Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'coronavirus'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 20 results

  1. Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto meminta seluruh pihak tetap kompak dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab saat ini varian virus delta semakin meresahkan dan dibutuhkan kerja sama seluruh pihak. "Kita harus sangat-sangat waspada dan untuk itu kita harus sangat kompak, untuk itu kita harus meninggalkan perasaan perbedaan pandangan, kita harus tinggalan perbedaan-perbedaan, kita jangan menghujat siapa pun, mengkritik dengan baik, tapi tolong kita harus mencapai atau membangun suatu ketenangan, kekompakan," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (9/7/2021). Dia pun optimis Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Prabowo juga meminta masyarakat agar tidak panik. Kuncinya yaitu mengurangi mobilitas. "Kita optimis, jangan panik, bahaya ini bisa kita atasi. Tapi tentunya kita harus disiplin salah satunya mengurangi mobilitas yang tidak perlu sekali," jelasnya. Patuhi Aturan Prabowo juga meminta agar masyarakat patuh aturan pemerintah. Serta berperan untuk menangani pandemi saat ini. "Jadi benar-benar harus patuh pemerintah, ambil peran serta dan menyampaikan masalah dengan baik, jangan mencari masalah lagi menghadapi tantangan dan kesulitan," tutupnya.
  2. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Asrama Haji di Pondok Gede siap beroperasi menjadi RS Darurat untuk pasien Covid-19 pada Sabtu (10/7/2021) pagi ini. Dari hasil kuniungannya pada Jumat (9/7/2021) kemarin, Jokowi menilai Asrama Haji sudah selesai renovasi untuk menjadi rumahnsakit darurat penanganan Covid-19. "Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beserta seluruh jajarannya yang sudah bekerja keras dalam waktu lima hari menyiapkan Asrama Haji dikonversi menjadi rumah sakit," kata Jokowi. Jokowi yakin RS Asrama Haji bisa beroperasi per Sabtu pagi ini, karena dirinya sudah mengecek langsung seluruh kesiapan di rumah sakit darurat tersebut. "Saya sudah cek ke dalam, peralatan kesehatan, penggantian AC, kemudian perbaikan lift untuk pasien, saya lihat sudah dalam keadaan 99 persen siap," seru dia. Kapasitas 910 Tempat Isolasi Pemerintah telah menyiapkan 910 tempat tidur isolasi, termasuk 36 HCU (high care unit) untuk pasien Covid-19 di Asrama Haji. Termasuk sebanyak 370 tempat tidur untuk tenaga kesehatan. Selain di Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat untuk isolasi lainnya di Rumah Susun Nagrak sebanyak 2.273 tempat tidur, dan di Rumah Susun Pasar Rumput sebanyak 5.952 tempat tidur. Di samping itu, Pemerintah juga menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sebanyak 1.200 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
  3. Kisah memilukan menimpa pasangan suami istri Kades Trosemi, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Sariyanto, 69, dan istrinya, Asih Sariyanto, 64. Pasutri tersebut meninggal dunia terpapar Covid-19 di hari yang sama, Jumat (9/7/2021). Sang istri meninggal lebih dulu saat dalam perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Solo pukul 03.00 WIB. Sementara Sariyanto menyusul kepergian sang istri pada pukul 13.00 WIB. Rencananya kedua pasutri ini akan dimakamkan berdampingan di Dukuh Trosemi hari ini. Sekretaris Camat (Sekcam) Gatak, Ariyanto, menyampaikan kabar duka tesebut. “Hari ini kami berduka karena kehilangan Kades Trosemi dan istrinya yang meninggal dunia karena Covid-19,” kata dia Kades Sariyanto meninggal dunia di rumahnya saat menjalani isolasi mandiri. Kedua pasangan tersebut sama-sama memiliki penyakit penyerta (komorbid). Dikatakannya, Asih Sariyanto telah menjalani rawat inap di RS Moewardi sejak Rabu (7/7/2021) lalu. Sebelumnya Sariyanto juga menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun yang bersangkutan pulang paksa setelah mengetahui sang istri di rawat di rumah sakit. Kemudian Asih Sariyanto meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB. Prosesi pemusalaran jenazah Asih belum dilakukan, Sariyanto justru menyusul sang istri. “Pemusalaran masih menunggu dari RS Moewardi. Nanti akan dimakamkan berdampingan,” katanya.
  4. Mutasi virus Corona penyebab Covid-19 yang terjadi di Inggris menjadi kekhawatiran baru bagi sebagai dunia. Lalu, apakah virus ini dapat ditangkal dengan vaksin yang sudah dibeli oleh pemerintah? Ahli Biologi Molekuler lulusan Harvard Medical School, Amerika Serikat, Ahmad Rusdan Utomo menjawab kekhawatiran soal mutasi Covid-19 tersebut. Dia menjelaskan, konsep vaksinasi sendiri bisa menggunakan beberapa cara. Ada yang menggunakan protein virus yang telah dimatikan. Juga bisa menggunakan adonovirus yang membawa materi genetik virus. Bisa pula menggunakan materi genetik dari protein spike (protein tanduk virus). "Jadi setelah diinjeksi ke manusia, manusia akan akhirnya timbul antibodi sebagai reaksi terhadap protein spike yang akhirnya terekspresi ke dalam tubuh manusia. Dan ketika lihat antibodi ini mengenali antigennya, dalam hal ini adalah protein spike itu ada titik yang sangat spesifik pada lokasi spike ini (disebut epitop). Epitop adalah lokasi di dalam antigen di mana titik di mana antibodi itu berikatan," papar Ahmad Utomo dikutip melalui video di akun Instagram pribadinya @ahmadrusjdan, Sabtu (2/1/2021). Menurut dia, terdapat empat macam epitop di mana protein spike dikenali oleh antibodi manusia. Dia menerangkan tatkala antibodi manusia mampu mengikat protein spike, maka itu akan menghambat ikatan spike dengan reseptor manusia, tempat jalan masuknya virus ke tubuh. "Di sinilah konsep vaksin ini," tegas dia. Lantas bagaimana jika Covid-19 telah bermutasi? Terlebih lagi mutasinya pada protein spike, apakah vaksin masih bisa efektif? "Nah, kita perlu ingat, katakan ada (satu) protein spike yang termutasi ya. Tentu saja untuk antibodi yang ini dia tidak bisa mengenali (satu spike yang termutasi), akan tetapi ingat ada sekitar tiga antibodi karena tiga ini mengenali epitop yang masih normal yang belum termutasi," tutur Ahmad Utomo. Sehingga kendati terdapat mutasi pada gen spike virus, maka antibodi yang awalnya mengenal gen spike yang belum termutasi menjadi tidak efektif lantaran sudah tak dapat dikenali. Akan tetapi, kata Ahmad Utomo masih terdapat tiga antibodi yang mengenali spike di sisi lain virus. Sehingga diharapkan antibodi bakal tetap mendeteksi Covid-19 yang masuk ke tubuh dan segera menyerangnya. "Dan data-data yang ada sekarang dari berbagai macam variasi mutasi varian dari Covid-19, sejauh ini masih bisa diblok," tutur dia. Ketangguhan Vaksin Covid-19 Ahmad Utomo menyampaikan vaksin yang ada saat ini terbukti mampu mencegah gejala penyakit imbas infeksi Covid-19. "Apakah vaksin bisa melakukan pencegahan? Dan vaksin yang ada sekarang itu terbukti bisa mampu mencegah gejala penyakit. Jadi kasus terjadinya Covid-19 pada relawan yang divaksin itu jauh lebih rendah daripada relawan yang menerima placebo," urai Ahmad Utomo. Artinya, kata Ahmad Utomo, vaksin memiliki efektivitas cukup tinggi. Bahkan mencapai 95 persen. "Vaksin ini memang memiliki efikasi lumayan tinggi, berkisar antara 65 hingga 95 persen," kata dia. Lantas apakah vaksin mampu mencegah penularan Covid-19? Ahmad Utomo menegaskan belum ada pihak yang mampu mengetahui hal itu. Oleh karena itu, kendati vaksinasi telah dilaksanakan, patuh terhadap protokol kesehatan tetap merupakan kewajiban. "Apakah masih bisa mencegah penularan? Kita tidak tahu, oleh karena itu penting bagi kita semua untuk tetap menggunakan masker bahkan setelah divaksin," pesan Ahmad Utomo.
  5. Banyak pengelola bangunan kesulitan menjaga keselamatan penghuni atau pengunjung dari penularan virus korona. Sebuah aplikasi manajemen ruang membantu pengelola gedung menata ulang ruang agar lebih aman bagi penggunanya.
  6. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo keluarga bisa berperan sebagai kunci dari pencegahan COVID-19. Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam siaran dialog dari Graha BNPB. "Yang perlu kita sadari bersama, di hari-hari ini, klaster satu dengan klaster yang lainnya sudah bertemu dan bertemunya di keluarga. Oleh karena itu klaster keluarga ini tidak bisa dihindari," ujarnya dikutip Jumat (9/10/2020). Ia mengatakan, keluarga merupakan sentral dari pencegahan COVID-19 apabila ingin dilakukan di tingkat hulu. "Bagaimana pun juga tempat berkumpulnya mereka yang dari kelompok di mana saja beraktivitas adalah keluarga. Inilah yang tidak bisa kita hindari, mau tidak mau, suka tidak suka, keluarga memang menjadi klaster terakhir setelah klaster-klaster sudah dilewati." "Kalau keluarga ini kita kuatkan, anak-anak dalam keluarga ini bisa menjaga orangtuanya atau neneknya yang punya komorbid atau risiko tinggi, maka insyaallah, sukseslah kita mencegah morbiditas dan mortalitas untuk orang-orang dengan komorbid," Hasto menambahkan. Risiko dalam Keluarga Berbeda-Beda Dwi Listyawardani, Kepala Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 mengatakan bahwa setiap anggota keluarga harus mengambil peran untuk menjaga dirinya masing-masing. Dani, yang juga Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, mengatakan bahwa keluarga memang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang bekerja di luar rumah atau mereka yang memiliki tingkat risiko infeksi yang berbeda-beda. "Masing-masing punya derajat risiko yang berbeda, di mana mungkin yang usianya lebih tua karena adanya komorbid, maka risikonya untuk menjadi positif, katakanlah demikian, menjadi lebih besar." "Mau tidak mau di dalam keluarga diterapkan 3M," tambahnya. Meski begitu, Dani juga mengakui adanya tantangan dalam penerapan jaga jarak dalam keluarga, khususnya di perkotaan. Hal ini mengingat seringkali keterbatasan ruang di rumah menjadi kendala untuk melakukan ini.
  7. Kepolisian Resor Kota Sidoarjo memberi efek jera bagi 54 orang pelanggar protokol kesehatan COVID-19 yang kedapatan tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Sebagai bentuk hukuman, mereka berdoa bersama di makam khusus korban virus corona baru atau COVID-19, di pemakaman Delta Praloyo. "Rupanya hukuman sosial dengan membersihkan fasilitas umum yang selama ini diterapkan masih belum mendapatkan efek jera dari pelanggar protokol kesehatan ini, sehingga kami berinisiatif menyuruh para pelanggar itu untuk berdoa bersama di makam khusus korban COVID-19 di Sidoarjo ini," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Sumardji, di Sidoarjo. Dia mengatakan, para pelanggar terjaring razia jam malam, dan mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker. Razia itu digelar oleh petugas gabungan polisi, TNI, dan Satpol PP di warung kopi dan kafe. "Selama ini warga di Sidoarjo masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Kedisiplinan warga masih kurang terutama yang tidak menggunakan masker dan melanggar jam malam," katanya lagi. "Ini salah satu upaya untuk membuat mereka jera. Selain itu, ini bentuk untuk penyampaian moral ke warga Sidoarjo tentang bahayanya COVID-19 itu nyata," tambahnya. Kapok David, warga Sidoarjo yang terjaring razia mengaku sangat kapok tidak akan mengulangi lagi dan berjanji akan menggunakan masker setiap keluar rumah. "Saya merasa takut mas malam-malam ngaji bareng baca tahlil di tengah pusara pasien COVID-19," kata David lagi. Sementara itu, jumlah pasien COVID-19 di Sidoarjo hingga Jumat, 4 September kemarin tercatat sebanyak 5.327 orang yang dinyatakan positif. Dari jumlah itu yang terkonfirmasi meninggal dunia sebanyak 345 orang.
  8. Jumlah pasien rawat inap terkait virus corona Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta dan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau, berkurang. Pada hari ini, Selasa (18/8/2020), terjadi pengurangan 21 pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet. Sehingga total pasien rawat inap yang masih menghuni RSD Wisma Atlet sebanyak 1.312 orang. Data ini diterima hingga pukul 08.00 WIB. "Pasien rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet berkurang 21 orang, dari semula 1.333 menjadi 1.312 pasien," ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangannya, Selasa (18/8/2020). 1.312 pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet terdiri dari 731 pria dan 581 wanita. Dari jumlah tersebut, pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 1.306, sementara pasien suspek 6 orang. "Pasien terkonfirmasi positif berkurang 22 dari semula 1.328 menjadi 1.306 orang. Pasien suspek bertambah 1 menjadi 6 orang," kata Aris. Aris mengatakan, sejak dibuka 23 maret 2020, pasien yang terdaftar di RSD Wisma Atlet secara keseluruhan mencapai 10.903 orang. Sementara pasien yang sudah keluar sebanyak 9.127. "Dari 9.127 pasien keluar, yang dirujuk ke RS lain sebanyak 235 orang, sembuh 8.888 orang, meninggal 3, dan tanpa izin 1 orang," kata Aris. RS Pulau Galang Rawat 222 Pasien Sementara pasien rawat inap di RSKI Pulau Galang sebanyak 222, terdiri dari 172 pria dan 50 wanita. Dengan rincian pasien terkonfirmasi positif sebanyak 55 orang, pasien suspek sebanyak 167 orang. "Pasien rawat inap sebanyak 222 orang, terkonfirmasi Positif 55 orang, pasien suspek 167 orang," kata Aris.
  9. PSBB Tangerang Raya diperpanjang selama 14 hari ke depan. Sebelumnya PSBB jilid III Tangerang Raya berakhir Minggu (14/6/2020). Berdasarkan hasil evaluasi dan telekonferensi dengan Gubernur Banten Wahidin Halim, diputuskan PSBB untuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan diperpanjang selama dua pekan. "Rencana kembali diterapkan selama 14 hari, berarti sampai tanggal 28 Juni," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. Menurutnya, pelaksanaan PSBB Tangerang Raya cukup efektif menekan angka kasus virus corona Covid-19. Dia menyebut, hari ini tidak ada warga Kota Tangerang yang dilaporkan terjangkit Covid-19. "Hari ini tidak ada laporan kasus baru, semoga angka ini terus bertahan. Jadi PSBB ini tahap terakhir, semakin hari semakin membaik,"ujar Arief. Alasan Perpanjangan Sementara itu, Bupati Tangerang Zaki Ahmed Iskandar menyatakan, perpanjangan PSBB di Tangerang Raya lantaran angka penularan virus corona Covid-19 di tiga wilayah itu masih terbilang tinggi. "Masih tingginya angka penularan, masih diatas 1.2. Namun, dilihat dari pasien positif Covid, ODP, ataupun PDP, menunjukkan angka yang cenderung menurun," ujar Zaki. Di Bawah 60 Persen Zaki menyebut, tingkat kesadaran warga di Kabupaten Tangerang untuk melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 masih rendah atau di bawah 60 persen. Masih banyak warga yang tidak memakai masker dan keluar rumah tanpa keperluan mendesak. Namun untuk kali ini, pembatasan akan diperketat hingga ke tingkat RT dan RW. Peran Ketua RT dan RW di masing-masing lingkungan akan dilibatkan lebih aktif lagi.
  10. Pemprov DKI Jakarta mengizinkan mal untuk kembali beroperasi pada PSBB masa transisi, Senin (15/6/2020). Ada 80 pusat perbelanjaan yang buka. Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat menyebut pihaknya kini tengah menyempurnakan peralatan dengan touchless, sebagai upaya menjaga meningkatkan terhindarnya bersentuhan. Mal juga wajib memberlakukan protokol kesehatan yang meliputi pemakaian masker, jarak antre satu meter, suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius, lift maksimum enam orang, juga pembayaran yang diusahakan cashless. Beragam persiapan dan inovasi diterapkan mal-mal tersebut, salah satunya Senayan City. Melalui IGTV di Instagram resmi, mal ini menginformasikan akan beroperasi pada Senin--Minggu juga Libur Nasional buka mulai 11.00--20.00. Ragam layanan yang diberikan juga 100 persen touchless agar pengunjung merasa lebih nyaman, aman, dan bersih saat berada di mal. Dalam video berdurasi satu menit dan 32 detik, Senayan City menampilkan persiapan yang telah dilakukan. Video diawali dengan stiker kuning bertuliskan "Area Wajib Masker". Berlanjut dengan adanya intensive temperature screening saat pengunjung memasuki mal dan tersedia pula touchless hand sanitizer. Kemudian terlihat pula touchless lift button dengan mendekatkan tangan sekitar 10 sentimeter dari sensor. Lalu touchless parking button, disarankan pembayaran cashless, sabun tangan touchless, memberi jarak dua langkah di eskalator, adanya UV-C Merchandise Sterilizer, dan memberi jarak antara pengunjung lain saat duduk. Kebijakan Central Park Mall Central Park Mall juga menyediakan layanan 100 persen touchless dengan intensive safety screening saat memasuki semua area. Beberapa persiapan mal yang berada di Jakarta Barat ini disampaikan melalui akun Instagram resmi menjelang buka. Adalah diwajibkan mengenakan masker, adanya monitoring saat masuk dan keluar, touchless temperature thermal screening. Tim service mengenakan masker, face shield, serta sarung tangan, serta customer service counter shield. Setiap pengunjung yang masuk dan keluar area mal dinformasikan untuk melakukan prosedur in and out. Prosedur saat masuk meliputi scan QR Code atau buka link yang tertera di pintu akses, mengisi online form, klik check in untuk tanda masuk ke area mal, tunjukkan bukti check in ke petugas, pengecekan suhu tubuh, gunakan hand sanitizer dan masker setiap saat. Sementara untuk prosedur saat keluar adalah scan QR Code atau buka link yang tertera di pintu akses, klik check out untuk tanda keluar dari area mal, tunjukkan bukti check out ke petugas. Aturan Lain Fitur tambahan pada fasilitas tanpa sentuhan untuk menghindari kontak fisik secara langsung juga termasuk touchless hand sanitizer, touchless lift button, touchless foot pedal lift, touchless payment using apps, touchless menu scan QR Code, touchless mall promotion, hingga touchless parking. Central Park Mall juga memastikan jarak aman antara pengunjung di dalam mal, mulai dari pengaturan tempat duduk setidaknya 1,5 meter, dua meter jarak fisik pada garis antrean, jumlah pengunjung terbatas saat di lift, memberi jarak tiga langkah saat di eskalator, memberi arah masuk dan keluar. Ada pula layanan sanitasi dan produk yang disediakan untuk kenyamanan pengunjung yakni vending machine masker dan hand sanitizer serta layanan sterilisasi UV-C.
  11. Para pekerja mengenakan baju pelindung bersiap memakamkan jenazah pasien virus corona (Covid-19) di pemakaman yang disediakan oleh pemkot Surabaya, 16 Mei 2020. (Foto: Reuters) Petugas medis, dokter dan perawat, adalah salah satu korban pandemi virus corona. Senin (18/5), seorang perawat di Rumah Sakit Royal Surabaya meninggal dunia karena terpapar virus mematikan itu. Ironisnya ia meninggal dalam kondisi hamil empat bulan. Isak tangis teman-teman Ari Puspita Sari tak tertahan lagi ketika melihat perawat RS Royal Surabaya ini dipindahkan ke ruangan intensif lain. Ari, yang berusia 26 tahun, meninggal bersama janin berusia empat bulan yang dikandungnya setelah menjalani perawatan intensif selama satu pekan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak saja bagi warga Surabaya, tetapi juga Indonesia. Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Ari dan petugas medis lain dalam upaya melawan pandemi virus corona ini. “Saya sungguh-sungguh berduka cita yang dalam untuk kepergian Ari, dokter dan tenaga medis lain, serta orang-orang yang berada di garis terdepan penanganan pandemi Covid-19 yang telah menjadi korban penularan virus ini. Semoga mereka semua mendapatkan pahala yang setimpal di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberiNya kekuatan dan kesabaran,” tulis Presiden di akun Instagramnya. Jokowi kembali menggarisbawahi pentingnya semua orang disiplin mematuhi anjuran dan protokol kesehatan demi memutus rantai penularan Covid-19. Juru bicara RS Royal Surabaya, Dewa Nyoman, sebagaimana dikutip sejumlah media lokal, menegaskan bahwa Ari Puspita Sari bukan perawat khusus yang menangani pasien corona.Tim dinas kesehatan masih melacak penyebab tertularnya Ari. Ada Standar Petugas Medis untuk Corona Ketua Gugus Kuratif Jawa Timur, dr. Joni Wahyuhadi, memastikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan standar tentang petugas medis yang diperbolehkan melakukan pekerjaan yang bersentuhan dengan pasien corona. Joni Wahyuhadi menegaskan para petugas medis yang berisiko tinggi, tidak diperkenankan ikut terlibat dalam pelayanan pasien corona. Para petugas medis bersantai usai mengambil sampell darah dari warga saat tes cepat Covid-19 di Surabaya, 13 Mei 2020. (Foto: AFP) Dr. Joni memaparkan mereka yang termasuk berisiko tinggi tertular dan berakibat kecacatan atau kematian, antara lain orang berpenyakit kronis, penderita diabetes, hipertensi, asma, penayakit imun, gangguan imunitas dan orang tua. “Jadi kalau di RSUD Dr. Soetomo itu yang berusia 60 ya cuti. Hamil memang disarankan cuti, karena orang hamil itu terjadi perubahan metabolisme, dan rentan terhadap infeksi. Dua-duanya, ibu dan bayinya,” kata Joni Wahyuhadi Data Pasien Bantu Lindungi Petugas Medis Banyaknya petugas medis, baik dokter maupun perawat yang meninggal dunia akibat corona, juga menjadi sorotan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang menilai sudah saatnya menggandakan upaya mencegah perebakan virus corona untuk menurunkan beban pada tenaga dan fasilitas kesehatan. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur, dr. Sutrisno, mengatakan pengelolaan data dan informasi yang baik, memudahkan identifikasi jenis pasien dan sekaligus melindungi tenaga kesehatan dari kemungkinan tertular virus corona akibat tidak jujurnya pasien dalam memberikan data. Bila data itu dikelola menjadi sebuah sistem, kata Sutrisno, petugas medis bisa melakukan pelacakan dan melakukan tindakan terhadap orang-orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, kontak denganorang tanpa gejala (OTG) maupun merek yang pernah menjalani tes. “Mereka yang ODP (orang dalam pemantauan) ringan, PDP (pasien dalam pengawasan) ringan itu masih bisa jalan-jalan kemana-mana. Maka dengan pengelolaan data yang bagus, otomatis itu akan membuat tenaga kesehatan, faskes itu mendapatkan informasi dan akan memperkecil kemungkinan terpapar mereka-mereka (pasien) yang tidak jujur,” jelas dokter Sutrisno. Pelaksanaan rapid test di salah satu rumah sakit di Surabaya (Foto: Humas Pemprov Jatim). Sutrisno menambahkan, rumah sakit atau fasilitas kesehatan juga harus lebih meningkatkan pelayanan dan fasilitasnya, untuk melindungi tenaga kesehatan dan pasien yang ada di rumah sakit. Termasuk pelaksanaan prosedur pelayanan pasien corona dan pemakaian alat pelindung diri (APD) sesuai standar. Selain itu, tambah Sutrisno, tempat atau laboratorium penyelenggara tes PCR (polymerase chain reaction) atau TCM (tes cepat molekuler) mesti diperbanyak, agar hasil yang diperoleh dapat lebih sesuai waktu terkini. Perawat Khawatir akan Keamanan Diri Meninggalnya para tenaga kesehatan, termasuk perawat RS Royal Surabaya, Ari Puspita Sari, menjadi duka dan keprihatinan Cecilia Eka, sejawat perawat yang lain. Cecilia yang ikut menangani pasien corona di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya ini, menyesalkan masih ada petugas medis di rumah sakit rujukan corona yang meninggal akibat tertular dari pasien yang sedang dirawat. Padahal kata Cecilia, prosedur dan pengamanan diri telah dilakukan secara ketat dan sesuai standar. Menurutnya risiko penularan terjadi karena pasien kurang terbuka tentang riwayat kesehatan dan riwayat kontak dengan orang yang tertular virus corona. Cecilia juga menyayangkan masih banyak masyarakat yang menganggap sepele virus corona, sehingga tidak melindungi diri dengan baik. Hal itu mengakibatkan banyak orang lain termasuk tenaga kesehatan ikut tertular. “Kita memang sudah rapat jaga kondisi, dengan kondisi-kondisi tertentu. Pada titik-titik tertentu kami pasti capek, dalam kondisi capek seperti itu apakah tidak mungkin kita tertular, mungkin sekali. Tapi apa yang diperbuat masyarakat, tidak ada timbal-baliknya ke kami,” ujar Cecilia kepada VOA. “Rasanya itu kami itu seperti sesuatu yang patut dikorbankan, yo wes (ya sudah) itu profesimu lakonono (jalanilah) seperti itu. Jangan menganggap seperti itu. Kami yang berjibaku di depan ini lho, apakah tidak pernah dipikirkan,” ungkap Cecilia. Abaikan PSBB Selain itu, Cecilia juga menyesalkan sikap pemerintah yang tidak tegas dalam membuat kebijakan penanganan corona. Salah satunya dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak tegas, terutama di Surabaya. Banyak tempat perbelanjaan yang dibuka, pasar-pasar dipenuhi pengunjung, dan masyarakat masih tidak peduli terhadap upaya pencegahan untuk menurunkan angka kasus corona. “Jadi, mal-mal di buka, pasar-pasar sampai seperti itu bergerombol. Mau berapa kali lipat kita itu menerima pasien-pasien yang sudah positi-positif, kondisi jelek-jelek. Sekarang kalau memangnya habitnya masyarakat tidak bisa diubah, kami kalau di garda depan ini kewalahan, terus siapa yang mau merawat?” ujar Cecilia. Sampai 19 Mei 2020, jumlah kasus positif corona di Jawa Timur mencapai 2.372, dan tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. [pr/em/ft]
  12. Seorang petugas kesehatan (kiri) mengambil sampel darah dari seorang pengendara motor yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebuah kantor polisi di Surabaya, 3 Mei 2020. (Foto: AFP) Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Ahmad Ramadhan mengatakan, polisi telah menangkap dua kelompok pelaku yang membuat dan menjual surat keterangan bebas corona pada Kamis (14/5). Kedua kelompok itu yaitu tiga orang yang menjual surat secara manual dan empat orang yang menjual secara online. Ketujuhnya ditangkap polisi di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali dan telah ditetapkan sebagai tersangka. "Modus para pelaku adalah memanfaatkan surat edaran nomor 4 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dengan membuat dan menjual surat keterangan kesehatan yang palsu kepada para pengguna Pelabuhan Gilimanuk dan dijual secara manual," jelas Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers online, Jumat (15/5). Ahmad menambahkan pelaku ingin mengambil keuntungan dengan menjual surat keterangan bebas Covid-19 seharga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per lembar. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 268 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun penjara. Sementara untuk penawaran surat bebas corona yang sempat beredar di Tokopedia saat ini sedang ditangani Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri. Ia mengimbau warga untuk tidak membeli surat keterangan bebas palsu karena dapat berujung pada pelanggaran hukum pidana. "Polri sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran, khususnya personel yang bertugas di check point dan pos pantau PSBB agar melaksanakan tugas lebih ketat dan teliti dalam pemeriksaan surat bebas Covid-19," tambahnya. Pantauan VOA, iklan surat bebas corona tersebut yang sempat tayang di platform digital Tokopedia pada Kamis (14/5) telah diturunkan. VOA juga menelusuri akun blogspot suratdokterindonesiaaa.blogspot.com yang menurut akun twitter @DokterPodcast, juga turut menjual surat bebas corona. Namun, akun blogspot tersebut juga telah dibekukan. Hanya, WhatsApp nomor HP yang tercantum di blogspot tersebut masih aktif hingga Jumat (15/5) pukul 01.40 WIB dini hari. Dalam akun @DokterPodcast juga terlihat surat yang dijual seharga Rp70 ribu per lembar itu dilengkapi dengan kop bertuliskan Rumah Sakit Mitra Keluarga Gading Serpong, Kabupaten Tangerang tertanggal 9 Mei 2020. Sementara itu, Rumah Sakit Mitra Keluarga melalui akun Instagramnya pada Kamis (14/5) menyatakan tidak pernah bekerja sama dengan orang yang memperjualbelikan surat keterangan bebas Covid-19. RS Mitra Keluarga mengancam akan menempuh jalur hukum jika masih ada orang yang mengatasnamakan atau menggunakan atribut Mitra keluarga, termasuk penggunaan kop surat tanpa seizin mereka. "Kami mohon agar para pihak yang menyalahgunakan kop surat Mitra Keluarga dan/atau mengatasnamakan Mitra Keluarga untuk keperluan tersebut di atas, agar segera mencabut dan/atau menghentikan perbuatan tersebut dalam waktu sesegera mungkin," tulis RS Mitra Keluarga dalam akun Instagram, Kamis (4/5). [sm/ab]
  13. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat harus tetap tinggal di rumah, menghindari bepergian, dan tidak mudik sebagai cara mencegah diri tertular atau menularkan virus korona. “Tetap tinggal di rumah, karena kita tidak pernah tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus,” pria yang akrab disapa Yuri di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4). Yuri menuturkan banyak sekali orang tanpa gangguan atau gejala membawa virus penyebab Covid-19 di dalam tubuhnya. Mereka sama sekali tidak memiliki keluhan sakit. Dikarenakan ketidakmampuan diri dalam mengenali orang-orang tanpa gejala secara kasat mata, dia menyarankan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Sebisa mungkin menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi Covid-19. “Kita tidak bisa membedakan orang-orang seperti ini dengan mata biasa. Oleh karena itu, jangan bepergian, jangan mudik,” ungkapnya. Dengan diam di rumah, menjaga jarak, tidak bepergian, dan tidak mudik, setidaknya upaya ini dapat melindungi diri agar tidak tertular Covid-19 atau menularkan penyakit itu ke orang lain. “Kita harus memastikan kita tidak tertular atau malah mungkin kita yang menjadi sumber, (jadi) kita tidak menularkan ke orang lain,” tuturnya. Saat bepergian, potensi penularan Covid-19 akan meningkat. Penularan bisa saja terjadi di manapun seperti saat berada di dalam kendaraan umum, terminal, stasiun, bandara, tempat peristirahatan (rest area) dan toilet umum sepanjang perjalanan. “Mungkin dan akan sangat mungkin kita akan bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang lain yang tanpa gejala atau orang yang gejalanya sangat ringan di perjalanan,” ujarnya. Ketika sampai di rumah atau kampung halaman, maka yang dikhawatirkan adalah virus yang didapat saat perjalanan menyebar ke anggota keluarga di rumah atau di kampung halaman.
  14. Penularan virus Korona jenis baru di dunia terjadi dengan begitu super cepat. Bayangkan saja, sejak Desember 2019 sampai saat ini, terhitung dalam waktu 5 bulan saja virus ini sudah bisa menginfeksi lebih dari 3,5 juta orang di dunia. Padahal awal mula virus ini ditemukan sejak Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok. Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan evaluasi perjalanan perkembangan virus Korona jenis baru di dunia hingga akhirnya masuk ke tanah air. Indonesua secara resmi mengumumkan kasus itu pada awal Maret 2020. Dan hanya berlangsung 2 bulan, virus pernapasan ini sudah menginfeksi 11.192 orang hingga Minggu (3/5). “Sejak pertengahan Desember semua negara di dunia telah diingatkan dengan virus baru dari Tiongkok. Sejak saat itu negara-negara di dunia secara serempak telah perketat dan memperkuat karantina di pintu-pintu masuk negara masing-masing,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (3/5). Segera setelah itu, Tiongkok langsung melakukan lockdown atau penguncian pada Wuhan. Sejumlah negara juga menutup jalur penerbangan langsung dari Tiongkok. Serta memperketat pintu masuk orang-orang yang dari daratan Tiongkok dan negara lain yang terdampak. “Dan kalau ingat, Indonesia juga sempat pulangkan WNI dari Wuhan ke Natuna lalu para ABK dari Jepang ke Indonesia dan lainnya. Lalu kami perketat pintu-pintu masuk bandara dan perbatasan untuk mencegah masuknya virus ke tanah air,” katanya. Namun perjalanan perkembangan virus bermutasi dengan cepat. Yurianto menjelaskan virus itu sejak awal mulanya di Wuhan menunjukkan gejala yang parah. Penderitanya pasti merasakan demam, batuk, dan sesak napas. Maka setiap orang dengan mudah terdeteksi. “Kita sampai menggunakan alat thermal scan di bandara dan pelabuhan untuk mengukur suhu tubuh siapapun yang masuk ke negara kita,” paparnya. Tapi seiring berjalannya waktu, virus itu menjadi berkembang seolah lebih ringan bahkan tanpa gejala. Sehingga seseorang tak bisa lagi dideteksi dari suhu tubuhnya. Orang tanpa gejala semakin banyak dan membawa virus. “Perkembangan waktu demi waktu Badan Kesehatan Dunia WHO mengamati orang yang terkena Covid-19 tampakkan perubahan gejalanya. Tak lagi dengan panas tinggi, batuk dengan sesak. Banyak covid tanpa gejala atau dengan gejala ringan sehingga tampak tak sakit,” jelasnya. “Diyakini para ahli ada perubahan cepat atau mutasi perubahan virusnya,” tambah Yurianto. Maka dalam waktu singkat semua warga dunia terinfeksi. Makanya akhirnya WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi. Dan seluruh warga dunia wajib memakai masker, bukan hanya yang sakit saja. “Dengan cepat semua negara menyelamatkan warga negara masing-masing. Pemerintah kita juga menyatakan penyakit ini sebagai kedaruratan kesehatan di masyarakat. Sudah dinyatakan sebagai bencana nasional sejak awal. Maka semua aktivitas kehidupan harus memahami cara penularan dan cara bahayanya dan mampu melaksanaan upaya memutus rantai penularannya,” tutup Yurianto.
  15. Gugatan hukum kini muncul di Florida, Amerika Serikat, menuntut Pemerintah China untuk memberikan ganti-rugi terkait dengan penyebaran COVID-19. Hal serupa juga terjadi di beberapa negara termasuk Australia. Gugatan Terhadap China Gugatan class-action yang didukung ribuan warga AS itu ditangani sebuah firma hukum bernama Berman Law Group di Miami. Dalam keterangannya, firma hukum tersebut menyebutkan gugatan ini ingin menuntut ganti-rugi miliaran dolar bagi para korban COVID-19 akibat kelalaian China. Mereka menyebut Pemerintah China telah gagal mencegah penyebaran COVID-19 sehingga kini sudah menimbulkan masalah di seluruh dunia. "Padahal, mereka memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran virus ini di tahap awal," katanya. Firma hukum ini bertekad untuk "memperjuangkan hak-hak rakyat dan pengusaha di Florida serta di AS yang kini sakit atau harus merawat orang sakit, mengalami kesulitan keuangan, dan terpaksa mengalami kepanikan, pembatasan sosial dan isolasi" akibat COVID-19. Gugatan cass-action terpisah atas nama pengusaha di Las Vegas juga sudah didaftarkan. Mereka menuntut ganti-rugi miliaran dolar ke Pemerintah China. Gugatan di Las Vegas ini menyebutkan Pemerintah China seharusnya membagi informasi awal mengenai virus ini, namun mereka malah mengintimidasi dokter, ilmuwan, jurnalis dan praktisi hukum sembari membiarkan COVID-19 menyebarluas. Seperti diberitakan berbagai media, pada 2 Januari 2020, pihak berwenang di China "mempermalukan" delapan orang dokter dalam siaran TV nasional. Ke-8 orang ini dituduh sebagai, "penyebar hoaks". Menurut laporan investigasi kantor berita Associated Press pekan lalu, Kepala Komisi Kesehatan Nasional China Ma Xiaowei telah memaparkan adanya "situasi parah dan kompleks" dalam sebuah rapat bersama pejabat medis tingkaty propinsi pada 14 Januari. Ma Xiaowei bahkan membandingkan situasi ini dengan penyebaran virus SARS tahun 2003. Namun baru pada tanggal 20 Januari Presiden Xi Jinping mengumumkan kemungkinan adanya pandemi virus corona ini. Di Eropa Sementara itu, Henry Jackson Society, sebuah lembaga pemikir di Inggris, menyatakan Pemerintah China harus bertanggung jawab atas pandemi COVID-19 karena adanya upaya menutup-nutupi masalah pada tahap awal. Mereka berpendapat, negara-negara G-7 bisa menggugat ganti-rugi ke China sebesar 3,2 triliun pound. Mantan bos badan intelijen Inggris MI6 John Sawers mengungkap adanya informasi yang menyebutkan bahwa Pemeritah China menutupi permasalahan ini selama periode Desember 2019 dan Januari 2020. Sebelumnya tabloid Bild di Jerman yang paling banyak pembacanya di Eropa, menerbitkan "surat tagihan" sebesar 24 miliar euro sebagai ganti-rugi atas pendapatan pariwisata selama Maret dan April. Selain itu, Bild juga meminta ganti rugi 50 miliar euro untuk usaha kecil-menengah, serta 149 miliar euro lainnya jika GDP Jerman anjlok di bawah 4,2 persen tahun ini. Dalam surat terbuka kepada Presiden China, suratkabar tersebut menyatakan "Pemerintahan dan ilmuwan Anda telah lama mengetahui bahwa virus corona sangat menular, namun Anda membiarkan seluruh dunia tidak mengetahuinya". "Para ilmuwan utama Anda tidak merespon ketika para peneliti Barat ingin mengetahui apa yang terjadi di Wuhan," tambahnya. Di Australia Seperti diberitakan ABC, Menlu Australia Senator Marise Payne telah mendorong perlunya dilakukan penyelidikan asal-usul virus corona, karena dia yakin organisasi kesehatan dunia WHO tidak akan melakukan hal itu. Hal senada disampaikan Mendagri Australia Peter Dutton, yang juga mendesak agar China lebih transparan mengenai pandemi COVID-19, karena keluarga puluhan warga Australia yang meninggal akibat virus ini perlu mendapatkan jawaban. "Tentu saja kita pun akan dituntut jika Australia yang menjadi epicentrum virus ini yang kemudian menyebar ke masyarakat," kata Menteri Dutton. "China harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan memberi informasi sehingga masyarakat mendapatkan kejelasan menenai apa yang sesungguhnya terjadi, karena kita tidak ingin hal itu terulang," katanya. Menteri Dutton sendiri positif terinfeksi virus corona dan terpaksa menjalani perawatan rumah sakit pada Maret lalu. Tanggapan China Pemerintah China telah berulangkali menyangkal bahwa pihak menyembunyikan informasi mengenai COVIFD-19 pada tahap-tahap awal penyebaran. Mereka, katanya, senantiasa melaporkan setiap perkembangan terbaru COVID-19 ke WHO. Pakar hukum dari Yale University Stephen L Carter berpendapat, sebagai sebuah negara-bangsa, China tidak dapat digugat dalam permasalahan ini. Menurut dia, Pemerintah China dilindungi oleh doktrin kekebalan kedaulatan, sama seperti pemerintahan negara lain. Penyalahgunaan kewenangan pemerintah China dalam menangani COVID-19, kata Prof Carter, tidak dapat menghapuskan doktrin kekebalan kedaulatan tersebut. Dia menjelaskan bahwa doktrin ini bersifat timbal-balik, yaitu bahwa suatu negara tidak akan membiarkan rakyatnya mengugat negara lain jika kita tidak ingin rakyat negara lain menggugat kita. Kedubes China di Canberra juga telah menuding Mendagri Australia Dutton sebagai juru bicara Amerika Serikat. Mereka menyebut desakan sejumlah politisi untuk menyelidiki China sebagai tindakan konyol. "Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sejumlah orang di AS termasuk pejabat-pejabatnya telah menyebarkan virus informasi anti China. Tujuan mereka yaitu menyalahkan orang lain dan mengalihkan perhatian dengan memojokkan China," kata jubir Kedubes China di Canberra. Sementara itu, WHO sendiri menyatakan sampai saat ini "semua bukti yang ada" menunjukkan bahwa virus berasal dari hewan, kemungkinan besar dari kelelawar. Infeksi COVID-19 pada manusia pertama kali terindentifikasi di Wuhan pada akhir Desember lalu. WHO menyatakan pihaknya belum mengetahui bagaimana infeksi pertama tersebut terjadi pada manusia.
  16. Hasbullah Thabrany selaku Ahli Kesehatan Masyarakat menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia perlu mewaspadai ancaman gelombang kedua penyebaran Corona Covid-19. Untuk menghadapi hal tersebut, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh. Jika menilik pada wabah flu Spanyol yang terjadi kira-kira seabad lalu, memang ancaman munculnya gelombang ikutan setelah serangan pertama patut diwaspadai. "Kembali lagi virus begini memang pengalaman 100 tahun yang lalu juga menunjukkan ada 3 gelombang ya," kata dia, dalam diskusi SmartFM, Sabtu (18/4). Daya tahan tubuh benar-benar menjadi kekuatan yang bisa dipakai untuk melawan Covid-19. Mengingat hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang ditemukan. "Untuk menghadapi gelombang itu tidak ada jalan lain sebelum vaksin dan obat ditemui. Dan sekarang sedang berupaya satu-satunya jalan adalah menjaga daya tahan tubuh kita ini sangat penting," katanya. Jangan Anggap Remeh Covid-19 Selain itu, masyarakat juga harus mampu membuat semacam evaluasi terhadap diri masing-masing. Hal ini penting agar untuk menghindar dari kemungkinan ikut tertular. "Buat yang muda insya Allah masih lebih aman buat yang tua jangan keluar rumah kecuali dalam posisi sendirian jaga jarak yang jauh," katanya. Hal yang paling penting, tegas dia, yakni jangan pernah menganggap remeh Covid-19. Misalnya berpikir bahwa daerah tropis tidak akan terjangkit Covid-19. "Virus itu selalu beradaptasi dengan lingkungan dengan cepat dan kita jangan underestimate (meremehkan) seolah-olah ini akan tidak terlalu berbahaya di negara tropis kan banyak yang begitu ya kita harus mengasumsikan bahwa virus ini sangat berbahaya. Dan kemungkinan besar dia akan kembali," terang dia. "Oleh karena itu kita harus istilah perang kita harus selalu siap waspada Jangan menganggap remeh. Jangan Anggap enteng suatu ketika ini akan menjadi endemik seperti halnya demam berdarah," imbuhnya. Salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh, kata dia, bisa ditempuh dengan mengonsumsi ramuan herbal, semisal jamu. Sebab, jamu dapat membantu menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh. "Ya kita punya buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C jambu itu banyak sekali dan itu juga membantu petani kita jadi bagus sekali kearifan lokal kita mengambil hikmahnya saja makan buah-buahan lokal jamu dan sebagainya. Insya Allah membuat daya tahan tapi tidak mengobati. Belum ada bukti untuk mengobati. Jadi jangan salah itu," tandasnya.
  17. Di Amerika Serikat banyak sekolah-sekolah diliburkan sejak wabah virus corona makin meluas. Beberapa orang tua juga bekerja dari rumah. Bagi ibu bekerja, susah nggak ya bekerja sambil menemani anak belajar.
  18. Tingginya tingkat kematian akibat Pandemi COVID-19, membuat pihak yang bertugas mengurus jenazah di berbagai negara kewalahan , termasuk di AS. Apalagi dengan prediksi tingkat kematian yang jauh lebih tinggi, kemungkinan besar akan semakin banyak Jenazah harus mereka tangani.
  19. 1 download

    The coronavirus outbreak is first and foremost a human tragedy, affecting hundreds of thousands of people. It is also having a growing impact on the global economy. by Matt Craven, Linda Liu, Mihir Mysore, and Matt Wilson
  20. Pemulangan WNI dari Wuhan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau. Terawan menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan fasilitas bagi para peserta observasi agar mereka tidak stres selama menjalani masa-masa itu. "Kita bisa meyakini berjalan baik, tak stres, menikmati 14 hari dengan baik," kata Terawan. Sekadar informasi, 238 dievakuasi dari Wuhan, China, menggunakan maskapai Batik Air menyusul adanya virus korona. Kekinian, rombongan telah berada di Bandara Hang Nadim, Batam, Riau. 238 WNI yang telah tiba selanjutnya akan dipindahkan ke pesawat TNI AU untuk diterbangkan ke Pulau Natuna. Di sana, mereka harus menjalani masa observasi selama 14 hari sebelum kembali ke rumah.
×
×
  • Create New...