Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'covid 19'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 13 results

  1. Indonesia memastikan kesiapan memproduksi ventilator secara massal bulan depan, Jakarta, 20 Mei. (Foto: Twitter/@BNPB_Indonesia) WASHINGTON DC (VOA) — Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bantuan ventilator dari pemerintah Amerika akan tiba di tanah air pada akhir Mei atau awal Juni mendatang. Penegasan ini disampaikannya menjawab pertanyaan VOA dalam konferensi pers di Jakarta Rabu sore (20/5). “Indonesia dan Amerika telah melakukan komunikasi intensif terkait ventilator. Pada 4 Mei USAID di Jakarta telah berkomunikasi dengan Kemenkes untuk mengidentifikasi spesifikasi dan hal-hal teknis lain," ujarnya. Menlu RI Retno Marsudi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5) (courtesy: Kemlu RI) "Lalu pada 5 Mei, informasi yang diminta USAID pada Kemenkes itu dikirimkan ke USAID. KBRI di Washington DC juga telah memonitor dan mengkomunikasikan hal ini dengan Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional NSC di Amerika. Kami diberitahu bahwa pengiriman ventilator ini akan dilakukan pada akhir Mei atau awal Juni nanti,” papar Retno. Namun ditambahkannya bahwa Indonesia kini juga sudah mulai mengembangkan inovasi untuk memproduksi sendiri ventilator atau alat bantu pernafasan ini. Mulai Juni Indonesia Siap Produksi Ventilator Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan ada lima dari delapan jenis ventilator yang sudah lulus “equipment and critical test” di Kementerian Kesehatan. “Lima ventilator ini dapat digunakan di ICU – yang sifatnya invasif – dan dalam kondisi darurat di dalam ambulans maupun ruang gawat darurat untuk membantu orang yang mengalami gangguan pernafasan. Ini merupakan ventilator pertama buatan Indonesia, dan kami siap memproduksinya secara masif bulan depan.” Menristek Bambang Brodjonegoro (foto: courtesy). Lebih jauh Bambang menjelaskan bahwa setiap pabrik akan mampu memproduksi antara 200-300 unit ventilator per minggu guna memenuhi kelangkaan ventilator dalam menangani pasien virus corona, yang sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir ini. “Untuk menjadi catatan, inovasi ini baru dimulai sekitar 2,5 bulan lalu. Peneliti dan inovator Indonesia berhasil mengerjakannya dalam waktu sangat singkat,” puji Bambang. Permintaaan ventilator ini mengemuka setelah Presiden Amerika Donald Trump mencuit pada 22 April tentang pembicaraan telepon yang dilakukannya dengan Presiden Joko Widodo. [em/pp]
  2. Suasana di salah satu pusat belanja di Tokyo, Jepang, 14 Mei 2020. Jepang berencana mencabut situasi darurat untuk tiga prefektur lagi sementara jumlah kasus baru virus corona telah berkurang. Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, Kamis (21/5) di Tokyo mengatakan sekelompok pakar telah menyetujui rencana untuk mencabut situasi darurat yang diberlakukan untuk prefektur di bagian barat Jepang, Kyoto, Osaka dan Hyogo. Ketiga kawasan itu termasuk di antara tujuh prefektur, termasuk Tokyo, yang pertama-tama ditetapkan berada dalam situasi darurat bulan lalu oleh PM Shinzo Abe, karena khawatir wabah virus corona akan membuat sistem layanan kesehatan Jepang kewalahan. Perdana menteri sempat sebentar menetapkan situasi itu untuk seluruh wilayah Jepang. Tokyo dan empat prefektur lainnya, termasuk pulau Hokkaido di bagian utara Jepang, akan tetap berada dalam situasi darurat. Wabah Covid-19 telah mendorong ekonomi Jepang memasuki resesi untuk pertama kalinya sejak 2015, karena produk domestik brutonya menyusut 3,4 persen per tahun pada kuartal pertama 2020, menyusul kontraksi pada kuartal terakhir 2019. Bukti lain mengenai pukulan finansial muncul hari Kamis. Kementerian keuangan merilis data yang menunjukkan ekspor Jepang merosot 21,9 persen bulan lalu, penurunan terbesar sejak krisis finansial global 2008. Dampak virus corona bagi Jepang ringan saja dibandingkan dengan di berbagai penjuru dunia, dengan 16 ribu lebih kasus terkonfirmasi, termasuk 700 kematian akibat virus corona. [uh/ab]
  3. Jangan dengerin episode 1 tentang COVID 19 dari #Ngocol ini sekedar sharing nya Samuel Berrit Olam dan Tantrio Virgiawan sesuai sama pandangan kita masing masing.
  4. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat harus tetap tinggal di rumah, menghindari bepergian, dan tidak mudik sebagai cara mencegah diri tertular atau menularkan virus korona. “Tetap tinggal di rumah, karena kita tidak pernah tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus,” pria yang akrab disapa Yuri di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4). Yuri menuturkan banyak sekali orang tanpa gangguan atau gejala membawa virus penyebab Covid-19 di dalam tubuhnya. Mereka sama sekali tidak memiliki keluhan sakit. Dikarenakan ketidakmampuan diri dalam mengenali orang-orang tanpa gejala secara kasat mata, dia menyarankan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Sebisa mungkin menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi Covid-19. “Kita tidak bisa membedakan orang-orang seperti ini dengan mata biasa. Oleh karena itu, jangan bepergian, jangan mudik,” ungkapnya. Dengan diam di rumah, menjaga jarak, tidak bepergian, dan tidak mudik, setidaknya upaya ini dapat melindungi diri agar tidak tertular Covid-19 atau menularkan penyakit itu ke orang lain. “Kita harus memastikan kita tidak tertular atau malah mungkin kita yang menjadi sumber, (jadi) kita tidak menularkan ke orang lain,” tuturnya. Saat bepergian, potensi penularan Covid-19 akan meningkat. Penularan bisa saja terjadi di manapun seperti saat berada di dalam kendaraan umum, terminal, stasiun, bandara, tempat peristirahatan (rest area) dan toilet umum sepanjang perjalanan. “Mungkin dan akan sangat mungkin kita akan bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang lain yang tanpa gejala atau orang yang gejalanya sangat ringan di perjalanan,” ujarnya. Ketika sampai di rumah atau kampung halaman, maka yang dikhawatirkan adalah virus yang didapat saat perjalanan menyebar ke anggota keluarga di rumah atau di kampung halaman.
  5. Penularan virus Korona jenis baru di dunia terjadi dengan begitu super cepat. Bayangkan saja, sejak Desember 2019 sampai saat ini, terhitung dalam waktu 5 bulan saja virus ini sudah bisa menginfeksi lebih dari 3,5 juta orang di dunia. Padahal awal mula virus ini ditemukan sejak Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok. Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan evaluasi perjalanan perkembangan virus Korona jenis baru di dunia hingga akhirnya masuk ke tanah air. Indonesua secara resmi mengumumkan kasus itu pada awal Maret 2020. Dan hanya berlangsung 2 bulan, virus pernapasan ini sudah menginfeksi 11.192 orang hingga Minggu (3/5). “Sejak pertengahan Desember semua negara di dunia telah diingatkan dengan virus baru dari Tiongkok. Sejak saat itu negara-negara di dunia secara serempak telah perketat dan memperkuat karantina di pintu-pintu masuk negara masing-masing,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (3/5). Segera setelah itu, Tiongkok langsung melakukan lockdown atau penguncian pada Wuhan. Sejumlah negara juga menutup jalur penerbangan langsung dari Tiongkok. Serta memperketat pintu masuk orang-orang yang dari daratan Tiongkok dan negara lain yang terdampak. “Dan kalau ingat, Indonesia juga sempat pulangkan WNI dari Wuhan ke Natuna lalu para ABK dari Jepang ke Indonesia dan lainnya. Lalu kami perketat pintu-pintu masuk bandara dan perbatasan untuk mencegah masuknya virus ke tanah air,” katanya. Namun perjalanan perkembangan virus bermutasi dengan cepat. Yurianto menjelaskan virus itu sejak awal mulanya di Wuhan menunjukkan gejala yang parah. Penderitanya pasti merasakan demam, batuk, dan sesak napas. Maka setiap orang dengan mudah terdeteksi. “Kita sampai menggunakan alat thermal scan di bandara dan pelabuhan untuk mengukur suhu tubuh siapapun yang masuk ke negara kita,” paparnya. Tapi seiring berjalannya waktu, virus itu menjadi berkembang seolah lebih ringan bahkan tanpa gejala. Sehingga seseorang tak bisa lagi dideteksi dari suhu tubuhnya. Orang tanpa gejala semakin banyak dan membawa virus. “Perkembangan waktu demi waktu Badan Kesehatan Dunia WHO mengamati orang yang terkena Covid-19 tampakkan perubahan gejalanya. Tak lagi dengan panas tinggi, batuk dengan sesak. Banyak covid tanpa gejala atau dengan gejala ringan sehingga tampak tak sakit,” jelasnya. “Diyakini para ahli ada perubahan cepat atau mutasi perubahan virusnya,” tambah Yurianto. Maka dalam waktu singkat semua warga dunia terinfeksi. Makanya akhirnya WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi. Dan seluruh warga dunia wajib memakai masker, bukan hanya yang sakit saja. “Dengan cepat semua negara menyelamatkan warga negara masing-masing. Pemerintah kita juga menyatakan penyakit ini sebagai kedaruratan kesehatan di masyarakat. Sudah dinyatakan sebagai bencana nasional sejak awal. Maka semua aktivitas kehidupan harus memahami cara penularan dan cara bahayanya dan mampu melaksanaan upaya memutus rantai penularannya,” tutup Yurianto.
  6. Aturan pelarangan mudik di area yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), khususnya di area Jabodetabek mulai berlaku Jumat 24 April 2020 tepat pukul 00.00 hingga 31 Mei 2020. Artinya, tidak ada lagi kendaraan pribadi yang bisa keluar atau masuk area tersebut, baik lewat jalan tol maupun jalan nasional. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi menjabarkan sejumlah penyekat dan pos pemeriksaan (Check point) sedang dipersiapkan pihaknya untuk mengimplementasikan pelarangan mudik mulai dini hari nanti. Hal itu dilakukan tak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau COVID-19. "Dari luar ke Jabodetabek enggak boleh masuk dan dari dalam juga enggak bisa keluar," ungkapnya dalam teleconference, Kamis 23 April 2020. Dia menegaskan, mulai tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020, pihaknya bersama otoritas terkait khususnya Kepolisian hanya memberikan peringatan kepada pengendara yang melanggar. Namun setelah periode tersebut nanti sanksi akan diterapkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam hal ini Kemenhub merujuk pada UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan. Pelanggar bisa dikenakan sanksi penjara maksimal satu tahun, dan denda maksimal Rp100 juta. "Skema kita untuk semua kendaraan pribadi dan pelat hitam tidak boleh keluar masuk area PSBB," tegasnya. Lebih lanjut dia mengatakan, dari pemantauan area check point sore ini, banyak pengguna sepeda motor yang melewati jalan nasional untuk keluar Jabodetabek. Mereka antara lain menuju ke daerah Indramayu area Jawa Tengah lainnya. "Besok sudah tidak ada kendaraan lagi yang mudik," ungkapnya. Dia pun meminta para warga tidak memaksakan diri untuk keluar dari Jabodetabek, dengan kendaraan pribadi setelah aturan pelarangan mudik berlaku. Karena hanya akan menyusahkan diri sendiri. "Nanti akan kami suruh putar balik. Masyarakat diharapkan menyesuaikan dan mematuhi aturan ini," tegasnya.
  7. Gara-gara pandemi virus corona, semua kebijakan pemerintah yang harusnya berjalan jadi terganggu atau bahkan sampai batal. Semua dana yang sudah dianggarkan pemerintah harus kembali dilarikan untuk menumpas habis virus corona dari Indonesia. Meski dibuat kocar-kacir, pemrintah juga membuat kebijakan baru atau merevisi kebijakan karena adanya corona. Dampak yang paling terasa selama pandemi Covid-19 belum usai ini adalah ekonomi. Sektor ekonomi di Indonesia hampir semuanya merosot tajam, terleih lagi ekonomi menengah ke bawah. Maka dari itu, pemerintah memberikan banyak bantuan, mulai dari pemotongan 50 persen untuk membayar listrik. Baru-baru ini, kebijakan juga diberlakukan bagi BPJS. Setelah sempat mendapat wacana kenaikan tarif BPJS, MA resmi membatalkan kenaikan tarif kenaikan BPJS. Putusan MA dengan Nomor 7P/HUM/2020 yang membatalkan iuran jaminan kesehatan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Peserta Bukan Pekerja (PBP) BPJS Kesehatan. Keputusan MA ini resmi akan berlaku per 1 April. "Pemerintah menghormati keputusan MA. Prinsipnya, pemerintah ingin agar keberlangsungan JKN terjamin dan layanan kesehatan pada masyarakat dapat diberikan sebagai bentuk negara hadir," kata Muhadjir dikutip dari siaran pers, Selasa (21/4/2020). Dengan adanya keputusan MA ini, iuran BPJS yang semula akan kembali seperti semula. Jumlah iuran BPJS kembali seperti yang sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Iuran untuk kelas III yang naik menjadi Rp 42.000 kembali menjadi Rp 25.500, kelas II dari Rp 110.000 menjadi Rp 51.000, dan kelas I dari Rp 160.000 menjadi Rp 80.000. Bagaimana dengan kelebihan dari iuran bulan-bulan lalu? Sesuai kata Muhadjir, kelebihan iuran dari bulan lalu akan dibayarkan untuk iuran bulan selanjutnya. "Kelebihan iuran yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan diperhitungkan pada pembayaran iuran bulan selanjutnya," kata Muhadjir.
  8. Gugatan hukum kini muncul di Florida, Amerika Serikat, menuntut Pemerintah China untuk memberikan ganti-rugi terkait dengan penyebaran COVID-19. Hal serupa juga terjadi di beberapa negara termasuk Australia. Gugatan Terhadap China Gugatan class-action yang didukung ribuan warga AS itu ditangani sebuah firma hukum bernama Berman Law Group di Miami. Dalam keterangannya, firma hukum tersebut menyebutkan gugatan ini ingin menuntut ganti-rugi miliaran dolar bagi para korban COVID-19 akibat kelalaian China. Mereka menyebut Pemerintah China telah gagal mencegah penyebaran COVID-19 sehingga kini sudah menimbulkan masalah di seluruh dunia. "Padahal, mereka memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran virus ini di tahap awal," katanya. Firma hukum ini bertekad untuk "memperjuangkan hak-hak rakyat dan pengusaha di Florida serta di AS yang kini sakit atau harus merawat orang sakit, mengalami kesulitan keuangan, dan terpaksa mengalami kepanikan, pembatasan sosial dan isolasi" akibat COVID-19. Gugatan cass-action terpisah atas nama pengusaha di Las Vegas juga sudah didaftarkan. Mereka menuntut ganti-rugi miliaran dolar ke Pemerintah China. Gugatan di Las Vegas ini menyebutkan Pemerintah China seharusnya membagi informasi awal mengenai virus ini, namun mereka malah mengintimidasi dokter, ilmuwan, jurnalis dan praktisi hukum sembari membiarkan COVID-19 menyebarluas. Seperti diberitakan berbagai media, pada 2 Januari 2020, pihak berwenang di China "mempermalukan" delapan orang dokter dalam siaran TV nasional. Ke-8 orang ini dituduh sebagai, "penyebar hoaks". Menurut laporan investigasi kantor berita Associated Press pekan lalu, Kepala Komisi Kesehatan Nasional China Ma Xiaowei telah memaparkan adanya "situasi parah dan kompleks" dalam sebuah rapat bersama pejabat medis tingkaty propinsi pada 14 Januari. Ma Xiaowei bahkan membandingkan situasi ini dengan penyebaran virus SARS tahun 2003. Namun baru pada tanggal 20 Januari Presiden Xi Jinping mengumumkan kemungkinan adanya pandemi virus corona ini. Di Eropa Sementara itu, Henry Jackson Society, sebuah lembaga pemikir di Inggris, menyatakan Pemerintah China harus bertanggung jawab atas pandemi COVID-19 karena adanya upaya menutup-nutupi masalah pada tahap awal. Mereka berpendapat, negara-negara G-7 bisa menggugat ganti-rugi ke China sebesar 3,2 triliun pound. Mantan bos badan intelijen Inggris MI6 John Sawers mengungkap adanya informasi yang menyebutkan bahwa Pemeritah China menutupi permasalahan ini selama periode Desember 2019 dan Januari 2020. Sebelumnya tabloid Bild di Jerman yang paling banyak pembacanya di Eropa, menerbitkan "surat tagihan" sebesar 24 miliar euro sebagai ganti-rugi atas pendapatan pariwisata selama Maret dan April. Selain itu, Bild juga meminta ganti rugi 50 miliar euro untuk usaha kecil-menengah, serta 149 miliar euro lainnya jika GDP Jerman anjlok di bawah 4,2 persen tahun ini. Dalam surat terbuka kepada Presiden China, suratkabar tersebut menyatakan "Pemerintahan dan ilmuwan Anda telah lama mengetahui bahwa virus corona sangat menular, namun Anda membiarkan seluruh dunia tidak mengetahuinya". "Para ilmuwan utama Anda tidak merespon ketika para peneliti Barat ingin mengetahui apa yang terjadi di Wuhan," tambahnya. Di Australia Seperti diberitakan ABC, Menlu Australia Senator Marise Payne telah mendorong perlunya dilakukan penyelidikan asal-usul virus corona, karena dia yakin organisasi kesehatan dunia WHO tidak akan melakukan hal itu. Hal senada disampaikan Mendagri Australia Peter Dutton, yang juga mendesak agar China lebih transparan mengenai pandemi COVID-19, karena keluarga puluhan warga Australia yang meninggal akibat virus ini perlu mendapatkan jawaban. "Tentu saja kita pun akan dituntut jika Australia yang menjadi epicentrum virus ini yang kemudian menyebar ke masyarakat," kata Menteri Dutton. "China harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan memberi informasi sehingga masyarakat mendapatkan kejelasan menenai apa yang sesungguhnya terjadi, karena kita tidak ingin hal itu terulang," katanya. Menteri Dutton sendiri positif terinfeksi virus corona dan terpaksa menjalani perawatan rumah sakit pada Maret lalu. Tanggapan China Pemerintah China telah berulangkali menyangkal bahwa pihak menyembunyikan informasi mengenai COVIFD-19 pada tahap-tahap awal penyebaran. Mereka, katanya, senantiasa melaporkan setiap perkembangan terbaru COVID-19 ke WHO. Pakar hukum dari Yale University Stephen L Carter berpendapat, sebagai sebuah negara-bangsa, China tidak dapat digugat dalam permasalahan ini. Menurut dia, Pemerintah China dilindungi oleh doktrin kekebalan kedaulatan, sama seperti pemerintahan negara lain. Penyalahgunaan kewenangan pemerintah China dalam menangani COVID-19, kata Prof Carter, tidak dapat menghapuskan doktrin kekebalan kedaulatan tersebut. Dia menjelaskan bahwa doktrin ini bersifat timbal-balik, yaitu bahwa suatu negara tidak akan membiarkan rakyatnya mengugat negara lain jika kita tidak ingin rakyat negara lain menggugat kita. Kedubes China di Canberra juga telah menuding Mendagri Australia Dutton sebagai juru bicara Amerika Serikat. Mereka menyebut desakan sejumlah politisi untuk menyelidiki China sebagai tindakan konyol. "Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sejumlah orang di AS termasuk pejabat-pejabatnya telah menyebarkan virus informasi anti China. Tujuan mereka yaitu menyalahkan orang lain dan mengalihkan perhatian dengan memojokkan China," kata jubir Kedubes China di Canberra. Sementara itu, WHO sendiri menyatakan sampai saat ini "semua bukti yang ada" menunjukkan bahwa virus berasal dari hewan, kemungkinan besar dari kelelawar. Infeksi COVID-19 pada manusia pertama kali terindentifikasi di Wuhan pada akhir Desember lalu. WHO menyatakan pihaknya belum mengetahui bagaimana infeksi pertama tersebut terjadi pada manusia.
  9. Hasbullah Thabrany selaku Ahli Kesehatan Masyarakat menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia perlu mewaspadai ancaman gelombang kedua penyebaran Corona Covid-19. Untuk menghadapi hal tersebut, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh. Jika menilik pada wabah flu Spanyol yang terjadi kira-kira seabad lalu, memang ancaman munculnya gelombang ikutan setelah serangan pertama patut diwaspadai. "Kembali lagi virus begini memang pengalaman 100 tahun yang lalu juga menunjukkan ada 3 gelombang ya," kata dia, dalam diskusi SmartFM, Sabtu (18/4). Daya tahan tubuh benar-benar menjadi kekuatan yang bisa dipakai untuk melawan Covid-19. Mengingat hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang ditemukan. "Untuk menghadapi gelombang itu tidak ada jalan lain sebelum vaksin dan obat ditemui. Dan sekarang sedang berupaya satu-satunya jalan adalah menjaga daya tahan tubuh kita ini sangat penting," katanya. Jangan Anggap Remeh Covid-19 Selain itu, masyarakat juga harus mampu membuat semacam evaluasi terhadap diri masing-masing. Hal ini penting agar untuk menghindar dari kemungkinan ikut tertular. "Buat yang muda insya Allah masih lebih aman buat yang tua jangan keluar rumah kecuali dalam posisi sendirian jaga jarak yang jauh," katanya. Hal yang paling penting, tegas dia, yakni jangan pernah menganggap remeh Covid-19. Misalnya berpikir bahwa daerah tropis tidak akan terjangkit Covid-19. "Virus itu selalu beradaptasi dengan lingkungan dengan cepat dan kita jangan underestimate (meremehkan) seolah-olah ini akan tidak terlalu berbahaya di negara tropis kan banyak yang begitu ya kita harus mengasumsikan bahwa virus ini sangat berbahaya. Dan kemungkinan besar dia akan kembali," terang dia. "Oleh karena itu kita harus istilah perang kita harus selalu siap waspada Jangan menganggap remeh. Jangan Anggap enteng suatu ketika ini akan menjadi endemik seperti halnya demam berdarah," imbuhnya. Salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh, kata dia, bisa ditempuh dengan mengonsumsi ramuan herbal, semisal jamu. Sebab, jamu dapat membantu menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh. "Ya kita punya buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C jambu itu banyak sekali dan itu juga membantu petani kita jadi bagus sekali kearifan lokal kita mengambil hikmahnya saja makan buah-buahan lokal jamu dan sebagainya. Insya Allah membuat daya tahan tapi tidak mengobati. Belum ada bukti untuk mengobati. Jadi jangan salah itu," tandasnya.
  10. Pemerintah kembali memperbarui kasus positif corona di Indonesia. Juru bicara penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, juga membeberkan jumlah spesimen yang sejauh ini sudah diperiksa. Dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (21/4), Yurianto sempat menyebut spesimen yang diperiksa sebanyak 503.701 spesimen. Jauh melonjak dari hari sebelumnya, 47.478 spesimen. Data ini jugalah yang disampaikan oleh BNPB melalui grup-grup wartawan. Namun, ketika dikonfirmasi, Yurianto mengklarifikasi adanya salah data itu. "Sorry, 50.370," kata Dirjen P2P Kemenkes itu melalui pesan singkat mengklarifikasi. Sementara jumlah orang yang diperiksa sejauh ini adalah 46.173 orang. Meningkat dari hari sebelumnya, 42.219 orang. Dari data ini, ada 7.135 orang terkonfirmasi positif corona. Sementara 39.038 orang negatif corona. Jumlah kasus yang sembuh juga meningkat sebanyak 95 orang. Jadi sejauh ini ada 842 pasien yang sembuh. Kasus meninggal juga bertambah sebanyak 26 orang. Sehingga total ada 616 pasien yang meninggal.
  11. Di Amerika Serikat banyak sekolah-sekolah diliburkan sejak wabah virus corona makin meluas. Beberapa orang tua juga bekerja dari rumah. Bagi ibu bekerja, susah nggak ya bekerja sambil menemani anak belajar.
  12. Tingginya tingkat kematian akibat Pandemi COVID-19, membuat pihak yang bertugas mengurus jenazah di berbagai negara kewalahan , termasuk di AS. Apalagi dengan prediksi tingkat kematian yang jauh lebih tinggi, kemungkinan besar akan semakin banyak Jenazah harus mereka tangani.
  13. Pemerintah di berbagai negara mulai meningkatkan upaya untuk mengatasi wabah virus korona yang telah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Di Amerika, Presiden Donald Trump secara agresif berupaya meningkatkan percepatan penemuan vaksin yang efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19.
×
×
  • Create New...