Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'demo'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. Kericuhan terjadi dalam aksi unjuk rasa para mahasiswa di depan gerbang utama Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). Menanggapi hal itu, pihak kepolisian langsung bertindak cepat untuk meredam kericuhan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tersebut. Berdasarkan pantauan saya di lokasi, pihak Kepolisian mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) dan menembakan air ke arah para mahasiswa. Selain itu, puluhan gas air mata juga ditembakan pihak kepolisian kearah para mahasiswa. Hingga berita ini diturunkan, kericuhan masih terjadi di depan gerbang utama Gedung DPR RI.
  2. Presiden Joko Widodo memberikan keterangan menyikapi demonstrasi 4 November yang berakhir dengan kericuhan. Presiden Joko Widodo usai rapat terbatas di Istana Merdeka malam ini menyatakan seluruh kekacauan yang terjadi di Jakarta sepanjang Jumat hingga Sabtu (5/11) dini hari telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik. Bentrokan antara aparat keamanan dengan ribuan orang massa demonstran di depan Istana Merdeka Jakarta, membuat Presiden Joko Widodo Jumat (4/11) malam menjelang dini hari segera meluncur dari Istana Bogor ke Istana Jakarta dan langsung menggelar rapat koordinasi mendadak dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Panglima TNI dan Kepala BIN Budi Gunawan. Presiden Joko Widodo usai rapat terbatas di Istana Merdeka malam ini menyatakan seluruh kekacauan yang terjadi di Jakarta sepanjang Jumat hingga Sabtu dini hari telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik. "Kita menyesalkan kejadian ba’da (sholat) Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," ujar Jokowi. Sebelum kejadian bentrok demontran dengan aparat keamanan Presiden menjelaskan dirinya telah memerintahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bertemu perwakilan demonstran yang diwakili oleh Bachtiar Natsir Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI. "Sebelumnya saya perintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan pengunjuk rasa yang didampingi oleh Menko Polhukam, Mensesneg, Menteri Agama, Kapolri dan Panglima TNI. Dalam pertemuan itu telah disampaikan bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan," tambah Jokowi. Dalam pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan demonstran yang di wakili oleh Bachtiar Nasir di kantor Wakil Presiden Jakarta, Jusuf Kalla menjelaskan telah dicapai kesepakatan di antaranya proses hukum terhadap Ahok akan berlangsung dalam dua minggu ini. "Dalam hal soal saudara Ahok, kita akan tegakkan dan laksanakan dengan hukum tegas dan cepat. Dan oleh pak Kapolri dijanjikan selesai dalam 2 minggu pelaksanaan hukum yang cepat itu. Sehingga semuanya berjalan sesuai dengan aturan tapi dengan hukum yang tegas," kata Kalla. Presiden Joko Widodo memimpin rapat koordinasi bidang keamanan Jumat, 4 November 2016. Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto usai pertemuan itu meminta agar demonstran segera membubarkan diri pada jam 18.00 sesuai dengan undang-undang. Soal demonstrasi kita kembalikan kepada undang-undang yang berlaku. Pukul 18.00 WIB nanti kita harapkan mereka kembali ya ke tempat masing-masing. Jadi memang undang-undang begitu. Pemerintah melalui Menteri Agama Lukman Hamin Syaifuddin pada Senin (31/10) telah mensinyalir adanya kepentingan politik dalam aksi demontrasi 4 November. "Karena ada pihak-pihak yang kemudian ingin memanfaatkan ini untuk mengusik atau merongrong NKRI. Ini yang harus diwaspadai betul. Bahkan juga harus mewaspadai adanya pihak ketiga yang berupaya membiayai demo-demo seperti ini," tutur Lukman. Aparat kepolisian dengan dibantu pihak TNI membubarkan ribuan orang massa demonstran yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta Jum’at (4/11) malam. Massa demonstran yang terdiri dari berbagai kelompok organisasi kemasyarakatan seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) di blokade aparat kepolisian di Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara, dibubarkan oleh aparat polisi dan TNI dengan menggunakan gas air mata dan tembakan peluru hampa. Sementara massa demonstran melempari aparat Polri dan TNI dengan batu dan kayu. Meski terjadi bentrokan antara aparat keamanan dengan massa demonstran, namun Presiden Joko Widodo mengucapkan apresiasi kepada ulama, kyai dan habib yang memimpin umatnya dalam aksi demonstrasi 4 November. Presiden juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh aparat keamanan dalam melakukan pengamanan di Jakarta dan sekitarnya.
