Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'data'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Sebelumnya, hacker mengklaim telah membocorkan informasi 2,3 juta penduduk Indonesia dan pemilihan umum yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Informasi ini disebar oleh akun Twitter @underthebreach yang sebelumnya juga menginformasikan penjualan jutaan data pengguna Tokopedia. Detail Data Penduduk yang Bocor Terkait jutaan data penduduk yang bocor, hacker mengklaim data itu memuat nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor identitas (NIK, NKK), dan lainnya. "Data ini sangat berguna bagi mereka yang memerlukan identitas untuk mendaftarkan banyak nomor ponsel baru di Indonesia," tutur si peretas lebih lanjut. Dia juga mengatakan data tersebut tersimpan di dalam format .pdf yang didapat dari situs web Komisi Pemilihan Umum. Judul salah satu sampel halaman itu berbunyi: "Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014."
  2. Umur segini, pendapatanmu mungkin masih belum seberapa. Kalau tidak hati-hati, uangmu bisa ludes tanpa terasa. Boro-boro nabung, buat bertahan hidup di akhir bulan saja susah. Waduh. Nah, karena itulah kamu butuh strategi tertentu untuk menghemat uangmu. Gak cuma memperhatikan apa yang kamu makan saja, kamu juga harus hati-hati soal “printilan” lainnya: termasuk soal paket data. Kemudahan yang ditawarkan internet memang membuat kita tergantung padanya. Mau buat update Path, Facebook, sampai ngerjain tugas, kamu pasti kesusahan tanpa paket data. Tapi jangan sampai urusan ini bikin kantongmu kering! Ikuti yuk 7 tips berikut ini, supaya internetmu jalan terus, tapi keuanganmu tetap aman! 1. Jangan mengaktifkan semua aplikasi media sosial yang ada di HP, karena itu menyedot paket data. Aktifkan yang saat itu kamu pakai saja! Kamu pasti punya banyak aplikasi media sosial. Ada Facebook, Path, Tinder, LINE dan mungkin juga Twitter. Yang bisa kamu lakukan untuk menghemat paket data adalah tidak mengaktifkan semua aplikasi media sosial ini pada saat bersamaan. Cukup yang saat itu kamu pakai saja. Sehingga saat tidak dipakai, aplikasi ini tidak akan menyedot data. Matikan push notification dari aplikasi yang sebenarnya jarang kamu pakai. Kalau mau tahu aktivitas teman-teman di aplikasi itu, cukup cek sekali-sekali. Identifikasi juga aplikasi yang banyak menyedot data, agar kamu tahu mana yang boleh terus aktif dan mana yang harus dinyala-matikan sewaktu-waktu. 2. Jangan pernah update aplikasi atau mengunduh file tanpa WiFi. Dan setiap kamu pergi ke kafe, restoran, kampus dan area perkantoran, tanya password WiFi-nya. Gunakan kesempatan sebaik-baiknya! Kalau kamu main ke kafe, restoran, kampus, atau area perkantoran, manfaatkan habis-habisan WiFi yang mereka punya. Jangan pernah main ke tempat-tempat ini kalau gak memanfaatkan WiFi. Ngapain? Udah bayar mahal-mahal, rajin-rajin ke luar rumah… kalau gak WiFi-an, mending di kamar aja deh. Ini gak cuma soal update aplikasi dan mengunduh file aja. Menggunakan WiFi hanya untuk browsing atau main Instagram juga boleeeh! Karena dengan menjadi fakir wifi total, kamu bisa lebih mengencangkan ikat pinggang paket data internetmu. Udah, kamu masih fakir. Ingatkan dirimu bahwa kamu belum layak untuk melepaskan status sebagai fakir WiFi 3. Pilih tipe paket data sesuai kebiasaan. Siapa tahu, kamu gak butuh sebanyak yang kamu pikirkan! Jadilah pengguna internet yang sadar dengan kebiasaan sendiri. Setidaknya, itu membantu kamu untuk menentukan tipe paket mana yang cocok buatmu. Kalau ternyata kebutuhanmu cuma 2G per bulan, misalnya, gak masuk akal ‘kan berlangganan paket data 4G per bulannya? Kalau kamu benar-benar nggak bisa lepas dari internet — misalnya pekerjaanmu berkaitan dengan media sosial, atau kamu lagi mengerjakan skripsi yang benar-benar butuh internet 24 jam — paket data unlimited mungkin kamu butuhkan. Sedangkan kamu yang menggunakan paket data pribadi di saat-saat tertentu saja, dan ada WiFi gratis yang lebih banyak kamu gunakan, kuota 500MB-2G saja sudah cukup, kok! Mau tahu secara lebih akurat berapa banyak data yang kamu butuhkan? Coba aja kalkulator data ini! 4. Pakai aplikasi peramban yang tepat. Misalnya, ada peramban (browser) yang bisa otomatis mengeblok iklan ;p Untuk kamu yang gemar browsing, sudah seharusnya kamu tahu aplikasi browser yang tepat untuk digunakan. Kenapa harus pakai aplikasi browser yang tepat? Karena ada beberapa browser yang secara otomatis bisa memblok iklan di laman yang kamu tuju.Tapi jangan dipakai kalau kamu browsing Ngobas ya ;p Kamu juga bisa pakai Google Chrome, yang bisa mengompres data hingga 50 persen. Terlebih lagi ada juga beberapa browser yang justru cepat menguras kuota internetmu. 5. Sebelum internetan, perhatikan dulu kondisi jaringan. Lebih baik gak usah pakai data kalau sinyalmu EDGE Kalau labilnya seperti ABG, kondisi internet bisa menguras isi dompetmu. Ketika kondisi jaringan internetnya sedang ada di status EDGE, misalnya, lebih baik batalkanniatmu. Sebaliknya, jikakondisi jaringan operatormu sedang oke di HSDPA/3G, inilah saat paling tepat untuk internetan. 6. Matikan paket data saat kamu ingin istirahat. Gak cuma baik buat kantong, ini juga oke buat tubuhmu Karena kamu manusia, pasti kamu butuh yang namanya istirahat ‘kan? Dan karena waktu istirahat kamu pun sudah pasti tidak membutuhkan keberadaan ponsel, setidaknya saat-saat seperti itu kamu bisa mematikan sejenak paket data internetmu. Selain dalam rangka menghemat kuota, sebenarnya kamu juga memberikan kesempatan tubuhmu untuk benar-benar istirahat. Tanpa gangguan dari sinyal internet yang tak kasat mata. 7. Atur batas penggunaan paket data. Kamu gak akan khilaf karena selalu tahu berapa banyak data yang sudah kamu konsumsi Kalau kamu masih setia menggunakan paket data kuota tetapi juga kadang khilaf saat memakai internet. Cara satu-satunya untuk berhemat adalah mengatur batas penggunaan paket data dengan menyetel batas paket data per hari. Dengan begini, ponselmu akan mengirimkan notifikasi otomatis ketika penggunaan paket data melewati batas.
  3. Hacker mencuri informasi yang paling sensitif dari 21 juta orang di Amerika Serikat dan tak seorang pun akan mengatakan siapa yang melakukannya. Ini adalah pencurian terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. Dari ruang lingkup pelanggaran data, ini sangat diyakini merupakan yang terbesar dan telah tumbuh secara dramatis sejak beberapa tahun terakhir. Serangan besar pertama terjadi di Kantor Personnel Management (OPM) yang mencuri 4,3 juta data personal. Setelah itu ada serangan kedua yang mengakibatkan pelanggaran terkait data pribadi sistem perumahan dan membuat lebih dari 19 juta pekerja Federal AS. Di antara data yang dicuri hacker kebanyakan soal keuangan, kesehatan, pekerjaan dan tempat tinggal, serta informasi tentang keluarga dan kenalan mereka. Banyak anggota parlemen AS mengatakan China berada di balik serangan itu. Tapi Michael Daniel, cybersecurity co-ordinator Presiden Barack Obama, mengatakan pemerintah belum siap untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab. Namun mereka mengindikasikan serangan ini mirip dengan dua kejadian peretasan sebelumnya yang terjadi di tahun 2014 dan 2015 silam. "Apa yang dicuri itu adalah harta karun berupa informasi tentang semua orang yang telah bekerja, mencoba untuk bekerja, atau bekerja untuk pemerintah Amerika Serikat," kata Direktur FBI James Comey . Pemerintah mengatakan telah meningkatkan upaya keamanan cyber dengan mengusulkan undang-undang baru, mendesak industri swasta untuk berbagi informasi lebih lanjut tentang serangan. Dalam kejadian kali ini, OPM menjelaskan bahwa hacker berhasil mencuri banyak informasi sensitif seperti nama asli, alamat lengkap, email, nomor asuransi kesehatan hingga data kartu kredit
  4. Meningkatnya kebutuhan perusahaan menyimpan data di layanan komputasi awan (cloud computing) sudah seharusnya diimbangi dengan kepedulian untuk menjaga agar data tersebut tidak hilang. Rasa kekhawatiran tersebut bisa dihindari dengan layanan Data Loss Prevention 14 atau pencegah kehilangan data dari Symantec. "Symantec Data Loss Prevention/Pencegah Kehilangan Data dari Symantec adalah teknologi pengamanan berbasis konten yang membantu perusahaan memahami lokasi penyimpanan informasi yang penting bagi perusahaan, pemanfaatannya, metode untuk melindunginya dari pencurian dan kehilangan," kata Amit Jasuja, senior vice president, product development Symantec. Kelebihan dari Symantec DLP 14 mendukung aplikasi perkantoran Microsoft 365 bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakannya untuk email berbasis cloud. Bagi pelanggan Symantec DLP, ini artinya mereka bisa mengaplikasikan kebijakan perlindungan informasi di cloud konsisten dengan kebijakan yang mereka gunakan untuk DLP pasang di tempat (on-prem). Selain itu ada pula Symantec DLP for Box memberikan visibilitas mendalam ke file-file penting yang diperlukan oleh kebutuhan bisnis melalui Box kolaborasi. Symantec DLP for Box dengan mulus berintegrasi dengan platform Box untuk memantau akun-akun karyawan, menawarkan analisa mendalam mengenai informasi yang dianggap penting, cara informasi tersebut digunakan dan kepada informasi tersebut dibagikan. Ketika file penting terdeteksi, Symantec DLP for Box menempatkan label visual pada konten tersebut dan memungkinkan pengguna untuk memilihkan file tersebut langsung dalam Box. "Integrasi baru yang tangguh dengan Box merupakan salah satu permintaan terbanyak dari pelanggan DLP kami,” Jasuja, menandaskan.
  5. Sebanyak 68 persen perusahaan di seluruh dunia rupanya masih menganggap enteng keamanan data mobile. Data yang berasal dari akses perangkat bergerak ini kini kerap digunakan karyawan untuk bekerja. Dan kebanyakan perusahaan itu ternyata berskala besar. Temuan ini diperoleh dari survei BlackBerry pada 2014. “Padahal, semakin canggih gawai semakin membuka peluang bagi peretas,” ujar Managing Director BlackBerry Indonesia Sofran Irchamni di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2015. Selain menemukan minimnya kesadaran, survei itu menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang tidak punya bekal pengetahuan keamanan. Ini ditandai dengan pimpinan divisi teknologi informasi yang mengaku tidak mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika gawai milik karyawan hilang atau dicuri. Perangkat yang jatuh ke tangan pihak tidak bertanggung jawab bisa menjadi jalan bagi pembobolan data perusahaan. Terkait dengan hal tersebut, BlackBerry menyediakan beberapa macam sistem keamanan bagi perangkat bergerak. Pertama, BlackBerry Enterprise Solution (BES), yang berupa server yang diklaim mampu mengatur dan melindungi keluar-masuknya data dari dan ke perangkat bergerak. BES awalnya hanya dapat melindungi data yang berasal dari telepon pintar BlackBerry. Perusahaan itu kemudian meningkatkan kemampuan lewat teknologi yang kompatibel dengan berbagai sistem operasi mobile. Server BES diklaim mampu mengatur hingga 25 ribu perangkat milik karyawan. Administrator bertugas melacak alamat Internet protocol (IP address) jika karyawan kehilangan ponsel. Setelah terlacak, proses wipe atau menghapus data dapat segera dilakukan. “Karyawan diimbau mencadangkan data untuk mengantisipasi hilangnya ponsel,” ucap Technical Solution Manager BlackBerry Indonesia Seto Damarjati di tempat yang sama. Selanjutnya, enkripsi suara berupa chip yang ditanamkan di gawai. Chip ini didukung oleh teknologi buatan perusahaan Jerman bernama Secusmart, yang diakuisisi BlackBerry pada 2014. Ada juga WatchDox yang memudahkan pengiriman data dari berbagai perangkat. WatchDox juga dapat melacak siapa saja yang mengunduh data. Seto mengatakan kehadiran solusi tersebut juga mendukung tren mobility enterprise. “Manajemen mobility harus diterapkan karena teknologi informasi berperan mengendalikan konektivitas,” ucapnya.
  6. Sekarang, kebanyakan orang Amerika sudah mengetahui tentang cakupan layanan kesehatan dan hukum yang mengelilinginya. Situs healthcare.gov bertanggung jawab untuk pendaftaran dan seleksi pelanggan yang memenuhi syarat berdasarkan Undang-Undang Perawatan Terjangkau. Healthcare.gov, Secara diam-diam berbagi data pribadi dari pelanggan untuk pemasar asuransi, yang jelas-jelas melanggar privasi jutaan orang Amerika. Data pribadi ini meliputi: nama lengkap, gaji, usia, kode pos dan rincian lebih lanjut yang berkaitan dengan kesehatan pelanggan, seperti status merokok dan status kehamilan. Alamat IP juga dikumpulkan dari data yang disebarkan, yang akan membantu pemasar untuk melacak atau memata-matai pelanggan tertentu. Pemerintahan Obama sudah merespon kabar ini, dan menyangkal bahwa hal seperti itu tidak benar/tidak terjadi. Tapi pada saat yang sama, mereka menyatakan bahwa data sedang dikumpulkan untuk meningkatkan layanan dari HealthCare.gov. Senator Orrin Hatch bekata, "Informasi baru ini sangat memprihatinkan, tidak hanya karena melanggar privasi jutaan orang Amerika, tetapi karena berpotensi membahayakan keamanan mereka."
  7. Tahukah ente, satu gram DNA dapat menyimpan file hingga mencapai 2,2 juta gigabit data informasi atau berkisar 468 ribu DVD, yang mampu bertahan hingga lebih dari enam ratus tahun tanpa penulisan ulang. Banyak ilmuwan biologi molekul sedang membicarakan tentang teknologi penyimpanan DNA. Dan memang teknologi ini masih asing bagi kita, tapi sebenarnya gak kalau kita mengerti bagaimana kapasitas penyimpanan pada tubuh manusia. Bayangkan saja, sejak kita dilahirkan terus merekam dan mempelajari segala hal. Dimana semua itu tersimpan? Puluhan tahun kita hidup didunia tetap terus merekam, dan itu membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup besar, jauh lebih besar dari teknologi yang ada saat ini. Para peneliti dari Inggris telah mengkodekan DNA dan menerjemahkan materi genetik untuk merekonstruksi informasi tertulis, baik berupa suara maupun visual. Pada tahun lalu, peneliti bioengineers Sriram Kosuri dan George Church dari Harvard Medical School menyatakan bahwa mereka telah menyimpan salinan salah satu kitab Gereja yang tersimpan di DNA, dengan kepadatan sekitar 700 terabit per gram, lebih dari enam kali lipat lebih padat daripada penyimpanan data pada hard disk komputer. Saat ini penelitian yang dipimpin para ahli biologi molekuler, diantaranya Nick Goldman dan Ewan Birney dari European Bioinformatics Institute (EBI) berpusat di Hinxton-Inggris, penelitian mereka dirilis pada jurnal Nature, menyatakan bahwa mereka telah meningkatkan skema pengkodean DNA untuk meningkatkan kepadatan penyimpanan hingga 2,2 petabyte per gram, tiga kali lipat dari temuan sebelumnya. Tim pertama pertama kali menerjemahkan kata-kata tertulis atau data lain ke dalam kode biner standar (0s dan 1s) dan kemudian mengkonversikannya kedalam kode trinary. Langkah berikutnya menulis ulang data string menjadi kimia DNA, kayak Gs, Cs, dan Ts. Kepadatan penyimpanan satu gram DNA mencapai 2,2 juta gigabit data informasi, atau berkisar 468 ribu DVD. Para peneliti juga menambahkan skema pengkoreksian kesalahan, beberapa kali melakukan pengkodean informasi, untuk memastikan bahwa hal itu bisa dibaca kembali dengan tingkat akurasi 100 persen. Penjelasan diatas sama kayak yang dilakukan pada tubuh kita, setiap detik terus menulis tanpa henti, dan bisa terbaca kembali. Selain menunjukkan kemampuan penyimpanan informasi pada DNA, Goldman, Birney, dan rekannya juga meninjau kapan teknologi ini layak digunakan. Sementara Large Hadron Collider, telah menghasilkan 15 petabyte data setiap tahun, jadi kebutuhan untuk penyimpanan arsip besar saat ini berkembang pesat. Saat ini lembaga usaha dan institusi arsip data menyimpan data mereka pada pita magnetik, dan untuk menjaga data yang aman selama beberapa dekade memerlukan penulisan ulang secara berkala (pastinya ada penambahan biaya perawatan). Sementara DNA bisa sangat stabil hingga ribuan tahun kalau disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Biaya sintesis DNA sesuai dengan menulis kode dan membaca kode bisa terselesaikan dengan cepat, data sangat memungkinkan untuk diarsipkan dalam waktu 600 tahun atau lebih. Tetapi biaya sintesis DNA menjadi bagian paling mahal hingga 100 kali lipat, dan mungkin akan mengalami penurunan sekitar 50 tahun. Biaya bukan menjadi penghalang, ketika data dituliskan ke dalam DNA maka pengguna gak dapat mengubah atau menulis ulang, gak kayak teknologi penyimpanan data yang ada saat ini. Pengguna gak bisa mengakses setiap bagian informasi tertentu, tapi harus mengikuti urutan penulisan yang telah diarsipkan dalam DNA. Sebagai contoh penulisan data 1,2,3,4 dan 5, pengguna harus membaca urutan dan gak bisa melompati salah satunya. Dari penjabaran di atas, bisa jadi orang yang punya kemampuan 'membaca' pikiran ente cuma dengan menyentuh tangan misalnya, sebenarnya dia cuma membaca record yang pernah kita simpan sejak lahir.
×
×
  • Create New...