Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'diperkosa'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 4 results

  1. im Eun-hee baru berusia 10 tahun, seorang siswa sekolah dasar dengan mimpi menjadi bintang tenis saat dia diperkosa oleh pelatihnya untuk pertama kali. Tidak hanya sekali, perkosaan itu berulang kali dilakukan oleh si pelatih terhadap Kim. Saat itu, calon juara Korea itu masih terlalu kecil untuk tahu bahwa dia telah menjadi korban perkosaan. Tetapi dia tahu bahwa dia merasa takut akan perintah berulang untuk datang ke kamar pelatihnya di kamp pelatihan mereka, rasa sakit yang dialami dan penghinaan yang dirasakan. "Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa itu adalah perkosaan," kata Kim. "Dia terus memerkosa saya selama dua tahun... Dia mengatakan kepada saya itu adalah rahasia yang harus dijaga antara dia dan saya." Saat ini, 17 tahun kemudian, Kim Eun-hee yang berusia 27 tahun berbicara kepada media internasional untuk pertama kalinya dan tanpa menyamarkan identitasnya, mengungkapkan bagaimana atlet di Korea Selatan telah lama diam, menderita pelecehan seksual oleh pelatih mereka. Korsel, selain dikenal dengan keunggulan teknologi dan bisnis pertunjukannya, juga memiliki reputasi yang baik di bidang olah raga. Negeri Ginseng adalah satu-satunya negara Asia, selain Jepang yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin. Negara itu juga secara rutin berada di peringkat 10 besar di kedua ajang olah raga besar itu dengan dominasi di cabang taekwondo, memanah dan seluncur. Meski begitu, sistem di bidang tersebut masih berdasarkan hierarki dan patriarki dalam berbagai sisi, seperti memiliki koneksi pribadi terkadang lebih penting performa yang ditunjukkan dalam mendorong karier seseorang. Dalam persaingan yang sangat ketat, banyak atlet muda yang meninggalkan sekolah atau tinggal jauh dari orangtua mereka dan tinggal di asrama selama bertahun-tahun untuk berlatih dengan pelatih dan rekan-rekannya secara penuh waktu. Sistem kamp pelatihan yang diterapkan di Korsel mirip dengan sistem latihan di China, yang meski dianggap berhasil mendorong prestasi atlet Negeri Ginseng di dunia internasional, telah terbukti mendorong penyiksaan di beberapa cabang olah raga. Penyiksaan ini terutama terjadi pada atlet-atlet di bawah umur yang berada di bawah kendali pelatih mereka. "Pelatih adalah raja dari dunia saya, dia mendiktekan segala sesuatu tentang kehidupan sehari-hari saya dari cara berolahraga sampai kapan harus tidur dan apa yang dimakan," kata Kim kepada AFP. Dia mengatakan, pelatihnya juga memukulinya berulang kali sebagai bagian dari latihan. Banyak korban terpaksa diam mengenai perlakuan yang mereka terima karena dalam sebagian besar kasus, mengungkap hal ini ke publik berarti berakhirnya mimpi mereka untuk menjadi bintang. "Ini adalah komunitas di mana orang-orang yang berbicara dikucilkan dan di-bully sebagai 'pengkhianat' yang membuat malu olah raga itu," kata Profesor Psikologi Olah Raga Universitas Sogang, Chung Yong-chul. Survei Komite Olahraga & Olimpiade Korea pada 2014 menunjukkan bahwa sekira satu dari tujuh atlet wanita mengalami pelecehan seksual pada tahun sebelumnya, namun, 70 persen dari mereka tidak mencari bantuan dalam bentuk apa pun. Kim Eun-hee yang kini telah pensiun mengatakan, “Saya merasa ngeri melihat pemerkosa saya terus melatih pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi. Saya berpikir, 'Saya tidak akan memberinya kesempatan untuk melecehkan gadis-gadis kecil lagi .'" Kim mengajukan tuntutan pidana terhadap pelatihnya yang kemudian didakwa. Pada Oktober lalu, Kim Eun-hee berdiri di luar pengadilan untuk mendengar dakwaan dibacakan terhadap mantan pelatihnya atas tuduhan perkosaan yang membuat pria itu dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. "Saya terus menangis dan menangis, mengatasi semua emosi ini dari kesedihan menuju kebahagiaan," katanya.
  2. berita_semua

    Diperkosa Polantas, Lalu Dijual Germo

    Pernah ingat kisah 2 cewek yang dijual germo Rp700 ribu, lalu diamankan Poldasu dari Novotel Soechi Jalan Cirebon, Medan, beberapa waktu lalu? Salah seorang cewek itu ternyata melaporkan Brigadir Roni, pada (19/11) lalu. Mawar, sebut saja demikian namanya. Kepastian itu dibenarkan seorang perwira yang turut saat pengungkapan kasus trafficking itu. Perwira dimaksud adalah Kompol Amakhoita Hia, Kanit I Subdit IV Renakta Polda Sumut. “Awalnya aku nggak tahu. Dia sendiri yang cerita waktu di dalam mobil. Terkejut juga saya,” ujar Kompol Amakhoita Hia. Menurutnya, hal itu hanya kebetulan saja. Tidak ada unsur kesengajaan. “Dia itu kan korban dan sudah kita pulangkan. Tapi kalau mucikarinya kita tahan,” ungkapnya. Terkait kasus pemerkosaan yang dilaporkan Mawar, hingga kemarin Brigadir Roni Chandra masih ditahan di ruang tahanan khusus Reskrim Polresta Medan guna proses lebih lanjut. Hal itu diungkap Kasi Propam Polresta Medan, AKP Beno Sidabutar pada POSMETRO. “Kalau pidananya diatas tiga bulan, akan kita PTDH,” tegas Beno. Dijelaskannya, untuk pemecatan, pihaknya akan menunggu keputusan pidananya. Setelah diputus barulah disidang kode etiknya. Sementara itu, Kanit PPA Polresta Medan, AKP Haryani enggan memberikan komentar tentang perkembangan kasus tersebut. Terpisah, ketika dihubungi via ponsel, Mawar mengaku belum pernah dipanggil lagi usai membuat pengaduan. “Sejak melapor, aku belum pernah dipanggil atau dimintai keterangan sama penyidik. Oya, ini abang yang di Koran itu kan?” ujarnya. Disamping itu, kata Mawar, dia atau pun keluarga sama sekali belum ada melakukan perdamaian dengan Brigadir Roni terkait pencabulan yang dialaminya. “Belum, belum ada damai,” teriaknya. Disinggung apakah Brigadir Roni melakukan pencabulan dengan menggunakan baju dinas? Bunga sama sekali tak mau menjawabnya. Hanya terdengar suara musik dan lelaki. “Pacarnya itu,” kata seorang lelaki yang terdengar, kemudian telepon selulernya putus. Sekedar menyegarkan ingatan pembaca, sebelum diamankan polisi dari Novotel Soechi pada Senin (3/12) pukul 15.30 WIB lalu, cewek yang bekerja di salah satu Warkop Jalan Juanda, ini mengaku disetubuhi Brigadir Roni Chandra dalam mobil Jazz. Pemerkosaan tersebut terjadi bermula saat dia dan temannya menerobos lampu merah di persimpangan Jalan Aksara. Ketika itu, oknum polantas yang bertugas di Polsek Medan Area tersebut meminta denda hingga jutaan rupiah. Mengingat saat itu dia tidak memiliki uang, dirinya permisi pulang sebentar ke rumah. Dan oleh Brigadir Roni, permintaannya dikabulkan tapi diantar langsung oleh tersangka menggunakan mobil Jazz. Namun bukannya diantar ke rumah, Mawar malah dibawa ke Jalan M. Jamil Lubis, Medan Tembung. Disana, masih dalam posisi di mobil, Mawar mengaku disetubuhi Brigadir Roni. Usai melampiaskan nafsu, tersangka mengantar cewek yang menetap di Jalan Selamat Ketaren ini kembali ke pos lantas tempat keretanya dititipkan.
  3. Karla Jacinto, baru berusia 12 tahun saat dia ditipu untuk menjadi pekerja prostitusi cilik di Meksiko. Dia mengaku telah diperkosa oleh lelaki hidung belang sebanyak 43.200 kali ketika empat tahun terjerembab di lembah hitam. Seingat dia, setiap hari ada sekitar 30 lelaki yang terpaksa harus dia layani, tujuh hari sepekan, selama empat tahun, maka keluarlah angka 43.200 kali. Kisah Karla menjadi cerminan buramnya penegakan hukum di Meksiko, terutama terkait perdagangan manusia dan pelacuran anak di bawah umur. Puluhan ribu wanita Meksiko diperjualbelikan hingga ke Amerika Serikat, salah satunya di kota Atlanta dan New York. Jika bicara soal perdagangan manusia Meksiko, ada sebuah kota yang menjadi perhatian utama, kota kelahiran Karla, yaitu Tenancingo. Susan Coppedge, Duta Kementerian Luar Negeri AS untuk Pemberantasan Perdagangan Manusia mengatakan, perdagangan manusia, mucikari dan prostitusi merupakan industri besar di kota berpenduduk 13 ribu orang itu. Karla diambil dari Zacatelco, sebuah permukiman kecil di Tenancingo. Dia mengatakan, keluarganya bermasalah. Ibunya tidak memedulikannya, dan dia telah menjadi korban pelecehan seksual sejak usia lima tahun oleh kerabatnya sendiri. Saat dia berusia 12 tahun, dia termakan bujuk rayu seorang pria yang 10 tahun lebih dua dari dirinya. Saat itu, kata dia, pria itu mengiminginya dengan mobil besar dan kehidupan yang lebih baik. Karla termakan umpan saat kebenciannya kepada ibunya memuncak ketika dia dikunci di luar rumah lantaran terlambat pulang. "Sehari setelahnya saya pergi dengan pria itu. Saya tinggal dengan dia selama tiga bulan, dia perlakukan saya dengan baik. Dia membelikan saya pakaian, sepatu, bunga, cokelat dan semuanya sangat indah," kata Karla. Namun kebahagiaan itu ternyata semu. Karla dikirim ke Guadalajara, kota terbesar di Meksiko, untuk menjadi pelacur cilik bersama korban lainnya. Saat itu dia mulai bekerja pukul 10 pagi, selesai tengah malam. Seminggu dia berada di kota itu sebelum dipindahkan ke kota-kota lainnya di Meksiko. "Kami seminggu di Guadalajara. Saya menghitung. Dua puluh pria per hari selama seminggu. Beberapa pria tertawa melihat saya menangis. Saya harus menutup mata agar tidak bisa melihat apa yang mereka lakukan pada saya, agar saya tidak merasakan apa pun," ujar Karla. Karla berpindah ke beberapa kota. Dia ditempatkan di rumah-rumah bordil, motel pinggir jalan, dan pekerja seks panggilan yang biasa mangkal di trotoar. Tidak ada hari libur. Setiap hari sedikitnya 30 pria dia layani, tujuh hari sepekan. Dia pernah dipukuli oleh pria yang menjebaknya karena ada bekas ciuman di tubuhnya. "Dia memukuli seluruh tubuh saya dengan rantai. Ditinju, ditendang, dijambak rambut saya, diludahi wajah saya, dan dia membakar saya dengan seterika," ujar Karla. Suatu hari, polisi pernah menggerebek hotel tempatnya bekerja. Karla berpikir ini adalah hari baik karena dia akan diselamatkan oleh petugas. Tapi pikiran itu salah. Polisi malah mengambil video anak-anak itu dengan posisi cabul, mengancam akan menyebarkannya ke keluarga mereka jika Karla dan kawan-kawannya tidak menurut. Padahal saat itu Karla baru berusia 13 tahun. Di usia 15 tahun, Karla hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan. Mucikarinya menjadikan bayi ini sebagai ancaman. Jika Karla berani berulah atau kabur, bayi itu akan dibunuh. Karla tidak bisa menemui bayinya hingga berusia satu tahun. Tahun 2006, Karla diselamatkan oleh operasi anti-perdagangan manusia kepolisian Mexico City. Saat itu usianya 16 tahun dan telah empat tahun merasakan kegetiran hidup. Saat ini Karla berusia 23 tahun dan menjadi aktivis anti perdagangan manusia. Karla telah menceritakan kisahnya di berbagai konferensi dan pertemuan publik. Salah satunya, dia pernah menceritakan pengalamannya ini kepada Paus Fransiskus saat mengunjungi Vatikan pada Juli lalu dan kepada Kongres AS pada Mei. Pengakuannya akan menjadi dasar dari Undang-undang Megan di AS yang memungkinkan aparat membagi informasi soal pelaku kejahatan seks terhadap anak asal Amerika kepada berbagai negara. Jika pelaku keluar negeri, dia akan langsung ditangkap. Dalam pesannya, Karla mengatakan bahwa pelacuran dan perdagangan anak masih terjadi dan tugas negara untuk menghentikannya. "Anak-anak ini diculik, dipancing, dan direnggut dari keluarga mereka. Jangan hanya mendengarkan saya. Anda harus mengerti apa yang terjadi pada saya dan lepaskan penutup mata Anda," kata Karla.
  4. Komedian kawakan Amerika Bill Cosby terus dirundung skandal. Semakin banyak perempuan mengaku diberi narkoba dan diperkosa oleh aktor yang kini menginjak usia ke 78 ini. Selengkapnya dilaporkan reporter VOA Patsy Widakuswara. VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi