Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ciputra'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Pengusaha Ciputra meninggal dunia dalam usia 88 tahun. Ciputra diketahui sebagai salah satu pengusaha properti paling terkemuka di Indonesia. Meninggalnya Ciputra dikonfirmasi oleh Panji Pragiwaksono melalui akun Twitternya, Rabu (27/11/2019). Panji mengatakan Ciputra meninggal di Singapura dini hari tadi. "Innalillahi wa inna illaihi rajiuun. Telah meninggal dunia, Bapak Ir Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group di Singapore pada tgl 27 November 2019 pk 1:05 waktu Singapore," tulis Panji melalui akun Twitternya. Sementara itu, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani juga membenarkan kabar tersebut. Hariyadi mengatakan, kesehatan Ciputra menurun beberapa waktu terakhir. "Iya benar. Beberapa waktu terakhir ini almarhum sudah cuci darah," tutur Hariyadi. Dikutip dari situs resmi Ciputra Group, Ciputra mendirikan perusahaannya pada 1981. Grup usaha Ciputra lainnya adalah PT Ciputra Surya Tbk, dan PT Ciputra Property Tbk.
  2. Anda adalah seorang entrepreneur muda atau dimasa muda ini anda menginginkan menjadi seorang entrepreneur? Maka sebaiknya anda memperhatikan 10 pesan untuk entrepreneur dari sosok Ciputra. Seperti yang dikutip dari ciputraentrepreneurship.com dan bisnis.com, Ciputra yang merupakan salah satu tokoh entrepreneur Indonesia yang sukses, memiliki sepuluh pesan yang mesti dipegang oleh mereka entrepreneur muda. Nah, dalam daftar Top 10 kali ini kita merangkum 10 pesan Ciputra untuk entrepreneur muda Indonesia. Apa saja pesan-pesan tersebut? Silahkan lihat dibawah ini: 1. Gunakan waktu sebaik-baiknya. Hanya karena Anda masih muda bukan berarti Anda memiliki banyak waktu, dan bisa menghambur-hamburkannya dengan leluasa. 2. Memiliki mentor yang mumpuni dan berpengalaman. Para entrepreneur muda harus memiliki mentor yang mumpuni dan berpengalaman. Anda sungguh beruntung jika bisa menemukan mentor bisnis yang sesuai dengan kepribadian dan selera Anda sehingga Anda berdua bisa berkembang bersama. Bukan hanya mentor yang bisa mengajari Anda tentang cara berbisnis yang baik tetapi bagaimana menikmati hidup dan menjalani hidup dengan baik, karena keduanya saling terkait erat. 3. Baca buku-buku yang berkualitas. Seperti halnya perut, otak kita juga membutuhkan makanan, tetapi bentuknya adalah pikiran-pikiran yang membuat Anda makin maju sebagai entrepreneur. Oleh karena itu, jangan segan untuk berinvestasi dengan membaca buku-buku yang tidak hanya menarik tetapi juga memberikan pengetahuan dan wawasan bagi Anda. 4. Berkumpullah dengan orang yang tepat. Banyak orang yang salah menempuh jalan karena mereka berkumpul bersama dengan orang yang salah. Berkumpullah dengan mereka yang Anda bisa jadikan panutan atau teladan. Anda mungkin akan kesulitan bersosialisasi dengan mereka karena mereka memberikan banyak tantangan dan membuat Anda harus mendengarkan banyak hal yang Anda belum mengerti atau malah segan untuk dengar, tetapi ketahuilah bahwa semua itu adalah 'vitamin' bagi Anda. Ambil semua pelajaran dan hikmah dari mereka. Di situlah, Anda akan makin tumbuh berkembang lebih baik meskipun rasanya kurang nyaman. Ingatlah, saat Anda merasa kurang nyaman berarti Anda sedang menuju perbaikan. Sepanjang sakit dan rasa kurang nyaman itu untuk kemajuan diri, mengapa tidak? 5. Hadiri acara yang sesuai. Sebagai entrepreneur, pilihlah acara-acara yang tepat untuk dihadiri. Bijaklah memilih acara yang akan membuat Anda bertemu lebih banyak orang yang bisa membuat Anda maju, bukan membuat Anda senang melulu. 6. Anggaplah diri Anda sendiri lebih serius daripada anggapan orang lain. Ini sangat fundamental. Jika Anda sendiri menyepelekan diri Anda dengan bertindak dan bersikap tidak profesional, tidak kompeten, dan tidak berintegritas, perlahan tapi pasti orang lain akan menganggap kata-kata Anda sebagai lelucon. Jika Anda tidak bisa meyakinkan diri Anda bahwa impian Anda bermakna, bagaimana harus meyakinkan investor dan konsumen nantinya? 7. Kuasai bidang Anda hingga sebaik mungkin. Penguasaan medan sebelum terjun adalah mutlak. Menerjunkan diri ke suatu bidang usaha yang Anda tidak tahu sama sekali mirip dengan bunuh diri. 8. Jangan ragu untuk menunjukkan keahlian dan hasil kerja Anda. Mungkin orang akan menganggap Anda pamer tetapi jika Anda tidak menunjukkan apa yang Anda miliki, tidak akan ada yang tahu Anda memiliki potensi. Dengan demikian, Anda bisa meyakinkan para angel investor, para konsumen potensial. 9. Mulai dari usia dini. Tidak ada kata terlalu dini. Mulailah berwirausaha dari usia muda. Dan meskipun Anda sudah merasa terlambat, mulailah saja sekarang. 10. Miliki passion yang tinggi. Salah satu hal yang membuat seorang entrepreneur bertahan ialah passion yang kuat saat memulai dan menjalani proses berentrepreneurship. Anda akan banyak mengalami hambatan, terbentur kendala, menemui orang-orang yang tidak sepenuhnya mendukung, atau masalah besar lain.
  3. Tampil dalam berbagai seminar dari perguruan tinggi satu ke perguruan tinggi lain, dialog jarak jauh, dan bahkan narasumber di Universitas Ciputra Entrepreneurs Center (UCEC), Ciputra tak hendak cari uang. “Ini masanya untuk beramal, menularkan gagasan. Tak ada kata lelah untuk beramal,berbuat untuk kepentingan bangsa. Bagaimana mengubah masa depan bangsa dan masa depan anak bangsa, menjadi semakin lebih baik,” ujarnya. Beramal dengan gagasan, dengan waktu, dan dengan uang, diyakini Ciputra membuat dia mendapatkan lebih banyak dari apa yang dia berikan. Setidak-tidaknya karunia kesehatan dan kesempatan menularkan pengalaman dan gagasan. “Sudah sejak tiga tahun lalu, saya selain mendidik calon-calon entrepreneurs dan menyiapkan para pendidik/pelatih entrepreneurs, juga minta waktu sejumlah menteri agar turut mendorong dan memasukkan gerakan entrepreneur dalam program-programnya,” ungkap Ciputra. Menurut Ciputra, pentingnya entrepreneurship tak sebatas mengatasi pengangguran dan kemiskinan, tapi juga mengatasi ketidakadilan. Karena itu, Ciputra menganggap harus ada gerakan nasional bersama. Dari 2.850 perguruan tinggi, sudah terbentuk 315 Entrepreneurs Centre. Dan menandai 100 hari program kerja kabinet, digelar seminar nasional dan sekaligus peresmian Entrepreneur Centre. Ciputra, mengatakan, ia bersyukur Kongres Ke-61 FIABCI (Federasi Real Estat Internasional) dapat diselenggarakan di Indonesia. Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Kongres FIABCI. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1983 ketika Ciputra menjadi Ketua REI dan Presiden FIABCI Indonesia. Menurut Ciputra, sebetulnya Indonesia sudah dijadwalkan menjadi tuan rumah FIABCI pada tahun 1998. Namun, pada tahun itu Jakarta dilanda kerusuhan Mei dan nama Indonesia agak tercemar karena sebagian peserta sudah mendaftar dan membayar tetapi kongres dibatalkan begitu saja. “Namun, sekarang, setelah 12 tahun berlalu, kami melakukan usaha yang keras untuk merehabilitasi nama Indonesia di mata anggota FIABCI. Kami membayar uang 120.000 dollar AS untuk memberi ganti rugi kepada FIABCI agar Indonesia dapat menggelar kembali kongres dunia di Indonesia. Anggota REI membayar ini secara gotong royong,” cerita Ciputra, yang merupakan orang Indonesia pertama dan orang Asia ketiga yang menjadi Presiden FIABCI dunia pada tahun 1987. Menurut tokoh properti Indonesia ini, sebenarnya Indonesia tidak perlu membayar uang itu karena FIABCI sudah menghapus pembukuan 12 tahun lalu. Namun dalam hati, mereka masih membicarakan Indonesia yang membatalkan kongres begitu saja pada Mei 1998. “Karena itulah saya memelopori agar Indonesia membayar ganti rugi kepada FIABCI sehingga Indonesia dapat kembali menjadi tuan rumah Kongres FIABCI. Kali ini diadakan di Nusa Dua, Bali,” ungkap Ciputra. Menurut pendiri REI ini, Indonesia layak bersyukur karena seharusnya Indonesia menjadi tuan rumah 40 tahun lagi. Namun, Indonesia sebagai bangsa dihargai dunia internasional. Apalagi, saat ini pertumbuhan ekonomi kita tumbuh dengan baik. “Dan saya bangga melihat generasi muda yang meneruskan organisasi Real Estat Indonesia (REI). REI adalah organisasi profesi paling baik di Indonesia. Kader-kader REI, Ferry Soeneville, Siswono Yudo Husodo, dan Mohammad S Hidayat, mendapat posisi penting dalam swasta dan pemerintahan,” kata Ciputra dengan bangga. REI, kata Ciputra, adalah tuan rumah di negeri sendiri. Jumlah anggota REI saat ini sekitar 2.000. Anggota REI aktif di dunia internasional dan asosiasi internasional. “Kami belajar banyak dari FIABCI bagaimana menangani bisnis properti. Kami belajar soal broker dan manajemen properti. Dan Indonesia begitu kuat. Dalam Kongres FIABCI di Bali, peserta dari Indonesia berjumlah 600 orang dan peserta luar negeri sekitar 400. Ini sudah kami anggap sukses,” kata Ciputra berseri-seri. Ciputra adalah orang Indonesia pertama dan orang Asia ketiga yang menjadi Presiden FIABCI dunia pada tahun 1987. Pengaruh Ciputra dalam Federasi Real Estat Internasional hingga kini masih sangat kuat. “Saya berharap Kongres FIABCI memberi dampak yang baik bagi tuan rumah, Bali, dan juga bagi peserta kongres. Kami ingin orang asing tahu keramahtamahan orang Indonesia, khususnya masyarakat Bali,” ungkapnya. Ketika mula didirikan, PT Pembangunan Jaya cuma dikelola oleh lima orang. Kantornya menumpang di sebuah kamar kerja Pemda DKI Jakarta Raya. Kini, 20-an tahun kemudian, Pembangunan Jaya Group memiliki sedikitnya 20 anak perusahaan dengan 14.000 karyawan. Namun, Ir. Ciputra, sang pendiri, belum merasa sukses. ”Kalau sudah merasa berhasil, biasanya kreativitas akan mandek,” kata Dirut PT Pembangunan Jaya itu. Ciputra memang hampir tidak pernah mandek. Untuk melengkapi 11 unit fasilitas hiburan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta — proyek usaha Jaya Group yang cukup menguntungkan — telah dibangun ”Taman Impian Dunia”. Di dalamnya termasuk ”Dunia Fantasi”, ”Dunia Dongeng”, ”Dunia Sejarah”, ”Dunia Petualangan”, dan ”Dunia Harapan”. Sekitar 137 ha areal TIJA yang tersedia, karenanya, dinilai tidak memadai lagi. Sehingga, melalui pengurukan laut (reklamasi) diharapkan dapat memperpanjang garis pantai Ancol dari 3,5 km menjadi 10,5 km. Masa kanak Ciputra sendiri cukup sengsara. Lahir dengan nama Tjie Tjin Hoan di Parigi, Sulawesi Tengah, ia anak bungsu dari tiga bersaudara. Dari usia enam sampai delapan tahun, Ci diasuh oleh tante-tantenya yang ”bengis”. Ia selalu kebagian pekerjaan yang berat atau menjijikkan, misalnya membersihkan tempat ludah. Tetapi, tiba menikmati es gundul (hancuran es diberi sirop), tante-tantenyalah yang lebih dahulu mengecap rasa manisnya. Belakangan, ia menilainya sebagai hikmah tersembunyi. ”Justru karena asuhan yang keras itu, jiwa dan pribadi saya seperti digembleng,” kata Ciputra. Pada usia 12 tahun, Ciputra menjadi yatim. Oleh tentara pendudukan Jepang, ayahnya, Tjie Siem Poe, dituduh anti-Jepang, ditangkap, dan meninggal dalam penjara. ”Lambaian tangan Ayah masih terbayang di pelupuk mata, dan jerit Ibu tetap terngiang di telinga,” tuturnya sendu. Sejak itu, ibunyalah yang mengasuhnya penuh kasih. Sejak itu pula Ci harus bangun pagi- pagi untuk mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah — dengan berjalan kaki sejauh 7 km. Mereka hidup dari penjualan kue ibunya. Atas jerih payah ibunya, Ciputra berhasil masuk ke ITB dan memilih Jurusan Arsitektur. Pada tingkat IV, ia, bersama dua temannya, mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan — berkantor di sebuah garasi. Saat itu, ia sudah menikahi Dian Sumeler, yang dikenalnya ketika masih sekolah SMA di Manado. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur, 1960, mereka pindah ke Jakarta, tepatnya di Kebayoran Baru. ”Kami belum punya rumah. Kami berpindah-pindah dari losmen ke losmen,” tutur Nyonya Dian, ibu empat anak. Tetapi dari sinilah awal sukses Ciputra. Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi, seperti adanya kebijakan moneter dari pemerintah, diskon bunga dari beberapa bank sehingga ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri. Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang TERBAIK di bidangnya: realestate. Pada usianya yang ke-75, ketika akhirnya dia harus memikirkan pengabdian masyarakat apa yang akan ia kembangkan, dia memilih bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan universitas Ciputra. Bukan sekolah biasa. Sekolah ini menitikberatkan pada enterpreneurship. Dengan sekolah kewirausahaan ini Ciputra ingin menyiapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengusaha. Pengusaha propertiIr Ciputra, optimistis persoalan pengangguran dan kemiskinan di Tanah Air bisa diatasi, salah satunya dengan memperbanyak entrepreneur. Strategi tersebut terbukti berhasil mengatasi krisis pengangguran yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1965-1985. “Tahun 1965-1985 tercipta lapangan kerja terbesar yang tidak pernah terjadi dalam sejarah AS. Itu terjadi karena munculnya entrepreneur,” kata pengusaha yang banyak telah lama berkecimpung di dunia properti tersebut usai menemui Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil di kantor Kementerian, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Ciputra berkisah, pascaperang dunia kedua, Amerika Serikat (AS) mengalami krisis pengangguran sangat besar akibat gejala ledakan jumlah penduduk (baby boomer). Melalui tangan ahli Peter Draker dan pemerintah AS, sejumlah penduduk AS kala itu mendapat pendidikan menjadi seorang entrepreneur. Hasilnya, selama dua dekade mulai tahun 1965-1985, AS bisa membuka lapangan kerja yang cukup besar bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. “Pada masa krisis sekarang ini, Peter Draker mengatakan krisis di AD akan segera berakhir karena AS negara entrepreneur. Orang yang dipecat dari dunia keuangan akan menjadi entrepreneur dan menciptakan perusahaan sehingga ada lapangan kerja baru,” kata Ciputra. Kembali pada persoalan di Indonesia, pria yang mulai merambah dunia pendidikan dengan mendirikan Universias Ciputra tersebut menilai, sebagai negara yang ketinggalan, entrepreneur adalah salah satu cara yang paling unggul untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan. “Pak Menteri setuju untuk menciptakan lapangan kerja di Indonesia (bisa dilakukan) kalau ada enterpreneur yang berhasil menciptakan lapangan kerja,” ujar Ciputra.
  4. Anda pernah berkunjung ke Taman Impian Jaya Ancol? Atau pernah berekreasi ke Mall Ciputra? Bagi anda yang tinggal di wilayah ibukota, pasti sudah tak asing lagi dengan kedua tempat tersebut. Taman Impian Jaya Ancol dan Mall Ciputra telah menjadi bagian dari icon wisata kota Jakarta. Pesonanya tentu tak lepas dari campur tangan sang pemrakarsa yang visioner dan futuristis. Tokoh pemrakarsa dan pelopor tersebut adalah Ir. Ciputra. Bagaimana kisah kehidupan Ciputra hingga sukses seperti sekarang ini, Berikut ini adalah kisahnya : Masa Kecil si Anak Sulawesi Terlahir dengan nama Tjie Tjin Hoan pada 24 Agustus 1931, Ciputra berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana. Di usia 12 tahun, Ciputra sudah ditinggal untuk selamanya oleh sang ayah. Saat itu sang ayah dituduh sebagai anti-Jepang, ia ditahan oleh tentara pendudukan Jepang dan akhirnya meninggal. Sepeninggal ayahnya, Ciputra turut mengambil peran untuk membantu sang ibu. Ia terbiasa memberi makan sapi peliharaan keluarga sebelum berangkat sekolah. Ciputra dan keluarga kecilnya hidup sederhana mengandalkan dagangan kue sang ibu. Masa kecil yang penuh dengan keterbatasan membuat Ciputra bertekad untuk merantau dan bersekolah di pulau Jawa untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Karena pengaruh situasi politik dan peperangan yang tak menentu, Ciputra sempat mengalami keterlambatan saat menuntut ilmu. Ia bahkan lulus dari jenjang pendidikan SD di usia 16 tahun. Namun ternyata keterlambatan bukanlah sebuah halangan. Kegigihan Ciputra akhirnya membuat ia berhasil menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan arsitektur. Masa-masa remaja dimanfaatkan Ciputra untuk belajar banyak hal, baik hal-hal yang sifatnya akademis maupun non akademis. Hal tersebut membuat Ciputra memiliki beragam keterampilan di bidang yang begitu diminatinya.Ketika hampir menyelesaikan studinya, Ciputra lantas mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan bersama dengan kedua sahabatnya, Ismail Sofyan dan Budi Brasali. Perusahaan konsultan arsitektur tersebut diberi nama PT. Daya Cipta. Pada masa tersebut, Daya Cipta banyak mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang nilainya terhitung besar, misalnya saja proyek bank berupa gedung bertingkat yang berlokasi di Banda Aceh. Ketidakpuasan dan Kreativitas Adalah Awal Kesuksesan Setelah lulus dari ITB pada tahun 1960, ketiga sahabat itu pun lantas hijrah ke Jakarta agar dapat memperoleh proyek-proyek yang lebih fantastis. Di bawah naungan PT. Perentjaja Djaja IPD, saat itu Ciputra berusaha keras untuk menemui Dr. R. Soemarno selaku gubernur DKI Jakarta. Setelah melalui perundingan dengan presiden Soekarno, proposal yang diajukan Ciputra akhirnya ditindaklanjuti dengan pendirian PT. Pembangunan Jaya. PT Pembangunan Jaya mulanya dibangun dengan sederhana. Kantornya menumpang di salah satu ruangan kantor Pemda DKI Jakarta dengan karyawan berjumlah 5 orang. Ciputra dan kedua sahabatnya akhirnya sukses menangani proses pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kegigihan Ciputra dan para sahabatnya dalam mengelola PT. Pembangunan Jaya perlahan-lahan membuahkan kesuksesan dan proyek-proyek besar lainnya. Impiannya untuk menyulap sebuah lahan rawa menjadi pusat rekreasi yang mewah dan lengkap akhirnya terwujud lewat proyek raksasa pembuatan Taman Impian Jaya Ancol. Modal sebesar 10 juta rupiah yang dimiliki Jaya Grup pada tahun 1961 berhasil dikembangkan hingga mencapai nilai 5 trilyun rupiah dan digunakan untuk mengembangkan beragam kelompok usaha lainnya seperti Metropolitan Grup, Pondok Indah Grup, Bumi Serpong Damai Grup dan Ciputra Grup. Melalui Pondok Indah Grup, Ciputra berhasil mewujudkan kawasan hunian elit alareal estate pertama di Indonesia. Segudang prestasi tersebut membuat Ciputra dikenal sebagai sosok pebisnis property yang handal dan memiliki perencanaan matang. Hingga saat ini anak usaha Jaya Grup dan Metropolitan Grup sudah berjumlah lebih dari 40. Namun di usia senjanya Ciputra tak berhenti berkreasi dan mewujudkan ide-ide briliannya. Ia tidak pernah merasa puas dengan pencapaian yang telah ia dapatkan. Karena baginya, kepuasan adalah awal dari suatu “kemandekan” kreativitas. Saat ini kelompok usahanya tengah mengembangkan proyek sekolah dan universitas Ciputra. Melalui karya di bidang pendidikan tersebut, Ciputra ingin mewujudkan harapannya untuk berbagi ilmu dan motivasi bagi para generasi muda.Karena sejatinya regenerasi harus dilakukan untuk mewujudkan masa depan bangsa yang lebih santun, lebih maju dan lebih futuristis.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy