Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'cyber'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Kaum muda Nahdaltul Ulama Indonesia aktif di dunia cyber melawan propaganda kebencian yang disebarkan ISIS.
  2. Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Heru Tjahjono mengatakan, isu keamanan siber menjadi hal sangat penting dalam era ekonomi digital. Dalam Seminar dan Workshop Cybersecurity Capacity in Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta pekan lalu, Bambang berkata hal ini harus diantisipasi oleh pemerintah untuk menghadapi perkembangan teknologi informasi yang tidak bisa dibendung. “Tentunya risiko ini yang harus kita hadapi berikutnya ke depan. Pemerintah sudah membuat dan menjalan roadmap tersebut di era online dan era digitalisasi serta antisipasi informasi-informasi dari luar," kata Bambang seperti dikutip dari situs web resmi Kemkominfo. Dalam hal layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi, misalnya, harus dilihat aspek keamanan datanya untuk melindungi data konsumen. Bukan hanya dari sisi jasa kendaraan panggilan, layanan berbasis aplikasi juga semakin luas pemanfaatannya di bidang pemesanan hotel, kesehatan sampai apotek. "Kalau itu semuanya online maka kita harus mengantisipasi yang terkait dengan keamanan data. Begitu juga meningkatnya konsumen internet ke depan,” kata Bambang. Sejauh ini, untuk menjaga keamanan data itu pemerintah memiliki UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelengaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Khusus UU ITE akan direvisi dan diharapkan rampung tahun ini. Sementara PP PSTE dilaporkan bakal segera direvisi karena tak sehalan dengan irama industri yang kompetitif.
  3. Ken Xie (Founder, Chairman, CEO Fortinet). Fortinet mengumumkan bahwa Ken Xie (pendiri, chairman, sekaligus CEO saat ini) diundang sebagai salah satu partisipan dalam acara “White House Summit on Cybersecurity and Consumer Protection”. Acara itu sendiri telah berlangsung 13 Februari silam di Stanford University. Dalam acara tersebut, para pemimpin dari seluruh dunia di bidang-bidang seperti industri, perusahaan teknologi, penegakan hukum, pendukung hak privasi konsumen, serta pakar hukum, berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang terkait dengan keamanan cyber dan perlindungan terhadap konsumen. Topik-topik yang diusung dalam konferensi itu misalnya kolaborasi pemerintah dan swasta dalam keamanan cyber, peningkatan praktik keamanan cyber pada organisasi dan bisnis berorientasi konsumen, promosi teknologi pembayaran yang aman, serta kerja sama internasional dalam penegakan hukum yang terkait keamanan cyber. Kehadiran Ken Xie, juga seorang alumnus Stanford University dengan gelar Master of Science di jurusan Electrical Engineering, dianggap penting karena pengalamannya selama lebih dari 25 tahun dalam industri keamanan cyber. Pada tahun 1997, Xie mendirikan Netscreen, perusahaan keamanan internet yang kemudian diakusisi Juniper Networks senilai US$4 miliar. Selanjutnya di tahun 2000, ia mendirikan Fortinet yang sampai sekarang menjadi pemimpin di industri keamanan dengan market cap lebih dari US$5 miliar. Di dalam acara ini, Xie mengutarakan pandangannya mengenai kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam keamanan cyber. “Kerja sama antara kedua sektor ini sangat penting dalam mengatasi ancaman yang dihadapi pelaku bisnis, pemerintah, dan konsumen belakangan ini. Diskusi di Silicon Valley ini dapat menjadi kesempatan bagi mereka untuk berbagi wawasan tentang lanskap ancaman keamanan modern dan bagaimana langkah-langkah baru untuk melindungi konsumen dari kejahatan cyber,” papar Xie. “Fortinet sangat bangga dapat mengambil bagian dalam upaya perlindungan cyber di negara ini (Amerika Serikat),” lanjut Xie pada konferensi yang juga dihadiri oleh Presiden AS Barack Obama itu.
  4. Saat ini, setiap perusahaan harus memiliki beberapa bentuk program keamanan digital yang diterapkan di perusahaan. Program keamanan digital yang telah ada tersebut perlu diperkuat karena sejauh ini kejahatan digital terus meningkat dan semakin canggih. Berikut adalah lima unsur penting yang harus dipertimbangkan oleh semua perusahaan terhadap program keamanan digital. 1. Respon terhadap Insiden 2. Investasi di Visibility Network 3. Penegakan Standar Keamanan 4. Kenali Taktik Musuh 5. Meningkatkan Kesadaran Karyawan
  5. Pihak militer Inggris di awal 2015 ini akan membentuk pasukan cyber bertajuk 'prajurit Facebook' dengan nama Brigade 77 yang bakal memantau dunia sosial media. Brigade 77 ini khusus dilatih untuk terlibat dalam perang di dunia maya. Sehingga anggotanya bakal dipilih dengan kriteria psikologis khusus serta paham dengan dunia jejaring sosial. Memiliki basis di Berkshire, Inggris, Brigade ke-77 bakal diperkuat 1.500 prajurit. Seluruh prajurit nantinya akan direkrut dari berbagai unit tentara dan diutamakan pada prajurit yang akrab dengan sosial media dan memiliki keterampilan jurnalistik. Seorang juru bicara dari Militer Inggris juga mengatakan jika Brigade 77 dibuat untuk mengembangkan kemampuan perang dan tantangan konflik modern di era cyber yang kini menjadi aspek pertahanan yang vital. Para prajurit ini nantinya akan mengawasi berbagai macam aktivitas di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, hingga Instagram. Perekrutan anggota Brigade 77 ini sendiri akan dilakukan hingga April mendatang dan akan resmi beroperasi di bulan yang sama. Langkah pembentukan prajurit Facebook dari pihak militer ini juga menjadi bagian rencana besar Inggris untuk memperkuat pertahanan negaranya di dunia Cyber. Sebelumnya, Inggris juga dikabarkan bakal bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk melangsungkan latihan perang cyber. Amerika Serikat dan Inggris telah mengumumkan rencana untuk memulai serangkaian serangan latihan perang cyber untuk memerangi serangan lewat internet. Latihan ini akan dimulai dengan target sasaran industri keuangan yang melibatkan Bank of England dan bank komersial lainnya baik di London dan di Wall Street. Setelah itu, latihan perang cyber antar dua negara ini akan berlanjut dengan menargetkan infrastruktur penting lainnya antar kedua negara yang mana agen Amerika Serikat dan Inggris akan ikut serta dalam latihan perang cyber ini.
  6. Di tahun 2015 nanti, para penjahat cyber akan makin percaya diri. Sebelumnya mereka cenderung menyerang pengguna layanan perbankan. Ini karena mereka melihat pengguna sebagai link terlemah dalam rantai keamanan. Karena itu, di tahun depan, para ahli Kaspersky Lab mengantisipasi adanya serangan cyber yang sangat berbahaya terhadap perbankan itu sendiri. Para penjahat cyber juga tidak akan berhenti sampai di situ saja. Mereka juga akan mencoba mengembangkan malware baru yang dapat mengambil uang tunai langsung dari ATM. Selain kejahatan cyber terhadap keuangan, Kaspersky Lab juga menyatakan bahwa di tahun 2015, kemungkinan akan banyak bermunculan masalah mengenai privasi, kekhawatiran keamanan terhadap perangkat Apple, dan kekhawatiran baru tentang perangkat yang terhubung. Di tahun 2015, akan ada beberapa tindak kejahatan cyber yang kemungkinan akan terjadi, yakni: serangan terhadap sistem pembayaran virtual (yang bahkan dapat meluas hingga ke sistem terbaru Apple Pay), serangan terhadap ATM, insiden malware (bank akan diretas menggunakan metode yang berasal dari buku pedoman serangan cyber), lebih banyak kejadian kebocoran di internet, serta serangan In-the-wild terhadap jaringan printer dan perangkat lain yang terhubung ke internet. Selain itu, juga terdapat perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk OSX, yang disebarkan melalui torrent dan perangkat lunak bajakan. Akan ada pergeseran saat pelaku kejahatan cyber yang lebih besar memisahkan diri menjadi unit yang lebih kecil, yang beroperasi secara independen. Hal ini pada gilirannya akan menghasilkan serangan dasar yang lebih luas serta lebih beragam yang berasal dari banyak sumber. Selain itu, dalam penyelidikan baru-baru ini, akan ada serangan di mana komputer akuntan diretas dan dipergunakan untuk melakukan transfer besar dari lembaga keuangan. Serangan ini mewakili munculnya sebuah tren baru, yaitu target serangan langsung terhadap perbankan. Setelah penyerang masuk ke jaringan bank, mereka menyedot informasi yang cukup untuk memungkinkan mereka untuk mencuri uang langsung dari bank dengan beberapa cara, misalnya dari jarak jauh memerintahkan ATM untuk mengeluarkan uang tunai, melakukan transfer dari berbagai rekening pelanggan, serta memanipulasi sistem perbankan online untuk melakukan transfer secara diam-diam. Ada juga serangan terhadap mesin uang (ATM) yang tampaknya makin menjamur di tahun ini. Karena sebagian besar sistem ATM dijalankan dengan Windows XP dan tingkat keamanan terhadap fisik ATM juga lemah, secara default sistem ATM ini memang sangat rentan diserang. Pada 2015, kami menduga akan melihat adanya evolusi lebih lanjut dari serangan terhadap ATM tersebut dengan menggunakan teknik jahat kepada yang ditargetkan untuk mendapatkan akses ke ‘otak’ mesin uang ini. Pada tahap berikutnya akan terlihat penyerang yang meretas jaringan bank dan menggunakan akses tersebut untuk memanipulasi mesin ATM secara real time. Para penjahat akan beraksi di setiap kesempatan untuk mengeksploitasi sistem pembayaran. Ketakutan ini juga meluas hingga ke Apple Pay, yang menggunakan NFC (Near Field Communications) untuk menangani transaksi secara nirkabel. “Antusiasme atas penggunaan Apple Pay terbaru akan melonjak dan yang pasti akan menarik banyak penjahat cyber yang ingin memetik hasil transaksi tersebut. Desain Apple memang memiliki dan meningkatkan fokus pada keamanan (seperti data transaksi virtual), tapi kami akan sangat penasaran untuk melihat bagaimana hacker akan memanfaatkan feature pelaksanaan ini”, tambah Gostev.
  7. Penjahat cyber seolah tak kehabisan akal untuk memberdaya pengguna internet (netter). Bahkan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 juga menjadi bahan untuk melakukan penipuan. Pesawat yang hilang pada Sabtu 8 Maret, dengan membawa 239 penumpang menuju Beijing, China, ini tengah menjadi perbincangan hangat. Penjahat cyber pun memanfaatkan peristiwa duka ini dengan merilis sebuah pesan penipuan bahwa pesawat tersebut telah ditemukan di Segitiga Bermuda. "Video of Malaysia MH370 Plane found in Bermuda Triangle! Passengers alive! Breaking news video footage of this miracle just released on CNN!" demikian isi pesan penipuan tersebut. Jangan terkecoh, karena link yang disertakan dalam pesan tersebut tidak menunjukkan video dari pesawat MH370. Sebaliknya justru ke sebuah website, yang akan mulai 'menjerat' pengguna internet. Website tersebut sebenarnya dirancang untuk mengelabui pengguna agar berbagi pesan yang sama dengan teman-teman di Facebook. Setelah itu, korban diminta untuk mengisi survei online dengan modus sebagai bagian dari pemeriksaan keamanan. Setelah survei selesai, pengguna biasanya diminta memasukkan nomor telefon mereka. Namun saat itu juga sebenarnya pengguna telah berlangganan layanan mobile premium, yang bisa mengakibatkan tagihan telefon membengkak. Diungkapkan perusahaan software keamanan, Bitdefender, semakin banyak penipu menyalahgunakan Facebook untuk memancing pengguna mengakses website yang telah mereka buat. Dalam banyak kasus, mereka tidak hanya menggunakan berbagai video, tapi juga iklan. "Facebook memiliki daftar yang sangat lengkap, yang memungkinkan penipu untuk memaksimalkan keberhasilan mereka," ungkap Peneliti Ancaman Online Bitdefender, Andrei Serbanoiu. Sumber: http://berita.plasa.msn.com/teknologi/okezone/penjahat-cyber-manfaatkan-insiden-malaysia-airlines

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy