Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'daging merah'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Daging merah dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke. Dan risiko stroke semakin meningkat ketika seseorang makan lebih banyak daging, berdasarkan sebuah studi terbaru. Para peneliti menganalisis data dari sekitar 11 ribu orang paruh baya yang tidak memiliki faktor risiko lain penyebab stroke, misalnya diabetes atau penyakit jantung. Penelitian dilakukan selama 23 tahun. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi daging merah memiliki risiko 47 persen lebih tinggi mengalami stroke iskemik, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke otak, dibandingkan dengan mereka yang makan sedikit daging merah. Meskipun beberapa penelitian sebelumnya mengaitkan pola makan protein tinggi dengan stroke, penelitian ini membantu memperkuat bukti bahwa daging merah dapat menimbulkan bahaya,” kata Bernhard Haring dari Pusat Gagal Jantung di Universitas Wuzburg, Jerman. “Tidak apa-apa memakan daging merah, namun sebaiknya daging merah tanpa lemak, selama Anda membatasi jumlahnya,” kata Haring seperti dilaporkan oleh Reuters. Untuk menilai hubungan antara konsumsi protein dan risiko stroke, Haring meninjau data dari kuesioner tentang pola makan yang diisi oleh warga Amerika Serikat berusia 45 sampai 64 tahun. Penelitian tersebut dimulai pada 1987, para peserta diikuti sampai 2011 untuk melihat berapa banyak orang terkena stroke. Asupan daging olahan tertinggi seperti bacon, sosis dan dendeng dikaitkan dengan risiko stroke 24 persen lebih tinggi. Sementara, konsumsi tertinggi daging merah dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke sebesar 41 persen, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak banyak mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Stroke iskemik adalah kondisi medis yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke dalam otak, akibat sumbatan pembuluh darah di dalam otak karena gumpalan darah. Sebelumnya daging merah juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Oktober lalu, WHO menyebutkan bahwa hasil penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bukti signifikan bahwa produk olahan daging merah berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker kolorektal pada manusia.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy