berat badannya menurun drastis. Meski penyakitnya parah dan mematikan, Yu tetap mengajar di Wuhan University, Hubei. Meski pihak sekolah menyarankan agar Yu isitrahat saja di rumah, Yu tetap bersikeras terus mengajar. "Ruang kelas memberiku merasa punya tujuan dan dibutuhkan," ungkapnya. Yu dikenal sebagai dosen yang menyenangkan saat mengajar. Di mata para mahasiswanya, Yu dikenal sebagai sosok yang positif dan optimis. Yu juga tak pernah absen mengajar. Hanya saja kadang ia harus berlutut di kursi ketika tubuhnya merasa terlalu lelah untuk berdiri. Yu punya sebuah kotak yang penuh dengan kartu dan surat yang ditulis oleh murid-murid dari segala penjuru Cina dan dunia yang pernah diajarnya dulu. Semua surat itu jadi semangat sendiri untuk Yu bisa bertahan. Ketika ditanya kenapa kenapa masih mau terus mengajar, Yu menjawab, "Saya sangat suka mengajar, saya mencintai mahasiswa-mahasiswa saya dan mereka menikmati kelas saya. Selain itu, semua rekan kerja saya memberi saya semangat jadi saya tak merasa sendirian melawan penyakit ini." Pihak universitas telah membantu membayari sebagian besar biaya pengobatan Yu. Sementara itu para kolega dan murid-muridnya juga membantu mendonasikan uang untuk transplantasi ginjal. Yu optimis sekali dia pasti bisa akan sembuh. “The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.” ― William Arthur Ward Kita doakan semoga Yu bisa segera sembuh dan diangkat penyakitnya, ya Ladies. Seorang pendidik seperti Yu rasanya pasti akan selalu diingat oleh para anak didiknya.
  3. Hei, mahasiswa baru! Pasti senang, dong, nggak usah pakai seragam lagi? Di masa ini, kamu akan terbebas dari jadwal teratur pergi pagi pulang sore seperti yang kamu lakukan selama 3 tahun terakhir. Ini adalah masa dimana kamu bebas mengatur waktu untuk kuliah, main dengan teman, dan belajar. Tapi biasanya mentang-mentang sudah bisa lebih bebas, mahasiswa jadi suka nyantai, nih. Bukan soal irama belajarnya saja yang jadi kendur, tingkat kesopanan juga jadi tidak diperhatikan. Apalagi sekarang tidak lagi diajar guru, yang sudah pasti akan menskors kamu kalau bersikap tidak sepantasnya di lingkungan sekolah. Tapi… kata siapa kamu nggak akan diultimatum dosen langsung dapat E? Meski secara langsung mereka tidak terlibat dalam masalah mendrop out mahasiswa, tapi kalau kamu ada dibad side-nya mereka, siapa tahu? Apalagi kalau ternyata kamu kayak mahasiwa-mahasiswa berikut: Kapan Bapak Bisa Temui Saya? Udah nilainya K, minta dosennya buat bertamu pula. Mahasiswa macam ini minta dilempar kuda lumping! Bapak di Mana? Dengan Siapa? Berbuat Apa? Ini maksudnya lagi nyekil Bapaknya atau gimana, nih? Kami Nunggu di Kelas (Padahal di Kosan) Judulnya sih mahasiswa, tapi siapa coba yang nggak senang kalau dosennya tidak ngajar? Saking malasnya, mahasiswa selalu menggunakan akal bulus untuk memastikan kelas dibuka atau tidak. Apa kamu termasuk yang seperti ini? Email Saja Pak, Irit Kertas Mahasiswa zaman sekarang, terutama yang masih baru, nih, sukanya yang instan. Makan enaknya mie instan, mandi juga instan karena sudah telat kuliah, teknologi juga pilih yang instan. Padahal siapa tahu dosen kamu berkacamata minus 20. Jadi jangan pertanyakan kalau diminta pakai kertas, ya. Yang Penting Kan Buat Tugas, Paaaak Zaman Mama dan Papa kita kuliah, presensi tidak dipertanyakan, yang penting mengumpulkan tugas dan selalu ikut ujian. Memangnya kamu mau hidup di zaman purba? Sekarang kuliah jauh lebih mudah karena berbagai fasilitas dan tingkat kesulitannya jauh dibandingkan ketika orangtua kita kuliah. Masa masih mau ngotot minta dipermudah lagi? Jadi, wahai mahasiswa, apa kamu masih mau melakukan hal-hal seperti itu? Bagikan ke temanmu supaya mereka tidak di-DO!
  4. Kegiatan kuliah tambahan di gereja Aceh ini menimbulkan kontroversi. Seorang dosen di Banda Aceh menuai kontroversi di media sosial setelah mengajak para mahasiswi melakukan kuliah lapangan di gereja. Dosen IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Rosnida Sari, mengajak para mahasiswanya melakukan Studi Gender dalam Islam ke satu gereja Katolik. Banyak kecaman dan kritikan yang muncul melalui Facebook dan akun Rosnida sendiri saat ini telah dicabut. Rosnida sendiri belum berhasil dihubungi BBC Indonesia namun sejumlah laporan di Aceh menyebutkan ia menolak untuk berkomentar. Sejumlah komentar yang masuk antara lain menyebutkan agar pihak terkait "memperketat kuliah belajar di lapangan." Uzair, seorang wartawan senior di Banda Aceh, mengatakan "orang tidak melihat konteks secara keseluruhan bahwa ini terkait dengan kegiatan akademik." "Ini perkuliahan biasa. Di kampus, studi tentang perbandingan agama biasa dilakukan. Dosen ini dihujat karena membawa mahasiswa mendengar nara sumber seorang pendeta di gereja. Padahal di tempat lain orang ada juga yang salat di gereja," tambahnya. Kelompok 44 LSM yang menyebut diri Masyarakat Sipil Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberikan perlindungan "kepada salah satu warganya (Dr.Rosnida Sari) yang saat ini dalam ancaman baik dirinya maupun keluarganya."
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy