Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'dollar'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini ditutup melanjutkan penguatan. Meski demikian, Rupiah hanya bergerak dalam kisaran sempit. Bloomberg Dollar Index dalam kurs spot exchange rate di pasar Asia mencatat Rupiah menguat 20 poin atau 0,15 persen ke Rp13.155 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di kisaran Rp13.091-Rp13.163 per USD. Sementara dalam Yahoofinance terpantau Rupiah menguat 15 poin atau 0,11 persen ke Rp13.155 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.075 per USD hingga Rp13.170 per USD. Sedangkan Bank Indonesia (BI) lewat kurs Jakarta Interspot Dollar Exchange alias Jisdor mencatat Rupiah menguat 59 poin. BI mencatat nilai tengah Rupiah berada di kisaran Rp13.131 per USD dari sebelumnya Rp13.190 per USD. BI mencatat harga jual hari ini berada di angka Rp13.197 per USD. Sementara untuk kurs beli yang ditawarkan BI, berada di angka Rp13.065 per USD.
  2. Bila Indonesia telah lama mengenal tokoh perempuan di lembaran rupiah, seperti Cut Nyak Dhien dan RA Kartini, maka di Amerika Serikat tidak ada wajah perempuan di pecahan dolar. AS baru akan menampilkan wajah tokoh perempuan pada penerbitan uang kertas selanjutnya.
  3. Hai semuanya, coba kita membayangkan Jika Satu Dollar Amerika Seribu Rupiah, apa saja yang terjadi? kita sudah melihat belakangan ini, beberapa bulan ini Negara Amerika sedang menguatkan Dollarnya, ditambah krisis ekonomi di Rusia, Bentroknya Korut dengan Korsel, akhirnya berdampak pada negara negara lainnya, termasuk kita. Presiden kita menjanjikan Rupiah akan menguat, kita hanya bisa berharap semoga itu benar adanya, sambil berharap, itulah yang bakalan terjadi jika satu dollar Amerika seribu rupiah, hal yang sangat di dambakan kita semua, yang ingin kita rasakan, dan nikmati, semoga itu bukan imajinasi kita saja.
  4. Menguatnya dolar biasanya menjadi kabar buruk bagi perusahaan-perusahaan teknologi AS, karena produknya menjadi mahal di negara -negara lain. Tetapi perusahaan teknologi terbantu bila pemasukan domestiknya meningkat. Seperti terlihat dari laporan kuartal ketiga yang terbit sepekan terakhir.
  5. Uang lama Uang Baru Gambar diatas adalah 100 US$ baru, yang akan diedarkan oleh pemerintah Amerika pada tanggal 10 Februari 2011. Pemerintah Amerika mendesain ulang mata uangnya untuk meningkatkan keamanan dari tindak pemalsuan uang. Berikut video cara mencetak uangnya dari nol sampai 100 %
  6. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini berangsur menguat. Rupiah sore ini ditutup menguat ke level Rp13.700-an. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) berhasil menguat 32 poin atau 0,24 persen menjadi Rp13.767 per USD. Angka tersebut dibandingkan dengan penutupan periode sebelumnya di Rp13.800 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.694-Rp13.818 per USD. Sedangkan, selama 52 minggu terakhir Rupiah di kisaran Rp11.643-Rp13.917 per USD. Sementara itu, yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 60 poin atau 0,43 persen ke Rp13.785 per USD. Dengan pergerakan di level Rp13.650-Rp13.858 per USD. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat Rupiah di level Rp13.747 per USD. Angka tersebut menguat tipis dibandingkan periode sebelumnya di Rp13.758 per USD.
  7. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali terkoreksi sebesar 12 poin, atau 0,09 persen ke level Rp13.059 pada perdagangan Selasa 10 Maret 2015. Sedangkan pada penutupan sehari sebelumnya, rupiah bercokol di posisi Rp13.047 per dolar AS. Artinya, rupiah kembali menembus rekor baru terburuk sepanjang sejarah sejak perdagangan terakhir pada 1998, yang menyentuh level Rp17.000 per dolar AS. Berdasarkan pantauan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, level terkuat sementara rupiah untuk periode Januari hingga memasuki pertengahan Maret ini berada di Rp12.444, yang terjadi pada perdagangan 23 Januari 2015. Khusus di bulan ini, rupiah mengalami pelemahan di level psikologis Rp13.000/dolar AS sebanyak tiga kali. Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo Purnomo, mengatakan bahwa dengan suku bunga dolar AS yang cenderung naik sesuai dengan tapering off, atau pengurangan stimulus (berakhirnya Quantitative Easing/pelonggaran kuantiatif) yang tengah dilakukan, mata uang dari berbagai negara di dunia ini terlihat mengalami tekanan pelemahan. Tidak mau hanya sekedar melemah, menurutnya, bank Sentral dari berbagai negara di dunia ini, malah kemudian ‘sengaja’ melemahkan mata uangnya, agar produk ekspor mereka bisa lebih kompetitif. "Maklum saja, kalau ekspor meningkat, berarti perekonomian negara itu bisa berjalan, lapangan kerja tersedia, dan seterusnya. Dalam currency war (perang mata uang) ini, membuat mata uang akan melemah, dengan harapan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik," ujarnya kepada VIVA.co.id. Menurut dia, langkah dari BI untuk menurunkan suku bunga acuan pada Februari kemarin, memang dipandang pelaku pasar sebagai posisi dari Bank Indonesia yang lebih mengedepankan pertumbuhan ekonomi, dibandingkan dengan posisi rupiah yang kuat. Itulah, katanya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kemudian melemah, turun dari level Rp12.500-Rp12.700/dolar AS, menjadi di sekitar Rp13.000 sekarang ini. "Selama tidak ada kepanikan di pasar, selama rupiah tidak bergerak dalam dalam volatilitas tinggi, harusnya kita semua, terutama para pemodal tidak perlu khawatir. Bagaimana pun, pelemahan mata uang ini fenomena global," jelasnya. Dia pun berharap, nilai tukar rupiah dapat kembali membaik, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan terkendalinya neraca perdagangan. "Coba lihat itu yang namanya perang beras. Pemerintah benar-benar kukuh, bertahan tidak mau mengimpor beras, meski harga beras melambung tinggi," tuturnya. Itu, lanjutnya, bisa jadi indikasi bahwa pemerintah benar-benar tidak main-main dalam menjaga neraca perdagangan, agar tidak defisit. Pemerintah tidak mau neraca perdagangan kemudian bergejolak, hanya untuk meredam pergerakan harga sesaat. "Toh, stok beras sebenarnya cukup. Hanya musim panennya saja yang belum datang," tambahnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy