Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'densus 88'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Googling-googling gak jelas dapet gambar-gambar Densus 88, padahal niatnya mau cari yang rahasia-rahasiaan gitu seperti FBI atau CIA. Yaudah deh, gimana kalo bahas S.W.A.T plus Densus 88 ? Langsung aja deh.. yuk.. S.W.A.T S.W.A.T (Special Weapons And Tactics), siapa yang gak tau tim pramiliter dari Amrik ini ? Pasti sudah tau dong. Biasa di film-film sering muncul kok. hehe.. Tim ini adalah tim khusus yang dilatih khusus untuk melakukan operasi khusus dan beresiko tinggi. Contohnya seperti penyelamatan sandera, misi penangkapan dan penggeledahan sampai pada Terorisme. Sebuah tim SWAT biasanya dilengkapi dengan senjata api khusus yang terdiri dari beberapa pembagian. Ada Hand Gun(Pistol), Sub Maschine Gun (senapan mesin ringan), Carbine, Grenade dan Sniper untuk misi penembakan tepat sasaran. Selain peralatan menyerang, tim SWAT juga dilengkapi dengan berbagai macam perlindungan. Seperti Heavy Body Armor, Alat Penyadap, Kendaraan Lapis Baja, Night Vision bahkan ada Detektor Gerakan yang dapan menentukan posisi sandera atau ketika misi penyanderaan struktur tertutup. Tim SWAT pertama kali dibentuk pada Departemen Kepolisisan Los Angeles pada tahun 1968. Sejak saat itu, banyak departemen polisi Amerika di daerah lain yang ikut membentuk tim yang memiliki nama masing-masing. Begitulah sedikit tentang SWAT, kita lanjut ke Dalam Negeri dengan DENSUS 88. DENSUS 88 Detasemen Khusus 88 atau yang biasa disebut Densus 88 adalah pasukan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berfungsi untuk penanggulangan terorisme yang marak di Indonesia. Pasukan khusus ini dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI dan US Secret Service. Tim ini dilatih untuk menangani segala macam teror, termasuk teror bom. Sebagian anggota tim densus juga merupakan anggota tim Gegana. Dalam tim ini diperkirakan ada sekitar 400 personel yang terdiri dari beberapa bagian yakni, ahli investigasi, ahli peledak atau penjinak bom serta unit pemukul yang didalamnya juga terdapat ahli penembak jitu. Tim ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata dan perlengkapan seperti Colt M4, Sniper Armalite AR-10 dam Shotgun Remington 870. Tak hanya itu, kendaraan khusus pun ada untuk mobilitas operasi, bahkan kabarnya Densus 88 memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk kelancaran mobilitas. Aneh gak sih Indonesia bisa menyamai Amerika ? Ini Faktanya... Faktanya, tim Densus 88 merupakan tim khusus yang dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service). Satuan khusus 88 ini diresmikan oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004. pada awalanya jumlah anggota Densus 88 hanya 75 orang. Latar belakang penamaan 88 pada Densus 88 adalah berasal dari kata ATA ( Anti Terror Act ), yakni sebuah undang-undang anti teror US yang jika dilafalkan dalam bahasa inggris berbunyi "Ei Ti Ekt" terdengar seperti "Eighty Eight (88)". Begitulah sejarahnya.. Hm.. sepertinya cukup... lanjut lain kali yah... bye...
  2. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Detasemen Khusus (Densus) 88 mengevaluasi kerja mereka dalam mencegah dan menangani terorisme di Indonesia. "Jangan sampai penanganan teroris yang dilakukan Densus 88 mengganggu ikhtiar perlindungan terhadap anak," kata Wakil Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 15 Maret 2016. Menurut Susanto, KPAI perlu mengeluarkan sikap terkait penggeledahan yang dilakukan tim Densus 88 di Taman Kanak-Kanak Roudlatul Athfal Terpadu Amanah Ummah di Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis pekan lalu. Aksi penggeledahan itu, kata Susanto, menimbulkan ketakutan bagi anak-anak. Menurut dia, yang dilakukan tim Densus 88 itu bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap anak, sehingga pola kerja demikian perlu dievaluasi. "Tetap harus memberikan perlindungan kepada anak dalam melakukan penanganan teroris," kata Susanto. Susanto mengatakan, kecepatan Densus 88 dalam menangani terorisme cukup positif. Namun harus tetap memberikan perlindungan terhadap anak dan memperhatikan asas-asas kepatutan. Lokasi penggerebekan pada Kamis pekan lalu itu merupakan institusi pendidikan sebagai tempat belajar peserta didik. "Pola kerja harus dievaluasi bila di tempat tersebut ada anak-anak," ucap Susanto. Susanto mengatakan, KPAI tegas menyatakan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme tidak boleh tumbuh di Indonesia. Paham radikalisme, ekstrimisme dan terorisme tidak senafas dengan semua ajaran agama, termasuk Islam. Negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Teroris dan Densus 88 memiliki kewajiban melakukan langkah pencegahan dan penanganan. Kedua lembaga tersebut tetap melakukan kerja cepat dalam penanganan teroris. Namun harus memperhatikan pula perlindungan terhadap anak. "Kami meminta mengevaluasi penanganan teroris untuk mencegah trauma terhadap anak, kata Susanto.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy