Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'domain'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 19 results

  1. Domain Internet tingkat atas (top level domain/TLD) .com (dot com) dan .net (dot net) masih menjadi incaran para pengguna Internet, di mana jumlah pendaftaran keduanya secara global telah mencapai 135,2 juta nama pada kuartal ketiga 2015. Menurut catatan perusahaan VeriSign yang mengatur domain TLD populer di dunia, per 30 September 2015, jumlah pendaftaran domain .com telah mencapai 120,1 juta nama, sedangan .net mencapai 15,1 juta nama. Pada kuartal ketiga tahun lalu, VeriSign memproses 9,2 juta pendaftaran nama domain baru .com dan .net, atau tumbuh dari 8,7 juta nama domain yang terdaftar pada periode yang sama tahun 2014. Nama .com merupakan singkatan dari “commercial”, yang berarti ditujukan untuk organisasi komersial. Sementara nama .net berasal dari “network”, menunjukkan itu diperuntukkan kepada organisasi yang terlibat dalam teknologi jaringan seperti penyedia jasa Internet atau perusahaan infrastruktur telekomunikasi. Namun, pembatasan pemakaian domain .com dan .net ini tidak pernah ditegakkan sehingga registrasinya dibuka dan bebas dipakai siapapun. Selain .com dan .net, VeriSign juga mengatur domain dengan akhiran .name, .tv, .gov, .edu, dan lainnya. Jumlah nama domain di Internet telah bertambah sekitar 3,1 juta selama kuartal ketiga 2015, dengan total nama domain yang terdaftar mencapai 299 juta dari seluruh TLD. Peningkatan sekitar 3,1 juta secara global itu menandai pertumbuhan 1,1 persen dibanding kuartal kedua 2015. Sementara dari tahun ke tahun pertumbuhan domain TLD global tercatat 14,8 juta atau sekitar 5,2 persen.
  2. Internet saat ini menjadi dunia yang sangat luas dan tanpa batas. Maka tidak mengherankan, pemberian nama 'dot-com' di depan sebuah nama menjadi sesuatu yang membantu pengguna internet. Nama ini kemudian berkembang luas di usianya yang sudah menginjak 30 tahun. Tepatnya, ketika perusahaan komputer Symbolics membeli domain 'dot-com' untuk nama Symbolics.com pada tanggal 15 Maret 1985. BACA: Kini Usia Dot-com Genap 30 Tahun Nama 'dot-com' dimulai dari sekelompok ilmuwan yang terdiri dari 30 sampai 40 orang. Salah satunyanya adalah Craig Patridge, ilmuwan muda yang terlibat dalam diskusi tersebut. Ketika itu internet masih sangat muda, namun sekelompok ilmuwan tersebut menjadi pelopor untuk memulai mencari jalan keluar atas masalah bagaimana untuk mengkategorikan segalanya di internet.. Banyak percakapan tentang masa depan Internet terjadi tidak dalam pertemuan formal tetapi dalam ruang informal dan malah santai. Namun, dari sanalah sejarah justru tercipta. Awalnya para ilmuwan ini mengklasifikasan top domain dengan merefleksikan institusi individual. Misalnya, Massachusetts Institute of Technology maka menggunakan .mit. Namun, menurut mending Jon Postel dari University of Southern California, mengatakan memilah berdasarkan lokasi geografi tak penting ketimbang klasifikasi umum. Dalam kasus MIT, maka lebih baik dikelompokkan sebagai institusi pendidikan. Sementara klasifikasi untuk pengguna umum ada beberapa pilihan saat itu, namun bukan 'dot-com' yang dipilih. "Seharusnya itu adalah '.cor' bukan '.com'," jelas Patridge, tanpa bisa mengingat alasan kuat kenapa berubah menjadi 'dot-com'. Akhirnya para ilmuwan tersebut berhasil mengelompokan daftar top domain yang terdiri dari, dot-com, dot-edu, dot-org. Dia sendiri, saat itu tidak yakin, nama domain akan meledak seperti sekarang, karena penggunaan internet saat ini berbeda dengan dahulu. Dua tahun setelah Symbolics.com menjadi nama domain komersial pertama, belum terlalu perusahaan mendaftarkan diri nama 'dot-com' melalui Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Antara tahun 1985 hingga 1987, merek domain baru ada seperti Xerox.com ( 9 Januari 1986), HP.com (3 Maret 1986). IBM,com (3 MAret 1986), Intel.com (25 Maret 1986), Adobe.com (17 November 1986) dan Apple.com (19 Februari 1987). Kunci domain 'dot-com' menjadi sangat populer adalah ketika World Wide Web (WWW) keluar dari laboratorium European Laboratory for Particle Physics (CERN). Hingga tahun 2015, saati ini sudah ada domain 'dot-com' baru yang didaftarkan setiap detiknya. Setidaknya 117 juta nama domain berakhiran '.com' sudah didaftarkan.
  3. Google mulai mengganti alamat URL situs blog Blogger atau yang lebih dikenal dengan nama Blogspot untuk pengguna di Indonesia. Blogspot telah berganti alamat URL, dari semula ".com" menjadi nama domain Indonesia, "co.id". Semua situs yang beralamat di blogspot.com, baik dari luar maupun Indonesia, akan berubah menjadi [nama blog].blogspot.co.id. Misalnya, googleblog.blogspot.com berubah jadi googleblog.blogspot.co.id. Meski demikian, hanya nama URL-nya saja yang berubah. Konten dan bahasa dalam situs tetap sama. Perubahan ini sebenarnya sudah dilakukan Google sejak tahun 2013 lalu di sejumlah negara. Indonesia baru kebagian belakangan. Menurut halaman Support Google, perubahan itu sejalan dengan visi Google dalam mendukung kebebasan berpendapat dan aturan mengenai konten-konten kontroversial. "Jika kami menerima permintaan untuk menghapus konten yang melanggar hukum, maka konten tersebut tidak akaa tersedia bagi pembaca di domain lokal dimana hukum tersebut berlaku," demikian tulis Google. Dengan demikian, jika terdapat konten blog yang dinilai melanggar hukum di Indonesia, dan pemerintah meminta Google untuk menghapusnya, maka konten tersebut tidak bisa diakses oleh pengguna di Indonesia. Namun demikian, pengakses Blogspot dari domain negara lain masih tetap bisa mengaksesnya. Jika pengguna ingin melihat konten di domain lain dan tidak ingin secara otomatis dialihkan oleh Google, mereka bisa menambahkan ncr (no country redirect) di belakang URL, sebagai contoh adalah [nama blog].blogspot.com/ncr. Google menjelaskan tidak akan ada perubahan tampilan dalam blog penggunanya. Pemilik blog juga tetap bisa mengatur dan mengedit konten mereka dari Blogger.com. Namun, Google mengatakan perubahan tersebut bisa jadi berimbas kepada SEO (search engine optimizer) terhadap blog tersebut. "Mesin pencari akan menganggap versi blogspot.com dari blog Anda sebagai blog yang resmi," demikian tulis Google.