  3. Ratusan anggota ormas kepemudaan menggelar apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (03/11) siang. Ratusan aktivis dari enam ormas kepemudaan menggelar apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (03/11), menolak terlibat dalam unjuk rasa menuntut agar Gubernur DKI Jakarta diadili yang akan digelar Jumat. Dalam acara yang disebut sebagai Apel Kebangsaan Mahasiswa Indonesia, mereka menyerukan agar masyarakat Indonesia tetap mengutamakan persatuan. Enam ormas kepemudaan itu adalah GMNl, PMll, PMKRI, GMKl, Hikmahbudhi, serta KMHDI. Mereka adalah aktivis organisasi yang berbasis Islam, Katolik, Kristen, Hindu, serta Budhha, serta Nasional. "Kami berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang ada di sekitar DKI Jakarta, agar tetap merajut kebinekaan dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Ketua umum PMII, Aminuddin Ma'ruf, dalam orasinya. Para aktivis ormas kepemudaan ini juga menyatakan akan selalu setia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Kami juga berkomitmen untuk menjadi benteng pertahanan dari hal-hal yang dapat mengancam stabilitas negara," kata Aminuddin. Di hadapan peserta apel, dia juga menyatakan bahwa enam ormas itu tidak akan melibatkan dalam unjuk rasa yang akan digelar Jumat (04/11). "Kami tidak akan menggelar aksi serupa," ujar Aminuddin. 'Jangan terprovokasi' Kepada masyarakat, enam ormas kepemudaan ini juga menyerukan agar tidak terpancing provokasi. Seperti diketahui, pada Jumat (04/11), ribuan orang terlibat unjuk rasa yang dimotori Front Pembela Islam, FPI, yang menuntut agar kepolisian serius menyelidiki dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Demonstrasi akan mulai digelar dari Masjid Istiqlal menuju kantor sementara Bareskrim Polri di Kantor Kementerian Perikanan dan Kelautan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, sebelum mengarah ke depan Istana Merdeka. Lebih dari 18.000 polisi dan TNI akan diturunkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa tersebut. Dalam berbagai kesempatan, pimpinan FPI menyatakan pihaknya menggelar aksi itu dengan damai, tetapi tidak bisa menjamin kemarahan massa apabila tuntutan mereka tidak dituruti.
  4. Demo damai 4 Nopember berakhir rusuh.
  5. Bus pariwisata mengalami kecelakaan di jalur Puncak, Minggu (22/5/2016). Bus rombongan aksi damai Bela Islam Jilid II asal Jawa Tengah mengalami kecelakaan di Tol Cipali kilometer 115.200 jalur B, Kamis (3/11/2016). Seorang peserta rombongan dilaporkan tewas dalam peristiwa yang terjadi pukul 03.30 WIB. Informasi yang dihimpun Tribun Jabar (Tribunnews.com Network), rombongan aksi damai itu menggunakan bus pariwisata dengan pelat nomor AA 1600 G. Mobil itu terlibat kecelakaan dengan truk pengangkut pasir dengan pelat nomor F 8796 GE. "Untuk sementara korban tewas satu orang dan lima orang luka ringan dibawa ke di RSUD Ciereng Subang. Ada juga satu orang luka berat dan 8 orang luka ringan dibawa RSUD Cideures Majalengka," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan di Lapangan Gasibu, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (3/11/2016). Yusri mengatakan, kecelakaan itu bermula ketika bus yang dikemudikan Ahmad Sakir (31) melaju dari Palimanan menuju Cikopo. Bus itu menabrak truk yang ada di depannya setelah tiba-tiba pindah dari jalur lambat ke jalur cepat. "Bus tidak terkendali dan oleng ke kanan masuk median. Bus juga terguling," ujar Yusri. Dikatakan Yusri, jumlah penumpang bus itu terhitung 62 orang. Para penumpang bus itu merupakan rombongan dari Front Pembela Islam (FPI). Sementara korban tewas diketahui bernama Sarjono (47), warga Kampung Legen Gatak, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sawon, Kabupaten Bantul. "Untuk korban masih dirawat. Kasus ini ditangani Laka Lantas Polres Subang," kata Yusri.
  6. Demonstrasi secara besar-besaran akan digelar pada Jumat (4/11). Demo tersebut terkait dengan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh calon pejawat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok tampaknya tidak terpengaruh dengan aksi demo tersebut. Ia kemungkinan akan tetap melakukan kegiatan blusukan dan menyapa warga-warga di tempat yang akan ia kunjungi. "Besok kayaknya blusukan deh," ujar Ahok di Gang Langgar Dua, Kamis (3/11). Selain itu, Ahok mengalami penolakan saat blusukan di daerah Rawa Belong Jakarta Barat. Sejumlah warga tidak dikenal yang mengaku warga Rawa Belong merengsek masuk ke dalam Gang Jalan Ayub Kelurahan Sukabumi Utara Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mereka berteriak-teriak membawa beberapa kertas karton, salah satunya "Hina Al Quran = Mati". Di dalam gang tersebut terdapat pasar kaget Kebon Jeruk. "Saya nolak, saya nolak," ujar salah satu dari warga tak dikenal tersebut. "Ahok ngapain ke sini ?" teriak yang lain. "Usir Ahok!! Usir Ahok!!" ujar mereka Polisi dan beberapa warga tak dikenal sempat bersitegang. Sebab, beberapa warga tak dikenal tersebut berusaha maju ke arah Ahok yang sedang blusukan menyapa warga. Sebelumnya, Ahok juga mengalami penolakan di Jagakarsa Senin (31/10).
  7. Aksi demontrasi dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Jakarta Utara di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/5). Salah satu massa aksi yang ikut serta dalam aksi demo tersebut adalah Laskar Kampung Luar Batang. Lalu bagaimana tanggapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait aksi demo tersebut? “Demokrasi, ya silakah demo. Semua orang boleh demo,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/5). Ahok pun tidak permasalahkan tuntutan para massa aksi yang meminta agar dirinya lengser dari posisinya sebagai gubernur. Sebab, tuntutan seperti itu sudah sering ia dengar saat aksi demonstrasi. “Ini kan tuntutan yang dulu. GMJ (Gerakan Masyrakat Jakarta) dulu itu kan,” ungkap mantan Bupati Belitung Timur itu.
  8. Anggota Komisi III Ruhut Sitompul rupanya mengetahui siapa dalang di balik demo akbar sopir taksi konvensional. Menurut Ruhut, pimpinan merekalah yang menyuruh mereka turun ke jalan menggelar orasi. Politikus Partai Demokrat ini tak asal bicara. Sebelum demo dimulai, Ruhut sudah mengetahui lebih dulu informasi itu, siapa dalang yang mengerahkan massa. Itu diketahuinya saat harus menuju ke Bandara Soekarno Hatta pagi buta. Dari situ Ruhut tahu bahwa bos mereka sendiri yang meminta agar turun ke jalan. "Aku jam 4 subuh harus ke bandara. Pesanlah taksi aku, si sopir ngasih tahu kalau akan ada demo. Dia bilang, mereka dipaksa untuk berdemo," ujar Ruhut saat menjadi bintang tamu di Indonesia Lawyers Club (ILK), Selasa malam. Mendengar curhat si sopir itu, Ruhut menyarankan agar dia tidak ikut demo itu, yang dinilainya tidak bermanfaat. "Kalau nggak mau nanti mereka dipecat. Mereka ini dipaksa untuk berdemo. Dapat uang Rp 100 ribu satu orang. Udah jangan pada bohong, ngaku sekarang kalian (sopir) kalau disuruh (turun ke jalan). Jadi bohong itu yang bilang dia nggak mengerahkan," tepis Ruhut.
  9. Pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim mengecam segala tindak kekerasan dan menegaskan bakal menindak segala bentuk kekerasan. "Saya akan membantu menindak semua pelaku kekerasan, termasuk kalau dilakukan mitra Gojek," kata Nadiem dalam sebuah video bertajuk "Himbauan Nadiem untuk Driver GO-JEK 22 Maret 2016" di YouTube. Video ini dibuat menanggapi kabar yang menyebutkan pengemudi Gojek merencanakan aksi tandingan atas kekerasan yang dilakukan para sopir taksi dan angkutan umum Jakarta terhadao pengemudi ojek online. Nadiem mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan sejumlah daerah rawan. Sebelumnya, sempat terjadi keributan di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, antara pengemudi Gojek dengan sopir taksi dan angkutan umum yang turun ke jalan menentang layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi. Pengemudi Gojek menjadi korban sasaran penyisiran pengunjuk rasa. Di Jakarta Pusat ada pengemudi Gojek yang dianiaya saat mengantar penumpang. Akibat bentrokan, sejumlah kendaraan rusak. Bukan hanya taksi yang pecah kacanya, beberapa kendaraan pribadi juga jadi korban. Sementara Grab yang mengelola layanan GrabCar dan GrabBike, mengimbau agar mitra pengemudi tidak terprovokasi serta mengutamakan keselamatan. Di tengah protes terhadap layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menegaskan, Grab bukanlah perusahaan operator taksi karena ia tak memiliki satu pun armada kendaraan. Sementara menurut Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD), perusahaan macam GrabCar dan Uber melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan. Deri, salah satu koordinator demonstrasi dari PPAD, berkata aksi demonstrasi ini akan terus dilakukan sampai tuntutan menutup GrabCar dan Uber dikabulkan pemerintah.
  10. Aksi pelarangan menggunakan model pada gelaran Shanghai Auto Show memantik protes dari para gadis cantik yang kehilangan mata pencahariannya. Mereka pun menggelar unjuk rasa di Xujiahui Station dengan berpenampilan layaknya pengemis. Para model tersebut berpakaian seperti pengemis sambil membawa atribut bertuliskan aspirasinya, seperti "we want to survive!" Para netizen yang mendukung aksi ini menyatakan seharusnya mata pencaharian mereka tidak dirampas, sementara pihak yang kontra menuturkan bahwa pelarangan ini sudah benar karena pameran harus fokus ke kendaraan, bukan ke para model cantik yang disewa jasanya untuk mempromosikan mobil.
  11. Sebagian penentang aksi militer Israel di Gaza mengkaitkannya dengan isu agama. Sentimen anti-Yahudi dan Barat kembali mendapat tempat di Indonesia saat muncul aksi unjuk rasa beberapa kelompok berlabel Islam dalam mengecam aksi militer Israel di wilayah Gaza. Dalam aksi-aksinya yang digelar di berbagai kota besar, demonstrasi mereka hampir selalu mengaitkan serangan udara Israel itu dengan isu agama atau rasisme. Tetapi ini bukanlah satu-satunya cara pandang warga Indonesia dalam melihat konflik di wilayah itu, kata seorang pengamat. Dalam skala yang jauh lebih kecil, muncul pula kecaman terhadap aksi militer Israel itu, tetapi mereka melihatnya dari sisi kemanusiaan semata. "Di Palestina 'kan tidak semua warga Muslim. Ada Nasrani, ada Yahudinya. Jadi, kalau disebut (kasus) murni agama, kayaknya nggak mungkin," kata seorang warga Jakarta, Dedi, yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sikap agak berbeda diungkapkan warga Jakarta lainnya, Dewi: "Ini masalah kemanusiaan, cuma akhirnya berujung pada masalah politik dan agama." Sementara, warga Jakarta bernama Tomas, menyatakan menolak aksi-aksi yang mengaitkan aksi kekerasan di Gaza dari kaca mata agama. "Di Indonesia, sepertinya terlalu didorong-dorong ke konflik agama." "Karena ini 'kan cuma perebutan wilayah antara Israel dan Palestina. Jadi kita semestinya melihat ini dari sisi tragedi kemanusiaan," kata Tomas. Dalam aksinya, para pendemo juga menggunakan label atau simbol Yahudi. Bagaimanapun, adanya dua sudut pandang berbeda dalam meneropong serangan militer Israel ke Gaza, merupakan kenyataan yang mewarnai sikap sebagian masyarakat Indonesia, sejauh ini. Cara pandang yang berbeda dalam melihat kasus Palestina terlihat pula di dunia media sosial. Hal ini bisa dilihat dari simbol-simbol serta kutipan tautan yang digunakan para pendukungnya di Facebook atau Twitter. 'Isu Palestina dieksploitasi' Namun demikian, menurut pengamat masalah Timur Tengah dari The Indonesian Society for Middle East Studies, Smith Alhadar, cara pandang yang mengaitkan kasus Gaza dengan isu agama, lebih mendapat tempat dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia. "Di masyarakat Indonesia, memang ada yang sengaja mengeksploitasi masalah Palestina untuk kepentingan politiknya. Tapi ada juga yang mendudukkan masalah Palestina secara proporsional, dengan melihat ini adalah masalah politik," kata Smith kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa (15/07) sore. Sebagian kelompok di Indonesia memandang kasus Gaza dari sisi tragedi kemanusiaan Faktanya, menurutnya, suara-suara dari ormas atau partai politik berazas Islam yang melihat kasus Palestina dari kaca mata "agama" lebih nyaring terdengar. "Ini tidak terlepas dari kesamaan agama dan kebetulan terjadi saat Ramadhan," katanya menganalisis. "Sehingga, mengaburkan masalah sesungguhnya yang terjadi di Palestina saat ini." Kecenderungan seperti ini, lanjutnya, membuat media-media terkemuka di Indonesia lebih mengedepankan "sentimen keagamaan dibandingkan masalah sesungguhnya antara Palestina dan Israel." Apabila sentimen seperti ini dibiarkan, masih menurut Smith, akan menyebabkan "fanatisme buta" di kalangan Muslim Indonesia. "Sehingga masalah Palestina terus menjaid beban pemerintah Indonesia, siapa pun (Presiden) yang akan berkuasa nanti," tambahnya. Pekan lalu, pemerintah Indonesia melalui Klik Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, menyatakan prihatin terhadap apa yang disebutnya sebagai "aksi militer Israel di Gaza." Indonesia menolak membuka hubungan diplomatik dengan Israel selama Palestina belum merdeka. Marty dalam wawancara dengan BBC Indonesia juga menegaskan, Indonesia perlu bekerja sama melalui forum PBB, termasuk Dewan Keamanan, Sidang Majelis Umum PBB, Dewan HAM di Jenewa guna memastikan aksi militer Israel segera dihentikan. Indonesia sejauh ini tidak pernah berniat membuka hubungan diplomatik dengan Israel, walaupun ide ini telah berulang kali diusulkan sejumlah pihak. Dalam berbagai pernyataan, Indonesia selalu menekankan pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel tidak akan pernah terjadi selama Palestina belum berdiri sebagai negara yang merdeka secara penuh. sumber : BBC indonesia
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy