Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'corona virus'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Orang yang terinfeksi Covid-19 tidak semuanya akan menjadi sakit. Bisa saja, orang tersebut tidak mengalami gejala seperti umumnya pasien Covid-19 atau tidak merasakan sakit seperti orang tanpa gejala. Kalau ada anggota keluarga yang terkena virus Corona, jangan panik dulu. Kalian bisa melakukan beberapa hal berikut agar tetap bisa karantina mandiri. Pertama-tama, lakukan PCR test untuk seluruh keluarga agar bisa memastikan tidak ada anggota keluarga lain yang tertular. Nah, selanjutnya ikuti tips berikut ya! Ilustrasi orang menggunakan masker. [Michael Amadeus - Unsplash] Ruang Terpisah Berikan orang yang terpapar ruangan terpisah dari anggota keluarga lain selama 14 hari setelah dinyatakan positif. Usahakan ada di kamar yang punya ventilasi yang cukup, seperti jendela lebar yang bisa dibuka atau pintu. Agar udara yang ada di ruangan tersebut bisa berganti. Selain itu, upayakan juga ruangan itu memiliki kamar mandi sendiri yang hanya bisa diakses oleh orang yang terpapar tersebut. Kalau tidak memungkinkan, usahakan untuk menggunakan kamar mandi paling terakhir setelah anggota keluarga lain. Protokol Kesehatan di Rumah Meski berada di dalam rumah, usahakan untuk memakai masker, menjaga jarak, hindari kontak langsung, dan tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berobat. Pisahkan baju dan peralatan makan dari anggota keluarga lain, langsung cuci dengan sabun setelah dipakai. Bersihkan secara teratur permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, sakelar lampu, keran, dan lainnya. Beri Vitamin dan Makanan Bergizi Meski tidak merasakan sakit, orang yang terpapar Covid-19 tetap harus diberikan perhatian. Semangati mereka agar tidak down atau stres karena berada di dalam ruangan sendirian terus menerus. Sediakan juga hal-hal yang dibutuhkan, seperti hiburan atau makanan bergizi. Jangan lupa untuk rutin minum vitamin yang bisa meningkatkan imun tubuh. Konsultasi Dokter Anggota keluarga bisa membantu konsultasi dengan dokter secara online, jadi tidak perlu ada kontak langsung dan bisa dilakukan di rumah. Konsultasikan jika mengalami gejala-gejala yang membuat tidak nyaman. Nggak perlu khawatir atau sampai panik kalau ada anggota keluarga yang terkena Covid-19.
  2. New normal lagi jadi topik yang ramai dibahas netizen di media sosial. Setelah hampir 3 bulan menjalani karantina diri dan work from home, kabarnya sebentar lagi masyarakat bakal menjalani tatanan gaya hidup baru. Dalam masa ini, masyarakat sudah mulai bisa melakukan aktivitas di luar rumah, tapi tetap memperhatikan protokol kebersihan diri sebagai bagian dari gaya hidup baru. Sudah siapkah kamu menghadapinya? Jika new normal diterapkan, ini dia beberapa new normal kits dan panduan yang wajib kamu pahami. 1. Era New Normal Tetap Memperhatikan Physical Distancing Memasuki era new normal kamu memang sudah bisa melakukan aktivitas di luar rumah. Tapi, tetap harus memperhatikan physical distancing. Tetap jaga jarak aman dengan orang lain akan jadi kebiasaan baru dalam new normal. Idealnya, jarak aman antara satu orang dengan yang lain menurut imbauan Badan Kesehatan Dunia atau WHO adalah 1-2 meter. 2. Masker, Sunglasses, Topi: Pelindung Diri Wajib Saat Keluar Rumah Selain menjaga jarak sosial, pelindung diri juga wajib digunakan saat keluar rumah di era new normal. Misalnya saja wajib menggunakan masker selama beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus. Selain itu, nggak ada salahnya melindungi tubuh dengan items lainnya. Tapi, ingat ya kalau nggak perlu Alat Pelindung Diri atau APD kok, karena APD hanya buat tenaga medis. Kamu cukup memanfaatkan sunglasses untuk melindungi mata dan topi sebagai penutup kepala saat sedang berada di moda transportasi umum. Selain bisa melindungi diri, nilai plus-nya adalah penampilan jadi lebih stylish. Kalau memang perlu, kamu juga bisa menggunakan face shield untuk perlindungan yang lebih maksimal. 3. Cuci Tangan Secara Rutin, Sedia Selalu Hand Sanitizer di Dalam Tas Kebiasaan mencuci tangan nggak hanya perlu dilakukan selama karantina diri. Ketika sudah menjalani new normal pun, rutin cuci tangan juga diperlukan buat mencegah bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh. Tangan menjadi media penyebaran bakteri dan virus yang paling cepat, karena sering memegang benda lain. Apalagi ketika sudah kembali bekerja di kantor lagi, di mana kamu bakal sering bersentuhan dengan benda-benda yang berisiko memiliki bakteri dan virus menempel seperti gagang pintu, meja, hingga tombol lift.
  3. Pemerintah kembali memperbarui kasus positif corona di Indonesia. Juru bicara penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, juga membeberkan jumlah spesimen yang sejauh ini sudah diperiksa. Dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (21/4), Yurianto sempat menyebut spesimen yang diperiksa sebanyak 503.701 spesimen. Jauh melonjak dari hari sebelumnya, 47.478 spesimen. Data ini jugalah yang disampaikan oleh BNPB melalui grup-grup wartawan. Namun, ketika dikonfirmasi, Yurianto mengklarifikasi adanya salah data itu. "Sorry, 50.370," kata Dirjen P2P Kemenkes itu melalui pesan singkat mengklarifikasi. Sementara jumlah orang yang diperiksa sejauh ini adalah 46.173 orang. Meningkat dari hari sebelumnya, 42.219 orang. Dari data ini, ada 7.135 orang terkonfirmasi positif corona. Sementara 39.038 orang negatif corona. Jumlah kasus yang sembuh juga meningkat sebanyak 95 orang. Jadi sejauh ini ada 842 pasien yang sembuh. Kasus meninggal juga bertambah sebanyak 26 orang. Sehingga total ada 616 pasien yang meninggal.
  4. Sejumlah kota besar di AS termasuk ibukota Washington, D.C. menutup tempat keramaian, termasuk museum dan restoran sebagai langkah "social distancing" alias pembatasan sosial untuk menjaga jarak untuk menekan penyebaran COVID-19. Langkah ini dilakukan di tengah musim yang biasanya ramai kegiatan.
  5. Pernyataan juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto, bahwa sabun detergen bisa membunuh virus corona viral di media sosial. Sebagian mencemoohnya karena dianggap mengada-ada. "Emang you pikir Virus Corona spt pakaian kotor yg dicuci pake detergen," bunyi penggalan kicauan pemilik akun twitter @OmBrewoks3. Yurianto sendiri menyampaikannya saat meminta masyarakat terus menjalankan perilaku hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Dia mencontohkan untuk tidak saling berbagi alat makan, minum. "Silakan pakai di rumah tapi langsung dicuci pakai sabun karena kita tahu virus ini sangat rapuh jika terkena detergen, dia akan gampang pecah, gampang mati. Detergen apa pun," ujar Achmad Yurianto ketika menggelar konferensi pers di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara, Senin 16 Maret 2020. Berbeda dengan sebagian netizen, peneliti mikrobiologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, tak terkejut dengan pernyataan Yurianto itu. Dia menduga Yurianto mengungkapkannya berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat yang menguji efektivitas detergen dalam kebiasaan mencuci pakaian pada 2007 lalu. Penelitian itu, kata Sugiyono menerangkan, membandingkan penggunaan detergen dan detergen yang ditambah bahan pemutih dalam menginaktifkan beberapa virus enterik yang terdapat pada pakaian. Virus enterik adalah yang berasal dari saluran pencernaan, yakni adenovirus, rotavirus, dan virus hepatitis A. Hasil penelitian menunjukkan setelah melalui siklus cuci, pembilasan, dan pengeringan selama 28 menit, ternyata faktor terpenting untuk pengurangan jumlah virus pada pakaian adalah setelah melewati siklus pengeringan dan penambahan pemutih (yang mengandung sodium hipoklorit 5,25%). Berdasarkan penelitian itu, Sugiyono menjelaskan, mencuci dengan detergen saja tidak efektif untuk menghilangkan atau menginaktifkan virus. Tapi penggunaan natrium hipoklorit mengurangi jumlah virus menular pada kain setelah dicuci dan dikeringkan hingga 99,99%. "Jadi kesimpulannya, penggunaan pemutih (bleaching agent) dapat mengurangi jumlah virus enterik dalam cucian," katanya.
  6. Pemerintah di berbagai negara mulai meningkatkan upaya untuk mengatasi wabah virus korona yang telah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Di Amerika, Presiden Donald Trump secara agresif berupaya meningkatkan percepatan penemuan vaksin yang efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19.
  7. Apakah masker efektif cegah virus corona? Apakah sudah ada vaksinnya? Bagaimana tingkat kematiannya dibandingkan SARS dan MERS? Bagaimana pencegahannya? Kami menjawab semua pertanyaan itu. Courtesy: Reuters & AFP
  8. Sejumlah pemerintah daerah di AS, termasuk negara bagian Washington dan Florida telah menyatakan status keadaan darurat merespons penyebaran virus korona. Jumlah pasien COVID-19 pun bertambah dan demikian pula warga yang meninggal dunia. Bagaimana AS mengatasinya? Kita simak liputan VOA berikut.
  9. Pasien suspect virus corona meninggal dunia. Pasien dengan inisial D (50) adalah pasien pertama terduga corona yang meninggal dunia di Indonesia pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 04.00 WIB di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan keterangan PLT Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, D merupakan pegawai BUMN. Pasien yang merupakan warga Bekasi tersebut sudah menjalani perawatan sejak Minggu (1/3/2020). Informasi dari tim medis mengatakan bahwa pasien D memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia. “Beliau pegawai Telkom Bekasi, sempat ke Malaysia tanggal 14 sampai 17 Februari 2020,” ujar Herman saat menemui media di lobi RSDH Cianjur, Senin (2/3/2020). Pada tanggal 20 Februari, yang bersangkutan mulai merasakan sakit dengan gejala demam dan batuk-batuk. Kemudian pasien mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi pada tanggal 22-26 Februari. "Belum sembuh 100%, pasien meminta pulang," tambahnya. Kemudian, D berkunjung ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, sekaligus bermaksud untuk mencari pengobatan lain. Akan tetapi, pada Minggu 1 Maret 2020, kondisi yang bersangkutan ternyata makin menurun dan drop serta merasakan sesak nafas. “Beliau berusaha mencari pengobatan alternatif di Cianjur. Tapi tidak ada hasil, akhirnya yang bersangkutan dirawat di RSDH, untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Herman. Saat kondisi pasien mulai membaik, ada rencana untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada malam harinya. Namun, belum sempat dibawa, sudah meninggal duni pada dini hari. Herman menegaskan, pihak RSDH masih belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif terjangkit virus corona atau tidak. "Pihak rumah sakit masih menunggu hasil uji laboratorium yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Jadi ini masih suspect, belum tentu positif. Tapi memang beliau mengeluhkan sesak nafas,” terang Herman. Karena itu, Herman mengimbau masyarakat Cianjur agar tidak panik dan tidak mempercayai informasi yang tersebar di media sosial.
  10. Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020. Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung. Akibat insiden di atas, pihak berwenang pun memusnahkan 17.828 unggas, sebagai langkah antisipasi agar virus tersebut tidak menular. Ini bukan yang pertama China diserang virus H5N1. Terakhir kali China dilanda virus yang menular dari unggas ke manusia itu terjadi pada 2013. Akibat kasus di atas, pemerintah China mengalami kerugian hingga USD6,5 miliar atau setara Rp88,9 triliun. Sebenarnya bukan China negara pertama yang dilanda virus flu burung akhir-akhir ini. Pada awal pekan ini, pemerintah India memusnahkan ayam dan telur yang diduga mengandung virus flu burung. Karena itu, pemerintah China sedang dibuat pusing saat ini. Sebab, virus korona yang telah menyebabkan 300 orang meninggal dunia dan sekira 14.000 orang terjangkit belum berhasil mereka tuntaskan hingga saat ini. Terbaru, jumlah korban meninggal dunia bukan saja dari China. Ada satu korban meninggal dunia di Filipina yang teridentifikasi meninggal karena virus korona. Hanya saja, pria tersebut merupakan warga negara China yang sedang berlibur di Manila, Filipina, sejak 21 Januari 2020. flu burung.jfif
×
×
  • Create New...