Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'cacat'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Punya satu tangan bukan berarti tidak bisa melakukan sesuatu yang besar. Buktinya, perempuan ini mampu menginspirasi dunia! Baru-baru ini, perempuan bernama Lexi Daniels sedang hangat dibicarakan sebagai sosok yang menginspirasi dunia melalui tariannya. Namanya mulai mencuat ke dunia media sosial semenjak sebuah video memperlihatkan dirinya tengah menari seperti halnya penari profesional. Video tersebut direkam pada saat dirinya sedang mengikuti acara kompetisi dancing. Perempuan yang berasal dari Ohio ini mulai menari sejak usianya masih sangat kecil, yakni saat masih 2 tahun. Namun, kerja keras dan ketulusan Lexi dalam menari sepertinya memang tidak diperlukan lagi. Dalam akun Instagrammnya, Lexi bahkan memberi caption “Dance... eho needs two arms?” dengan bangga. Caption tersebut tentu membuktikan adanya rasa percaya diri yang tinggi dari seorang Lexi dan betapa besarnya motivasi dan energi positif yang ia miliki. Meskipun tidak bisa dilakukan dengan mudah seperti halnya orang-orang dengan dua tangan, namun Lexi selalu menghadapi berbagai hal dan tantangan (baik kecil maupun besar). Bahkan saat seseorang mengatakan bahwa Lexi tidak bisa melakukan suatu hal, dia justru merasa lebih termotivasi dengan hal tersebut dan bekerja keras untuk membuktikan bahwa pendapat tersebut sangatlah salah. Dan video ini pun memperlihatkan kepada kita semua, bahwa siapa saja bisa berbuat besar dengan sebuah kerja keras dan ketulusan.
  2. Kisah seorang ibu bernama Dawn Faizey ini menunjukkan kepada dunia bahwa di mana ada kemauan dan tekad yang keras, maka halangan seberat apapun bisa diatasi. Dengan kondisi yang nyaris lumpuh seluruh tubuh ia tetap mampu menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat sarjana. Dawn Faizey yang terkena serangan stroke pada tahun 2003 yang mengakibat sebagian besar tubuhnya lumpuh ini mampu menyelesaikan ujian yang diberikan kepadanya. Memang tiap ujian ia membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu tiga minggu. Namun ingat, ia melakukannya dengan kondisi lumpuh dan menjawab pertanyaan yang ditanyakan dalam ujian tersebut dengan mengedip. Dawn Faizey memang hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan matanya dan juga dengan menggerakkan sedikit kepalanya saja, namun ia menunjukkan kepada dunia bahwa ia mampu menyelesaikan kuliahnya di jurusan Ilmu Sejarah Purbakala dalam waktu sekitar 6 tahun. Tidak cukup hanya gelar sarjana, karena rencananya Dawn Faizey akan melanjutkan pendidikannya sampai mendapat gelar master. Sungguh semangat yang patut ditiru oleh kita semua.
  3. Walau dengan keterbatasan fisik, Usep, anak seorang petani ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan kesejahteraan sosial Universitas Padjajaran (Unpad). Usep memang mantap ingin merubah nasib keluarganya yang miskin dan tidak ingin hidup hanya dengan menjadi buruh tani saja. Usep yang memang terlahir tanpa dua tangan yang sempurna dan hanya memiliki satu kaki ini mampu mengenyam pendidikan di pergutuan tinggi di kampus yang memang ia cita-citakan sejak masih kecil. Dengan segala keterbatasan fisiknya, sampai semester VI, ia mampu meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang sangat baik, 3,5. Saat lulus SMA, Usep sempat merasa bingung untuk melanjutkan pendidikannya atau tidak karena keluarganya mengaku tidak mampu membiayai kuliah dan mereka menyarankan agar ia membantu orangtuanya saja di Cianjur yang bekerja sebagai buruh tani. Karena sudah bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dengan modal 200 ribu yang diberi orangtuanya sebagai hadiah lulus SMA, ia memberanikan diri membeli formulir SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Ia yakin akan lulus ujian tertulis ini walaupun memiliki keterbatasan fisik. Ternyata tekad dan usaha Usep tidak sia-sia, ia diterima di FISIP Unpad. Namun kabar tersebut masih membuat orangtuanya bimbang karena mereka masih dibebankan uang kuliah. Kemudian Usep berusaha memohon bantuan ke Unpad untuk membebaskan uang kuliah dan pihak Unpad mengabulkannya namun hanya selama satu semester. Mendapat kesempatan emas tersebut, Usep kemudian membuktikan dirinya layak kuliah di Unpad dan pada akhirnya pihak Unpad mendaftarkan dirinya di program beasiswa Bidikmisi. Usep sedikit berpesan kepada mereka yang memiliki keterbatasan fisik agar tidak menjadikan kekurangan fisik menjadi sebuah alasan untuk menyerah. Apapun kondisi tubuh kita kita harus tetap berusaha melakukan yang terbaik.
  4. Pekerjaan yang dimiliki seorang ayah memang memiliki peran penting untuk menjamin terpenuhinya biaya hidup, termasuk bagi anak. Namun, tampaknya tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan karena menyangkut keselamatan bayi. Suatu penelitian menunjukkan bahwa beberapa pekerjaan yang dilakukan di bulan-bulan awal sebelum kehamilan anak mungkin meningkatkan risiko bayi memiliki cacat bawaan. Terdapat 63 kategori pekerjaan yang dianalisis, seperti: matematikawan, fisikawan, ilmuwan komputer, artis, fotografer dan pengolah foto, pekerja di tempat makan, tukang kebun, penata rambut dan tata rias artis, pekerja kantoran, pembuat mebel, pekerja di bidang minyak dan gas, pekerja industri kimia, pekerja di bidang percetakan, serta pengemudi. Para peneliti memang tidak memiliki informasi mengenai adanya faktor bahan kimia ataupun peran dari manusia yang tersebar dari masing-masing pekerjaan tersebut, yang mungkin meningkatkan risiko cacat bawaan pada bayi. Namun, para peneliti berhasil menemukan adanya asosiasi antara jenis pekerjaan yang sering terpapar bahan kimia (seperti artis, pekerja di bidang kimia, obat-obatan, cat atau percetakan) dengan meningkatnya risiko memiliki bayi yang memiliki cacat bawaan di bagian mata, jantung dan usus, atau celah mulut (sumbing). Penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina, Amerika Serikat ini mengumpulkan riwayat pekerjaan 14.000 ayah di Amerika Serikat antara tahun 1997 hingga 2004. Sepuluh ribu di antaranya memiliki anak yang lahir dengan cacat bawaan, sedangkan 4.000 lainnya memiliki anak tanpa cacat bawaan. Pekerjaan yang diteliti adalah yang dikerjakan ayah sebelum kehamilan hingga satu bulan pertama kehamilan. Selanjutnya pekerjaan tersebut dibagi ke dalam 63 kategori berdasarkan asumsi paparan bahan kimia yang mungkin mengenainya. Terakhir, pekerjaan-pekerjaan tersebut dikaitkan dengan lebih dari 60 jenis cacat bawaan yang dimiliki bayi mereka. Hanya sepertiga pekerjaan yang tidak memiliki asosiasi dengan peningkatan risiko cacat bawaan. Pekerjaan-pekerjaan yang dimaksud antara lain: arsitek dan desainer, pekerja di bidang kesehatan, dokter gigi, pemadam kebakaran, nelayan, pekerja di perakitan mobil, pekerja peleburan dan pengecoran, tukang batu, pembuat kaca, masinis, tentara dan supir angkutan umum. Beberapa jenis pekerjaan yang secara khusus menyebabkan peningkatan risiko bayi mengalami cacat bawaan tertentu adalah artis (untuk cacat bawaan di bagian mata, mulut, telinga, usus, kaki dan jantung), fotografer dan pengolah foto (untuk katarak, glaukoma, tidak ada atau tidak lengkapnya jaringan pada mata), serta penata atau tukang kebun (untuk kelainan usus).
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy