Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'dana desa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Kepala Desa Pedataran di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kahiruddin (46) ditangkap polisi. Dia ditangkap karena diduga melakukan korupsi dana desa Rp 404 juta. "Berdasarkan investigasi ada kerugian Rp 404.737.761 dari dana APBN. Harusnya dana untuk pembangunan desa," terang Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Wahyu, kepada wartawan, Senin (11/5/2020). Dugaan kerugian negara itu terjadi pada Juli 2017. Kahiruddin diduga melakukan mark up anggaran pembelian barang. "Tahun 2019 diketahui ada kerugian dana desa yang bersumber dari APBN. Di mana dana itu dikelola sendiri oleh Kepala Desa Pedataran. Ada markup pembelian barang dan pengurangan volume fisik," katanya. Wahyu mengatakan dana yang diduga dikorupsi Kahiruddin itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada juga uang yang digunakan untuk membayar utang Rp 80 juta. "Keterangan pelaku bahwa uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada juga untuk bayar utang Rp 80 juta lebih," katanya. Atas perbuatanya, Kahiruddin kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan. Dia dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Polisi juga telah menyerahkan berkas kasus dugaan korupsi ini ke Kejaksaan.
×
×
  • Create New...