  4. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menargetkan bisa meraih 1 juta nama domain yang menggunakan akhiran. id pada akhir 2017. Sejumlah langkah akan dilakukan Pandi untuk mencapai target tersebut, termasuk menggratiskan domain .id kepada warga yang hendak membuat situs web dan membuat konten di Internet. Direktur Operasional Pandi, Sigit Widodo mengatakan, target 1 juta domain itu terbilang tinggi tetapi ia sejak sekarang telah menyiapkan sejumlah langkah meningkatkan pertumbuhan domain lokal. "Harapan kami dengan domain lokal tumbuh, trafik dan konten lokal juga tumbuh," kata Sigit Sigit menjelaskan sampai hari ini total ada 147.630 domain akhiran .id yang telah didaftarkan, termasuk domain tingkat atas .id (dot) dan domain tingkat dua .id seperti co.id, web.id, or.id, sampai go.id. Sejauh ini domain yang paling banyak didaftarkan adalah co.id sebesar 64.744, diikuti oleh web.id 24.117, dan domain tingkat atas .id sebesar 16.977. Peringkat keempat dan kelima diisi oleh domain sch.id dan my.id masing-masing 14.887 dan 9.522 domain. Menurut Sigit, domain .id bisa menjadi alternatif bagi berbagai pihak yang merasa "sudah kehabisan memakai nama domain .com." Ia berharap para pemegang merek atau perusahaan bisa memasarkan produk dengan domain .id tanpa harus memakai nama yang sangat panjang karena kehabisan domain .com. Sigit mengklaim saat ini sekitar 400 ribu domain .com yang didaftarkan di registrar dari Indonesia, seperti RumahWeb, MasterWeb, atau CloudKilat. Pertumbuhan domain .id disebut Sigit saat ini termasuk baik dibandingkan dua atau tiga tahun lalu. Jika dirata-rata saat ini, pertumbuhan domain .id bisa mencapai 3.000 domain per bulan. Pada 2016, Pandi berharap bisa meraih 500.000 domain .id yang didaftarkan sehingga target 1 juta domain dapat tercapai mudah pada 2017.
  5. Duet founder Google kini telah secara resmi membuat perusahaan baru yang mereka sebut dengan nama Alphabet. Berperan sebagai induk perusahaan Google, Alphabet ini pun mempunyai situs resmi yang sangat menarik, yakni di alamat ABC.XYZ. Dan keberadaan situs Alphabet ini pun sontak membuat domain xyz dicari orang banyak. Hal ini diungkapkan secara langsung oleh CEO XYZ.com Daniel Negari. Berkat keberadaan situs resmi Alphabet, Negari mengungkapkan kalau saat ini perusahaannya kebanjiran order domain XYZ. Bahkan dalam waktu 60 detik, ujar Negari, sudah terdapat 250 nama situs yang didaftarkan. Dan dalam sehari, terdapat total 3000 alamat situs yang didaftarkan dengan domain .xyz. Domain xyz sendiri bisa diperoleh dengan cukup mudah seperti halnya domain lain. Harganya pun bervariasi. Namun sayangnya, Negari tidak mengungkapkan berapa biaya yang dikeluarkan oleh Alphabet untuk membeli alamat abc.xyz. Namun dipastikan, berkat langkah terbaru dari Google ini, perusahaan yang dipimpin oleh Negari bakal memperoleh keuntungan besar. XYZ.com sendiri merupakan sebuah perusahaan registrasi domain internet. Selain mempunyai domain .xyz, perusahaan tersebut juga punya domain lain seperti .rent serta .college. Dan secara khusus, untuk memperoleh hak atas ekstensi .xyz, Negari ternyata hanya mengeluarkan uang sebesar 185 ribu USD.
  6. Sebuah perusahaan penjual nama domain, .Club Domains, harus gigit jari akibat kecerobohan. Perusahaan itu secara tak sengaja menjual nama domain premium dengan harga yang murah. Perusahaan penjual nama domain khusus .club itu melego nama domain premium, credit.club. Secara tak sengaja nama domain ini ditempatkan pada daftar nama domain promo yang tersedia hanya 24 jam saja. Domain premium itu dilego dengan harga cuma US$10,99 (Rp139 ribu). Padahal, seharusnya credit.club dibanderol US$15.000 (Rp189,8 juta). Ternyata kesalahan itu bisa dimanfaatkan oleh seorang pengguna bernama Bruce Marler. Ia yang terperangah mengetahui harga itu kemudian segera membeli nama domain credit.club tersebut. Begitu transaksi selesai, Marler langsung membuat situs domain itu dalam platfrom Wordpress dan membuat akun Twitter khusus. Marler memang membeli domain 'seksi' itu untuk dikomersilkan. Belakangan, perusahaan penjual menyadari telah salah menjual nama domain premium. Perusahaan salah mendaftarkan nama domain premium pada slot domain murah promo. Langsung saja perusahaan memperbaiki kesalahan tersebut. Sebenarnya perusahaan bisa membatalkan penjualan nama domain tersebut. Namun, sang bos perusahaan, Kepala Eksekutif .Club Domains, Colin Campbell, tetap menghormati transaksi yang sudah terjadi. Perusahaan pun terpaksa gigit jari. Dalam penyataannya, perusahaan bisa memberi kompensasi kepada Marler, namun justru perusahaan berharap sang pembeli beruntung itu bisa sukses mengelola situs tersebut. "Saya beritahu ke registran (pendaftar) atas hal-hal tersebut (kompensasi) dan berharap dia sukses," ujar Campbell. Sementara Marler terang-terangan mengatakan ingin menjual domain premium tersebut. "Situs itu bisa tumbuh dan dianggap sebagai peluang usaha bisnis dan saat ini saya sedang investasi domain," kata Marler.
  7. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan pihaknya memetik hikmah dari kasus pemblokiran 19 situs beberapa waktu lalu. Maka, kementeriannya akan menyiapkan dana untuk memasyarakatkan domain .id. Kementerian Kominfo merasa kesulitan melacak pemilik domain situs sebelum melakukan pemblokiran. Hal ini karena para pemilik situs itu menggunakan domain .com yang tidak dibutuhkan kelengkapan dokumen dan identitas. "Rata-rata kan pemiliki situs tersebut menggunakan domain .com. Dari situ kami menghimbau kepada mereka untuk menggunkan domain .id," kata Rudiantara di Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin, 13 April 2015. Disampaikannya, Rudiantara sudah membicarakan mengenai memasyarakatkan domain .id dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). "Kalau dengan menggunakan domain .id Rp50 ribu per tahunnya, maka dengan satu juta domain .id hanya Rp50 miliar. Kalau segitu, kita (Kominfo) siap untuk memfasiltasinya tahun depan melalui RAPBN. Saya lebih senang dengan belanja seperti itu, daripada untuk program dengan ukuran benefit yang tidak jelas," tutur Rudiantara. Dia pun membeberkan, manfaat dan kelebihan situs yang beralamatkan .id, seperti salah satunya dari segi kecepatan akses yang diklaim melebihi domain .com. "Dengan menggunakan .id, maka hosting-nya tidak harus melalui jalur internasional. Maka dengan itu, akan terasa kecepatannya," kata Rudiantara yang juga pernah menjabat di berbagai operator tersebut.
  8. Bisnis online saat ini sedang marak, baik untuk sampingan atau dijadikan usaha full time. Yang melakoni bisnis ini juga beragam mulai dari ibu rumah tangga untuk mengisi waktu luang maupun pelajar yang membutuhkan uang tambahan untuk jajan. Sebenarnya apa sih bisnis online itu? Jenis usaha ini dilakukan dengan memajang barang dagangan melalui internet. Sarana gratis yang digunakan juga banyak seperti sosial media (facebook atau twitter) bahkan jika kreatif bisa lewat blog (blogger atau wordpress). Namun pernahkah terpikirkan untuk bekerja lebih profesional? Misalnya membuat website atau blog dengan nama domain sendiri, dengan bantuan jejaring sosial sebagai batu loncatan untuk promosi link yang berisi produk kita? Sepertinya itu tidak terpikirkan. Sudah ada yang gratis kenapa harus bayar? Itulah pikiran yang ada di benak masyarakat. Padahal dengan mempunyai toko online di situs gratisan, sebenarnya banyak pertanyaan dari pembeli, ini orang jualan sudah dapat untung kenapa masih nebeng di tempat lain? Bayangkan jika kita punya online store dengan nama kita sendiri, tentu akan lebih bangga mencantumkannya di kartu nama atau di banner toko. Orang pun akan lebih segan dan percaya dengan kredibilitas sang pemilik yang profesional. Karena itu mulailah jalani lebih serius, daripada hanya sekedar broadcast promosi lewat bbm yang kadang tidak kenal waktu. Carilah domain dengan judul yang menjual dan sesuai dengan produk Anda. Perlahan konsumen akan bertambah dengan sendirinya.
  9. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana untuk mendorong penggunaan domain web .di (dot id) bagi pelaku internet di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara telah mengonfirmasi hal tersebut. Menurut Rudiantara, ada beberapa benefit atau keuntungan yang bisa didapatkan jika domain web .id semakin banyak dipakai. "Manfaatnya banyak, salah satunya dari sisi kecepatan," ujar Rudiantara. Ditambahkannya, secara teoritis jika menggunakan domain .id dan hosting server dari dalam negeri, maka akses situs akan lebih cepat. "Yang kedua, ada penghematan dari bandwidth internasional," demikian kata pria yang kerap disapa Chief RA itu. Menurut RA, bandwidth internasional memang masih akan dipakai saat seseorang dari luar akan mengakses situs-situs di dalam negeri, namun menurutnya mayoritas transaksi tetap akan terjadi di dalam negeri. Sebelumnya, wacana pengadaan satu juta domain web .id itu dilontarkan Rudiantara pada Senin (6/4/2015) di kantor Kemenkominfo. Rudiantara mengatakan siap menggelontorkan dana Rp 50 miliar untuk mewujudkan program tersebut. "Kita rekomendasikan untuk pakai .id, kalau 2016 nanti kita berikan sejuta domain .id, dananya Rp 50 miliar, coba hitung berapa saving bandwidth-nya kalau yang menggunakan .com pindah ke sini," ujar RA. Benarkah Hemat Bandwidth? Penghematan bandwidth yang dimaksud teorinya akan terjadi saat resolving DNS, yaitu ketika sistem melakukan "pencarian" lokasi sesungguhnya dari situs tersebut (menerjemahkan dari alamat www.kompas.com ke alamat IP tertentu, misalnya). Jika diakses dari dalam negeri, resolving DNS untuk alamat .id seharusnya sepenuhnya di Indonesia. Namun, apakah resolving DNS untuk .com dan domain berakhiran lainnya harus dilakukan ke luar negeri? Jawabannya tidak sesederhana itu. Terkadang, "pencarian" DNS itu bisa dilakukan pada local cache saja. Tergantung situasi dan kondisi. Penghematan yang lebih besar boleh diduga akan terjadi pada saat kontennya juga di-hosting di Indonesia. Nah, dengan makin maraknya teknologi berbasis cloud -- termasuk untuk layanan content delivery network -- lokasi konten juga kadang menjadi tidak pasti. Bisa jadi, konten yang diinginkan ada di lokasi penyedia cloud computing yang ada di luar negeri. Atau, bisa saja penyedia layanan komputasi awan itu sudah memiliki server lokal, demi mengejar kecepatan misalnya.
  10. Tagar #KembalikanMediaIslam sedang hangat-hangatnya menjadi trending topic di sebuah media jejaring sosial. Tagar ini muncul setelah adanya pemberitaan yang menyebutkan sedikitnya 19 situs-situs media Islam akan diblokir oleh Kominfo karena berisikan paham radikal yang dianggap membahayakan. Dalam sebuah pertemuan yang mempertemukan pemimpin redaksi Islam dengan Kominfo yang dihadiri pula oleh Irfan Idris selaku Direktur Deradikalisasi BNPT tersebut, mengungkapkan alasana kenapa beberapa situs tersebut diblokir. Menurutnya, beberapa situs tersebut diblokir karena masalah penggunaan domain. Seharusnya domain yang diperbolehkan di Indonesia adalah domain dot co dot id bukanlah domain dot com yang merupakan domain yang digunakan untuk Amerika Serikat. Seorang netizen yang juga merupakan jurnalis, Yola Damayanti yang hadir dalam pertemuan tersebut menanggapi hal ini, “Orang BNPT ini bodoh atau ngeles, jika seperti itu berapa situs yang akan diblokir karena menggunakan domain dot com”. “Kok bisa-bisanya ya bekerja di BNPT orang seperti Idris ini, argumennya saja mengada-ada,” katanya. Sebagaimana diketahui, situs dan blog Islam yang diblokir Kemenkominfo bertambah menjadi 22 situs, yang diduga menyebarkan paham radikal yang membahayakan Indonesia. Tak ayal lagi, akibat dari pemblokiran ini pun para netizen angkat bicara, dan bahkan bereaksi keras.
  11. Jika domain dot com adalah manusia, maka dot com saat ini sudah dewasa dan mungkin sudah berumah tangga di usianya yang ke-30. Dot com pertama kali dirilis pada tanggal 15 Maret 1985. Dot com merupakan alamat web yang paling diakui di dunia. Saat ini terdapat 115 juta domain dot com yang terdaftar di seluruh dunia yang mewakili sekitar 42 persen dari semua alamat web. Dot com awalnya diluncurkan oleh Departemen Pertahanan AS pada tahun yang sama dengan Live Aid dan rilis pertama kali film Back to Future. Dot com pada awalnya ditujukan sebagai sebutan internet untuk entitas komersial. Perusahaan teknologi Symbolics merupakan pendaftar pertama nama domain dot com, yaitu symbolics.com pada tanggal 15 Maret 1985. Domain ini kemudian dibeli oleh XF.com pada tahun 2009 dan tetap menjadi domain dot com tertua di internet. Pada awalnya dot com berkembang relatif lambat sebab hanya segelintir perusahaan yang mendaftarkan domain. Perusahaan yang pertama terlibat sebagian besar perusahaan teknologi, termasuk Intel dan Siemens mulai dari pertengahan hingga akhir 1980-an. Namun demikian pada tahun 1997 jutaan domain dot com nama telah didaftarkan dan ledakan internet berjalan dengan baik. Hubungan dengan entitas komersial hilang ketika .com, .org dan .net dibuka untuk pendaftaran tidak terbatas pada pertengahan 1990-an. Kemudian, internet berkembang dari sebuah fenomena yang tidak diketahui dan hanya digunakan terutama oleh para akademisi dan peneliti untuk komunikasi menjadi alat komunkasi dan perdagangan global yang membuat penggunanya takut kehilangannya. Saat ini, situs dot com diakses triliunan kali setiap hari. Jutaan pengusaha telah membangun bisnis mereka secara online dengan dot com dan nama-nama terbesar dalam bisnis telah menamai perusahaan mereka dengan alamat dot com. Beberapa orang percaya bahwa dot com hampir identik dengan internet. Menurut Jim Bidzos Presiden dan CEO di Verisign, operator pendaftaran resmi dot com, dot com lebih dari sekedar sebuah alamat. Dot com adalah merek yang diakui dan dihormati secara global, yang hampir setiap merek global, termasuk 100 persen dari perusahaan yang berada dalam daftar Fortune 500 telah mempercayakan kehadiran online mereka kepada dot com. Namun demikian, dengan lebih dari 115 juta domain dot com yang sudah diambil oleh situs web atau investor menjadi tantangan bagi konsumen dan bisnis untuk memperoleh domain dot com pilihan mereka, kecuali mereka memiliki sangat banyak uang di dalam saku. Ini artinya ketersedian domain dot com makin menipis, sedangkan permintaannya tetap tinggi sehingga harganya melambung. Diperkirakan hanya mereka yang memiliki banyak uang saja yang bisa membeli domain dot com saat ini.
  12. Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI) kini lebih membebaskan personal untuk memiliki domain apapun.ID. Karena selama ini untuk penamaan domain personal, harus sesuai dengan kartu identitas. "Selama ini, kami banyak mendapatkan kritik karena aturan penamaan domain apapun.ID dirasa menyulitkan pengguna personal," ujar Sigit Widodo, Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, melalui keterangan resminya, Jumat 13 Februari 2015. Dari masukan tersebut, aturan penamaan domain apapun.ID yang selama ini dirasa menyulitkan bagi pengguna personal segera dihapuskan. Mulai 1 Maret 2015 tidak ada lagi aturan penamaan, seluruh warga negara Indonesia berhak mendaftarkan nama apa saja berakhiran .ID. Sigit menambahkan, selama satu tahun ini PANDI hanya memperbolehkan pengguna personal mendaftarkan nama domain sesuai yang tercantum pada dokumen identitas pribadi, seperti KTP, SIM, atau paspor. "Bisa nama lengkap, nama depan, nama belakang, bagian nama, atau singkatan nama," kata Sigit. Tapi aturan ini dikeluhkan oleh orang-orang yang nama panggilannya berbeda dengan nama identitas. Karena ternyata banyak orang di Indonesia yang nama panggilannya berbeda dengan nama aslinya. "Mereka protes, karena ingin menggunakan domain sesuai nama panggilannya yang lebih populer, tapi tidak boleh," ujarnya. Keluhan juga disampaikan oleh beberapa kelompok musik yang tidak bisa mendaftarkan nama kelompoknya. "Sebetulnya mereka bisa saja mendaftarkan nama kelompok musiknya jika memiliki perusahaan. Tapi banyak yang tidak memiliki legalitas sebagai sebuah perusahaan, jadi ya tidak bisa," kata pria berusia 40 tahun ini. PANDI akhirnya menyampaikan masalah ini kepada Forum Nama Domain Indonesia. Setelah dibahas dalam beberapa pertemuan, Forum Nama Domain Indonesia setuju untuk menghapus aturan penamaan ini. "Penghapusan aturan penamaan ini akan memungkinkan semua warga negara Indonesia mendaftarkan nama domain apa saja tanpa kecuali," kata Sigit, menandaskan.
  13. Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI) kini lebih membebaskan personal untuk memiliki domain apapun.ID. Karena selama ini untuk penamaan domain personal, harus sesuai dengan kartu identitas. "Selama ini, kami banyak mendapatkan kritik karena aturan penamaan domain apapun.ID dirasa menyulitkan pengguna personal," ujar Sigit Widodo, Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, melalui keterangan resminya, Jumat 13 Februari 2015. Dari masukan tersebut, aturan penamaan domain apapun.ID yang selama ini dirasa menyulitkan bagi pengguna personal segera dihapuskan. Mulai 1 Maret 2015 tidak ada lagi aturan penamaan, seluruh warga negara Indonesia berhak mendaftarkan nama apa saja berakhiran .ID. Sigit menambahkan, selama satu tahun ini PANDI hanya memperbolehkan pengguna personal mendaftarkan nama domain sesuai yang tercantum pada dokumen identitas pribadi, seperti KTP, SIM, atau paspor. "Bisa nama lengkap, nama depan, nama belakang, bagian nama, atau singkatan nama," kata Sigit. Tapi aturan ini dikeluhkan oleh orang-orang yang nama panggilannya berbeda dengan nama identitas. Karena ternyata banyak orang di Indonesia yang nama panggilannya berbeda dengan nama aslinya. "Mereka protes, karena ingin menggunakan domain sesuai nama panggilannya yang lebih populer, tapi tidak boleh," ujarnya. Keluhan juga disampaikan oleh beberapa kelompok musik yang tidak bisa mendaftarkan nama kelompoknya. "Sebetulnya mereka bisa saja mendaftarkan nama kelompok musiknya jika memiliki perusahaan. Tapi banyak yang tidak memiliki legalitas sebagai sebuah perusahaan, jadi ya tidak bisa," kata pria berusia 40 tahun ini. PANDI akhirnya menyampaikan masalah ini kepada Forum Nama Domain Indonesia. Setelah dibahas dalam beberapa pertemuan, Forum Nama Domain Indonesia setuju untuk menghapus aturan penamaan ini. "Penghapusan aturan penamaan ini akan memungkinkan semua warga negara Indonesia mendaftarkan nama domain apa saja tanpa kecuali," kata Sigit, menandaskan.
  14. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menyatakan siap menjadi mediator dalam sengketa domain internet bmw.id yang terjadi antara warga Surabaya, Benny Muliawan, dengan perusahaan otomotif BMW asal Jerman. Benny mnegatakan telah menerima surat somasi pada 3 Desember 2014 dari kantor pengacara yang mewakili BMW. Pandi mengatakan, langkah pertama yang bisa ditempuh kedua belah pihak adalah melakukan mediasi yang akan ditengahi oleh para panelis dalam unit khusus Pandi, yaitu Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND). “Kedua belah pihak yang bersengketa akan kami ajak bicara jika mereka mau. Lalu, setelah melewati analisis, akan ditentukan siapa pihak yang berhak memakai domain itu,” kata Ketua Pandi Bidang Sosialisasi, Sigit Widodo. Namun, jika langkah mediasi tidak diterima atau tidak ditempuh oleh kedua pihak, mereka bisa membawa kasus ini ke pengadilan. Benny mengatakan, ia mendapatkan domain ini saat Pandi membuka periode Sunrise pendaftaran domain .id. Periode yang dibuka pada 20 Februari sampai 17 April 2014 ini, diperuntukkan kepada individu atau perusahaan yang mau beli domain internet .id sesuai merek dagang mereka. Benny bisa mendapatkan domain tersebut karena ia telah mengajukan surat permohonan merek dagang BMW kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI), Kementerian Hukum dan HAM, sejak 2012 lalu. “BMW adalah singkatan nama saya, Benny Muliawan,” ujarnya. Namun ternyata, hingga saat ini permohonan merek BMW oleh Benny ini belum dikabulkan oleh Dirjen HKI. Direktur Merek di Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Iriana Djajaatmadja mengatakan, Benny baru sebatas mengajukan permohonan. "Setelah dilakukan pemeriksaan substansif kemungkinan ditolak pendaftarannya oleh Ditjen HKI," kata Bambang. Lalu, bagaimana Benny bisa mendapatkan domain bmw.id tersebut? Ternyata, Pandi mengizinkan pembelian domain di periode Sunrise selagi ada surat permohonan pendaftaran merek dagang dari Dirjen HKi. Sigit mengatakan, Benny telah memenuhi semua syarat administrasi untuk mendapatkan domain bmw.id. Bambang berkata bahwa penolakan permohonan merek dagang BMW oleh Benny ini tidak memengaruhi kepemilikan nama domain bmw.id yang sudah diperoleh dari Pandi. Karena, Pandi telah mengizinkan pembelian domain .id hanya dengan melampirkan surat permohonan merek dagang. Pihak Pandi menawarkan masalah ini diselesaikan lewat unit khusus Pandi, yaitu Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND). Nantinya, para panelis di unit ini akan mendengar lalu menganalisis dan memutuskan siapa pihak yang berhak memakai domain itu. Benny sendiri mengaku adalah salah satu panelis Pandi untuk wilayah Surabaya. Jika nanti masalah ini masuk dalam PPND, ia menyerahkan semua keputusan kepada panelis lain. Jika langkah mediasi tidak diterima atau tidak ditempuh kedua pihak, mereka bisa membawa kasus ini ke pengadilan. Sigit mengingatkan, sengketa nama domain internet di Indonesia bisa memakan waktu panjang. Beberapa tahun lalu sempat terjadi sengketa domain ebay.co.id antara perusahaan e-commerce Ebay asal Amerika Serikat dengan CV Ebay Indonesia. Sigit mengatakan, sengketa ini berlangsung antara 2 samapi 3 tahun dan akhirnya dimenangkan oleh Ebay Amerika Serikat. “Waktu itu pengadilan mengatakan ada itikad tidak baik dari penggunaan domain ebay.co.id oleh CV Ebay Indonesia,” jelasnya. Dalam kasus bmw.id, Pandi menilai secara administrasi Benny memiliki hak memakai domain itu karena telah memenuhi syarat pendaftaran domain tingkat tinggi .id. Benny mengatakan, ia membeli domain .id pada periode Sunrise yang digelar oleh Pandi. Periode Sunrise berlangsung pada 20 Februari hingga 17 April 2014, yang diprioritaskan kepada para pemegang merek dagang. Pandi memberikan domain bmw.id kepada Benny karena ia telah mendaftarkan merek BMW sejak 2012 di Dirjen HaKI, Kementerian Hukum dan HAM. “BMW adalah singkatan dari nama saya, Benny Muliawan,” tutur Benny. Benny tidak memanfaatkan domain tersebut sebagai alamat situs web, melainkan untuk akun surat elektronik (email). Ia membukanya untuk email dengan alamat: doktermerek@bmw.id sejak Juni 2014. Alamat email ini sudah disebar Benny kepada usaha kecil menengah (UKM) yang membutuhkan informasi soal kekayaan intelektual. Istilah “Dokter Merek” adalah gelar yang diberi kepada Benny dari surat kabar Jawa Pos. “Tak ada yang salah dengan pengajuan Benny untuk domain bmw.id, karena dia sudah daftarkan namanya sebagai merek dengan singkatan BMW. Justru kesalahan ada di pihak BMW yang tidak mengikuti periode Sunrise, padahal periode itu digelar selama 3 bulan,” ungkap Sigit. Perusahaan otomotif BMW sendiri telah menggunakan domain bmw.co.id sebagai situs perusahaan dan informasi produk. Domain ini terdaftar sejak 20 Juli 2001 dengan nama registran Domain Manager, Bayerische Motoren Werke AG, di Munich, Jerman.
  15. Jalan Benny Muliawan dalam mempertahankan kepemilikan domain internet bmw.id di masa depan tampaknya harus melewati jalan berliku, tidak semulus ketika ia medapatkannya pertama kali. Perusahaan otomotif BMW berencana mengambilalih domain tersebut dari tangan Benny. Domain bmw.id ini termasuk dalam kategori nama domain terbatas karena jumlah huruf depannya yang terdiri dari 2 sampai 4 karakter. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), selaku regulator domain internet di Indonesia, memasang harga Rp 15 juta untuk domain terbatas macam ini. Selain itu, Benny juga harus membayar biaya tambahan, berupa biaya pendaftaran di periode Sunrise (periode pertama pendaftaran domain .id) sebesar Rp 5 juta dan biaya administrasi Rp 500 ribu. Sehingga, total biaya yang dikeluarkan Benny untuk mendapatkan domain bmw.id ini adalah Rp 20,5 juta. Ketua Pandi Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo mengatakan, domain ini dibeli Benny tanpa proses lelang. Proses lelang akan digelar jika sebuah alamat domain yang sama diajukan oleh dua pihak atau lebih. Kala itu, hanya Benny yang mengajukan pembelian domain bmw.id. Benny mengatakan, ia mendapatkan domain ini saat Pandi membuka periode Sunrise pendaftaran domain .id. Periode yang dibuka pada 20 Februari sampai 17 April 2014 ini, diperuntukkan kepada individu atau perusahaan yang mau beli domain internet .id sesuai merek dagang mereka. Benny bisa mendapatkan domain tersebut karena ia telah mengajukan surat permohonan merek dagang BMW kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI), Kementerian Hukum dan HAM, sejak 2012 lalu. “BMW adalah singkatan nama saya, Benny Muliawan,” ujarnya. Namun ternyata, hingga saat ini permohonan merek BMW oleh Benny ini belum dikabulkan oleh Dirjen HKI. Direktur Merek di Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Iriana Djajaatmadja mengatakan, Benny baru sebatas mengajukan permohonan. "Setelah dilakukan pemeriksaan substansif kemungkinan ditolak pendaftarannya oleh Ditjen HKI," kata Bambang. Lalu, bagaimana Benny bisa mendapatkan domain bmw.id tersebut? Ternyata, Pandi mengizinkan pembelian domain di periode Sunrise selagi ada surat permohonan pendaftaran merek dagang dari Dirjen HKi. Sigit mengatakan, Benny telah memenuhi semua syarat administrasi untuk mendapatkan domain bmw.id. Bambang berkata bahwa penolakan permohonan merek dagang BMW oleh Benny ini tidak memengaruhi kepemilikan nama domain bmw.id yang sudah diperoleh dari Pandi. Karena, Pandi telah mengizinkan pembelian domain .id hanya dengan melampirkan surat permohonan merek dagang. Pihak Pandi menawarkan masalah ini diselesaikan lewat unit khusus Pandi, yaitu Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND). Nantinya, para panelis di unit ini akan mendengar lalu menganalisis dan memutuskan siapa pihak yang berhak memakai domain itu. Benny sendiri mengaku adalah salah satu panelis Pandi untuk wilayah Surabaya. Jika nanti masalah ini masuk dalam PPND, ia menyerahkan semua keputusan kepada panelis lain. Jika langkah mediasi tidak diterima atau tidak ditempuh kedua pihak, mereka bisa membawa kasus ini ke pengadilan.
  16. Situs web pornografi mulai memanfaatkan domain internet tingkat tinggi negara Indonesia. Domain internet tingkat tinggi negara Indonesia disalahgunakan untuk membuat situs web yang menampilkan gambar-gambar pornografi. Selain pornografi, ada pula yang menggunakannya untuk situs web judi online. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengatakan, pekan ini pihaknya menerima dua laporan penyalahgunaan domain internet Indonesia. Ketua Pandi Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo menjelaskan, situs pornografi tersebut beralamat tvstreaming.web.id, sementara situs judi online beralamat agenbola.id. Sigit mengatakan pihaknya menindaklanjuti penyalahgunaan ini sesuai prosedur. Pertama, Pandi akan mengecek kelengkapan administrasinya. Setelah itu, Pandi akan melaporkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jika terbukti melakukan penyalahgunaan, maka Pandi bakal melakukan pemblokiran terhadap domain bersangkutan. "Situs yang beralat tvstreaming.web.id sudah selesai proses pelaporannya dan sudah di-suspend, karena pornografi relatif mudah pembuktiannya," ujar Sigit kepada CNN Indonesia, Jumat (5/12). Saat ini, situs web agenbola.id sudah dilaporkan dan sedang diproses oleh PPNS Kemenkominfo. "Untuk situs judi online ini kami baru terima laporannya hari Kamis jam 19.00. Kami harap prosesnya selesai pekan depan," Sumber: cnnindonesia.com
  17. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Pendaftaran domain internet .id (dot id) selama ini dinilai lebih rumit ketimbang domain internasional seperti .com atau .net. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), punya alasan mengapa pendaftaran domain .id harus memenuhi sejumlah aturan yang cukup ketat. Syarat ketat tersebut diberlakukan semata untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna internet di Indonesia, khususnya pengguna domain internet .id. Pandi mengklaim penggunaan domain .id lebih aman ketimbang domain lainnya. Karena Pandi bisa menjaga domain .id tidak dipakai untuk aktivitas yang melanggar hukum di Indonesia, termasuk perjudian, pornografi hingga penipuan. Dalam kasus penipuan online misalnya, jika dilaporkan ada situs web jual beli dengan domain .id yang melakukan penipuan, Pandi punya hak untuk mencabut kepemilikan domain tersebut. Hal ini dimungkinkan karena Pandi memiliki semua data pemilik domain .id. "Kami punya hak untuk mencabut kepemilikan domain .id bahkan memblokir siapa saja yang melanggar hukum. Di sini kami berusaha meminimalkan angka penipuan atau kejahatan siber," kata Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah, beberapa waktu lalu. Menurut data perusahaan keamanan Vaksin.com, di Indonesia tercatat ada lebih dari 30 situs web jual beli online palsu pada April 2013, yang mayoritas menggunakan domain .com. Situs tersebut dikunjungi lebih dari 15.000 per hari, dan jumlah halaman yang dibuka lebih dari 100.000 per hari. Andi berpendapat, sejauh ini tidak ditemukan situs jual beli online palsu yang memakai domain .id. Hal ini dikarenakan untuk membuat sebuah domain .id, dibutuhkan dokumen tentang identitas warga negara Indonesia yang masih berlaku, seperti KTP, SIM, atau paspor. Untuk membuat domain .co.id, misalnya, dibutuhkan legalitas yang menyatakan bahwa pihak yang mengajukan adalah sebuah perusahaan, bukan perorangan. Begitu pula dengan domain .ac.id yang membutuhkan legalitas perguruan tinggi, serta .net.id yang butuh legalitas sebagai penyedia jaringan telekomunikasi. Bukan hanya penipuan online, Pandi juga mendukung program pemerintah yang berusaha menyensor konten pornografi dan perjudian online karena melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Lebih cepat Pemakaian domain .id disebut Andi juga mempercepat akses sebab server domain name server-nya (DNS) berada di Indonesia dan dikelola oleh Pandi. "Jadi ketika ada komputer atau perangkat mobile dari Indonesia yang memanggil situs web dengan domain .id, aksesnya akan lebih cepat karena server DNS-nya berada di Indonesia dan lebih hemat bandwidth," terang Andi. Untuk mempercepat akses situs web domain internet .id, Pandi akan memasang server DNS domain .id di China tahun 2014 ini. Hal ini dinilai dapat membuat pengguna di Amerika Serikat atau di Eropa lebih cepat dalam mengakses situs web yang memakai domain .id. Andi pun mengatakan bahwa domain .id ramah terhadap search engine optimization(SEO) pada mesin pencari Google. Pihak Pandi telah melakukan pengujian bahwa situs web dengan domain .id terbukti berada di peringkat atas untuk banyak kata kunci, dan itu semua tergantung pada bagaimana strategi pengelola situs web dalam mengoptimalkan SEO. Regulasi Andi menjelaskan, bahwa pemakaian domain .id diwajibkan dalam Surat Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Nama Domain. Dalam Pasal 39, lanjut Andi, disebut bahwa instansi penyelenggara negara dan badan usaha milik negara (BUMN) wajib menggunakan nama top level domain (TLD) Indonesia, yaitu .id. Selain itu, badan usaha, organisasi, atau perusahaan asing yang berdomisili atau berkedudukan di wilayah Indonesia, harus memprioritaskan penggunaan TLD Indonesia. Sumber: tekno.kompas.com
  18. Pada zaman digital, domain menjadi sebuah hal yang umumnya diakses oleh orang, baik melalui PC maupun perangkat mobile seperti handphone dan tablet. Mengikuti perkembangan teknologi, nama domain juga berkembang. Dari awalnya hanya digunakan oleh kalangan perusahaan saja sampai kini sudah digunakan untuk nama domian individual. Bahkan, nama domain mulai berkembang menyesuaikan nama negara misalnya nama domian Indonesia berakhiran .id. Layaknya sebuah alamat, domain menjadi akses untuk menggambarkan sesuatu. Bisa dikatakan ingin lebih tahu sesuatu maka gali informasi melalui nama domainnya. Melansir Mashable, Senin 10 Maret 2013, domain mulai mengemuka pada 1985. Pada akhir tahun ini, tercatat hanya 6 domain saja yang teregistrasi di dunia. Kini jumlahnya telah berkembang menjadi lebih dari 265 juta nama domian yang terdaftar. Berikut kilasan sejarah domain yang telah menginjak usia seperempat abad. Domain awal (1985) Pada 15 Maret 1985, muncul domian Symbolics.com, nama domain untuk Symbolics Inc, sebuah produsen komputer dari Massachusetts. Perusahaan itu disebutkan sebagai perusahaan pertama yang mendaftarkan nama domain di dunia. Selama 25 tahun, pemilik Symlolics tetap sama, sebelum akhirnya pada 2009, perusahaan ini dijual secara rahasia oleh XF.com INvestments. Saat ini Symbolics.com melayani museum online dan ruang iklan. Mulai berbayar (1995) Sebelum 1995, tiap orang yang ingin membuat nama domain mendaftar secara gratis. Tapi kemudian berubah pada tahun ini, saat National Science Foundation menetapkan tarif tertentu untuk pendaftaran domain perusahaan konsultan teknologi, Network Solutions. Disebutkan harga domain itu mencapai US$100 untuk masa dua tahun. Privatisasi nama domain (1998) Mekanisme penamaan domain makin kompleks. Pada 1998, Departemen Perdagangan AS, mengeluarkan proposal privatisasi Sistem Nama Domian (DNS), yang belakangan dikendalikan oleh pemerintah AS. Pada dokumen, yang dikenal dengan Green Paper, telah menciptakan tujuan baik untuk meningkatkan kompetisi di pasar maupun mendorong partisipasi yang lebih secara internasional. Langkah ini diprotes pengkritik dengan mengarahkan pembuatan White Paper, yang meminta pembentukan ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) sebagai pengganti pemerintah AS dalam hal pengaturan internet. UU Perlindungan nama domain (2003) Seiring pertumbuhan potensial nama domain, muncul berbagai nama domian yang menipu, mengarahkan pengguna untuk menuju situs pornografi. Untuk itu, pada tahun ini disatukan menuju UU Perlindungan 2003 AS. Undang-undang ini merupakan bagian dari aturan untuk menghukum pencipta nama domain menipu. Tercatat Bobthebiulder.com dan Teltubbies.com tercatat sebagai penipu domain awal. Keduanya mengarahkan ke situs porno Hanky Panky College. Nama domian termahal (2007) Nama domian makin penting dan juga makin mahal. Ini menciptakan jual beli nama domain. Tahukah Anda, nama domain yang termahal dalam sejarah yaitu domain Vacationrentals.com, US$35 juta setara Rp397,7 miliar. Uniknya, sang pembeli domain itu, Ben Sharples, mengaku membeli situs itu agar tak dipakai oleh kompetitornya, Expedia. Nama domain populer lain yang tercatat dengan harga tinggi yaitu, sex.com, yang terjual mencapai US$ 13 juta setara Rp 147,7 miliar pada 2010 silam. Sehari, hampir 15 ribu nama domain didaftarkan (2012) Pada April 2012, pertumbuhan domain makin tinggi. Mike Mann, sebuah spekulator domain mencatat dalam 24 jam, 14.962 nama domian didaftarkan. Nama domain empat karakter (2013) Nama domain yang lebih simpel menjadi tren. Pada Desember 2013 lalu, sebuah perusahaan rintisan (start up) analisis data domain, WhoAPI, mengungkapkan tren kombinasi nama domain empat karakter. Mulai dari AAAA.com sampai ZZZZ.com, terdapat 456.976 kombinasi nama domain. Sedangkan kombinasi tiga karakter nama domain telah muncul sejak 1997. Lebih dari 100 nama domain puncak (2014) Nama rujukan huruf-huruf terakhir setelah tanda titik dalam sebuah nama domain atau generic top level domain (gLTD), misanya .com, .org, .edu, dan lainnya telah muncul menjadi 100 nama akhiran domain itu. Hal ini membuka kemungkinan nantinya pengelola nama domian internet membuka akhiran nama domain misanya .car, .music serta menjajaki nama sesuai perusahaan misalnya .apple, .hyundai dan lainnya.
  19. Nama top level domain saat ini sudah begitu beragam. Dulu, kita hanya mengenal .com, .org atau .net. Lalu mungkin dari Anda juga sudah kenal top level domain negara tertentu seperti .id untuk Indonesia, .sg untuk Singapore atau .us untuk Amerika Serikat. Lalu belakangan muncul .xxx untuk situs dewasa. ICANN (lembaga non-profit yang mengurus nama-nama top level domain), pada tanggal 12 Januari 2012 kemarin, membuka kesempatan pada perusahaan-perusahaan untuk mendaftarkan nama top level domain. Dan kebetulan, waktu pendaftaran baru saja ditutup kemarin, yakni hari Kamis, tanggal 31 Mei 2012. Akhirnya Google melalui blog resmi mereka, mengumumkan bahwa mereka telah mendaftarkan beberapa nama top level domain seperti .google, .youtube, dan .docs. Selain nama-nama seperti itu, ternyata Google juga membuat sebuah top level domain bernama .lol. Lol! Sebentar lagi akan ada .lol di Internet Di dalam dunia Internet, kepanjangan dari lol adalah laugh out loud. Selain itu bentuk tulisan “lol” juga mirip seseorang yang sedang tertawa. Jadi “lol” pada umumnya merupakan istilah yang dipakai ketika merujuk sesuatu yang lucu. Jadi apa gerangan Google membuat .lol ini? Apakah Google bermaksud melawak? Menurut Google sendiri .lol ini akan memiliki “potensi yang menarik dan kreatif”. Seperti pendaftar nama top level domain pada umumnya, Google terus menjaga kerahasiaan nama top level domain yang didaftarkan sampai lewat hari batas, yakni tanggal 31 Mei kemarin. Google sendiri mendaftarkan 50 nama ke ICANN. Di mana satu nama dapat didaftar seharga USD 185.000. ICANN diperkirakan mendapat keuntungan sebesar USD 350 juta dari pendaftaran top level domain. Vint Cerf, melalui blog resmi Google tersebut mengaku bahwa mereka baru mulai mengeksplorasi potensi sumber inovasi pada Web dengan adanya top level domain ini. Dan juga mereka penasaran bagaimana top level domain yang sudah diajukan mereka nantinya bisa lebih baik daripada top level domain yang sudah ada sekarang. Mereka berharap orang-orang akan menemukan opsi yang lebih beragam dan juga papan nama cyber yang, mungkin, lebih pendek. Menurut penulis, dengan nama-nama top level domain demikian, Google bisa membuat nama situs yang berhubungan dengan servisnya menjadi lebih sederhana. Misalnya di Youtube, jika biasanya URL channel akan bernama seperti www.youtube.com/epicmealtime dapat diakses dengan URL www.epicmealtime.youtube. Dan lebih kerennya lagi, karena Google sudah beli .docs, mungkin kelak untuk membuka file di Google Docs, akan jauh lebih gampang. Tetapi dari semua domain, penulis masih sangat penasaran dengan .lol itu. Penulis sudah tidak sabar ingin memiliki situs yang menggunakan top level domain itu. Lol!

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy