Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'chrome'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 7 results

  1. Sabrian_daud

    Google Chrome Geser Si Internet Explorer

    Nama Internet Explorer tak lagi menjadi alat peramban atau browser nomor satu di dunia, posisi ini setidaknya sudah berganti dan menjadi milik Google Chrome. Berdasarkan data yang dirilis oleh sebuah perusahaan analis, NetMarketShare, Google Chrome berhasil merebut pangsa pasar browser Microsoft Internet Explorer sebagai browser desktop nomor satu. NetMarketShare mencatat, hingga bulan April 2016, Chrome mendapatkan pangsa pasar 41,67 persen, unggul tipis dari Internet Explorer dengan porsi 41,37 persen. Sementara posisi ketiga, ditempati oleh Firefox dengan 9,76 persen, diikuti oleh Safari 4,91 persen, dan Opera 1,89 persen. Sementara sebuah perusahaan analisis trafik web, StatCounter justru mencatat bahwa Chrome sudah mengalahkan Internet Explorer sejak empat tahun terakhir. Perbedaan hasil antar lembaga riset mungkin saja terjadi karena masing-masing lembaga riset punya metodologi yang berbeda saat dalam mengumpulkan data. Untuk menentukkan pangsa pasar browser, NetMarketShare sendiri menghitung banyaknya unique user, bukan jumlah page view. Kendati demikian, masih ada kemungkinan pangsa pasar Chrome akan berkurang seiring dihentikannya dukungan atas browser tersebut beberapa minggu lalu pada sistem operasi Windows Vista atau di bawahnya dan OS X Mountain Lion atau di bawahnya. Hal ini memungkinkan para pengguna sistem operasi tersebut akan mengganti Chrome sebagai browser utamanya karena sudah tidak lagi menerima update terbaru dari Google. Di sisi lain, Microsoft juga menyiapkan browser terbarunya, Microsoft Edge untuk merebut kembali pangsa pasar browsernya. Browser bawaan pada sistem operasi Windows 10 tersebut kemungkinan penggunanya akan bertambah seiring meningkatnya pangsa pasar Windows 10. Microsoft sendiri menargetkan sistem operasi yang diluncurkan pada Juli 2015 lalu itu bisa mencapai 1 miliar pengguna sampai akhir 2016 secara global. Jumlah pengguna Windows 10 sendiri pada Maret 2015 telah mencapai angka 270 juta. Microsoft pun mengatakan para pengguna telah menghabiskan lebih dari 75 miliar jam untuk memakai Windows 10. Sejauh ini, menurut Microsoft, sudah ada lebih dari 500 perangkat baru yang dirancang secara spesifik untuk sistem operasi tersebut
  2. dugelo

    Unlimited VPN Gratis Buat Google Chrome

    Beberapa hari yang lalu, Opera telah membeberkan pengumuman besar, di mana para pengembang di balik Opera tengah membuat sebuah browser, yang di dalamnya sudah tersedia VPN (Virtual Private Networking) yang dapat digunakan secara gratis. VPN sendiri memungkinkan pengguna untuk rute lalu lintas internet melalui server pihak ketiga yang dapat menutupi alamat IP mereka yang sebenarnya dan meningkatkan privasi. Layanan VPN juga dapat menembus alamat atau domain yang telah diblokir di wilayah tertentu, seperti mengakses Netflix untuk menikmati siaran film. Fitur ini memang kelebihan dari browser Opera yang akan datang, namun Anda juga bisa menikmati fitur ini di browser Chrome Anda. Di era sekarang ini VPN telah berubah menjadi sebuah kebutuhan, di mana data diri Anda diburu oleh para pengiklan hingga hacker. Layanan VPN dapat menyembunyikan identitas Anda dari perusahaan yang mencoba untuk melacak Anda dan mencegah mereka untuk membuat profil online yang sangat mereka inginkan. Tentu saja, beberapa orang tidak keberatan dan tidak perduli ketika data diri mereka dilacak, dan layanan VPN tidak menjadi suatu kebutuhan dari mereka. Namun bagi Anda pengguna browser Chrome yang menginginkan VPN ini dapat didapat dengan mudah, dan tidak memerlukan proses yang berbelit-belit. Ini merupakan layanan dari Betternet, di mana Anda hanya perlu menginstal add-on pada browser Anda. Bagi Anda ingin segera mencoba, dapat mengunjungi link berikut, dan kemudian instal add-on tersebut. Jika ekstensi sudah terinstal, maka Anda akan melihatnya di deretan add-on kemudian sambungkan ke server. Ini merupakan cara termudah, karena Anda tidak perlu mendaftar sebuah akun. Selamat mencoba.
  3. rudi_baskara_tri

    Safari Bakal Kalah Sama Google Chrome di iOS

    Aplikasi peramban atau browser Google Chrome ternyata tak hanya populer di perangkat Android, tetapi juga iOS seperti iPhone atau iPad. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Adobe Digital Index (ADI) menunjukkan bahwa pertumbuhan pengguna Google Chrome lebih cepat daripada Safari. Ini membuktikan Chrome tak cuma jago kandang di platform Android. "Pengguna iPhone mengunduh Chrome untuk menggantikan browser default mereka. Ini merupakan fakta bahwa pengalaman pengguna yang disajikan Chrome mampu menarik perhatian," kata Adam Lloyd, seorang analis ADI. Berdasarkan analisis yang dilakukan, pengguna Chrome pada perangkat ponsel pintar berhasil tumbuh 77 persen dari tahun ke tahun. Pada periode yang sama, pertumbuhan Safari mencapai 33 persen. ADI juga melakukan survei terhadap 1.000 konsumen di Amerika untuk mengetahui browser favorit pada smartphone mereka. Dari survei tersebut terlihat bahwa sebagian besar pengguna perangkat iOS lebih memilih Safari (43 persen) sementara Chrome (33 persen). Hal ini memperlihatkan celah kecil antara browser buatan Apple dan Google. "Google mampu memposisikan Chrome sebagai browser multidevice yang terpadu," kata Lloyd. Di kalangan pengguna perangkat iOS sendiri, baik iPhone dan iPad, pertumbuhan browser Chrome dan Safari keduanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengguna Safari meningkat 34 persen dan Chrome 19 persen. Di sisi lain, ADI juga sempat mengukur tingkat sentimen terhadap produk Apple pada media sosial. Hasilnya, terjadi penurunan tren pada seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik. Meski begitu, produk baru Apple yang segera dirilis, iPhone SE berhasil menjadi salah satu topik yang paling ramai dibicarakan.
  4. Roijuliop

    Autoplay di Chrome Dihapus

    Chrome melakukan tindakan tegas terkait dengan fitur yang paling seringkali dianggap mengganggu yakni memutar video secara otomatis atau autoplay. Salah satu insinyur Chrome, Francois Beaufort, mengenalkan pendekatan terbaru dari Googel Chrome, yaitu gerakan membungkam video autoplay. Seringkali pengguna Chrome dikagetkan dengan audio yang muncul tiba-tiba di tengah-tengah berselancar di internet. Tidak hanya mengejutkan, fitur autoplay video juga seringkali dianggap mengganggu para pengguna Chrome. Tahun lalu, Chrome mengenalkan fitur yang akan menginformasikan para pengguna Chrome dari tab mana audio berasal. Tahun ini, Chrome melakukan pendekatan yang lebih ekstrem. Chrome memutuskan untuk tidak memutar video secara otomatis, selama video tersebut berada di tab yang sedang tidak dibuka. Fitur autoplay akan berfungsi kembali begitu tab dimana video tersebut berada dibuka. Video akan langsung diputar tanpa meminta izin lebih lanjut kepada pengguna dan akan berhenti diputar pengguna mengganti tab. "Ini berarti tidak akan ada lagi kasus 'Darimana audio ini berasal?' yang terjadi ketika iklan di salah satu tab yang anda buka diputar secara otomatis," tulis Beaufort di sebuah pengumuman yang diunggah di Google Plus. Pendekatan baru Chrome ini kemungkinan besar akan disambut dengan gembira oleh para pengguna Chrome. Pasalnya, sejak tersebarnya video penembakan dan pembunuhan reporter Alison Parker dan juru kamera Adam Ward awal minggu ini, banyak orang telah menuntut dihapuskannya fitur autoplay. Berkat fitur autoplay, banyak orang terpaksa harus menonton video yang sebenarnya tidak mereka kehendaki.
  5. Sebuah situs yang fokus terhadap privasi data menuding Google sudah melakukan pelanggaran besar. Google dituding diam-diam merekam suara pengguna Chrome. Situs Privacy Online News buatan Rick Falkvinge, pendiri Pirate Party, menemukan bukti-bukti yang menguatkan tudingannya itu. Mereka menilai saat pengguna Chrome aktif, saat itu juga Google bisa merekam suara apa pun yang kemudian dikirimkan ke server Google. Bukti pertama tuduhan tersebut adalah laporan bug yang mengaku saat Google Chrome dibuka, aplikasi peramban itu langsung mengunduh 'sesuatu'. Diikuti laporan status "Microphone: Yes" dan "Audio Capture Allowed: Yes. Menurut Falkvinge sesuatu yang diunduh oleh Chrome itu adalah sebuah kode 'kotak hitam' yang fungsinya untuk mengaktifkan perintah 'Ok Google' pada Chrome. 'Ok Google' adalah kalimat pemicu aktifnya perintah suara pada aplikasi Google Chrome. Tapi menurut Falkvinge, pada paket yang diunduh aktivasi justru dipicu oleh server Google. Artinya, kapan saja Google bisa merekam suara aktivitas pengguna. Mendapat tudingan itu Google langsung merespons. Raksasa internet itu secara cepat merilis tombol yang memungkinkan pengguna untuk tidak mengaktifkan perintah suara tersebut, tapi bagi Falkvinge ini bukanlah solusi yang tepat. Karena bagaimanan pun, menurut Falkvinge, Google telah memasang aplikasi perekam suara tanpa seizin penggunanya. Inilah yang dikhawatirkan mengancam privasi seseorang.
  6. dugelo

    Cara Mempercepat Performa Google Chrome

    Google chrome merupakan aplikasi browser internet besutan Google yang kini ramai digunakan baik pengguna PC Dekstop, Smartphone maupun tablet. Google chrome ini sebenarnya menyimpan banyak fitur-fitur rahasia seperti yang akli ini akan kita bahas tentang cara mempercepat performa browser Google Chrome. Dan berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan. 1. Buka browser Google Chrome lalu Ketik "chrome://flags/#max-tiles-for-interest-area". Setelah itu pilih kotak layanan yang bertuliskan 'Maximum Tiles For Interest Area', lalu pilih opsi '512' dan pilih 'Relaunch Now'. Hal ini dilakukan untuk mengganti RAM Rate browser Chrome yang awalnya 64MB menjadi 512MB. 2. Lalu ketik lagi "chrome://flags/#enable-new-ntp". Setelah itu ganti kotak 'Default' menjadi 'Enable' lalu tekan 'Relaunch Now'. Kemudian pilih 'Restart Google Chrome'. Nah, demikian cara untuk mempercepat performa browser google chrome, dua cara sederhana di atas diyakini mampu mempercepat performa browser Chrome sehingga terasa lebih ringan ketika digunakan menjelajah di dunia maya. Semoga bermanfaat
  7. c0d1ng

    Google akan Rombak YouTube dan Chrome

    Agar lebih bersahabat untuk anak-anak, Google akan melakukan banyak perubahan pada YouTube dan Chrome. Selain kedua produk itu, Google juga rencananya akan melakukan optimalisasi pada mesin pencari agar bisa aman dipakai anak-anak. Seperti diketahui bahwa selama ini anak-anak kerap terpapat konten yang belum pantas merekan nikmati. Menurut Google VP of Engineering, fitur ini nantinya akan dapat digunakan sebagai media pembelajaran anak-anak, dan dapat melakukan filtrasi untuk menampilkan konten yang sesuai dengan usia mereka. "Ini akan aman untuk anak-anak dan kami ingin menjadi bijaksana dengan memberikan orang tua alat yang tepat untuk mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan produk kami," ujar Google VP of Engineering dikutip dari Inferse. Selama beberapa tahun terakhir, anak-anak kerap menjadi target kampanye negatif bagi para pelaku usaha di internet, dan hal ini terbukti dapat berpengaruh pada kepribadian anak dan merusak kredibilitas internet secara keseluruhan. Teknologi yang semakin maju dan mudah untuk didapatkan memicu kemungkinan ini menjadi semakin besar. Produk teknologi seperti komputer tablet juga menjadi salah satu media yang turut mendongkrak risiko yang dapat terjadi dan memberikan dampak negatif bagi anak-anak. Google, sebagai pihak yang dilibatkan secara langsung juga harus berkontribusi untuk mengurangi dampak negatif ini. Namun hingga saat ini Google belum memberikan informasi spesifik tentang fitur atau produk yang tengah mereka kembangkan untuk anak-anak.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi