Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'dituntut'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Dua musisi asal California, Martin Harrington dan Thomas Leonard, menarik penyanyi Ed Sheeran ke meja pengadilan atas tuduhan pelanggaran hak cipta. Dalam berkas gugatan yang diajukan pengadilan Los Angeles pada Rabu kemarin, Ed Sheeran dituding telah menyontek secara verbatim lagu milik dua musisi tersebut untuk lagu populernya, "Photograph". Akibatnya, musisi kelahiran kota West Yorkshire, Inggris ini dituntut untuk membayar ganti rugi sebesar 20 juta dolar AS (Rp 265 miliar). Mengutip Entertainment Weekly, Harrington dan Leonard mengatakan bahwa lagu hit Sheeran rilisan tahun 2014 itu hampir identik dengan lagu ciptaan mereka tahun 2009 yang berjudul "Amazing". Lagu tersebut dinyanyikan oleh Matt Cardle, pemenang ajang kompetisi The X-Factor 2010. "Bagian chorus 'Photograph' memiliki 39 kesamaan dengan 'Amazing'. Kesamaan kata, gaya vokal, melodi, ritme jelas sebagai indikator bahwa 'Photograph' meniru 'Amazing'," begitu isi laporan gugatan mereka. Johnny McDaid selaku co-writer lagu "Photograph" serta Sony/ATV Music Publishing, Warner Music Group Atlantic Recording Corporation juga diminta pertanggungjawabannya oleh dua penulis lagu tersebut. Namun hingga kini, masing-masing dari pihak yang tertuduh belum memberikan tanggapan apapun. Lagu "Photograph" sendiri telah terjual lebih dari 3,5 juta kopi di dunia sejak dirilis pada tahun 2014 dan juga dijadikan soundtrack film drama romantis Me Before You yang tayang pekan lalu. Sementara lagu "Amazing" dirilis tiga tahun sebelumnya dan video klipnya dilihat sebanyak 1 juta kali di YouTube. Angka ini berbeda jauh dari video klip "Photograph" yang sudah dilihat hingga 208 juta kali di YouTube. Martin Harrington dan Thomas Leonard telah menugaskan pengacara Richard Busch yang berhasil memenangkan gugatan soal penjiplakan lagu yang dilakukan oleh Pharrell Williams dan Robin Thicke. Thicke dan Williams akhirnya terbukti bersalah telah meniru lagu Marvin Gaye "Got to Give it Up" (1977) untuk lagu mereka “Blurred Lines".
  2. Seorang lelaki, Shehada Issa, dituntut atas kematian anaknya Amir Issa yang berusia 29 tahun. Ia dituntut karena menembak mati putranya yang diketahui berorientasi seksual sebagai gay. Seorang laki-laki di Los Angeles dituntut karena menembak putranya yang berusia 29 tahun dan memiliki orientasi seksual sebagai gay. Kantor berita Associated Press mengutip keterangan jaksa yang mengatakan laki-laki itu sudah berulangkali mengancam akan membunuh putranya tersebut karena orientasi seksnya. Amir Issa yang berusia 29 tahun ditemukan tewas tertembak di luar rumahnya hari Selasa (29/3) lalu. Meskipun kantor jaksa distrik Los Angeles hari Jum’at (1/4) menuntut ayah Amir – Shehada Issa – yang berusia 69 tahun dengan pasal pembunuhan bermotif kebencian, tim jaksa masih berupaya menentukan siapa yang melakukan pembunuhan kedua, yang terjadi di dalam rumah dan diketahui polisi pada hari yang sama. Juru bicara polisi, Mike Lopez mengatakan ibu Amir "Rabihah Issa" yang berusia 68 tahun, ditikam berulang kali. Shehada Issa mengatakan kepada polisi bahwa ia menembak putranya Amir untuk membela diri setelah menemukan mayat istrinya di dalam rumah. Namun jaksa mengajukan motif berbeda terhadap pembunuhan Amir. ‘’Pembunuhan itu terjadi karena orientasi seksual korban dan karena persepsi tersangka tentang status dan keterkaitan korban dengan seseorang atau sekelompok orang dengan status tersebut’’, demikian pernyataan jaksa secara tertulis.
  3. Pihak yang mengajukan tuntutan kepada Apple ini adalah Wisconsin Alumni Research Foundation (WARF), WARF mendaftarkan tuntutan kepada Apple sejak bulan Januari 2014 lalu, untuk hak paten yang sudah terdaftar sejak tahun 1998. Juri di Pengadilan Madison, Wisconsin, Amerika Serikat menyatakan bahwa paten tersebut terbukti milik Universitas Wisconsin-Madiso dan Apple dinyatakan bersalah karena menggunakan teknologi pada paten tersebut tanpa izin. Teknologi tersbut merupakan teknologi yang dapat membuat tingkat efisiensi prosesor meningkat. Dengan terbukti bersalah, Apple kini menghadapi tuntutan berupa denda besar yang nilai maksimumnya dapat mencapai $862 USD atau sekitar Rp 11,4 triliun ( 1 Dollar = Rp13.333). Namun jumlah tersebut belum ditentukan oleh pengadilan, karena nantinya pengadilan yang menentukan jumlah besaran denda yang dihadapi Apple. Juri pengadilan Wiconsis menyatakan bahwa teknologi tersebut telah diterapkan pada chip milik Apple yakni A7, A8, dan A8X yang merupakan otak dari perangkat iPhone 5s, iPhone 6, dan iPhone 6 Plus. Tak hanya perangkat iPhone saja yang menggunakan chip itu, beberapa perangkat iPad juga menggunakan chip itu sebagai otaknya, seperti yang dilansir dari Reuters, Rabu (14/10/12). Selain beberapa chip tersebut, baru-baru ini pihak WARF juga bakal melayangkan tuntuan pada chip teranyar milik Apple, yakni chip A9 dan A9X yang disematkan pada perangkat mobile teranyar milik Apple, yakni iPhone 6s, iPhone 6s Plus, dan iPad Pro. Sebelumnya pihak WARF juga pernah melayangkan tuntutannya kepada Intel Corp pada tahun 2008 lalu, namun keduanya sepakat untuk menghentikan kasus itu dan memilih jalan damai.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy